puisi horor : JERITAN RUMAH TUA
aku berjinjit, memalingkan tolehku kesegala arah.
rumah tua, menyimpan banyak perkara.
kulangkahkan kaki kananku.
wangi melati menyeruak menyentuh hidu ku.
"camelia..camelia..camelia.."
namanya ku panggil kali tiga.
sosok tubuh berjalan lunglai.
rambut panjang terberai..
camelia..gadis tanpa muka.
mencoretkan derita dengan tinta.
tinta darah para pembunuhnya.
camelia terduduk dalam tunduk.
meracau dalam bisik-bisik busuk.
bagai mantra mandraguna.
kau bisa tuli seketika.
ku coba membaca.
alur kalimat berantakan.
tragedi mati camelia.
buka sekadar kecelakaan.
rumah tua, menyimpan banyak perkara.
kulangkahkan kaki kananku.
wangi melati menyeruak menyentuh hidu ku.
Advertisement
namanya ku panggil kali tiga.
sosok tubuh berjalan lunglai.
rambut panjang terberai..
camelia..gadis tanpa muka.
mencoretkan derita dengan tinta.
tinta darah para pembunuhnya.
camelia terduduk dalam tunduk.
meracau dalam bisik-bisik busuk.
bagai mantra mandraguna.
kau bisa tuli seketika.
ku coba membaca.
alur kalimat berantakan.
tragedi mati camelia.
buka sekadar kecelakaan.
Related Posts :
puisi rindu buat mas dalang : Kemana Lagi Sajak Buatku.entah kenapa hari ini begitu suram. langit berubah sangat kelam. apa karena tak ada lagi sajak buatku. atau memang cuaca yang begitu. aku ri… Read More...
puisi edisi arjuna linglung : KAN KUDAKI GUNUNG YANG BERLARIberhubung diminta buat ikutan tak coba juga ah, bikin puisi mengenai arjuna linglung ini. ya.. semoga nyambung lah ya. :D "KAN KUDAKI GUNUN… Read More...
puisi kemanusiaan : JANGAN LAGI TADAHKAN TANGANMU. gak sengaja tadi baca berita di koran online soal seorang nenek yang ngemis buat ngasih makan anaknya yang cacat mental dan cucunya yg… Read More...
puisi cinta : "SAANS" bukannya puisi sih, mungkin ini sejenis apa ya,, mmhh..adopsi lirik. suka aja sih sama lagu ini. maknanya dalam. hihihi.. gara gara nonton f… Read More...
puisi cinta : Kau, Aku, dan Dia.Dia memelukmu. Merangkulmu dengan segenap tenaganya. Aku cuma bisa terpaku. Menatap lengkungan manja Dia. Kau cuma bisa pasrah. Lenguh engga… Read More...