Tampilkan postingan dengan label Puisi Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Sosial. Tampilkan semua postingan
25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA

25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA

Untuk mengenang tragedi Gempa Bumi Dan Tsunami Palu Donggala yang terjadi pada hari Jum'at Tanggal 28 September 2018 pukul 18.08 WITA yang menelan ribuan korban dan tenggelamnya beberapa desa seperti petobo jono oge dll tenggelam lumpur dan bergeser sampai 3km . Sungguh menyedihkan .
25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA

Puisi-puisi ini di buat khusus untuk mengenang tragedi tersebut, agar bisa jadi pelajaran kelak bagi generasi kita selanjutnya, agar siap tanggap dengan gejala alam yang ada di sekitar kita. Berikut ini puisinya , selamat menikmati .

Sandal Jepit Eneng

Kenal sebatas dunia maya
Gadis manis ceria gokil punya
Foto gaya selebritis dunia
Padahal hp pinjam temanya

Hidup apa adanya tetap bahagia...
Gadis belia dari dunggala
Kini tinggal nama terkena bencana
Hanya sandal jepit tinggalkan pesan
Kini dia telah tiada.
Selamat jalan eneng... Semoga kau di terima di sisinya. Amin....

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Rindu Kampung Halaman

Tak tahu kemana nanti pulang
Semuanya telah musnah hilang
Sanak keluargapun tidak ada nisan
Yang ada tinggal kenangan

Di tanah itu masa kecilku
Di kampung itu ku di lahirkan
Di desa itu ku di besarkan
Di tanah itu ku rasakan hangat peluk ibu.

Kemana Layangan buatan bapak.
Hilang lapangan main bola sepak
Aku rindu kampung halaman
Yang hilang di telan ganasnya Alam.

By : Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


UNTUKMU KAMI ADA

Jangan menangis saudaraku
Usaikan basah yang jatuh dari sudut-sudut matamu
Bukan karena kami tak mengerti
Akan duka yang kini menyelimuti

Sungguh....,
Kami juga merasakan perih
Atas apa yang kini terjadi
Karena dukamu juga laraku
Dan airmatamu juga tangisanku
Ratapanmu juga rintihan pilu hatiku

Meski jarak memisah
Tapi sakitmu sakit kami jua
Percayalah....
Untukmu kami akan selalu ada
Menemani dalam melewati prahara
Menjaga lewat do'a-doa
Karena raga tak mampu menghantar langkah

Tetaplah tegar saudaraku
Jangan patah dan berputus asa
Mari bersama kita memulai semua
Bangkitlah dengan semangat yang tersisa
Sambutlah matahari esok yang kan menghantar bahagia

By : Arini Eka


 <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <img alt="25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA" border="0" data-original-height="360" data-original-width="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW2oZ2BnGbcqUsbMnf8j2DxP30DBz6m1Xb_GL9tZkau6nzwCFzXtgweYTAzwb_vcE9fftxOWxiI-CTYVccucOoxaPVEN6BfgclRRcL6OP2SHSbOypfdUiNSlPBC2GrMTYtT-asiUQb-IM/s1600/017990200_1538545735-JOkowi_WN_Korsel.jpg" title="25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA" /></div>
Pojok Tenda Pengungsian

Yasin..... lirih bocah pecah sepi
Sendiri tanpa sanak saudara lagi
Malam dingin lapar menyapa
Bocah pasrah dengan air mata.

Merunduk terisak tak tau harus bagaimana
Habis kata kata hanya ada pinta
Baca ayat pelajaran TPA
Yang entah di mana sekarang Ustadzahnya.

Masih dalam merinding ketakutan.
Bocah terus berusaha melafalkan
Apa saja yg pernah dia hafalkan.
Berharap tenang datang pencerahan.

Tatapanya jauh.... memandang langit
Berharap ada keajaiban
Bertemu ibu bapak yang hilang belum di temukan
Sambil berkata bapak ibu ku tunggu di pojok tenda pengungsian.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Donggala Kami Bersamamu
Oleh: Idung

Senja itu datanglah duka
Serupa tangis yang membuncah
Alamku berguncang, ia resah
Sunsetku hantarkan dahsyatnya air bah

Senja itu adalah luka
Penjuru negri mendengar ratapmu
Alamku berguncang, ia lara
Sunsetku membawa haru biru

Sapuanmu pisahkan anak dari ibunya
Kekasih dari belahan jiwanya
Gembala dari ternaknya
Guncangan dan sapuanmu duka

Kami dengar jeritmu donggala
Juga ratap pilumu palu
Tegarlah, mari bangkit bersama
Do'a kami dinadimu



Celana yang hilang

Ini bait versi dagelan
Biar ada tawa di tengah tangisan
Toh air mata tak merubah keadaan
Jika hanya kata tanpa tindakan.

Celanaku hilang saat bumi berguncang
Hadiah dari bapak hasil ngutang
Ku tinggal lari tunggang langgang.
Entah melayang atau di ambil orang.

Celanaku sayang celanaku malang
Aset terakhir pemberian bapak sebagai kenangan.
Celana baru gambar ronaldo
Padahal aku ingin gambarnya upin ipin.😭😭😭😭😭


25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA
By:Abunawas Joyobinangun Hadiningrat

PETOBO TINGGAL KENANGAN

Jungkir balik sekampung lenyap sekejap
Harta benda habis di telan bumi
Harta tahta cantik body tiada arti
Semua ludes ambles tanpa titi.

Bencana gempa habiskan semua
Sebuah desa tinggal nama
Tinggal cerita dan airmata
Hanya doa yang kita punya

Sabar sabarlah hati keluarga
Tenangkan jiwa dan raga
Kita bersaudara gandeng tangan...
Mari bersama kita jemput bahagia.

Biarlah petobo tinggal nama
Persaudaraan kita selamanya.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat



Semua sama dalam musibah

Allahu akbar gema'an ribuan manusia d awal senja
Izazul zilatil berguncang semua
Atas kehendak sang jabbar
Tarikan kedua semua terhempas tanpa mengenal si kaya

Dibalik musibah ada pembelajaran
Bagi mereka yg memahami
Bahwa sanya semua bisa musnah
Hanya dengan kalimat KUN FAYAKUN

Apalah kita yg d muka bumi
Jikalau sudah begini...
Sikaya dunia mengharap bantuan Simiskin yg kaya hati
Karena semua sama d mata sang maha kuasa

By: Bibi Alfan


MUSIBAH MENIMPA SAUDARAKU

Pilu menyayat relung jiwa
Buliran air mata jatuh d atas tubuh saudaraku
Jasad-jasad bergelimpangan terhempas kemurka'an
Sedih pilu bersatu padu

Sang ibu mencari anaknya yg hilang tertelan lumpur
Disa'at saudar menjerit mencari dimana keberada'an sanak yg lain
Ya allah berilah mereka ketabahan...
Agar semua berlalu dengan mudah bersama cucuran air mata kami

Sapuan musibah air bah
Menjadi tanda kekuasa'anmu
Bahwa harta benda yg d tumpuk sebanyak apapun
Kelak tiada berguna

Tulisan: Bibi Alfan


Tetaplah Optimis Jangan Pesimis

Harta nyawa boleh hilang
Toh semua itu memang titipan
Tetaplah pegang teguh iman
Tatap masa depan penuh keyakinan.

Yang tiada mari kita doakan
Semoga di sana temu kebahagiaan
Di sini mari kita berjuang
Dirikan puing puing sisa harapan.

Bangsa kita bukan bangsa egois
Yang diam diri saat saudaranya menangis.
Tetaplah optomis jangan pesimis.
Yang tenang janganlah menangis.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


DI AMBANG SENJA

Diambang senja
Kala pekik histeris mengangkasa
Jerit tangis pecah
Bersama gulungan dahsyat menyapu daratan tanpa sisa

Dalam hitungan detik
Damai terenggut
Puing-puing berserak
Menyisakan ratapan dari begitu banyak kehilangan

Gempa meratakan segala yg ada
Tsunami menggulung setiap yang dijumpainya
Tinggal lah raga-raga lelah
Jiwa-jiwa pasrah
Bersama puing yang tak mampu bersuara

Rusak semua seolah binasa
Diambang senja semua musnah
Apa gerangan yang terjadi sebenarnya
Mengapa semua luluh lantak dalam sekejap mata

By : Arini Eka


Gempa Palu Dan Dunggala

Aku tak tau kau di sebelah mana
Namamupun baru ku dengar di telinga
Itu juga hanya lewat berita
Saat kau terkena gempa.

Bagiku kau adalah saudara
Sebangsa senegara bahkan mungkin seagama.
Atau paling tidak kita sama sama manusia .
Semoga kau sabar atas bencana yg menimpa.

Doa doa kita untuk kalian semua.
Tenang bala bantuan pasti datang.
Bangunan akan kita dirikan
Sakit kita obatkan dan semoga dalam waktu dekat tak ada lagi kelaparan.

Yakinlah ...kita bisa hadapi semua.

By : Abunawas Joyobinangun Hadiningrat



SAMPAI KAPAN LAGI

Saat bumi kencang di guncang
Air laut keras di tumpahkan
Semua porak poranda berantakan
Luluh lantak punah musnah tanpa jejak

Pekik Jerit tangis ketakutan
Meraung raung pontang panting bingung
Ibu gendong bayi menangis
Bapak bawa anak sambil teriak
Tolong...tolong...

Semua hilang tinggal kenang
Senyap sepi tersisa tenang
Gempa bumi cipta kota mati
Bersama benci cinta sang pengabdi.
Sampai kapan ini terjadi?
Bisiknya pada hati sunyi

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Ada Cinta Di Donggala

Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari chating turun ke hati

Donggala punya cerita romansa
Lebih romantis dari rama shinta india
Romeo juliet dari roma
Lebih indah dari qois layla

Berawal dari ketikan jari
Cinta tumbuh dan bersemi
Asmara bertahta di relung hati
Hingga hilang musnah tertelan bumi

Janji suci terbayar kini
Sehidup semati sudah terbukti
Gempa bumi jadi saksi
Cinta tulus sucu dari hati.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Kembali pada-Nya

Cinta, cinta Allah yang terbaca
Pada musibah gempa yang kami terima di Lombok
Terguncang rasa kami saat itu
Pasrah, takut, ikhlas, menyesal
Semua menyatu dalam perasaan kalut
Tak ada bedanya si Kaya dan si Miskin
Tak terlihat siapa Alim siapa berdosa
Yang terdengar hanya ujaran minta ampun dan pujian kepada Allah
Kami tidak sempat membawa apapun berlari, bahkan kami tak beralas kaki malam itu
Berbulan-bulan kami tinggal di pengungsian
Kini, terdengar lagi berita tentang cinta Allah di Palu dan Donggala
Rabb, menetes air mata ini melihat musibah mereka yang lebih dahsyat daripada kami
Ngeri, hati ini
Terucap kata mohon ampun pada-Mu ya Rabbi
Jangan hukum kami karena kebodohan kami
Bimbing kami ya Rabb...
Menuju jalan yang Engkau ridhoi

By: Neli Jalius


Sujud Akhir September

Adzan di kumandangkan Jamaah berdatangan
Bersama menyembah Tuhan atas panggilan Iman.
Rakaat belum selesai di tunaikan
Lumpur hitam datang menghantam

Doa terkahir belum sempat di bacakan.
Bubar berlarian cari selamat Allahu Akbar...
Petobo hilang di telan bumi
Gempa Tsunami kerjakan tugas dengan rapi.

Pergi ke Ngatabaru, Loru Parovo, Kawatuna.
Semua sama
Gelap gulita jerit menggema.
Semua porak poranda lebih cepat dari kedipan mata.
Hanya tinggal doa berbekal sujud terakhir yg belum sempurna.

Semoga di terima di sisinya. Amin.....
 


By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat

~TANGAN-TANGAN MALAIKAT DITENGAH DUKA~
(untuknya Palu, Sigi dan Donggala)

Suara gemuruh menyeruak getarkan dada
Teburan ombak berbuih menghantam raga
Bangunan angkuh yang dulu berdiri kokoh
Kini lebur dalam kehancuran

Berjuta-juta nyawa tengadah dalam do'a
Lantunan dzikir mengalir getir tiada henti
Berderai air mata
Berbisik memohon ampunan kepada Sang penguasa

Jeritan tangis menggema dimana-mana
Mengantarkan Jiwa-jiwa yang telah tiada
ke alam keabadiannya
tuk bersemayam dalam pusara tak bertuan

Asa tak mampu lagi mereka genggam
Hanya uluran tangan tanpa pamrih mereka harapkan
Hati yang tulus memberi mereka kedamaian
Tuk kembali bangkit dengan langkah gemetar

Saudaraku kalian tidak sendiri
Ribuan tangan tangan malaikat ditengah duka
Bergandengan menuju kearahmu
Dengan do'a kita bersama berangkulan
Memohon ridho perlindungan kepada-Nya
Sang pemilik dunia beserta segala kehidupan

Oleh: Inar Nurdin
Sulsel, 06 Oktober 2018


Ada Cinta Di Donggala

Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari chating turun ke hati

Donggala punya cerita romansa
Lebih romantis dari rama shinta india
Romeo juliet dari roma
Lebih indah dari qois layla

Berawal dari ketikan jari
Cinta tumbuh dan bersemi
Asmara bertahta di relung hati
Hingga hilang musnah tertelan bumi

Janji suci terbayar kini
Sehidup semati sudah terbukti
Gempa bumi jadi saksi
Cinta tulus sucu dari hati.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


TIADA DAYA

Tiada daya
Tiada upaya
Kala alam menuai murkanya
Kala amarahnya berbicara
Hanya ada jerit meronta

Manusia bisa apa
Tekhnologi hanya sebatas logika
Tiada daya manusia
Kala sang penguasa semesta mengirimkan bencana

Sadarkah manusia
Kala riuh gemerlap dunia
Melenakan segalanya
Hancur seketika tak bersisa

By √ie🌹🌹

ULURKAN TANGANMU SAHABAT

Bumi bergetar
Tanah merekah membelah
Gedung, rumah, pondok
Roboh tak berbentuk

Laut murka terguncang gempa
Unjuk gigi pamer kekuatan
Gelombang tinggi menyapu pantai
Meluluh lantakkan yang tergapai

Jerit tangis kepedihan menggema
Kelaparan dan penyakit melanda
Mari ulurkan tangan sahabat
Jangan hanya menonton diam
 


By: Lembayung Senja
Read More
SODARA JAMAN DIGITAL

SODARA JAMAN DIGITAL

Sodara Digital

Internet dekatkan yang jauh
Sekaligus jauhkan yang dekat
Bangga Cerita pada teman nyata
Tentang teman temanya di dunia maya
Yang entah di mana rimbanya
Dan entah bagaimana latar belakangnya

Status bertebaran resah gelisah tak karuan
Satu sama lain lempar pesan dan kesan
Adakala sindiran dan ada kalanya humoran
Ada lagi status hanya buat pelampyasan

Sodara digital...
Cara bersosial di era milenial
Semua jadi artis fenomenal
Semua jadi tokoh publikal

Diam termangu saat diri merasa gagu
Sadar ego di agungkan
Sombong di tegakkan
Saat semua merasa aman nyaman menyampaikan ide dan pemikiran....

Pantas saja dunia selalu perang
Jutaan tahun damai cuma angan
Yang nulis ini juga edan...
Nulis puisi sampai lupa kalau kopinya utangan 😀😀😀😀😀😀

Read More
Bisnis Investasi

JELATA MERDEKA

* JELATA MERDEKA *

Dia gak tau siapa nama pemimpin negaranya
Terlahir dari partai mana dan beragama apa
Suku dan bangsa mana asalnya
Jelata hanya tau, butuh pangan sandang dan papan untuk hidupnya.

Tak pernah terbesit untuk jadi raja
Tak pernah bermimpi untuk jadi penguasa
Jelata sadar , itu bukan kapasitasnya
Dan jauh dari kata mungkin di capainya.

Jelata hanya tahu.... bagaimana cari makan dari modal hutangan
Belum dapat untung sudah di kejar tagihan
Bisa makan kalau ada sisa cicilan bulanan
Sedikit senang punya baju baru setiap hari lebaran

Jelata masa bodoh, hidupnya jadi komoditi
Atas nama kemanusiaan pendidikan dan ekonomi
Yang dia tahu besok kerja cari nasi untuk anak istri....
Sedikit iman dari siaran radio koran dan tv
Ini kalau tidak cacat buta bisu dan tuli

Jelata tak kenal betul seluk beluk agama dan tuhan
Tak kenal hukum peraturan dan tetebengek pemerintahan
Jelata hanya berharap hidup aman nyaman tentram.
Masalah hutang piutang sudah jadi kebiasaan
Resiko kemiskinan dan kebodohan.

Masihkah jelata jadi uring uringan
Masihkah jelata  mau di salahkan
Jelata terima di kata bodoh dan dungu
Tak banyak berharap dari katanya tokoh dan buku.
Buat apa pintar kalu mulut di bungkam melulu.

Hidup hanya menunggu mati
Hidup Tumbuh hilang berganti dan sepi....
Jelata merdeka tetap hormat pada negara
Taat beragama dan cinta pada sesama.
Jika masih di anggap salah saja
Kuat yo tak pikir
Ora kuat tak tinggal ngopi
Sing ora penting pikir keri.
Bagimu negeri kami mengabdi
Padamu negeri jiwa raga kami.

Semoga damai tercipta
Jangan ribut saja .
Pusing kepala hamba

Terimakasih.

@abu nawas
Ngawi Jawa Timur Sabtu 10 Maret 2018 16:51

Read More

PUISI SAHABAT SEJATI DARI GROUP WA

*SAHABAT SEJATI*
Bukan kau yg suka nemani kopi
Begadang hingga larut pagi
Bernyayi dan menari ,dongeng sana sini.
Basi....

Bukan pula mereka yang datang kasih tepuk tangan saat kita menang,
Bukan mereka yang kasih pinjaman uang saat kita butuh,
Bukan mereka yang selalu hadir saat kita butuh
Pun bukan mereka ,yang pura pura peduli saat kita sendiri.

Sahabat sejati
Mereka yg tak segan marah karena kita salah
Tak akut menasehati saat kita khilaf
Bukan mereka yg mudah memberi maaf tanpa syarat.
Bukan pula sok simpati tapi diam diam dia pergi.

Sahabat sejati mereka yg rela melawak demi kita tertawa ,
Mereka yang hadir di saat yg tepat untuk sesuatu yang tepat walau singkat.
Tidak ada yang lain kecuali Allah pencipta jagat ini.

Namun waktu berkata lain, dulu kau sahabat ku
Kau tak pernah menduakan ku katanya
Tapi...
Jarak berkata berbeda
Kau melupakanku, karena langkahku tak bersinergi denganmu lagi
Kau
Tak pernah merindukanku
Namun kau merindukan yang lain
Sesak jantung tak bertuah
Aku bukan siapa tanpa kepentinganmu.

Tak perlu ada cemburu dan dengki
Tak perlu risau ngerasa di kianati
Punya hak sama untuk mengiris rasa
Membatai paksa merkosa nurani..
Kenapa takut jila itu proses pendewasaan

Tenangkan dirimu wahai kawan
Ku kan tetap dengan mu berjalan beriringan
TK perduli meski badai kehancuran menghadang
Kita kan trus meradang dan menerjang
Karena janji kesetiaan
Karena ikrar persahabatan
Read More

PUISI KEROYOKAN " PESTA HENING" GROUP WA

Haha...aku tau kau tak mencela
Aku suka gayamu berkata
Murni apa adanya
Tanpa dibumbui maknaHaha...aku tau kau tak mencela
Aku suka gayamu berkata
Murni apa adanya
Tanpa dibumbui makna berdosa

Ayolah Zulfia...
Kita berkawan dekat dalam maya
Tak usah kau risaukan setiap kata hampa
Cukuplah kau berkata
Tentang apa yang kau percaya
Meski kita tak tau muka

Salam sore @⁨Redaksi Puisina⁩ @⁨Agustin Puisina⁩ @⁨Pandji Puisina⁩ @⁨Irvan Puisina⁩ @⁨Zulfia Puisina⁩
Sebentar lagi raja siang kembali ke peraduan
Apakah disini sudah ada rencana untuk malam nanti
Pergi ke pesta lagi atau minum kopi

Rasanya tak pernah ada cukup waktu, an,
untuk mencerna dan meresapi semua yang terlewati setiap hari.
Seperti tak pernah ada hari ini..
Dan pada akhirnya
yang terang tak selamanya bunyi, an
yang gelap tak selamanya sunyi.
Malam bersahabat dengan diam.
@⁨Agustin Puisina⁩
Pesta..bicara soal pesta.. Tidakkah kau lelah dengan semua itu.. Tidakkah kau punya rencana lain,entah sekedar ngopi bersama kawan seperjuangan atau paling tidak istirahatkanlah dunia hayal dan imajimu dan kembalilah kau ke dunia nyata tanpa ilusi..

@layla majnun
Aku mengembara bersama dedaun yang terbang
Dalam buncah adzab jaman yang memerih.
Diantara puing-puing doa yang berserakan
Orang-orang sudah lupa ingatan, dimana harga diri sudah mati.
@⁨Agustin Puisina⁩
Seorang tukang parkir pun bisa saja membelokkan kemudi,walaupun bukan dia sendiri yang menjalankannya.
@⁨Hardi Wiranata Puisina⁩
Sudah aku coba kawan
Tapi aku tak mampu membelokbkan kemudi sendiri
Sedangkan aku seorang tukang parkir biasa
@layla majnun
Aku mengembara mencari sajakku,
Yang hilang ketika badai sudah menggulung
Ketika langit sudah menjadi mendung
Khabar tentang kesepian sudah berakar di pucuk gunung
Orang-orang tetap memakai payung hitam
Sebagai kata akhir dari kesedihan.
@⁨Yoga Puisina⁩
Walaupun kamu cuma tukang parkir biasa kamu pasti bisa membelokan kemudi nya sendiri dengan berusaha sekuat tenaga
@⁨Hardi Wiranata Puisina⁩
Tidak bisa kawan
Kemudi ku telah di telan waktu
Zaman merubah men-jingga
Kulit memudar tanpa rasa
Lebih baik kita berpesta saja
Dari pada kita bermenung dengan waktu kosong
@layla majnun
Seperti senja yang mengucap pisah
Seperti lautan yang berujar ombak
Rambut matahari yang kusut, menyapa dada yang menyesak
Kembang-kembang yang layu, masih menidurkan pepohon
Di ujung tangisan.kini, tak ada catatan antara kenyataanCukuplah kau berkata
Tentang apa yang kau percaya
Meski kita tak tau muka

Salam sore @⁨Redaksi Puisina⁩ @⁨Agustin Puisina⁩ @⁨Pandji Puisina⁩ @⁨Irvan Puisina⁩ @⁨Zulfia Puisina⁩
Sebentar lagi raja siang kembali ke peraduan
Apakah disini sudah ada rencana untuk malam nanti
Pergi ke pesta lagi atau minum kopi

Rasanya tak pernah ada cukup waktu, an,
untuk mencerna dan meresapi semua yang terlewati setiap hari.
Seperti tak pernah ada hari ini..
Dan pada akhirnya
yang terang tak selamanya bunyi, an
yang gelap tak selamanya sunyi.
Malam bersahabat dengan diam.
@⁨Agustin Puisina⁩
Pesta..bicara soal pesta.. Tidakkah kau lelah dengan semua itu.. Tidakkah kau punya rencana lain,entah sekedar ngopi bersama kawan seperjuangan atau paling tidak istirahatkanlah dunia hayal dan imajimu dan kembalilah kau ke dunia nyata tanpa ilusi..

@layla majnun
Aku mengembara bersama dedaun yang terbang
Dalam buncah adzab jaman yang memerih.
Diantara puing-puing doa yang berserakan
Orang-orang sudah lupa ingatan, dimana harga diri sudah mati.
@⁨Agustin Puisina⁩
Seorang tukang parkir pun bisa saja membelokkan kemudi,walaupun bukan dia sendiri yang menjalankannya.
@⁨Hardi Wiranata Puisina⁩
Sudah aku coba kawan
Tapi aku tak mampu membelokbkan kemudi sendiri
Sedangkan aku seorang tukang parkir biasa
@layla majnun
Aku mengembara mencari sajakku,
Yang hilang ketika badai sudah menggulung
Ketika langit sudah menjadi mendung
Khabar tentang kesepian sudah berakar di pucuk gunung
Orang-orang tetap memakai payung hitam
Sebagai kata akhir dari kesedihan.
@⁨Yoga Puisina⁩
Walaupun kamu cuma tukang parkir biasa kamu pasti bisa membelokan kemudi nya sendiri dengan berusaha sekuat tenaga
@⁨Hardi Wiranata Puisina⁩
Tidak bisa kawan
Kemudi ku telah di telan waktu
Zaman merubah men-jingga
Kulit memudar tanpa rasa
Lebih baik kita berpesta saja
Dari pada kita bermenung dengan waktu kosong
@layla majnun
Seperti senja yang mengucap pisah
Seperti lautan yang berujar ombak
Rambut matahari yang kusut, menyapa dada yang menyesak
Kembang-kembang yang layu, masih menidurkan pepohon
Di ujung tangisan.kini, tak ada catatan antara kenyataan
Read More
PUISI "ANAK JALANAN" by:eris efendi

PUISI "ANAK JALANAN" by:eris efendi

Wahai imajinasi malam,
Ku melihat dirimu pekat hitam di awan hanya bintang rembulan  sebagai pancaran sona.

Dingin debu jalanan sebagai teman,
Petikan gitar,jadikan alunan musik dinginnya malam.

Meski kau hanya seorang musik jalanan ,kau pantas hidup
Untuk bangsa?

Bukan berarti musik jalanan tak mampu berinspirasi,
Hanya saja ,kau tersingkir karena kurangnya perhatian.

Jadikanlah dirimu anak jalanan,ramah terhadap lingkunga
Sebagai  pengihias bangsa.                           
(Anak jalanan)              
by:eris efendi                 
malang 7-oktober 2017
PUISI "ANAK JALANAN" by:eris efendi
 
Read More
POLITIK POLITIK AKSARA KARYA ERIN ENDANG A

POLITIK POLITIK AKSARA KARYA ERIN ENDANG A

POLITIK AKSARA

Dear periuk, jangan menyembunyikan bangkai dalam lambungmu
Sebab aksara jatuh bukan untuk menjadi cacat
Dan menghinakan poci anggun yang lebih memukau mata alam.

Dear masa ....
Ada kalanya kita berungkapan dalam majas
Namun sampaikanlah kehendak di muka tanpa mencabik helai bunga di antaranya
Bukankah sudah ada arah dan jalur untuk wadah berinspirasi
Maka biarkanlah pintu pintu mampu terbuka oleh perjalanan.

Dan dengarkanlah ruang dinamika keselarasan
Titiknya mengabu ribuan pandang celah dunia
Semisal biji kata berkalimatkan damai
Maka pion melambung mencari kesederhanaan mimpi
Pada batas di antaranya.

Jkt, 3 Oktober 2017.
Dear periuk, jangan menyembunyikan bangkai dalam lambungmu Sebab aksara jatuh bukan untuk menjadi cacat Dan menghinakan poci anggun yang lebih memukau mata alam.

Read More
PUISI "TAK HARUS ADA APA-APA DI ANTARA KITA"

PUISI "TAK HARUS ADA APA-APA DI ANTARA KITA"

Tak harus ada apa-apa di antara kita.
Teman kenalan bahkan persahabatan
Biarkan semua berjalan apa adanya
Mengalir seperti semilir angin

Tak harus ada apa apa di antara kita
Jalankan peran masing masing
Tak usah risau tak usah pusing
Biarkan saja apa adanya dan nikmati

Suatu saat peregelaran akan bubar
Penonton akan pulang
Pangggung dan mimbar di robohkan
Hanya tinggal kisah tinggal cerita

Tak harus ada apa apa di antara kita
Kata yang terlontar
Senyum yang terlempar
Ait mata yang terdampar
Rasa yang hambar...

Tak harus ada apa apa dengan kita
Jalani saja
Hadapi saja
Dan Merdeka.....

Minggu Karang Asri Ngawi 24 september 2017

Read More
Puisi Kritik Cerita Kota Senandung Ramah

Puisi Kritik Cerita Kota Senandung Ramah

Puisi Kritik Cerita Kota Senandung Ramah ~ Cerita dalam bentuk puisi ini sengaja saya persembahkan kepada saudaraku semua di kota ku. Agar tak melupakan budaya dan sejarah kota ini. Begitu besar sejarah kota ini, walau dibayar dengan uang takkan bisa terbayar. Lembaran puisi ini mungkin bisa merasa apa yang dirasa.



Cerita Kota Senandung Ramah

Mengendarai motor sambil menoleh
Tulisan terpampar di pintu gerbang
Dengan pede-nya menyebut ramah
Padahal tulisan bersejarah terlupakan
Ini alun-alun merdeka kata ku

Tak terlihat lagi suasana kembar
Malah diganti dengan dua beringin
Bediri tegak bangunan bertembok
Adakah cerita beringin waktu itu
Kalau meriam terpampar beda lagi ceritanya

Ciri khas tak terlihat
Padahal kota bambu
Manusia bersejarah ada dikota ini
Namun aku tak tau dimana tempatnya

seluruh dunia mengenal sosok manusia purba
Tapi aku tak tau dimana letaknya
Selogan juga tak ada
Iklan juga tiada sepnduk apa lagi

Ini cerita kota terlupa
Oleh bingkisan sejarah

By: Dalang Wanataka


Demikianlah puisi singkat ini, moga jadi kritikan yang jitu. Sadar akan mengangkat para kretif-kreatif, megembangkan kota senandung ramah.



Read More

Puisi Gadis OON itu

Salam puisina , mumpung ada waktu senggang , ku coba menarikan sepuluh jari ini untuk meringankan beban di hati , marah marah kalau di tempat umum nanti di sangka emosional , kalau diam saja , dongkol di hati . Okelah ku buat puisi saja .
Apa yang kau cari di dunia ini
Populeritas atau Materialitas
Sampai kau langgar moralitas...
Berprilaku bebas tanpa batas...

Ah tadinya ku sangka...
Kau gadis elok taat beragama
Kau jalankan hidup sesuai standarnya
Ternyata eh ternyata....

Kau hanya seorang gadis yang OON belaka
Hidup suram tanpa masa depan
Kesana kemari cuma bingung cari makan
Bukan karena tak berpendidikan
Karena kau buta tentang masa depan .

Hidup di kota untuk bekerja...
Di mana krennya
Yang ada malah tergoda gemerlap kota
Yang ujungnya rusak moral juga .

Di kota harusnya wisata
Bukan bekerja numpuk harta
Mending di desa kumpul keluarga
Hidup seadanya....
Tapi tetap punyam iman punya agama .
Read More
Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD _Puisi berikut ini merupakan wujud penolakan terhadap RUU Pilkada, serta ajakan kepada pembaca mari sama-sama kita lupakan tentang kependukungan atas siapa dan koalisi mana. Dengan kembali bersama sebagai warga negara. Selamat membaca..
Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

mereka...!!
adalah Dewan Perwakilan Rakyat
yang dulu
anda gunakan hak pilih anda untuknya
dan anda percaya
Bahwa mereka mampu
membawa kehidupan yang lebih baik
sebagai warga negara

Namun
setelah mereka berada disana
mereka lupakan anda
dengan cara merampas hak demokrasi anda
sehingga anda tak boleh lagi
memilih pemimpin anda

Dan hanya mereka lah
yang boleh menentukan siapa pemimpin bagi anda.
tanpa pertimbangan anda

Terlepas dari sudut pandang mana saja
bisa dikatakan bahwa
orang-orang yang dulu berjasa
telah menghantarkan mereka sampai di atas sana

kini dijadikan ibarat sapi perah!

Dicukupkan makanannya
kemudian diremas keluarkan puan-nya
tanpa pertanggung jawaban akan masa depan-nya.

Rela?

______
Terima kasih dan semoga bermanfaat..
Read More
Bisnis Investasi

Puisi polwan indonesia

Inilah puisi untuk memperingati hari polwan indonesia , yang di peringati setiap tanggal 1 september . Mudah mudahan puisi ini bermanfaat.

Polwan polisi wanita
Polwan polisi perempuan
Bidadari pengamanan
Ayu tegas dan ke ibuan...

Di balik lemah lembutmu
Ada tanggung jawab di pundakmu
Kau manusia super...
Bisa melahirkan layaknya wanita kebanyakan
Juga bisa jadi sang pendekar layaknya lelaki kebanyakan

Polwan... mulya derajatmu...
Sebagai wanita saja kau sudah beresiko
Apalagi di tambah jadi polisi
Polwan mudah mudahan selalu dapat perlindungan
Keselamatan dab kebahagiaan

Di beri kemampuan lebih
Mengasuh anak
Melayani suami
Dan sabar menjalani tugas sebagai polisi.
Dan di beri ketulusan untuk mengabdi
Menjalankab tugas atas dasar nurani
Dan bukan sebatas materi

Selamat hari polwan nkri
Mudah mudahan puisi ini
Bisa menambah inspirasi
Dan juga jadi motivasi...

Hidup polwan nkri

Read More
Puisi Anti Judi Lirik "Do Re Mi Dadu Karo Remi"

Puisi Anti Judi Lirik "Do Re Mi Dadu Karo Remi"

Berikut ini puisi anti judi bahasa jawa , puisi ini di ambil dari lirik lagu bahasa jawa atau campursari berjudul "Do Re Mi Dadu Karo Remi " Sebelum baca puisinya , silahkan tonton dulu videonya .

do re mi dadu karo remi wiwit iki mbok yo dilereni
mugo-mugo Gusti inggalo ngejabahi
leren judi insyaallah munggah kaji

jaman mbiyen kae mak’e wes natih ngelingne
judine mbok ojo diteruske
mbok dipikir tuek’e timbang soro uripe
ora sugih sing ono malah kere

umpomo mbiyen kowe manut kandane wong tuwo
tak mungkin uripmu tansah rekoso
bondo lan dunyo kabeh ilang musno
sing ono kari rogo karo nyowo wowowowooo

do re mi dadu karo remi wiwit iki mbok yo dilereni
domino kiyu-kiyu togel’e ora metu
ben dino sambat mumet sambat ngelu

do re mi dadu karo remi wiwit iki mbok yo dilereni
mugo-mugo Gusti inggalo ngejabahi
leren judi insyaallah munggah kaji

umpomo mbiyen kowe manut kandane wong tuwo
tak mungkin uripmu tansah rekoso
bondo lan dunyo kabeh ilang musno
sing ono kari rogo karo nyowo wowowowooo

do re mi dadu karo remi wiwit iki mbok yo dilereni
domino kiyu-kiyu togel’e ora metu
ben dino sambat mumet sambat ngelu

do re mi dadu karo remi wiwit iki mbok yo dilereni
mugo-mugo Gusti inggalo ngejabahi
leren judi insyaallah munggah kaji
leren judi insyaallah munggah kaji
Read More
Bisnis Investasi

PUISI LULUS SEKOLAH PJTKI MENUNGGU

Puisi santai untuk santai dalam rangka santai , sambil menyimak perkembangan dunia pendidikan akhir tahun pelulusan anak sekolah . Delima atau fenomena terserah bagaimana menilainya yang pasti Uang bukan segalanya tapi banyak yang suka .

Sd , Smp , Sma Itu dulu...
Sekarang Nama Sma Di ganti jadi SMU .
Cuma nama saja programnya sama seperti jaman dulu
Jaman sekolah belum pake sepatu
Jaman sekolah belum ada keseragaman baju .

Ujian sekolah telah berlalu
Kini saatnya menunggu status baru
Lulus sekolah atau tidak lulus sekolah
Tapi percaya saja , pasti lulus .

Lulus tak lulus toh sama saja .
3 Tahun di kelas sekedar kegiatan rutin
Tidak ada yang lebih .
Asal sabar aktif selama 3 tahun , dan pasti lulus .

Setelah lulus mau kemana , ini yang di pikir ?
Kuliah sekarang lagi trend gaul , tapi apa ada biaya .
Di rumah nganggur juga tidak enak , kesanya tidak jadi menusia penting .
Mau gaya repot juga malu , kan belum terbiasa .

Mau cari kerja di mana .
Sekarang susah cari kerja ,
Ga sekarang aja sih , dulupun juga sama .
Ah pusing , mending ke PJTKI saja .

Kerja di luar negeri , jepang hongkong atau korea .
Biar jadi babu tapi lumayan bayaranya .
Jika sebulan 5 juta stahun 60 juta . lumayan.
Apa boleh buat , memang begini keadaanya .

Kenapa juga aku dulu sekolah 3 tahun penuh .
Ilmu sekolahan dengan pekerjaan tidak nyambung .
Kalau sekedar jadi babu kan bisa gunakan ijazah palsu
Asal aku mahir bahasa tuan tuanku .

Read More

Puisi Untuk Calon Presidenku

Puisi harapan untuk Presiden RI 2014. Sedikit uneg-uneg dari kami yang
harapkan perubahan yang lebih baik demi Indonesia dan rakyatnya. Meski
tak seindah bait para pujangga, yang jelas kami ingin berkarya selaku
anak bangsa. Selamat membaca.

Kami ingin presiden Indonesia
Dari kalangan biasa
Namun kualitas manca negara
Menjadikan Indonesia Negara adidaya
Yang super power menggantikan Amerika
Apa ada yang bisa?
Jika ada, maka kami pasti memilih anda

Bangun lapangan kerja
Tak perlu megah
Yang penting merata
Agar dapat bekerja dibumi kelahiran
Tak perlu merantau ke kota orang
Atau bahkan ke Negara luar
Agar masyarakat sejahtera
Tak perlu hutang kerumah tetangga
Apalagi hutang ke negara tetangga

Tingkatkan kualitas pendidikan
Tak hanya formal
Namun juga informal
Bolehlah bayar
Asal tak terlalu mahal
Syukur bisa gratis tanpa tumbal
Sehingga...
Tak perlu bergidik
Karna masyarakat seluruhnya terdidik
Dengan akhlak yang baik
Demi menepis kegiatan korupsi
Dari tingkat mini
Hingga level tinggi

Pak Capres...
Jika anda siap dan sanggup
Maka suara akan datang menyusup
Tanpa disangka
Tanpa diduka
Atas nama ketulusan
Atas nama rakyat Indonesia
Itulah harapan kami pada anda
Demi Indonesia Raya
Read More
Puisi Renungan Dan Kenangan : Suatu Sore _ Dima Nuga

Puisi Renungan Dan Kenangan : Suatu Sore _ Dima Nuga

Suatu Sore, Menunggu Hujan Reda Karya Dima Nuga _ Puisi kenangan dan juga renungan pembaca,, kenangan tentang teman,, teman bermain, bekerja dan juga teman hati. Serta sedikit renungan tentang sosial, faham agama juga realita kehidupan nyata. Nah,, bagi pembaca puisina,, semoga beberapa sajak karya "Dima Nuga" ini bisa sedikit memberi kesegaran pada resah kita, selamat membaca...

Puisi Renungan Dan Kenangan Suatu Sore _ Dima Nuga


Sore itu langit muntah hebat
aku yang terjebak dalam pikiran
terkurung dalam ruang
akhirnya menemukan kawannya sendiri
kawan diskusi

dimanapun "orang aneh" selalu sama
dikucilkan dan diasingkan oleh kepicikan
pikiran-pikiran puritan memaksa semua mulut untuk diam
mulut yang melawan
apalagi yang dipaksa memadu cinta olehnya

sore itu langit berkeringat hebat
para fundamentalis punya peran fundamental
dari situ saya disingkirkan
dan dari situ pula diskusi bermula

tentang Herakleitos yang berbicara perubahan
dalam kutipan dari tajuk sebuah majalah

dan filsafat eksistensialisme
Soren Aabye Kierkegaard
Nietzsche hingga Sartre
dari dialektika Hegel
matrealisme dialektik Marx-Engels
hingga Lennon yang mengkritik tuhan

Tentang Profesor Driyarkara dan filsafatnya
tentang Ahmad Tohari dan Dukuh Paruknya
tentang Ahmad Wahib yang mati kecelakaan
hingga tentang saya yang lebih banyak berkawan dengan seniman

tentang kapitalisme yang tidak bisa
menyejahterakan rakyat sebuah negara
dan komunisme tidak bisa berbuat apa-apa
bahkan saya tidak bisa membicarakannya
bersama teman-teman kantornya
menurut teman-temannya hal itu tabu
saya tak mau semakin diasingkan

Tentang penjagal yang tertawa-tawa bangga
dan filmnya bisa ditonton dimana-mana
hingga Jembatan Bacem yang menjadi saksi
mayat-mayat terapung dikali

kritik tentang agama
dan para penganutnya yang miskin logika
tentang dogma yang memaksa penganutnya
percaya untuk tidak bertanya
tentang Golden Rute yang tidak semua punya
tentang ladang masa depan yang ditanami kebencian
dan tentangg banyak lagi hal
dalam ruang keterasingan saya

diskusi berakhir ketika tetes hujan terakhir
makin malam menanti
membawaku untuk segera kembali

"orang aneh" selalu dipaksa tak berdaya
 


puisi untuk Pak BS- _Kamis, 6 Juni 2013_


Salam satu jiwa sastra.. dan terima kasih kepada +windy hae +Arbainah Inah +Najla najwa +Putri Respati +Inayah Saidah +jasmin azahlia +dina zhibee +laras windy tiara
Read More
Bisnis Investasi

Puisi " Hati Gelisah " - Arjuna Linglung

Hati Gelisah Puisi santai siang hari ini , buah karya dari hati yang sedang tersinggung oleh ucapan-ucapan orang bingung , besar ambisi kurang imaginasi tapi tetap pingin eksis walau skill krisis , tak tahu apa yang di cari sekedar sensasi untuk menuruti penyakit candu sindrom populerity atau sekedar iseng untuk menghidupkan seuatu yang sebenarnya sudah layak di katakan "MATI" . Selamat menikmati .

Jago soal ceramah
Mulai soal sosial politik sampai ibadah
Ngejoz... Soal Pidato dan Kotbah
Raja podium dan mimbar seperti juru dakwah
Ngomong panjang lebar sangat betah .

Mengaku pembawa kebenaran
Merasa diri punya kewajiban untuk menyampaikan .
Tapi sayang , masa berlakunya musiman .
Kotbah ceramah jika dapat bayaran
Kotbah ceramah jika merasa di jatuhkan .

MenganGkat diri atas nama kalam Illahi
Membela diri berkedok motivasi
Padahal Hatinya sepi dan mati .
Semua di lakukan atas iri ,benci dan Gengsi .

Stop semua kata motivasimu
Di google banyak kata-kata seperti itu
Ganti dengan karya nyata hasil kreasimu .
Lalu buktikan apakah banyak yang menggunakan idemu .

Diam jangan ceramah melulu ...
Asal kau tahu , ceramahmu bikin bising telingaku .
Jika hanya isi bualan-bualan , ungkapan hati gelisah mu .
Kau sudah mati terjangkit penyakit " Sindrom Populerity " .

Terimakasih .

Read More
Puisi Kembalikan Mas Wiji - Fahmi Habciy

Puisi Kembalikan Mas Wiji - Fahmi Habciy

Fahmi Habciy kembali menulis puisi untuk membela jokowi . Kali ini Fahmi membuat puisi tentang Wiji Thukul , penyair solo yang menghilang bak di telan bumi sejak 1998 baca kisahnya di wikipedia tentang Wiji Thukul di duga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang di lakukan militer saat itu .
Wiji Thukul di duga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang di lakukan militer saat itu .

"Sajak ini hanya mewakili suara hati Siti Dyah atau Mbak Sipon , istri Wiji Thukul , yanga sangat menderita dan berharap suaminya kembali " Kata Fahmi Haciy kepada Tempo , Sabti ,19 April 2014 .

Berikut puisi " Kembalikan Mas Wiji " By: Fahmi Habcyi .

Kembalikan Mas Wiji...

Kau rebutnya dari pangkuanku
Di tengah semangatnya yang menghujam bumi
Kau buang dirinya dari ibu pertiwi
Di tengah kata-katanya membuatmu bergetar

Kau pikir dia menghilang
Di tengah malam bergerak
Susuri jiwa-jiwa muda yang berteriak melawan
Tak akan bisa suara di bungkam
Walau jasadnya kau benam

Kau pikir dia telah tiada
Di tengah siang membara
Tak akan bisa kata di tindas
Walau satria berkuda mengempas

Kau bubarkan mata kananya
Kau patahkan tulang-tulangnya
Batinya tak pernah tidur
Rangkanya tak pernah rapuh

Kau salah , kau pikir
Dia tak pernah di pecat oleh sejarah
Juga tak pernah lari dari negeri
Kau tahu arti Wiji ?
Buahnya pun kalian nikmati
Walau di tabur di gurun yang mati

Kembalikan mas Widji!
Atau kau pun tak berhak kembali
Bubar.. Jalan !!!

Ragunan ,19 April 2014 .
Sumber. Tempo.co
Read More
Bisnis Investasi

Puisi " Pasukan Nasi Bungkus " - Sindiran Politik Fadli Zon

Pasukan Nasi Bungkus -Tulis lagi puisinya biar tambah anget suasananya ,  Fadli Zon Wakil Ketua Umum Partai Gerindra kecewa karean maraknya akun-akun abal-abal di dunia maya / internet . Dengan puisi berjudul Pasukan nasi bungkus yang di buatnya , Fadli berharap ada tindakan tegas atas akun yang di gunakan untuk menyebar fitnah .

"Banyak orang tidak jelas yang membuat cacian , Tidak ada resiko karena identitasnya tidak jelas " kata Fadli zon saat di hubungi , Selasa (22/3/2014) -Sumber : Kompas.com .

Pasukan Nasi Bungkus
Kami pasukan nasi bungkus
Lasjar cyber pejuang di belakang komputer
Senjata kami facebook dan twitter
Menyerang lawan tak pernah gentar
Patuh setia pada yang bayar

Kami pasukan nasi bungkus
Hidup dari cacian dan fitnah harian
Tetap gagah bertopeng relawan
Tak kenal menyerah selalu melawan
Identitas diri jarang ketahuan

Kami pasukan nasi bungkus
Punya sejuta siluman
Bagai pedang terhunus
Siap menghujam setiap orang

Kami pasukan nasi bungkus
Tak takut dosa apalagi neraka
Kami bisa tertawa di balik luka
Demi sebungkus nasi dan kiriman pulsa
Read More
Puisi Sosial Adakah Teroris

Puisi Sosial Adakah Teroris

Sebatang peluru menembus luka, tak sengaja maupun sengaja itu kan terluka. Segenap peluru menerjang jiwa mana yang tak mempan akan peluru. Jiwa ini pasti mati. Kata-kata teroris pasti ada lambang kejahatan disana. apakah betul dengan semua itu. Kita simak saja puisi berikut ini;



Adakah Teroris

selama pasukan menyerbu
tertembak mati bersama peluru
ternyata salah tangkap salah tembak
matilah mereka tak berdosa

teroris sudah mati
teroris apa yang dipikirkan
teroris memberontak negara
teroris memberontak agama
mereka tetap manusia

teroris tertembak mati
pasti tak bernyawa lagi

By: Dalang Wanataka 16:2014
Read More