Monday, February 3, 2014

3 PUISI ANAK YATIM PIATU MENGHARUKAN

Label: ABUNAWAS, Kata Cinta, Puisi Ayah, Puisi Religi, Puisi Sedih

ABU NAWAS Puisi berjudul "3 PUISI ANAK YATIM PIATU MENGHARUKAN"

Berikut ini ada 3 puisi anak yatim piatu yang mengharukan , puisi ini mengisahkan tentang hidu...

Baca Selengkapnya
Anda Senang sampaikan pada teman Jika tidak sampaikan pada Author : ABU NAWAS

3 PUISI ANAK YATIM PIATU MENGHARUKAN
Berikut ini ada 3 puisi anak yatim piatu yang mengharukan , puisi ini mengisahkan tentang hidup seorang anak yati piatu yang sudah tidak ber ayah dan tidak beribu . mudah mudahan puisi ini bisa di jadikan bahan renungan hingga kita bisa memberikan sedikit bantuan pada anak yatim yang membutuhkan . Dan supaya kita bisa bersyukur ketika kita masih punya ayah dan ibu , menambah rasa cinta dan patuh kita ke orang tua . berikut ini Puisi anak yatim piatu yang saya maksud.

Pada ilalang gersang tandus berdebu
Hatiku gemetar mendengar jeritanmu
Ratapan seorang anak yatim piatu
Yang tidak berbapak dan tak beribu

Tabah dan sabarlah menjalani kehidupanmu
Hanya sepapar doa yang ingin aku sampaikan
Sebagai rasa kemanusiaan dan kesolidaritasan
Yang di anjurakan oleh Allah dan Rasulnya
Seperti yang tersirat dalam alqur'an

Bapak
Aku masih teringat dan terkenang dengan nasehatmu
Bapak
Aku masih terngiang tawa candamu
Emak...
Aku masih mengenang kasih sayangmu
Emak
Aku selalu rindu bimbinganmu
Ingin selalu di sisimu selalu

Tapi apa daya
Hanya bersandang do'a dan do'a
Bapak.... emak...
Sauatu saat nanti aku ingin bersamamu
Tertawa, canda, bahagia , bersama seperti dulu
Tapi entak kapan semua jadi kenyataan
Hanya bisa berharap
Semoga kita bisa berkumpul kelak
Kelak di akherat sana
Ku hanya bisa pasrah dan ikhlas
Kepada sang Maha Pencipta ... Amin....



Advertisement

2 komentar:

  1. Rinduku kini telah tiba menjelang malam

    Seorang anak yatim merindukan ayahnya

    aku merindukan bertatap muka dengan nya

    dan setiap hari aku selalu saja begini



    Rinduku telah tiba menjelang tidur

    Lalu Aku kembali bertanya pada diri

    Kenapa aku dibiarkan tidur sendiri saja

    Padahal aku ingin berbagi cerita



    Selalu saja aku rasakan sendiri tanpa tempat untuk berbagi

    Tempat tidur yang sepi tanpa cinta dan kasih sayang ayah

    Selimut yang dingin tanpa kata-kata

    Bantal dan guling tak bisa bicara

    Ayah malam ini aku lihat semua tentang mu …. Aku rindu masa dulu



    Aku lihat bukan di sela jendela

    Aku lihat bulan begitu indahnya

    Aku bayangkan andai bulan adalah Ayah

    pasti aku akan selalu menenti malam, tersenyum se akan ayah ada



    Pastilah aku tidak sendiri jelang tidur ini, tidaklah merasa sendiri sepi

    Pastilah kita terus berbagi, bercerita hingga aku terlelap

    Pastilah kita saling memeluk mesra, hingga kehangatan selalau ada

    Pastilah kita saling mencium penuh cinta, sehingga kasih sayang selalu terasa



    Ayah kini aku telah beranjak dewasa

    mungkin akan merayap sebuah keluarga kecil

    Lalu biarlah aku menjadi seperti ayah dulu

    Berjuang demi keluarga, sakit dan perih tidak ayah rasa demi kami



    Ayah jangan pernah berhenti menyayangiku

    Karna putra kecilmu dulu kini sudah dewasa

    mengerti arti dari kesabaran dan rasa bersyukur yang ayah ajarkan dulu kepada ku

    aku tidak akan lupa dengan semua didikanmu

    terimakasih guru terhebat… aku akan berjuang sepertimu dulu :)



    Tapi aku tetep sendiri

    Tak bisa bicara tak dapat bercerita

    Tak bisa mengungkapkan suka

    Tak bisa juga menangis karena duka



    ayah terlalu cepat pergi, sebelum aku membanggakan

    Tapi ini adalah jalan ALLAH

    ini kenyataan hidup yang harus aku terima

    karna ALLAH menginginkan aku tumbuh menjadi pribadi yang mandiri…



    Ayah … Semoga do’aku bisa meringankan mu

    Semoga do’aku bisa melapangkan

    Semoga aku termasuk anak sholeh untuk mu

    Semoga aku bisa lebih kuat dari ini …

    ReplyDelete
  2. Mantap puisinya, sangat mengharukan.

    Salam sukses selalu...

    ReplyDelete

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

20 Puisi Terbaru
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved