Film Sang Kiai

Cerpen

Recent Post

Saturday, February 28, 2015
ABU NAWAS

Tuhan Lindungi Aku

Masih selamat pagi , unek unek diri ku tulis biar jadi puisi, biar tidak lupa , jika ada baiknya biar mudah mengingatnya .

Tuhan , aku bingung
Kenapa kehidupan ini seperti ini
Selalu ada perbedaan , sengketa dan konflik
Padahal sudah di bilang bahwa itu tidak baik

Sana perang demi kekuasaan
Atas nama bangsa atas nama agama
Atas nama harga diri atas nama kebenaran
Mereka semua merasa diri sebagai pahlawan .

Oke , tuhan mungkin itu bukan urusan saya pribadi
Itu urusan mereka yang punya power dan iq tinggi
Diri ini cuma ingin tahu posisi ini
Kemana harus pergi saat konflik terjadi

Tak mungkin mati bunuh diri
Karena katanya itu mati yang tidak di sukai
Diam saja di sangka tak punya harga diri
Mau melawan nanti di sangka tak prikemanusiaan

Ku coba diam cari solusi
Saat ku temukan , solusi
Dalam waktu yang sama
Permasalahan muncul lagi .

Betapa lemah diri ini
Jika kau tak melindungi
Diri yang sedang bingung ini
Tuhan lindungilah aku dengan segala kuasamu .

ABU NAWAS

Selalu ada harapan ada Kebahagiaan

Selamat pagi puisina , apa kabar semuanya , lama tidak menulis puisi di sini , lagi bingung gada ide mau menulis apa , tapi pagi ini terbesit untuk menulis lagi .

Ku terlahir menangis saat orang tertawa
Jeritan ibu berharap kelahiranku
Ceceran darah tak masalah
Asal aku terlahir dengan selamat .

Sekarang aku dewasa
Kenal dunia kenal banyak nama
Ku kenal mentari,ku pijak bumi
Hingga aku seperti ini

Terimakasih ibu
Terimakasih Bapak
Terimakasih saudaraku semua
Terimakasih pada tuhan yang maha esa

Sekarang aku tambah dewasa
Aku tahu sedih dan gembira
Aku tahu miskin dan kaya
Aku tahu semuanya yang aku tahu

Ada harapan di sana
Ada masa depan di sana
Ada kebahagiaan di sana
Ada ketenangan di sana

Aku tak perlu takut menjalani hidup
Seperti ibu tak takut mati saat melahirkan
Aku tak perlu kawatir meghadapi masalah
Seperti bapak yang selalu optimis tentang masa depan

Dunia memang seperti ini
Ada pagi ada sore
Ada siang ada malam
Tapi percayalah di sana ada harapan
Ada kebahagiaan .
Thursday, February 12, 2015
Puisi Valentine Day Romantis "Kau dan Aku"

Puisi Valentine Day Romantis "Kau dan Aku"

Selamat Valentine-Day bagi anda yang merayakan. Alangkah lebih romantis jika valentin anda disertai puisi romantis untuk kekasih tercinta anda. Jangan lewatkan momen romantis ini, berikan kesan tersendiri dan beda bagi pasangan anda.

Puisi Valentine Day Romantis "Kau dan Aku"

Dalam Lamunan
Ku terbayang dan terfikir dirimu
Tentang senyummu yang buatku rindu
Buatku ingin hidup selamanya

Dalam Lamunan
Ku terbayang dan terfikir dirimu sayang
Kita melangkah beriringan
Arungi kehidupan dengan ikatan suci tanpa paksaan

Dalam Lamunan
Kau beriku kebahagiaan
Dengan sosok mungil nan tampan
Buah hati cinta kita
Ia bermain sesukanya
Dan kita duduk berdua memandangnya
Aduh senangnya....

Kini lamunanku bubar
Kerana suara Handphon dikamar
Oh ternyata kamu sayang
Ada yang ingin ku sampaikan
Semoga lamunanku jadi kenyataan
Monday, February 09, 2015
ABU NAWAS

Puisi Hari Banjir Nasional

Hujan turun sudah pada tahu...
Yang turun itu air juga pada tahu
Perlu di perdebatkankah tentang hujan...
Airnya itu di katakan jatuh apa turun...

Gara-gara jatuh atau turun saja...
Sampai harus mengorbankan segala-galanya
Ada yang sampai mendirikan partai dengan biaya berjuta juta
Ada yang meprovokasi di mana-mana
Demi memenangkan perbedaan
Apakah air hujan itu turun apa jatuh.

Negeri subur yang gema ripah
Jadi susah penuh keluh kesah
Gara-gara pejabatnya cuma perang istilah
Demi kepentingan pribadi biar di kata gagah....

Berebut jabatan berebut pengakuan...
Aku lihat mantan pemimpin narsisnya tak ketulungan...
Nongkrong di sosial media share poto jalan-jalan
Wajar saja , kalau sampai kebanjiran
Karena saat mimpin cuma sekedar ingin jadi pemenang...

Bagaimana mau mikir selokan...
Jika semuanya pada pinter-pinteran ...
Saling merintah merasa sok jagoan...
Biar di kata tak punya jabatan asal punya kekuasaan
Entah kemanusiaan atau kesetanan...

70 Tahun merdeka...
Terasa baru kemarin saja...
Gara-gara, pemimpinya gila jabatan
Gila kekayaan

Pantas saja banjir selalu datang
Rutin setiap musim hujan...
Waktu terang pemimpin jalan-jalan
Waktu banjir pemimpin banyak tempat cadangan...

Rakyat lagi yang jadi korban...
Yah sudahlah begini adanya...
Jalani saja...
Sampai keajaiban itu tiba...

Thursday, February 05, 2015
ABU NAWAS

Sejengkal Tanah Leluhur

Perjalanan panjang tuna wisma
Berteduh di kolong langit
Kolong jembatan
Emperan toko

Ingin melanjutkan hidup
Untuk hidup
Di atas kaki bayang redup
Mati rasa
Sampai mimpipun tak bisa

Tak ada tangis...
Tak ada air mata tersisa
Tak ada tawa
Tak ada tenaga

Hidup berjalan
Entah sampai kapan
Dan entah di mana
Bersama siapa
Untuk apa

Kotbah di mana-mana
Ceramah ceramah menggema
Tuna wisma tetap tuna wisma
Barisan kata tak merubahnya

Diam...
Tak menangis
Tak meminta
Tak berharap...
Diam...
Diam..
Diam...
Demi sejengkal tanah leluhur
Yang tergusur orang makmur...
Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved