AGUS GANTENGSTERS

PUISI KESEDIHAN : GERIMIS DIPELUPUK MATA

PUISI KESEDIHAN : GERIMIS DIPELUPUK MATA_ Puisi galau sedih edisi Puisina, puisi kiriman saudari Puisina dari Padang yang maknyus ala rendang. Seperti puisi berikut ini yang bagus dibaca bagi pembaca puisina yang dirundung galau/sedih agar kesedihan tidak melulu menjadi air mata namun lebih dari sembab, kesedihan menjadi sebuah karya puisi yang menawan semanis senyuman. selamat membaca..


entah, bagaimana pula hendak ku awal sajakku.
emosi menggebu bagai lebah penyengat yang menggeru.
ku jumpai kau lagi.
PUISI KESEDIHAN : GERIMIS DIPELUPUK MATAsaat cinta dan rindu mulai menjauhi.
 
kecamuk rasa bagai badai dilaut lepas.
membolak-balik lagi ingatan yang dulu kandas.
aku mencintaimu (lagi).
aku merinduimu (lagi).
 
tidak,,
tidak mungkin,,
hati sudah terkelakari.
cinta ini sudah tak sama lagi.
tapi..aku merindui kau.
suara parau.
dalam lenguh berisik kunang-kunang.
ditengah malam tenang.
 
ini cinta?
apa benar ini cinta?
ketika aku menggenggam tangannya tapi aku merinduimu.
ini cinta? bukan..
ini lebih dari cinta.
 
gerimis dipelupuk mata.
hujan menggenang diantaranya.
rasa menyiksa.
antara enggan dan iya kata.
 
ku sorakkan.
dalam hening ditenggorokkan.
Tuhan...!!!!
cinta ini salah..
rindu ini salah..
tapi tak dengan rasaku!!!!
menggerutu dalam do'a.
 
ingin ku peluk.
tubuh tegap di pelupuk.
tapi, genggamku merutuk.
"kau wanita berhati bisa.
menggenggam tangannya,
memeluk yang bukan dia".
 
lagi.
putuskan.
rasaku mati.
atau matiku rasa.
 
gerimis dipelupuk mata.
hujan menggenang diantaranya.
ku berhenti disini.

by ; Silvia Kresna