Puisi Pahlawan Revolusi

Recent Post

Minggu, Oktober 05, 2014
Kontes Puisi Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Kontes Puisi Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Halo... sobat puisina , dalam rangka memperingati hari kesaktian pancasila yang jatuh setiap tanggal 1 Oktober , Untuk menghormati dan mengenang para pejuang pancasila atau yang sering di sebut sebagai Pahlawan Revolusi , Maka Puisina akan mengadakan kontes puisi bertajuk Kesaktian Pancasila Dan Pahlawan Revolusi . Dengan ketentuan sebagai berikut :
Kontes Puisi Memperingati Hari Kesaktian Pancasila

Syarat peserta :
1. Sudah jadi penulis tetap di puisina.blogspot.com ( maaf yang bukan penulis tidak bisa gabung )
2. Penulis sudah menerbitkan minimal 10 puisi di puisina . ( maaf anggota yang belum menerbitkan 10 puisi tidak bisa ikutan kontes ini ) .
3. Peserta mentaati peraturan yang berlaku

Syarat puisi kontes :

1. Puisi bertajuk tentang Kesaktian Pancasila,Pahlawan Revolusi, dan yang serupa ( bisa soal politik,sosial,budaya,ekonomi dan lain sebagainya , lebih spesifik lebih bagus dan labih berbobot lagi jika puisi tadi mewakili suara nurani  200 juta rakyat indonesia ) .
2. Panjang Puisi minimal 3 bait , maksimal 5 bait . Dengan ketentuan 1 Bait terdiri dari 4 baris, satu baris minimal 4 kata .
3. Judul puisi Minimal 4 kata maksimal 6 kata .
4. Pengunjung Puisi Minimal sudah mencapai 10.000 Kunjungan .
5. Puisi sudah memiliki setidaknya 5 Komentar . ( peserta boleh saling berkomentar)
6. Puisi terbitan terbaru sejak tanggal 5/09/2014 ( tidak boleh menggunakan puisi yang telah ada ).
7. Di larang menerbitkan puisi yang melanggar hukum berlaku .
8. Isi puisi menjadi tanggung jawab penulis .
9. Bukan puisi copy paste .
10. Belum pernah di terbitkan di media manapun , baik blog, facebook atau situs berita dan portal puisi manapun .
11. Puisi di terbitkan seperti posting biasa . kemudian linknya di daftarkan ke kotak komentar ini .
12. Setiap puisi untuk kontes di beri label " Pahlawan Revolusi "

Cara daftar kontes :
1. Buat posting seperti biasanya 

2. Kirimkan link judul puisi yang  akan di lombakan pada kotak komentar bawah ini . dengan keyword  Pahlawan Revolusi . Saya akan segera ngecek kelayakan puisinya , jika layak maka akan saya tampilkan di kolom bawah postingan ini .
3. Di beri label "  Pahlawan Revolusi "
4. Pendaftaran Puisi di Buka sejak Tanggal 5 September 2014 . Di tutup Tanggal 25 September 2014

Ketentuan Penilaian :
Penilaian akan di hitung menggunakan poin yang berdasarkan Jumlah Komentar, Jumlah Pluser dan Jumlah Kunjungan , dengan ketentuan sebagai berikut .
1 Komentar = 5 Poin . ( tidak termasuk komentar penulis / peserta )
1. Pengunjung = 2 Poin . ( tidak termasuk kunjungan penulis/peserta)
1. Plus = 1 Poin . ( tidak termasuk pluser penulis dan peserta )

Ketentuan Pemenang :
1. Pemenang di bagi menjadi juara 1,2 dan 3 .
2. Pemenang di tentukan oleh poin yang di dapatkan .

Ketentuan Hadiah :
Juara satu mendapatkan uang  Rp.100.000
Jura Dua mendapatkan uang    Rp.50.000
Juara Tiga mendapatkan Uang Rp.25.000

Jadwal Kontes :
Di buka sejak Hari Jum'at tanggal 5 September 2014 dan Di tutup pada Hari selasa Tanggal 25 Oktober 2014
Penentuan Pemenang akan di lakukan pada hari sabtu siang tanggal 5 Oktober 2014 .

Peraturan tambahan :
Keputusan juri tidak dapat di ganggu gugat .
Peraturan bisa berubah sewaktu-waktu menyesuaikan keadaan .

Demikian infromasi kontes ini saya sampaikan kepada seluruh penulis puisina . mudah mudahan bermanfaat dan atas perhatianya saya ucapkan terimakasih . selamat berlomba . Jika ada pertanyaan silahkan Tulis di kotak komentar .


Senin, September 29, 2014
Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD _Puisi berikut ini merupakan wujud penolakan terhadap RUU Pilkada, serta ajakan kepada pembaca mari sama-sama kita lupakan tentang kependukungan atas siapa dan koalisi mana. Dengan kembali bersama sebagai warga negara. Selamat membaca..
Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

mereka...!!
adalah Dewan Perwakilan Rakyat
yang dulu
anda gunakan hak pilih anda untuknya
dan anda percaya
Bahwa mereka mampu
membawa kehidupan yang lebih baik
sebagai warga negara

Namun
setelah mereka berada disana
mereka lupakan anda
dengan cara merampas hak demokrasi anda
sehingga anda tak boleh lagi
memilih pemimpin anda

Dan hanya mereka lah
yang boleh menentukan siapa pemimpin bagi anda.
tanpa pertimbangan anda

Terlepas dari sudut pandang mana saja
bisa dikatakan bahwa
orang-orang yang dulu berjasa
telah menghantarkan mereka sampai di atas sana

kini dijadikan ibarat sapi perah!

Dicukupkan makanannya
kemudian diremas keluarkan puan-nya
tanpa pertanggung jawaban akan masa depan-nya.

Rela?

______
Terima kasih dan semoga bermanfaat..
Puisi Cinta Dari Dunia Ke Enam "Arjuna Linglung"

Puisi Cinta Dari Dunia Ke Enam "Arjuna Linglung"

Puisi Cinta Dari Dunia Ke Enam_ Selamat kriyap-kriyip lagi pembaca Puisina. Puisi berikut ini untuk anda yang sedang gila-gilaan asmara dari dunia maya atau dunia ke enam kalo boleh sedikit agak keren saya katakan. Semoga puisi berikut ini dapat mengantar istirahat anda.. okeh? selamat membaca.
Puisi Cinta Dari Dunia Ke Enam

Cinta itu tak ditakar
dari seberapa sering
ku meng "like" dan meng "komen"
apa saja berita darimu

atau segila kupamerkan
pada teman-temanku
seberapa manis senyummu
dan bahkan sering menandaimu
dalam setiap update statusku

yang sama saja artinya
kumengobral dirimu
tanpa punya tuntutan untuk menjagamu

oleh karenanya mengertilah
sedikit banyak daripada
kuartikan cinta adalah
saat dari mulai kuberkenalan denganmu
akhirnya dapat kutuliskan banyak puisi

meski banyak kejengkelan
percayalah bahwa inspirasinya
tak lain dan tak bukan
adalah darimu kepadamu merasuk kembali
ke pelukanku.

maka..
jika orang tuamu bertanya
dari mana datangnya cinta.
jawablah..
ini adalah cinta dari dunia ke enam
saling membina dan percaya kemudian bersosial di dunia nyata
bukan lewat jempol semata.

_____
Terima kasih dan semoga anda terhibur/
Puisi Cinta : Nggak Enak Dilandanya "Arjuna Linglung"

Puisi Cinta : Nggak Enak Dilandanya "Arjuna Linglung"

Puisi Cinta : Nggak Enak Dilandanya_ Anda pernah jatuh cinta? sudah pasti pernah. Dan apakah cinta anda berjalan bahagia? ... meski tak semuanya demikian. Tetaplah bersyukur,,, karena hal itu menunjukan bahwa anda masih hidup dan dalam menuju proses hati subur. Nah bagaimana jadinya jika cinta tak kunjung tumbuh meski sudah sedemikian rupa pupuk kita tabur? bacalah puisi dibawah ini.:
Puisi Cinta : Nggak Enak Dilandanya

yang awalnya biasa
jadi tak biasa
sampai terkadang
lupa makan lupa tidur
karena sering ngelantur

juga kadang tanpa sadar,
menjadi sering cengar-cengir
seperti orang kentir.

kemudian mulai berfikir
bagaimana menjaga yang disana
tanpa harus melalaikan apa yang didepan mata

gelisah mendera
saat tak ada balas kabar darinya
mengembang menjadi setangkai bunga
yang diberi nama asmara

ada rindu
cemburu
mengasih sayangi
bahagia nan legawa
beserta sebijinya "cinta"

hmmm gimana,,
nggak enak kan, dilanda cinta?

makanya ayok..
kita nikah saja.
agar bisa sama-sama menenggak madu di purnama
_____
Terima kasih, semoga bermanfaat dan anda terhibur..
Puisi Cinta Kekasih Masa Lalu

Puisi Cinta Kekasih Masa Lalu

Puisi Cinta Kekasih Masa Lalu_Setiap orang memiliki masa lalu dan setiap orang juga mengalami sendu dari gemeletup rindu. Seperti itulah kiranya kata-kata dari Avril Lavigne yang juga mantanku., heheuheheu.. Puisi berikut ini adalah penyemangat untuk move on anda pembaca Puisina.. Selamat membaca.
Puisi Cinta Kekasih Masa Lalu

desar-desir dari kata rindu
adalah puisi yang barusan kukirim padamu
via pesan singkat dari hapeku

karena sedikit agak panjang
sehingga pesannya masuk sedikit sungsang
bait per bait lah ia melayang
dan tulit,,
laporan terkirim membuatku tenang

kubuat silent agar ia bergetar
lalu kumasukan
ke kantong kiriku,, 
dimaksudkan
biar dekat dengan jantung
supaya getarnya kembali menjalar

namun anehnya,,,
bukan jantungku yang bergetar.
tetapi malah
kantong dada kananku berdering

apa mungkin..
cinta yang dulu itu mulai mengering
sehingga harus kutinggalkan
kemudian mulai merayu lagi
dering hape dikantong kananku yang kian nyaring.

______
Terima kasih dan semoga anda terhibur...
20 Puisi Terbaru
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved