ABU NAWAS

PUISI ROMANTIS BIKIN MENDESIS

Senyum-senyum sendiri duduk di kursi di temani rokok dan kopi . Tidak patah hati tapi rasanya kok sepi , tidak enak saja kalau hidup begini , dunia yang harusnya indah kok kaya kena musibah , mending aku berimaginasi tentang keromantisan hidup , keharmonisan cinta kasih dengan seorang bidadari dan aku malaikatnya....

Tajam sorot matamu Tikam Jiwakku..
Memanggilku  untuk sentuh hidungmu yang imut..
Menggerakan bibiru untuk segera merapatkan sesuatu yang ternganga...
Bibir Goa dengan batu gantung putih yang di huni ular pencicip rasa...
 Teratup , terjepit tapi tak sakit
Tertekan tertahan tapi mengasyikan..
Dua ular becanda di dalam goa...
Di iringi nafas sebagai musiknya....

Merasa tak nyaman...
Posisi mengambang...
Tangan tak bisa diam...
Ingin ikut merayakan pesta dansa ular rasa..
Di pinggang mirip gitar , dia mendarat...
memberi bantuan berupa tekanan...supaya semakin merapat..

Ular manja menutup goa..
Mendongak ke atas tanpa membuka mata...
Ular jantan penasaran...
Tak boleh masuk goa...
Dia menyantap leher...


wis ga kuat nerusne.... liyo dino ae...
Kwakakakakakakakakakaka