ABU NAWAS

Putri Mungil Dan Pangeran Dekil ." Arjuna Linglung "

Putri Mungil Dan Pangeran Dekil . entah ini halusinasi atau mimpi , kisah ini terjadi pada tanggal 25 desember 2013 . Tidak jauh dengan puisi atau sajak berjudul  Gadis Di Puncak Bukit " Bidadari Bingung ". Pelakunya sama , cuma kisah dan lokasinya yang berbeda .

Putri Mungil Dan Pangeran Dekil ." Arjuna Linglung "

Suasana sedih menyelimuti perjalanan sang pangeran .
Berjuang untuk menjalankan tugas yang di emban
Jauh dia berjalan melewati jalan berliku berbukit penuh batu .
Hujan , Siang Malam dia lewati penuh semangat dan tanggung jawab.
Tidak kenal menyerah , dan selalu yakin dengan apa yang di lakukan .

Pangeran hebat , berjalan tanpa di iringi prajurit
Perjuangan tanpa ada saudara , teman atau sahabat .
Ini tanggung jawab pribadi yang harus di selesaikan sendiri .
Tidak perlu orang tahu dan tidak perlu orang yang mengerti .
Jika harus di lakukan sendiri maka harus siap dengan berbagai konsekuensi .

99 Gunung 360 Tikungan berhasil di lalui .
5 kerajaan berhasil di taklukan .
Tinggal beberapa langkah saja semuanya selesai .
Dan dia bisa pulang kembali merdeka .

Hati senang , secercah harap ada di depan .
Tinggal beberapa langkah , dia sudah mencapai puncak bukit yang di tuju .
Namun , mendadak sang pangeran jatuh lesu .
Baru sadar bahwa perjalananya selama ini menguras ruang dan waktu .
Pikiran dan tenaga , untuk menundukan gunung gunung itu .

Tidak mau gagal , dia berusaha terus merangkak .
Jatuh tersungkur bangun kembali . Untuk terus berjalan menuju puncak yang tinggal sedikit lagi .
Merangkak sekuat tenaga , sambil menggenggam tanggung jawabnya .
Tetap semangat , walau kaki sudah tidak ada daya untuk bergerak .
Tetap maju , walau sekujur tubuh tidak ada tenaga lagi .
Yang di punya hanya sepasang untuk melihat jalan .
Sepasang tangan , untuk berjalan walau pelan .
Dan sebuah semangat berkobar , untuk sampai tujuan .

Pingsan bangun lagi dan jalan lagi .
Sesekali posisinya merosot , dan bangkit lagi .
Tak kenal menyerah , tidak kenal putus asa .
Tidak meminta pertolongan juga tidak mengeluh dengan keadaan .

Tetap semangat ...
Walau perjuangan berat dengan hasil tidak seberapa .
Hingga akhirnya , tanganya ikut tidak punya tenaga .
Yang ada sebuah mata dan tubuh yang mengeliat .
Bergerak gerak ingin terus maju .

Di tengah perjuangan yang berat .
Datang seorang putri sedang bermain di jalan .
Sang putri merasa kasihan , melihat pangeran tersungkur .
Tidak pingsan , namun keadaan tidak memungkinkan dia berjalan .

Sang putri mendekati sang pangeran .
Di pegang tanganya sambil di tanya .
Kamu mau kemana ?
Aku mau menemui seseorang , rumahnya di sana , apakah kamu mengenalnya ?
Putri menjawab ?
Iya aku tahu rumahnya . kamu mau kesana .
Iya saya mau kesana , untuk menyampaikan sebuah pesan .
Putri , kalau getu kamu aku bantu kesana ?
Sang pangeran sudah tidak mampu bicara , hanya matanya saja .
Memandang ke depan , menuju tempat yang di tuju.

Putri memapah pengeran semampunya .
Dia pegang tangan dan pundaknya.
Di angkat setengah di seret , sang putri berjuang .
Membawa pangeran ke arah tujuan .

Waktu terus berjalan , putri membawa pangeran .
Tidak berapa akhirnya sampai tempat tujuan .
Putri bercerita tentang kejadian kepada pemilik tempat secukupnya .
Pemilik tempat , mengambil pesan yang di bawa pangeran .
Merasa paham dengan isi pesan , pemilik tempat menyuruh petugas untuk memindahkan pangeran ke ruangan khusus .
Dan mempersilahkan sang putri untuk menikmati keadaan di sekitar .

Pangeran tersadar...
Merasa tugasnya sudah selesai , dia ingin pamitan .
Badanya yang dulu lesu sekarang kembali bugar .
Wajahnya yang dulu dekil berdebu , sekarang sudah menjadi tanpan gagah perkasa .

Saat pangeran pamitan ...
Sang pemilik rumah , mempersilahkan , di tambah beberapa nasehat dan saran .
Sang putri yang tercatat memiliki jasa , dapat penghargaan dari pemilik rumah .
Apakah dia ingin tinggal di rumah sini atau ikut perjalanan dengan pangeran .

Sang putri ternyata memilih ikut sang pangeran .
Ikut menemani perjalanan panjang .
Sang putri tidak terlena dengan kenikmatan yang ada .
Tidak tertarik dengan kemewahan yang di berikan .

Mereka berdua pamitan ...
Sang pemilik memberi restu dan bekal .
Mereka berdua memulai perjalanan .
Suasanaya menyenangkan , putri manja tapi membahagiakan .
Pangeran senang , karena tidak sendirian .
Sejak itu pejalanan menjadi perjalanan bahagia pertama dan selamanya .