Saturday, May 03, 2014

Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014

AGUS GANTENGSTERS Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014

Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014_Selamat pagi pembaca puisina,, yang makin hari belajar sahaja t...

Baca Selengkapnya
Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014_Selamat pagi pembaca puisina,, yang makin hari belajar sahaja tanpa laku manja serta tak terlampau menuruti ego tentunya. Puisi berikut ini sedikit saya rangkai untuk belajar memahami lingkungan sekitar, terutama yang profesi sebagai petani. Mungkin banyak kalimat yang kurang sempurna jika puisi ini dimaksudkan untuk mendaftar ke lomba, namun setidaknya ada semangatku untuk tetap berkarya dan belajar menulis untuk para pembaca dengan sepantasnya.. Puisi Petani Pesan Dari Sebutir Nasi Untuk Presiden RI 2014., tolong diberi kritikan untuk puisi yang lebih baik ke depan. Selamat membaca,,

Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014


Kepada Presiden RI 2014 nanti
seyogyanya yang kujunjung dan kutaati
kutuliskan suara hati menjadi puisi
pesan petani dari sebutir padi

Bapak Presiden NKRI
telah lama ku olah tanah subur ibu pertiwi
mulai moyangku hingga anak cucuku
dengan segenap syukur mengendut tubuhku

mulai awal pagi kusanggulkan cangkul
hingga siang, luh meratap ke dengkul
memulang senja menumbuk untuk isi wakul
biar malam cukup hangat untuk berkumpul

dari gubuk kecil atap jerami
kutoreh satu mimpi
mimpi juga pesan dari sebutir padi
yang disemai hingga dilahap tanaknya nasi

satu pesan lewat khusuk tunduk padi
dan walau generasi tak mau bertani
"cukupkan sebutir nasi untuk ikut sarapan dari jerih kami
"agar matiku sesahaja padi menunduk karena berisi

Salam sejahtera dari puisina,, kepada +sutardi tardi +putry ayu Garcia +ahmad supriyanto +dahlan oke +joko ardianto +Alang Alang Kumitir +Nao Mei +sapta budiono bagaimana tentang puisinya mas / mbak,, tolong beri masukan.


Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 1
Comments
0 Comments
Komentar
Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved