
PUISI MUHASABAH DIRI CUMA BERTAHAN SEDETIK
AGUS GANTENGSTERS
Rabu, Maret 19, 2014
Agus Santuso,
Puisi Muhasabah,
Puisi Renungan,
Silvia Kresna
Edit
PUISI MUHASABAH DIRI CUMA BERTAHAN SEDETIK_Puisi muhasabah diri sebagai langkah kecil membentuk pribadi demi memiliki peran yang lebih bermakna pada perjalanan hidup. Puisi ini sangat pas dijadikan sajak renungan untuk acara kepramukaan misalnya, atau bisa juga mengobati gundah gulana nya hati. Sehingga kita lebih siap menyambut kebahagiaan yang hakiki, selamat membaca.,
Cengkeramaku pada Tuhan semalam agaknya tak menertap lama.
entah nafas di hati sudah terlalu meraja lela,
atau sifat manusia akhir zaman yang terlampu mendarah jiwa.
Advertisement
iri hati serta dengki kerap sekali menggerogoti
meremehkan manusia jangan ditanya lagi,
makin lama makin tak mengerti
muhasabah diri cuma bertahan sedetik.
tak pernah sedikitpun menetap dan menitik.
kian hari kian heran.
hidup tak tau arah dan tujuan.
bimbang hati kerap datang
syirik dan musrik kian menantang
makin hari jaman makin tak karuan
aku malah jadi salah satu pengikut setan.
usaha ku jauhi mazmumahnitas tak bisa-bisa.
kembang jaman makin menggurita.
pemaham agama tak bisa lagi dipercaya.
lama-lama aku kecewa.
aku mengeluhi diriku
mengeluhi sikap bodohku.
mengeluhi angkuh dan congkaknya aku.
mengeluhi ketidakmampuanku
mengeluhi ketidaksanggupanku
kiranya.
"Maha Besar Tuhan dengan segala FirmanNya"
By : Silvia Kresna
salam puisina untuk +Fitri Ayu Putri Setiawati +Anette Go +Qirey Shelomitha +Liez chelzy
Related Posts :
sajak mimpi kukancingkan,mimpi-mimpiku diangkasabiar tak hujanbiar tak luruh seketikakuberi ia lampu bohlam,biar terangbiar hangat suka citakualaskan,ka… Read More...
Sajak Kekasih - 1entah hulu atau hilir yang salah kenapa muara tak asin jua rasanya bagai menumpukan ecap rasa dua alir bersatu pada akhirnya Ah ... payaunya… Read More...
Harga Diri, KatanyaMau kau jual berapa, mau kau tawar berapa, jiwa musnah seketika tak ubahnya sandal jepit murahan yang diobral dikaki lima, rupamu aku berkat… Read More...
Ini Sentilanhei kawan, mari dengar celotehku yang sedikit kasar lagi tega hati aku tak peduli buat siapa kau menulis puisi menyampah curahan isi hati ci… Read More...
musimmusim ini musim tak musim, kekasih sakura ranggas didahannya tiada lagi cinta tiada lagi rindu cuma tetes-tetes angan yang kian membeku buk… Read More...