Tampilkan postingan dengan label Puisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan
GAMBAR PANTUN PUASA RAMADHAN TERBARU

GAMBAR PANTUN PUASA RAMADHAN TERBARU

Inilah beberapa gambar pantun ucapan selamat puasa ramadhan terbaru lucu unik dengan tambahan kartun lucu dari berbagai sumber . Bagi anda yang suka kasih selamat puasa ramadhan kepada teman sodara dan lain sebagainya , gambar ini bisa di koleksi.

Read More
KARTUN PANTUN UCAPAN PUASA RAMADHAN

KARTUN PANTUN UCAPAN PUASA RAMADHAN

Berikut ini adalah beberapa gambar pantun kartun muslimah ucapan selamat  puasa ramadhan , mudah mudahan bisa memberi manfaat dan menambah semangat dalam menyambut bulan suci ramadhan sekaligus sukses melaksanakan puasanya dengan lancar, Amin.....

Read More
Bisnis Investasi

PUISI PUASA RAMADHAN 2016 M / 1437 H

Lama tidak menulis puisi , terakhir menulis kira-kira pada tanggal 10 pebruari 2016 , bertepatan dengan gerhana  matahari total. Banyak kesibukan di sana-sini , seiring waktu berjalan , kebutuhan semakin banyak , terpaksa hobi berpusi harus di pending dulu . Maaf sebelumnya jika saya pergi tanpa pesan .

Kali ini saya akan sempatkan waktu untuk menulis puisi tentang bulan ramadhan , mudah-mudahan bisa memberi motivasi dan inspirasi kepada kita semua , agar saat menjalankan ibadah puasa bisa lancar,iklas dan di beri kesehatan dan kekuatan serta semangat amin...., OKE LANGSUNG SAJA YA PUISINYA DI BACA , KU BERI JUDUL .

"RAMADHAN INI" .
Tak terasa hampir setahun , waktu telah beralalu .
Hilang lenyap tinggal kenangan, mengawang tanpa bayang .
Kalender bicara, ramadhan telah tiba.
Mengetuk Rasa Menggugah Jiwa , Bangun dan sadarlah .
Ramadhan Kali Ini Beda , Rupa Warna Dan Suasana .

Mbah Idris Telah Tiada, Pak Dhe Bakdhi Tiada Beda.
Si udin sudah punya anak satu , Si Layli Sudah Bersuami,
Si Zahra sudah di pinang orang , Semua sudah berubah .
Tidak lagi sama , tidak lagi sepertu dulu .

Mungkin ramadhan kali ini kita tidak keliling kampung.
Teriak-teriak Saur-saur , Sambil Tak Tek Tok Dong .
Tabuh Kentong Dan Jerigen , Nyuruh Orang Bangun .
Keliling kampung sambil bernyanyi bersenandung .

Ramadhan ini beda ,
Teman tadarus sudah di ganti oleh adik-adik kita .
Sementara aku dan kamu , berjauahan semua .
Ingat si bejo , yang terawih tempatnya belakang .
Sekarang sudah jadi imam.
Ingat Udin , yang suka main petasan .
Sekarang sudah mengisi pengajian .

Tak terasa semua telah berlalu .
Masa-masa indah itu .
Ramadhan telah mengingatkanku tentang aku kamu kita semua .
Menyambut gembira kedatanganya .
Hingga kita rela , tidur di aula mushola .
Becanda ria mengisa waktu Sahur Tiba .

Allah....
Mudah-mudahan ramadhan ini , lebih mulya
Walau dalam suasana berbeda .
Berilah hamba , kekuatan lahir batin untuk menjalankanya .
Amin.....
Read More

Puisi "Cinta di Bulan Rhamadhan" Bidadari Linglung

Sayang...
Sekarang bulan ramadhan
Orang bilang, tak boleh maksiat
Orang bilang, harus banyak ibadat
Tak apalah kita tak bersua
Tuk hormati bulan puasa

Sayang...
Kala waktu sahur tiba
Orang bilang, akhirkan sahurnya
Kurela sahur dengan suaramu
Yang merdu memeluk jiwa
Walau hanya lewat hp saja
Kan ku nikmati hingga imsak tiba

Sayang...
Tak hanya fisik ini yang berpuasa
Hati ini juga lapar dan dahaga
Lapar dahaga akan cinta
Makin siang makin membara
Makin terik makin membuta

Sayang...
Kala waktu berbuka tiba
Orang bilang, dahulukan takjilnya
Dengan yang manis rasanya
Izinkan ku takjil dengan wajahmu yang manis mempesona

Sayang...
Kala tarawih tiba
Ku shalat disaf paling muka
Paling pinggir dekat jendela
Sesekali tengokkan kepala
Kesini dan kesana
Berharap melihatmu sayang

Owalah sayang... sayang...
Semoga ibadah kita diterima ya yank!

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More

Puisi Lailatul Qadar Bonus Tahunan

Puisi lailatul Qatar kontemporer, terbaru, singkat dan penuh makna.
Selamat membaca.

Malam seribu bulan
Langitnya bersinar terang
Bintang gemerlapan
Bulan sabit mengerling disela bintang

Malam seribu bulan
Pahala berlipat dijanjikan
Bagi hamba yang beramal thayiban
Yakni amalan ahli surga yang maqbulan

Itulah malam lailatul qadar
Hanya semalam berpendar
Bonus tahunan bagi mereka yang sadar
Sadar akan esensi lailatul qadar
Maka jangan disia-siakan

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More
Puisi Rindu Untuk Ibu Dari Rantauan By "Sky Shucaya"

Puisi Rindu Untuk Ibu Dari Rantauan By "Sky Shucaya"

Puisi Rindu Untuk Ibu Dari Rantauan By "Sky Shucaya" _ Memasuki malam ke enam belas bulan ramadhan, pembaca Puisina. Semoga kabarmu selalu baik di tanah rantau sana,, menunggu separuh bulan lagi untuk menuntaskan rindu pada keluarga, dan tentu akan banyak cerita yang akan kita sampaikan dari rantauan saat kembali ke kampung halaman. Seperti puisi kiriman rindu untuk ibu berikut ini. Selamat membaca..

Puisi Rindu Untuk Ibu Dari Rantauan By "Sky Shucaya"

Nafas sahur telah turun ke wajah dunia,
Ramadhan mengayuhkan rasa rinduku.
Bau udara mengengat
Ku rindu ibuku di kampung halaman.

 Sudah sekian waktu ku tinggalkan hidangannya,
Tak bisa ku santap lagi racikan tangan ibu,
(Aduh...) Aku rindu aroma masakan dia.

Di ruangan ini ingin sekali tidur di pelukanmu,
Mengadu segala hidup,
Aku sudah lelah dengan semua ini
Terkadang ku ingin pulang dari rantauan negri orang.

Aku larik tak sampai ke bait,
Hanya rima-rima yang melantunkan do'a
Esok sekedar ku nikmati jamuan rindu,
Peluk tubuhmu,
Aku adalah seorang bocah kecil yang merengek di pangkuan.
Maka kau senandungkan lagu tidur hingga aku terlelap di sampingmu.

Kini udara ramadhan sungguh ku persembahkan do'a abadi di kala dingin turun ke bayangan wajah sayumu.

Hormat kami,
sky shucaya | skyshucaya@gmail.com

Kepada pengirimnya diucapkan banyak terima kasih serta semoga rindu untuk ibunya sedikit terobati,, Salam Ramadhan untuk anda dan keluarga..
Read More

Puisi Religi "Nuansa Ramadhan" oleh Sri Widiya Ningsih


Puisi Religi "Nuansa Ramadhan" oleh Sri Widiya Ningsih

Selamat Bulan Ramadhan ya Ukhti , ya Akhi..
Akhirnya tibalah kita di bulan yang penuh Barokah ini. Alhamdulilla kita masih di berikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan nya. Marilah kita berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan kawan .

Semoga puisi ini cukup menghibur ya :-)

Nuansa Ramadhan

Malam tak sunyi lagi
bulan pun tersenyum hangat memandang bumi
angin malam tebarkan aroma kedamaian
menyambut bahagia datanganya bulan suci ini

Lantunan ayat suci Al-Qur'an terdengar
sahut menyahut di seluruh penjuru bumi
bernuansa tenang di telinga kami yang mendengar
menciptakan bunyi yang mampu menghapus sepi

Syukur Alhamdulillah ku panjatkan
kebahagiaan ini tak mampu ku lukiskan
atas izin-Nya untuk ku bertemu Ramadhan
bulan penuh barokah yang selalu di nantikan


Hormat saya
Sri Widiya Ningsih 
Read More
Bisnis Investasi

Puisi Selamat Datang Ramadhan

Puisi singkat untuk menyambut bulan ramadhan , bulan suci penuh pengampunan bulan yang penuh berkah . mudah-mudahan puisi ini bisa jadi sumber inspirasi bagi anda semua , selamat membaca .

Tak terasa setahun aku lewati
Hingga aku tersadar bahwa sebentar lagi adalah bulan suci
Bulan di mana segala sesuatu di nilai ibadah
Bulan penuh hikmah penuh berkah .

Syukur pada Illahi...
Yang telah menjadikan diri ini
Kenal akan penciptanya,
Di beri arahan bagaimana mengabdi kepadanya
Di beri petunjuk bagaimana menjalani hidup di dunia
Di beri harapan untuk bahagia kelak di surganya.....

Ramadhan sebentar lagi...
Mari persiapkan diri untuk menguji diri
Seberapa kuat kita mengabdi pada illahi .
Baik secara mental, intlektual dan spiritual....

Allah itu haq adanya
Surga neraka itu benar adanya
Siksa kubur itu betul adanya...
Pahala dan dosa itu ada
Untung Rugi itu nyata .

Ramadhan sebentar lagi...
Mudah-mudahan semua bisa kita lalui
Dengan pertolongan ilahi...
Mudah-mudahan kita bisa lalui ujian suci di bulan suci untuk menuju kesejatian diri yang suci .
Amin......
Read More
Bisnis Investasi

Berikut Surat Al Fajr dan artinya

Berikut Surat Al Fajr dan artinya.
Surat yang ke 89 dan memiliki 30 ayat.

وَالْفَجْرِ(١
وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (٣
وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ (٤
هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِذِي حِجْرٍ (٥
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ (٦
إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ (٧
الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلادِ (٨
وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ (٩
وَفِرْعَوْنَ ذِي الأوْتَادِ (١٠
الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلادِ (١١
فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ (١٢
فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ (١٣
إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ (١٤
فَأَمَّا الإنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (١٥
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (١٦
كَلا بَل لا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ (١٧
وَلا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (١٨
وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلا لَمًّا (١٩
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا (٢٠
كَلا إِذَا دُكَّتِ الأرْضُ دَكًّا دَكًّا (٢١
وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا (٢٢
وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الإنْسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى (٢٣
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي (٢٤
فَيَوْمَئِذٍ لا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ (٢٥
وَلا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ (٢٦
يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ (٢٧
ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً (٢٨
فَادْخُلِي فِي عِبَادِي (٢٩
وَادْخُلِي جَنَّتِي (٣٠


Artinya:
1. demi fajar,
2. dan malam yang sepuluh[1572],
3. dan yang genap dan yang ganjil,
4. dan malam bila berlalu.
5. pada yang demikian itu terdapat sumpah (yang dapat diterima) oleh orang-orang yang berakal.
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?
7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai Bangunan-bangunan yang tinggi[1573],
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,
9. dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah[1574],
10. dan kaum Fir'aun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak),
11. yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri,
12. lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu,
13. karena itu Tuhanmu menimpakan kepada mereka cemeti azab,
14. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mengawasi.
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].
17. sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
18. dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin,
19. dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
20. dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
21. jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut,
22. dan datanglah Tuhanmu; sedang Malaikat berbaris-baris.
23. dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.
24. Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini".
25. Maka pada hari itu tiada seorangpun yang menyiksa seperti siksa-Nya[1577].
26. dan tiada seorangpun yang mengikat seperti ikatan-Nya.
27. Hai jiwa yang tenang.
28. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
30. masuklah ke dalam syurga-Ku.

Penjelasan:
[1572] Malam yang sepuluh itu ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadhan. dan ada pula yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharram Termasuk di dalamnya hari Asyura. ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama bulan Zulhijjah.
[1573] Iram ialah ibukota kaum 'Aad.
[1574] Lembah ini terletak di bagian utara Jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam. mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan tempat berlindung.
[1575] Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
[1576] Yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya.
[1577] Maksudnya: kekerasan azab Allah sesuai dengan keadilan-Nya.
Read More
PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN

PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN

PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN  - Sebuah puisi renungan bulan puasa ramadhan yang kebetulan juga bulan di turunkanya al-qur'an , dan banyakanya kegiatan tadarusan . Banyak sekali nasehat dan renungan di dalam puisi ini. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua .
PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN


Dulu waktu kau masih kecil
Kau adalah teman sejatiku
Dengan wudhu aku kau sentuh
Dalam keadaan suci aku kau pegang
Kau junjung dan kau pelajari
Aku Kau baca lirih ataupun keras setiap hari
Setelah selesai Engkaupun selalu menciumku dengan mesra .

Kini kau telah dewasa..
Tanpaknya sudah tidak minat lagi padaku
Apakah aku bacaan usang yg tinggal sejarah
Menurutmu mungkin aku bacaan yg tidak menambah pengetahuan
Atau mungkin hanya untuk anak kecil
Anak yang belajar mengaji saja ?

Sekarang aku kau simpan rapi sekali
Sampai kau lupa dimana menyimpanya
Aku sudah kau anggap sebagai perhiasan rumahmu
Kadang aku kau jadikan mas kawin
Agar engkau di anggap bertakwa
Atau aku kau buat penangkal Untuk menakuti hantu dan syetan .
Kini aku lebih banyak tersingkir
Di Biarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari di dalam laci
Aku engkau padamkan .

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku
engkau baca beberapa halaman.
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai
bersama temanmu di surau…..,
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…
engkau baca Koran pagi
atau nonton berita TV.

Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku
karangan manusia.
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat
Yang datang dari Allah
Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan,
Engkau abaikan
dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun
kadang engkau lupa
baca pembuka surah2ku (Basmalah).
Diperjalanan engkau lebih asyik
menikmati musik duniawi,
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh
Yang terdapat padaku di laci mobilmu.
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju
ke stasiun radio favoritmu.
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio
yang senantiasa melantunkan ayatku.

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja,
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu,
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun,
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan,
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu, B
enarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.

Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV,
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga.
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk,
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah.
Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari,
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku,
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu,
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba,
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya,
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati………………..…..
Di kuburmu nanti…………………
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan,
Yang akan membantu engkau membela diri,
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu,
Dari perjalanan di alam akhirat.
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu,
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu.

Peganglah aku lagi . ..
bacalah kembali aku setiap hari…..
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci…..
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui…..
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah…..

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…..
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu…..
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu…..
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu…..

Sentuhilah aku kembali…..
Baca dan pelajari lagi aku…..
Setiap datangnya pagi dan sore hari…..
Seperti dulu….dulu sekali…..
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…..
Di surau kecil kampungmu yang damai Jangan aku engkau biarkan sendiri…..
Dalam bisu dan sepi…..

Wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah surat Al Alaq ayat 1-5 yang bila diterjemahkan menjadi :
  1.     Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan
  2.     Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3.     Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4.     Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
  5.     Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya

Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' ) 
Read More
PUISI LAILATUL QODAR MISTERI ILLAHI

PUISI LAILATUL QODAR MISTERI ILLAHI

PUISI LAILATUL QODAR MISTERI ILLAHI
PUISI LAILATUL QODAR MISTERI ILLAHI - Setelah melewati malam nuzulul qur'an dengan membuat PUISI RAMADHAN NUZULUL QUR'AN .  mudah-mudahan puisi lailatul qodar , puisi malam seribu bulan ini bisa memberi motivasi kita semua untuk semangat beribadah hingga kita di anugrahi bisa menemui satu waktu yang di sebut MALAM LAILATUL QODAR di mana waktu yang di mulyakan oleh Allah tapi juga di rahasiakan oleh Allah .

PUISI LAILATUL QODAR MISTERI ILLAHI
Inilah Malam yang di janjikan oleh Allah
Malam yang lebih bermak na dari Seribu Bulan
Butir puti memilih insan putih hati
Yang memilih langkah tidak sepanjang sajadah
Di langit kerlip bintang berganti riang
Iringi jibril turun kebumi
Angin enggan berhembus
Mengheningkan malam
Hingga fajar tiba
Malam Lailatul Qodar
Malam impian, mukmin di atas bumi Allah

Aku selesaikan tarian cintaku
Dalam sujud dalam wujud
Dalam fikir dalam dzikir
Sedalamnya cinta yang dalam
Ku tuntaskan sajak cintaku
Sepanjang Ma'rifat sepanjang hayat
Sepanjang iman
Sepanjang jalan
Sepenjang cinta yang panjang
Hingga tidak tersisa dalam jiwa
Setitik embun duniawi
Sebab cintaku telah aku damba
Padamu cinta ini aku persembahkan
Hanya pada mu Ya Allah
Ya Robbi

Malam berhiaskan separuh bulan
Cahayanya teduh menerangi alam
Suasana indah tenang tanpa gonggongan
Awan dan angin menyingkir tanpa gonggongan

Udara segar menembus pagi
Mentaripun hadir dengan cahaya terang
Menyinari bumi tanpa rasa kepanasan
Membelasi insani dengan senyuman

Lailatul Qodar indah dalam pandangan
Apalagi bisa meliaht dalam kenyataan
Setiap insan ingin mengejar dan merasakan
yang terabaik dari seribu bulan

Aku akan berjuang dalam kesungguhan
Untuk lailatul qodar dengan ketulusan iman
Ke pada Allah selagi ada waktu dan kesempatan
Tidak aku sia siakan dari sekarang .

Demikian puisi lailatul qodar, mudah mudahan bermanfaat .

Read More