Arjuna Linglung

Bidadari Linglung

Puisi Cinta

Puisi Terbaru

Wednesday, April 30, 2014
Puisi Kembalikan Mas Wiji - Fahmi Habciy

Puisi Kembalikan Mas Wiji - Fahmi Habciy

Fahmi Habciy kembali menulis puisi untuk membela jokowi . Kali ini Fahmi membuat puisi tentang Wiji Thukul , penyair solo yang menghilang bak di telan bumi sejak 1998 baca kisahnya di wikipedia tentang Wiji Thukul di duga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang di lakukan militer saat itu .
Wiji Thukul di duga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang di lakukan militer saat itu .

"Sajak ini hanya mewakili suara hati Siti Dyah atau Mbak Sipon , istri Wiji Thukul , yanga sangat menderita dan berharap suaminya kembali " Kata Fahmi Haciy kepada Tempo , Sabti ,19 April 2014 .

Berikut puisi " Kembalikan Mas Wiji " By: Fahmi Habcyi .

Kembalikan Mas Wiji...

Kau rebutnya dari pangkuanku
Di tengah semangatnya yang menghujam bumi
Kau buang dirinya dari ibu pertiwi
Di tengah kata-katanya membuatmu bergetar

Kau pikir dia menghilang
Di tengah malam bergerak
Susuri jiwa-jiwa muda yang berteriak melawan
Tak akan bisa suara di bungkam
Walau jasadnya kau benam

Kau pikir dia telah tiada
Di tengah siang membara
Tak akan bisa kata di tindas
Walau satria berkuda mengempas

Kau bubarkan mata kananya
Kau patahkan tulang-tulangnya
Batinya tak pernah tidur
Rangkanya tak pernah rapuh

Kau salah , kau pikir
Dia tak pernah di pecat oleh sejarah
Juga tak pernah lari dari negeri
Kau tahu arti Wiji ?
Buahnya pun kalian nikmati
Walau di tabur di gurun yang mati

Kembalikan mas Widji!
Atau kau pun tak berhak kembali
Bubar.. Jalan !!!

Ragunan ,19 April 2014 .
Sumber. Tempo.co
Sunday, April 20, 2014
Puisi Arjuna Menunggu Kekasih Dunia Maya "Arjuna Linglung"

Puisi Arjuna Menunggu Kekasih Dunia Maya "Arjuna Linglung"

Arjuna modern? Tentu dia juga gak gaptek, pasti juga bermain internet dan mungkin bisa linglung karena kekasih yang dikenal lewat internet tak kunjung bertemu. Saat rasa cinta mulai diuji, saat setia mulai dipertanyakan apakah Arjuna akan berpindah ke lain hati ? +Dewi aryati +Bidadari Tanpa Sayap +Jelita Manurung 

Puisi Arjuna Menunggu Kekasih Dunia Maya "Arjuna Linglung"

Puisi Arjuna Menunggu Kekasih Dunia Maya "Arjuna Linglung"
Bagaimana Engkau bisa menunggu
Selama satu windu
Demi seseorang yang semu
Seseorang yang belum pernah bertemu
 ..................................
Apakah Engkau ragu?
  ..................................
Untukmu, kan ku bukakan pintu hati
Karena ku berharap Engkau ada di sini
Namun itu tak kan pernah terjadi
Karena Engkau tinggal di lain negeri
 .................................. 
Apakah Aku takut?
 .................................. 
Aku takut karena peduli
Aku peduli karena mencintai
Apakah ini Cinta yang langka?
Apakah hanya aku yang merasakannya?
  ..................................
Aku tak ragu…!
  ..................................
Cintaku yang berawal dari semu adalah abadi
Dan kehilangan dirimu dengan alasan apapun adalah sekarat pati
Karena Engkaulah hadiah yang lebih besar dari segalanya
Dan untukmu aku akan melakukan segalanya
  ..................................
Aku tak takut…!
 .................................. 
Aku akan menunggu untukmu
Walaupun seratus windu
Dan bersama-sama kita terus maju
Mengatasi ketakutan dan keraguan yang membelenggu
Puisi Sakit Hati Ingin Ku Maki Dirimu

Puisi Sakit Hati Ingin Ku Maki Dirimu


Puisi Sakit Hati Ingin Ku Maki Dirimu

Bila ada jatuh hati pasti juga ada sakit hati.Mungkin ini juga dua hal yang tak mungkin dipisahkan.Entah saking romantisnya atau memang terlalu sadis.Banyak media dan cara untuk melampiaskan sakit hati,ada yang cuma ngelamun ,sedih ,menangis ,tertawa sampai ada yang bunuh diri.Parah ...sekali,dari pada meratapi sakit hati,mending baca puisi ini.Mungkin perasaan sakit hati sahabat bisa sedikit terobati.

Puisi Sakit Hati Ingin Ku Maki Dirimu

Mataku penuh api
Membakar nurani
Hati dirasuki benci
Mulut lampiaskan maki

Rasaku seakan sirna
Kala aku melihatmu
Bersama dengan dirinya
Darahku memuncak,otakku beku

Inginku bunuh pacarmu
Saat genggam mesra tanganmu
Dan engkau hanya tersipu
Dasar kemayu!

Dan ingin ku maki dirimu
Sepuas hatiku
Hingga kau menangis tersedu-sedu

Hanya se detik aku berhenti
Apa guna angan picik ini
Akan menambah sakit dan kebencian tak bertepi

Baiknya aku sadari
Lantas pergi saja dari sini
Masih banyak putri yang belum kujumpai
Di seluruh penjuru negeri

Bila setelah membaca puisi ini sakit hati pembaca belum terobati,berarti sakit hati Anda sudah berlanjut ,sebelum akut segera pergi ke dokter cantik dan imut. Terimakasih sahabat puisina +Indira Deasita Luthfiani +Nenden Sekar Arum Nurannisaa +miming WN +lisna monica +Rosalinda Silva Ponce


Saturday, April 19, 2014
AGUS GANTENGSTER

Puisi Renungan : Tetaplah Bersinar, Berlian Edan "Edisi Arjuna Linglung"

Puisi Renungan : Tetaplah Bersinar, Berlian Edan_Banyak sudah kiranya masa yang telah kita lalui,, dari usia kanak-kanak yang demikian manja,, remaja yang begitu angkuh mengecup dunia,, berlanjut dewasa dengan belajar bijaksana,, sampai kemudian tua dan kemudian meregang nyawa. Puisi berikut ini mungkin bisa jadi sedikit renungan untuk pembaca juga saya.. biar baitnya sedikit kaku,, namun, bacalah: __

Ingat, saat muda kau bersinar bagai mentari
Tetaplah bersinar, berlian edan!
kini, ada yang aneh dimatamu seperti lobang hitam angkasa
Tetaplah bersinar, berlian edan!

Kau terjebak di antara masa kanak-kanak dan ketenaran
Di tengah angin membaja ,
kau jadi pusat perhatian juga cemoohan
Orang aneh menjadi legenda, serta martir
Tapi tetaplah bersinar/

Terlalu cepat kau singkap rahasia, lalu sesumbar kepada bulan
Kau takut bayangan di gelap malam, juga takut disorot lampu
Tetaplah bersinar, berlian edan!
kau habiskan ketenaranmu dengan jitu tapi ngawur
kau ikuti hembusan angin membaja
Dan kau pun jadi inspirator, juga visioner
menjadi pelukis,
tukang ngoceh,
dan juga tahanan
Tapi teteplah bersinar!

Kini tak ada yang tahu dimana kau, sedekat apa sejauh mana
kumpulkan terus lembar demi lembar,
pasti aku nanti kan bergabung, dalam kabung

dan kita pun bermimpi
akan gelimang kejayaan masa lalu
sampai kembali berlayar bersama angin membaja
Kau akan kembali seperti bocah. Pemenang yang juga Kalah
Kau jadi penimba kebenaran dan juga ilusi
Tapi ingat, Tetaplah Bersinar


terima kasih untuk sahabat-sahabat puisina +ABU NAWAS +sofian pauran +Ichin Moet +Rochmatul Maulida +Cindia Irani +Putro nugroho +Thalia Ivanka Elizabeth atas kesedian serta kerja samanya.. Semoga sedikit tulisan kita tetap memberi manfaat barang sebiji sawi.
SUFYAN PUISINA

6 puisi aku penjaga kupu-kupu  cintaku "edisi arjuna linglung"


Kasih . . . . . .
selaksa ulat nan cantik
Kasih sayang dan cinta tulus ini
Membuat daku penuh harap dikau
Kan berubah menjadi kupu-kupu
Paling manis di hatiku

Semoga dapat menghibur
Apabila anda suka katakan pada teman anda
Pabila kurang berkenan tolong sampaikan pada Autor

SELAMAT MEMBACA..!

Kasih . . . . . .
selaksa ulat nan cantik
Kasih sayang dan cinta tulus ini
Membuat daku penuh harap dikau
Kan berubah menjadi kupu-kupu
Paling manis di hatiku

Takkan kau sadari
Dengan penuh rasa abadi
Cinta dan sayangku
Kan Menjagamu selalu

Masih ingatkah kasih . . .
Banyak ancaman memburu
Burung liar mengintai
Ingin mematukmu

Dengan paruhnya yang tajam
Kala itu ku Mendekapmu
Penuh rasa cinta
Takkan ku biarkan
Seekorpun mengganggumu

=======================================

Tatkala kau sedang berbaring lemah
Aku selalu hadir
Dengan ciuman indah
Penuh rindu kasih

Mengertikah kupu-kupuku
Aku mau kau menjadi ratu
Di kerajaan hatiku
Sedetikpun tak ku biarkan
Dirimu dalam duka lara

Sewaktu ku menatap mata kecilmu
Detak jantungku berpacu
Hingga darah menggelora
Menggetarkan jiwa

Kepada sang Penguasa Alam
Hamba telah luruh
Mencintainya . . . . .
Dalam kesungguhan jiwaku

Tapi tangan angkuhnya keadaan
membuat diriku
Hidup di tengah padang
Gersang nan tandus

=======================================

Kupu-kupu nan cantik slalu
Masih ingatkah dirimu
Ketika teriakanmu
Menghentikan nafasku

di kau sang Penjaga kedamaian
Tolonglah jiwa raga ini
sedang terancam
Jari-jari kebohongan kembali lagi

Datang menjamah . . . .
dan menipuku . . . . .
begitulah . . . . .
Suara teriakanmu

Jeritanmu teramat mengerikan
Dari taman bunga kembang
Laksana sinar mentari siang
Dengan segenap jiwa

Aku terbang tinggi
Berusaha mengusir takut
Di setiap desir
Dan desah nafasmu

=======================================

Kasih. . . . .
Aku ini hamba dan penjagamu
Dari itu ku datang untukmu
Memberi damai rindu
Dari cinta terdalam di hatiku

Kurasakan hatiku pilu
Tersiksa melihatmu
dalam belenggu
Kulit keras kepompongmu

Pintaku. . . . .
Usah dikau menyalah angin
Apalagi. . . . . .
Menyalahkanku

Karna cangkang yang menyiksamu
Adalah duka dari congkakmu
Pedih dari luka jatuhmu
Tatkala lari mengejar bayangan semu

 
=======================================

Takkan tega pecinta sejati
Melukai hati kekasih diri
Karna ku sangat mencintaimu
Takkan mungkin luka yang ada dari
Sikapku

dan taklain nafsumulah
Yang membawamu berlari
Mengejar luka
Bukan diri ini

Kasih . . . . .
Semestinya kau ingat dulu
Ketika kau kuras air mataku
Hingga meninggalkan bekas
Lebam mata bengkak menghias

Ku ingin jadikan semua ini
Laksana air nan segar alami
Yang memupuk taman bunga berseri
Tempatmu bermain hati

Kini pandanganku . .
Semakin kabur
Saat memandang mentari
Berpamit pulang menyendiri

=======================================

Kasih . . .
Kupupuk rasa cinta ini
Dengan sabar dengan cinta sejati
Mengantar dirimu menjadi bidadari kecil
Kupu-kupu nan indah sekali

Cantik. . . . .
Sayapmu indah berwarna
Ibarat lukisan Dewa asmara
Setiap saat membuat pandangan jadi
Silau ingin membelai

Gambaran merdu suaramu sayang
Bak denting kecapi dewi cinta
Di terang cahaya rembulan
Yang sanggup membuai
Menghanyutkan jiwa menuju damai

Kelopak indah matamu
Sangat bening selaksa cahaya ranu
Tatapanmu sanggup menerangi
Kalbu jiwa kelabu nan sunyi

Kupu-kupuku sungguh cantik jelita
Mau diri ini terbang melayang
Indah di taman bunga sari
Bersama awan kita berseri

Cindia Irani

Puisi Kami Pasti Merdeka

Hei Serdadu!!
Kami tak takut
Hadapi kami

Senjata kami tak punya
Mobil besi kami juga tak punya
Hanya tekad kepunyaan kami
Semangat patriotisme dan nasionalisme

Kami tak kenal cedera
Sigap dan tangkas
Sekalipun darah tlah bercucuran

Begini lah zaman tertindas
Tapi tetap tekad kami
Kami akan satukan bangsa kami
Kami pasti merdeka

Puisi Terbaru
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved