Puisi Pahlawan Revolusi

Recent Post

Jumat, Oktober 31, 2014
ABU NAWAS

Puisi "Jenuh Hati Merangkai Opini"

Puisi iseng saat pikiran puyeng kecapekan mengatasi masalah yang tidak tuntas tuntas , bukan karena tidak tegas atau kurang waras cuma ingin mengatasi masalah dengan santai saja , tapi ternyata berlarut-larut seperti tak ada ujungnya .

Teringat akan pahitnya rasa itu
Kecewa karena kebohonganmu
Ku pendam ku diamkan
Sambil terus ku berjalan menggapai harapan .

Terus aku bersandiwara dengan hati
Ku coba tertawa walau sebenarnya perih
Ku coba terus hidup
Walau sebenarnya terasa sudah mati .

Manusia lumrah...
Sekuat apapun pasti akan lelah
Sampai kapan aku bersandiwara
Membangun opini untuk menguatkan hati

Hati ini terlanjur tersakiti
Mungkin tak akan terobati
Bertahun tahun meradang diri
Jasadku hidup namun rasaku mati .
Kecewa ini harusnya tak ku toleransi
Walau semua sudah terjadi...
MASIHKAH AKU BISA BERHARAP NANTI ?
Entahlah ....
Kamis, Oktober 30, 2014
Puisi Asmara "Cinta Yang Menyatukan Kita"

Puisi Asmara "Cinta Yang Menyatukan Kita"

Puisi Asmara "Cinta Yang Menyatukan Kita"

Tak kurasa pertemuan saat itu telah menghadirkan rasa asmara.Rasa itu terus tumbuh di dalam hati.Terukir nyata pada dinding hati yang tak mungkin lagi bisa terhapus.Walau setelah itu kita tak saling jumpa,karena jarak yang memisahkan.Tapi ternyata cintalah yang menyatukan kita,hingga dapat bertemu kembali.Untuk mengenang kisah itu yang mungkin juga dari pembaca ada yang pernah mengalaminya,maka aku tuliskan puisi ini untuk pembaca semua.Selamat membaca!

Puisi Asmara "Cinta Yang Menyatukan Kita"


Haruskah aku mengatakan rasaku
Atau menulisnya di langit
Segala cintaku untukmu
Aku takkan peranh melepasmu
Walau apapun yang akan terjadi
Aku akan selalu bersamamu

Banyak bahasa di dunia ini
Tapi hanya satu bahasa yang berarti bagiku
Yaitu bahasa cintamu
Yang membuatku bisa memahami
Bahwa tak ada cinta selain dirimu

Walau bahasa kita berbeda
Walau tanah kita berbeda
Tapi cintalah yang mempertemukan
Cinta juga yang menyatukan
Karena cinta terlahir bukan dari persamaan
Karena cinta itu lahir karena adanya perbedaan

Sekian Puisi Asmara "Cinta Yang Menyatukan Kita " yang hadir spesial untuk pembaca setia.Semoga puisi asmara ini dapat menjadi kenangan untuk pembaca.Bagaimana kisah cintamu?Mari tuliskan disini?
Selasa, Oktober 28, 2014
Puisi Cinta Gersang Kemarau Panjang

Puisi Cinta Gersang Kemarau Panjang

Puisi Cinta Gersang Kemarau Panjang_ "Tahukah kamu orang yang paling tak berperasaan, dia yang jauh dari kekasih saat hujan tapi tak menghasilkan puisi."  itu kata Sujiwo Tejo. Nah berhubung barusan gerimis dan sepertinya musim galau sedang melanda penghuni sosial media. Puisi Galau Untuk Yang Tersayang (gersang) berikut ini semoga bisa mewakili gundah gulana para pembaca, okeh? Selamat membaca.

Puisi Cinta Gersang Kemarau Panjang

rasa-rasanya kemarau ini
tak hanya memaksa tanaman
menjadi layu atau bahkan mematikan diri

tetapi juga menggersangkan hati
yang mana
meski dengan sejuta tekad pun
rasa sayang coba menyirami
cinta tak kunjung menampakan semi

hmm..
demi apa semalaman
mataku membelalak mengimani zodiak
jika untuk satu kuncup pun
alam tak sedang berkendak

_____
Terima kasih dan semoga anda terhibur,,
Sabtu, Oktober 25, 2014
Puisi Cinta Saat Aku Menemukanmu

Puisi Cinta Saat Aku Menemukanmu

Puisi Cinta Saat Aku Menemukanmu

Akhirnya aku bisa menemukanmu,di saat semua ini hanya aku anggap membuang waktu.Jika saja aku tahu dari dulu , ternyata dirimu yang ku cari selama ini.Pastinya aku bisa menggunakan banyak waktu untuk bisa bersamamu.Meraskan kebahagian yang selama ini aku natikan.Untuk mengenang waktu itu yang mungkin juga ada pembaca yang pernah mengalaminya,izinkanlah bait puisi ini menjadi kenangan yang mengisahkan rasa saat aku menemukanmu.

Puisi Cinta Saat Aku Menemukanmu


Masih kusimpan kisah malam itu
Saat pertama kali bertemu denganmu
Kau buat hatiku yang telah mati
Bisa merasakan getaran cinta kembali

Sekian lama ku habiskan waktu
Untuk bisa menemukan rasa ini kembali
Cintamu telah selamatkan hatiku
Dari gelapnya rasa benci

Indahnya rasa yang telah kau beri
Membuatku kembali merasakan cinta
Bersamamu aku kembali percaya
Bahagia itu benar adanya

Saat aku menemukanmu
Aku harap kau menjadi cinta terakhirku
Yang akan selalu menemaniku
Sampai akhir waktu menjemputku

Demikianlah "Puisi Cinta Saat Aku Menemukanmu".Semoga puisi ini dapat menghimbur pembaca dimanapun Anda semua berada.Sekian terima kasih!
Puisi Tahun Baru Islam

Puisi Tahun Baru Islam

Puisi Bulan Muharram



Puisi tuk menyambut tahun baru Islam, bulan Muharram Mu'addhom. Selamat membaca.

Hari berganti hari
Bulan berganti bulan
Waktu terus berjalan
Usia bertambah bilangan
Tak terasa Muharram telah datang

Muharram...
Tahun baru Islam
Orang Jawa bilang, 1 suro-an
Sakral memang, bagi mereka yang mau merasakan

Muharram...
Terbilang bulan mulia Islam
Penuh keridhoan bagi yang membutuhkan
Anda Islam?
Maka berlombalah menggapainya
Dengan amalan dunia, pun akhirat yang berpahala

Muharram...
Bulan mulia penuh berkah
Hanya satu kata tuk sambut hadirmu
Happy new Hijry year
Haniiah bisanah jadidah
20 Puisi Terbaru
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved