PUISI MALAM CAHAYA UNTUK IRANI

PUISI MALAM CAHAYA UNTUK IRANI Label: Agus Santuso, Cindia Irani, Kata Cinta, Puisi Cinta, Puisi Gombal, Puisi Hiburan, Puisi Romantis

PUISI MALAM CAHAYA UNTUK IRANI- Puisi ini masih bertemakan cinta, biar malam cahaya tetap benderang sampai esok hari. Pembaca puisina, ini b...

PUISI MALAM CAHAYA UNTUK IRANI- Puisi ini masih bertemakan cinta, biar malam cahaya tetap benderang sampai esok hari. Pembaca puisina, ini bukan sekedar ungkapan rayuan atau pun kata-kata cinta semata, melainkan beberapa kalimat yang saya susun dengan keadaan sadar sebagai manusia yang ingin menulis, agar ganjalan pikiran ini tidak terlalu lama membeku sampai kemudian menyampah, okeh? .
Mengenai judul diatas yang memakai nama irani,, iya itu irani,, gadis cuek, nggak ada kegiatan selain nonton tivi, setiap kali saya kirim pesan 'lagi ngapain?' nggak ada greget ngapa-ngapain, sampai saya geregetan kirimi puisi.
selamat membaca dan selamat istirahat, cahaya!


malam cahaya,
aku tak pernah tahu,
apa rasa yang tengah menghinggap kini,
seperti purnama tanpa kabut
begitu benderang, membentuk cincin cahaya.

berbalik arah mencari,
mungkin ada sesuatu yang tercecer,
tidak ada, semuanya masih lengkap.
dari kening, lingkar alismu,
hidung
bahkan di senyum ke dahimu
yang masih sama seperti lentera penghujan,

bukan, bukan itu percik yang tersesat
saya masih kenal kilaunya
saya masih merasakan degupnya
dan saya masih mampu menulis untukmu

aku kembali berjalan
mungkin peristiwa didepan akan mengingatkannya,
dan ternyata memang benar,
disitulah aku kembali menemukannya.,
percik cahaya cinta untukmu,

irani,,
ini seperti kemarin
semua puisiku kau jawab dengan datar,
"iya,,,
"bagus banget_
"bisa aja,,

tak apa, iya memang begitulah adanya kesederhanaan cinta
dan sekian kalinya,, puisi ini untukmu
"mungkin aku akan melihatmu malam ini
"mungkin aku akan melihatmu malam ini
"kemanapun malam akan membawamu,
mungkin kau akan melihatku disitu"
"mungkin dingin akan menghasut, dan kamu tidak akan melihatku lagi"
"tapi percayalah, masih ada kesempatan untukku,
berjalan mengetuk pintu hatimu"



demikian puisi ini dituliskan, semoga rabu besok tambah semangat sampai senja kalang kabut tanpa pelangi. iya tanpa pelangi, soalnya nggak ada acara hujan sorenya itu,, hahahahha
salam puisina,, +Sri Wiyatno +Fitriyani Yani +Nao Mei +fafa khembanggoulha +RIKI KIE +Liez chelzy +novaliana pertiwi
salam kenal dari puisina,