Tampilkan postingan dengan label Cindia Irani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cindia Irani. Tampilkan semua postingan
Bisnis Investasi

Puisi Ucapan Selamat Tahun Baru 2016

Hanya sebuah perenungan tahun baru 2016 , antara bahagia dan duka antara perayaan dan sekedar ikut ikutan merayakan walau kita tahu entah besok yang akan kita makan . Gembiralah bagi mereka yang bergembira tapi tentu tidak semua . Masih ada sosok lusuh di sudut sana yang menengadag dan berdoa atas permasalahan yang sedang di hadapinya .

Sekarang sudah tahun 2016...
Selamat tinggal 2015 dan selamat datang 2016
Entah suka atau berduka yang penting tahun ini baru adanya
Pokok kembang api di nyalakan, terompet di bunyikan dan petasan di letuskan.

Yah cuma tahun baru ini saja...
Tidak tambah apa apa  , yang ada tambah tua ...
Dan kehidupan semakin tambah merana
Ekonomi sulit , hutang di mana-mana

Tahun baru , uang di hambur hamburkan
Untuk sekedar membeli kembang api dan petasan
pentas musik dan mabuk sekaligus main perempuan
Pelakunya juga itu-itu saja , mereka yang punya uang ,jabatan dan kemewahan

Tidak untuk kita
Hidup di lorong gelap
Berteman harapan dan kesepian
Menari dengan nyamuk dan catatan hutang

Bisa sih sekedar bergoyang
Tapi goyangan meriang
Bisa sih menyanyi
Tapi nyayian Lara hati karena Iri .

Ya cuma tahun baru ini
Belum tentu nasibku juga baru
Seperti tahun-tahun lama
Tua renta dan binasa


Read More

Puisi Pompa Semangatmu !!

Keutuhan jati diri
Ditentukan diri sendiri
Tindakan yang diwujudkan
Untuk kematangan hidup
Yang lebih matang

Diperlukan proses perjuangan
Untuk membakar cahaya kegelapan
Dan menyalakan cahaya kemenangan

Jangan tunda waktu
Apalagi dihamburkan
Pintar pintarlah
Tangkap peluang
Jadikan landasan terbang

Lepas belenggu kehidupan
Bangunkan impian
Di setiap kehidupan

Pompa semangatmu !!
Dalam gairah penuh harap
Tuk raih rembulan
Di perjalanan hidup
Yang tak pernah henti

Read More

Puisi Tatapan Kosong

Selamat pagi sahabat Puisina....
Puisi ini akan menemani Anda ( para Galauers ) di jum'at yang cerah ini..
Selamat membaca....

Tatapan kosong
Tidak ada lagi gairah
Pada perjalanan cintaku

Dahulu kita....
Saling menyapa suara alam
Menyambut kemenangan

Namun kini....
Semua telah lama hilang
Ditelan kenangan

Ku menatap kembali
Rasa bosan dan gundah
Semakin merasuk
Merusak jiwaku

Pesakitan yang melelahkan
Mengunci hati
Pada hitungan waktu
Yang kini berserakan

Read More

Puisi Merajut Sukma

Cintaku mulai runtuh
Pun retak
Saat pintu hati
Tadinya mulai terbuka

Ia terpikat
Pada embun embun yang jatuh
Cintanya runtuh
Saat daun muda menggodanya

Dan cintaku sekarang hanya
Keindahan yang usang
Melumpuhkan segala daya
Sebuah mimpi buruk

Tapi bukan aku
Jika lari dari kenyataan
Menghanyutkan segala daya

Aku akan merajut sukma
Melekatkan segala harapan yang tersisa
Membangun diri
Untuk hidup kembali
Mengutuhkan hidupku

Read More

Puisi Galau Menyayat Hati

Selamat malam sahabat Puisina.... mari galau,,, Puisi ini untuk mewakili kegalauan anda pembaca ya,, tumpahkan lepaskan tuliskan semua kegalauan sampai habis ujung baris. Agar esok hari jum'at,, tetap berkah tanpa tangis. selamat membaca...,


Cinta yang terbuang
Kepedihan dan luka
Menjelmakan kegalauan
Nganga kehancuran

Kenyataan hidup
Percintaan yang terbangun
Seiring berjalan waktu
Mengendap dan layu

Meski tlah kuterima
Ribuan janji manis
Yang melekat
Dan terpatri
Lekat di hati

Semua kini kandas
Semua lepas
Terbang dan hilang
Tanpa bekas
Read More

Puisi Kebodohan Semakin Menggunung

Dunia semakin berputar
Kepada rakyat kecil
Kebodohan semakin menggunung
Mencakar cakar kehidupan

Peristiwa yang sangat jelas
Membuyarkan harapan
Membius kehidupan
Akan kemiskinan

Tapi bukan untuk mereka
Mereka yang berdasi
Mereka kaya

Dialog mereka jelas
Tapi tidak terlaksana
Justru malah
Menambah pesakitan

Read More

Puisi Anak - Anak di Hipnotis

Selamat pagi sahabat Puisina....

Percakapan hari ini
Tentang anak anak
Banyak lupa sekolahnya
Tak betah di sekolah

Di rumah
Menutup buku
Dan merapikan buku
Itu saja

Selanjutnya
Duduk di hadapan televisi
Berfantasi dalam pikiran
Menghipnotis mereka

Anak anak terkepung televisi
Dari pagi
Hingga malam hari
Tiada henti

Read More

Puisi Telah Lenyap

Moral semakin susut
Peradaban menghilang
Tak usah kita pungkiri

Negeri ini telah kotor
Penjahat berkeliaran
Berbohong dan mendustai
Mencari materi

Kebeningan hati
Jiwa yang suci
Telah lenyap
Sudah tiada bekas
Tak lagi dapat ditemui

Read More

Puisi Cinta itu Ngeri

Selamat malam sahabat Puisina....
Puisi ini hanya sebagai pesan untuk kita agar tidak mudah dibutakan oleh cinta..
Selamat membaca....

Cinta....
Mengaburkan pandangan
Tak peduli kawan
Melupakan peradaban

Belum aku pahami
Bagaimana mungkin
Mereka berebut kemenangan
Dengan saling memukul dan dipukul

Seakan hidup dan mati
Telah jadi kebiasaan
Hanya demi cinta....

Semua bodoh
Mereka mudah tertipu
Akan nama " cinta "

Sadarlah dan hindari!
Jebakan cinta
Agar kau mengerti
Bahwa sebenarnya
Cinta itu ngeri

Read More

Puisi Hiduplah dengan Kepastian

Hidup hanya sekali
Perlulah kita teliti
Tuk langkah yang pasti

Goresan hitam selalu ada
Cobaan dan rintangan
Sebagai cambuk
Dari kehidupan

Kobaran yang semu
Itu hanya sia sia
Itu hanya belantara rumit
Jurang kehidupan

Lantas sekarang bagaimana?
Hiduplah dengan kepastian
Agar kian berkembang
Untuk masa depan

Berdo'alah pada-Nya
Percayalah pada-Nya
Akan beri hidupmu lebih baik

Read More

Puisi Manusia Tiada Arti

Selamat malam sahabat Puisina....
Di zaman sekarang ini, yuk kita banyak merenung, introspeksi diri atas hal yang telah kita perbuat....

Bintang malam
Aku ingin bercerita
Maukah kau..?

Batinku berontak
Mungkin juga kau
Noda ulah manusia
Tak bisa lepas
Dari roda hidup ini

Manusia penuh nafsu
Ia terlahir akibat itu semua
Jiwa mudah goyah
Hingga sesat pun di iyakan

Di zaman ini
Manusia tiada arti
Semua iri dan dengki

Dan semuanya
Akan hilang di malam gelap
Kiamat....

Read More

Puisi Hatiku Mati Rasa

Aku beku
Merenung dalam sepi
Berteman sunyi
Melangkah penuh ayunan

Raut mukaku suram
Mataku sembab
Hatiku murung

Ku menatap awan awan
Jauh diatas sana
Awan awan yang sepi
Pun berlari sepi
Seperti yang kurasa

Kini ku tahu
Di sepanjang perjalanan hidupku
Takkan lagi ada cinta
Karna cinta sudah cukup menyiksaku

Dan kini....
Hatiku mati rasa

Read More

Puisi Berdo'a pada Illahi

Tengah malam ku bersujud
Berdo'a pada Illahi
Memohon petunjuk-Nya
Atas rumitnya jalan hidupku

Ku meminta
Dengan kelemahan dan kekuranganku ini
Ku dapat menggapai cita
Dengan sempurna

Ya Allah....
Hanya kau penenang hati
Pemberi ide ide murni
Bangunkan jiwa

Yang Maha Agung
Beri arti dalam hidupku
Beri kejernihan hatiku
Dalam menentukan semua langkahku

Read More

Puisi Pikirkanlah Hal Itu!

Selamat malam sahabat Puisina....
Puisi ini mengajak Anda semua untuk saling peduli terhadap sesama, agar makna merdeka benar benar terwujud....
Selamat membaca....

Indonesia kini telah merdeka
Ya, merdeka
Hanya bagi mereka
Kalangan elit, katanya

Memang merdeka telah kita raih
Telah kita dapat
Tetapi terjemahkan kembali
Apa isi merdeka sebenarnya

Merdeka adalah....
Mencapai kemakmuran lahir dan batin
Terlepas dari kepedihan hidup

Sedangkan....
Rakyat kita ironis
Masih banyak wajah kusut
Malah lebih parah lagi

Coba resapilah....
Sudahkah semua rakyat merdeka?
Pikirkanlah hal itu!!

Read More

Puisi Ayo... Semangat!!

Simple saja....
Puisi ini hanya sebagai motivasi untuk kita lebih memantapkan diri dalam mengarungi kehidupan..
Semangat generasi muda!!

Melangkahlah lurus
Dalam gelora semangat
Berucap dan meyakinkan diri
Kan kau temukan
Titik yang telah lenyap

Temukan dirimu
Bentuk kepribadianmu
Kualitaskan akalmu
Dalam meraih kedamaian hidup

Jangan berhenti sia sia
Untuk hal tiada arti
Penghambat perjalanan hidup
Terus genggam tekadmu
Agar tak goyah
Di dunia yang keras ini

Ayoo....
Terus pacu semangatmu
Dengan langkah pasti
Raih masa depanmu

Read More

Puisi Tekadnya Berjuang

Selamat malam sahabat Puisina....
Kali ini puisi tentang pahlawan, yang sangat gigih merebut kemerdekaan negara tercinta kita ini..
Semoga kita selalu ingat dengan mereka....

Kemerdekaan
Harapan rakyat rakyat
Dengan segala jiwanya
Tekadnya berjuang
Rela untuk perang

Mereka siap lawan serdadu
Tak mau tinggal diam
Dengan hanya senjata bambu runcing
Sanggup untuk menang

Mereka tak gentar
Tak goyah
Meski peluru tlah menembus dada

Perjuangan dilalui bertahun tahun
Merebut kemerdekaan
Tunjukkan kebenaran

Read More

Puisi Cinta Tak Bertepi

Selamat pagi sahabat Puisina....
Puisi ini bercerita tentang penantian seorang wanita terhadap seorang lelaki yang sangat dicintainya..
Cekidot....

Diatas sajadah cinta ini
Ku berdo'a
Ku inginkan surga bersamamu
Yang diciptakan untuk kita
Meski di dunia ini
Kita tak satu

Cintaku masih menunggu
Akan kerinduan cinta
Dan kehangatan cintamu

Cintaku sederhana
Tapi luar biasa
Cinta yang abadi

Biar pun cintaku dalam diam
Tapi ini tak bertepi

Read More

Puisi Lembar Pelajaran

Selamat malam sahabat Puisina....
Puisi ini masih tentang Ibu.. Perempuan yang sangat tangguh hadapi derita, seburuk apapun itu..
Selamat membaca....

Saat malam datang
Dingin menyusup
Di selimut kusam
Dari celah anyaman rotan
Dinding bagi mereka

Perempuan itu bernyanyi
Sangat indah nan merdu
Meski kadang kala
Lirik terputus putus
Karena kantuk

Perempuan itu
Genggam jemari kecil anaknya
Mengelus pelan
Curahkan kasih sayang dalam

Ia hanya petani
Namun ia mampu
Beri lembar pelajaran
Kepada anaknya
Tuk hargai derita

Read More

Puisi Ibu, Maafkan Aku!

Selamat malam sahabat Puisina....
Puisi ini ditujukan untuk para anak, agar selalu mencintai, menyayangi, dan melindungi Ibunya, sebagai bentuk balas budi terhadap indah kasihnya..
Untuk mengetahui lebih lanjut, silakan baca sendiri yaa....
Selamat membaca....

Ibu....
Wanita yang penuh dengan kesabaran
Wanita yang penuh dengan ketulusan
Wanita yang penuh dengan kasih sayang

Sepucuk surat ku terima
Di hari jum'at
Tak bernama

Seketika bau duka menyambar
Cepat ku buka perekatnya
Untaian hurufnya sungguh ku kenal
Tancapkan kenangan

Ku kepalkan tanganku
Ingin ku maki diriku sendiri
"Kenapa ku tinggalkan Ibu sendiri!!"
Berhambur amarah pada diri
Bercampur duka mendalam

Ibu, maafkan aku....
Tak dapat ku lindungi dirimu
Meninggalkanmu seorang diri
Di dunia kejam ini
Maafkan aku....
Maafkan anak durhakamu ini...

Kan ku simpan selalu
Surat terakhirmu ini....

Read More

Puisi Abadi di Hatiku

Tuhan....
Dosakah diriku ini
Selalu merepotkan Mamaku
Selalu mengadu dan meminta
Bahkan pertaruhkan nyawanya
Padahal dia sendiri tidak berdaya

Mamaku yang cantik....
Maafkan anakmu ini
Bila sering melukai perasaanmu
Senantiasa mengecewakanmu

Terima kasih Mamaku....
Telah hiasi hidupku
Menjagaku sampai saat ini
Senantiasa ada untukku

Sampai aku mati....
Cintamu akan terus bercahaya
Abadi di hatiku

Read More