Cerpen

Recent Post

Friday, April 17, 2015
Sri Widiya Ningsih

"Demi Kemenangan" oleh Sri Widiya Ningsih

Hallo sahabat puisina :-)
Berbicara tentang kejujuran, masih adakah orang yang berusaha jujur di tengah kehidupan jaman sekarang?
Mungkin jarang. Tapi semoga kita termasuk.. :-)
puisi ini sekedar gambaran akan sulitnya mempertahankan kejujuran.
selamat membaca....



   Demi Kemenagan

suara pilu berdengung
membisik, membujuk
membuka jalan pintas yang tak pantas
katanya yang penting menang, terpandang
tak peduli salah daripada kalah

suaranya masuk telinga,
merasuk dalam jiwa
tertanam membuat hati tak tentram

suara itu berdesis
tawarkan cara praktis dengan gratis
katanya yang lain ikut beserta
tinggal dua, tiga yang menutup telinga

karna takut, ada yang terhasut
mentalnya mendadak ciut
bungkam nurani yang teriak menolak
lupakan ajaran demi kemenangan
.
#Jika orang jujur sudah jarang, maka betapa berharganya menjadi orang yang jujur. Karena itu akan membuat kamu berbeda :-)
sriwidiyan13@gmail.com

Saturday, April 11, 2015
ROCHMATUL HIDAYAH

Puisi Hari Kopassus 16 April

Puisi memperingati hari Kopassus (Komando Pasukan Khusus) Tanggal 16 April. Jangan terlalu serius, berikut puisi kisah cinta tentang Kopassus. Sekedar untuk hiburan sekaligus partisipan meramaikan hari penting Nasional. Kalo bukan kita siapa lagi. Selamat membaca.

I Love You Kopassus

Kopassus oh kopassus
Jasamu besar tiada tertebus
Andai jodohku kopassus

Pucuk dicinta ulam tiba
Cinta sejatiku mulai bersemi
Sejak pandangan pertama di warung mini

Kata orang kamu Kopassus
Keren namamu
Keren tampangmu
Bikin merinding kudukku

Berangkat Petang pulang subuh
Tiap hari kau begitu
Ku amati setiap waktu
Betapa giat kau dengan tugasmu
Sungguh pria idamanku

Terbayang menyanding pria bergelar
Betapa hati berbinar
Namun lamunan segera bubar
Mengapa kamu ditenteng petugas keamanan

Oh sialan…
Ternyata kau kopassus gadungan
Bukan komando pasukan Khusus
Melainkan Komplotan Manusia Berkasus
Cinta sejatinya panding dulu wus

Thursday, March 05, 2015
ABU NAWAS

Saat Ku Termenung

Ku lihat gunung di sana
Hitam abu abu di selimuti awan
Ku lihat langit dan awan
Kokok ayam kicauan burung
Duduk di depan jendela.

Dengan sepasang mata
Pemberian yang maha kuasa
Aku bisa menikmati pemandangan yang ada
Hitam putih hijau biru dan warna lainya
Aku bahagia aku bahagia...

Sepasang telinga...
Ku bisa mendengar nyanyian
Ku bisa tahu saat orang memanggilku
Ku juga dengar merdunya suara suara burung

Oh maha kuasa maha indah
Maha segalanya...
Ka jadikan aku sebagai manusia
Oh tuhan
Oh Allah
Oh sang maha pencipta
Entah bagaimana aku menyebutnya
Terimakasih
Terimakasih
Terimakasih...
Terimakasih...
Wednesday, March 04, 2015
Puisi Hari Wanita Internasional

Puisi Hari Wanita Internasional

Puisi Hari Wanita Internasional

Puisi hari wanita Internasional untuk memperingati hari wanita/ perempuan Internasional tanggal 8 Maret. Selamat membaca, semoga terhibur.

Aku seorang wanita
Hanya seorang wanita
Tercipta dari tulang rusuk sang Adam
Dengan kokohku, ku jaga kalbu Adam
Aku amat dekat dengan jantung
Tempat dimana semua kehidupan dimulai

Namun tak jarang ku disiakan
Kala itu kaumku tak berharga
Namun hal itu buatku lebih tegar
Buatku siap lalui kehidupan dan menerjang
Bukan tuk lampaui sang Adam
Hanya kesetaraan agar ku seimbang
Karna aku bagian dari kehidupan
Karna takdirku tuk dampingi sang Adam
Dan melahirkan generasi pengisi kehidupan

Karna aku seorang wanita
Hanya seorang wanita
Pelaku sejarah
Sama seperti lainnya

Oleh: Rochmatul Hidayah
Monday, March 02, 2015
ABU NAWAS

Ahok Vs Dprd

Zul makzul makzul makzulkan
Kata lama yang sering terngiang
Sering di tulis dan di baca di koran
Di media Internet radio dan televisi

Entah barang basi atau sensasi
Kata zul makzul makzul melulu
Bukan malah kerja bagaimana cara memperbaiki
Zul makzul makzul makzulkan

Getu terus yang di kumandangkan
Apa yang di cari sebenarnya
Kenapa Dpr dengan pemimpin kok ga akur
Ini ada apa ?

Zul makzul makzul makzulkan
Musim hujan banjirpun datang
Gelandangan masih kelaparan
Perekonomian masih tidak karuan

Masih juga ada zul makzul makzulan
Sementara pendidikan berantakan
Tetangga sebelah sudah bisa ke angkasa
Membuat internet menguasai dunia

Di sini masih ribut ...
Zul makzul makzul makzulkan
Tradisi jahiliyah berebut kekuasaan
Atas nama apa dan untuk siapa

Dikit dikit makzulkan
Senggol dikit lengserkan
Zul makzul makzul makzulkan
Omong kosong tentang kebenaran...


Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved