ABU NAWAS

PUISI RENUNGAN TOH AKHIRNYA MATI JUGA " Edisi Arjuna Linglung "

Puisi terakhir Renungan untuk malam ini , sebelum memejamkan mata , sebelum merebahkan badan dan sebelum aku hilang ingatan , ada baiknya meditasi ringan berupa perenungan diri . betapapun suatu saat kita akan mati seperti halnya tidur yang aku jalani ini nanti . saat itu aku tiada upaya apakah aku bisa bangun lagi dengan selamat dari dunia mimpi atau akan berlanjut ke mimpi panjang yang biasa di sebut kematian . maaf semua , mungkin malam ini aku harus akhiri puisi ini ..... sampai jumpa lagi .
Siapa yang pedrduli
Ketika senja telah memerah
Hingga akhirnya perlahan-lahan sirna
Menyimpan hari yang terlewati menjadi sebuah cerita

Siapa yang perduli
Ketika kaki tua dan renta
Berjalan sendiri melewati sebidang tanah sawah
Menuju singgasana tempat tubuh melepas lelah

Dulu dia muda dan gagah
Dengan tanganya dia menggenggam dunia
Dengan kakinya dia berlari
Dengan senyumnya dia menepis panasnya mentari

Tapi kini
Dia hanya menunggiu senja
Dengan perlahan dia mengayunkan tangan tuanya
Dengan senyumnya dia menunggu seneja memerah dan akhirnya sirna
Siapakah yang perduli ?