Selasa, Januari 07, 2014

PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN

Label: ABUNAWAS, Puisi Islami, Puisi Puasa, Puisi Ramadhan, Puisi Renungan

ABU NAWAS Puisi berjudul "PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN "

PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN  - Sebuah puisi renungan bulan puasa ramadhan yang kebetulan juga...

Baca Selengkapnya
Anda Senang sampaikan pada teman Jika tidak sampaikan pada Author : ABU NAWAS
PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN  - Sebuah puisi renungan bulan puasa ramadhan yang kebetulan juga bulan di turunkanya al-qur'an , dan banyakanya kegiatan tadarusan . Banyak sekali nasehat dan renungan di dalam puisi ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua .
PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN


Dulu waktu kau masih kecil
Kau adalah teman sejatiku
Dengan wudhu aku kau sentuh
Dalam keadaan suci aku kau pegang
Kau junjung dan kau pelajari
Aku Kau baca lirih ataupun keras setiap hari
Setelah selesai Engkaupun selalu menciumku dengan mesra .

Kini kau telah dewasa..
Tanpaknya sudah tidak minat lagi padaku
Apakah aku bacaan usang yg tinggal sejarah
Menurutmu mungkin aku bacaan yg tidak menambah pengetahuan
Atau mungkin hanya untuk anak kecil
Anak yang belajar mengaji saja ?

Sekarang aku kau simpan rapi sekali
Sampai kau lupa dimana menyimpanya
Aku sudah kau anggap sebagai perhiasan rumahmu
Kadang aku kau jadikan mas kawin
Agar engkau di anggap bertakwa
Atau aku kau buat penangkal Untuk menakuti hantu dan syetan .
Kini aku lebih banyak tersingkir
Di Biarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari di dalam laci
Aku engkau padamkan .

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku
engkau baca beberapa halaman.
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai
bersama temanmu di surau…..,
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…
engkau baca Koran pagi
atau nonton berita TV.

Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku
karangan manusia.
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat
Yang datang dari Allah
Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan,
Engkau abaikan
dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun
kadang engkau lupa
baca pembuka surah2ku (Basmalah).
Diperjalanan engkau lebih asyik
menikmati musik duniawi,
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh
Yang terdapat padaku di laci mobilmu.
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju
ke stasiun radio favoritmu.
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio
yang senantiasa melantunkan ayatku.

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja,
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu,
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun,
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan,
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu, B
enarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV,
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga.
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk,
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah.
Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari,
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku,
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu,
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba,
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya,
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati………………..…..
Di kuburmu nanti…………………
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan,
Yang akan membantu engkau membela diri,
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu,
Dari perjalanan di alam akhirat.
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu,
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah aku lagi . ..
bacalah kembali aku setiap hari…..
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci…..
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui…..
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah…..

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…..
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu…..
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu…..
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu…..

Sentuhilah aku kembali…..
Baca dan pelajari lagi aku…..
Setiap datangnya pagi dan sore hari…..
Seperti dulu….dulu sekali…..
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…..
Di surau kecil kampungmu yang damai Jangan aku engkau biarkan sendiri…..
Dalam bisu dan sepi…..

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi :
  1.     Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
  2.     Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3.     Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4.     Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
  5.     Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' ) 

Advertisement

3 komentar:

  1. Namamu begitu sakral
    Hingga aku begitu takut
    Untuk membaca dan memahamimu

    Engkaulah kalam Ilahi
    Anugrah untuk setiap insani

    ikut gabung dikit ,,,,puisinya realita banget

    BalasHapus
  2. untunglah aku hidup di lingkungan kondusif kata pak sby
    nenek moyangku sudah memberi budaya yasinan
    sehingga aku membacanya walau hanya jumat sepisan
    dan budaya tahlilan
    setidaknya sekali seumur hidup pak tua
    aku rajin membacanya

    dan yang terkini bukan budaya juga bukan rekayasa
    aku membukanya ketika ramadhan telah tiba

    BalasHapus
  3. Islam agamaku, nomor satu di dunia
    Islam benderaku, berkibar dimana-mana
    Islam tempat ibadahku, mewah bagai istana
    Islam tempat sekolahku, tak kalah dengan lainnya
    Islam sorbanku
    Islam sajadahku
    Islam kitabku
    Islam podiumku, kelas eksklusif yang mengubah cara dunia
    memandangku
    Tempat aku menusuk kanan-kiri
    Islam media-massaku, gaya komunikasi islami masa kini
    Tempat aku menikam sana-sini
    Islam organisasiku
    Islam perusahaanku
    Islam yayasanku
    Islam instansiku, menara dengan seribu pengeras suara
    Islam muktamarku, forum hiruk-pikuk tiada tara
    Islam bursaku
    Islam warungku, hanya menjual makanan sorgawi
    Islam supermarketku, melayani segala keperluan manusiawi
    Islam makananku
    Islam teaterku, menampilkan karakter-karakter suci
    Islam festivalku, memeriahkan hari-hari mati
    Islam kausku
    Islam pentasku
    Islam seminarku, membahas semua
    Islam upacaraku, menyambut segala
    Islam puisiku, menyanyikan apa
    Tuhan, Islamkah aku?

    BalasHapus

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

20 Puisi Terbaru
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved