Tampilkan postingan dengan label Puisi Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Pekerjaan. Tampilkan semua postingan
Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014

Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014

Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014_Selamat pagi pembaca puisina,, yang makin hari belajar sahaja tanpa laku manja serta tak terlampau menuruti ego tentunya. Puisi berikut ini sedikit saya rangkai untuk belajar memahami lingkungan sekitar, terutama yang profesi sebagai petani. Mungkin banyak kalimat yang kurang sempurna jika puisi ini dimaksudkan untuk mendaftar ke lomba, namun setidaknya ada semangatku untuk tetap berkarya dan belajar menulis untuk para pembaca dengan sepantasnya.. Puisi Petani Pesan Dari Sebutir Nasi Untuk Presiden RI 2014., tolong diberi kritikan untuk puisi yang lebih baik ke depan. Selamat membaca,,

Puisi Petani Untuk Presiden RI 2014


Kepada Presiden RI 2014 nanti
seyogyanya yang kujunjung dan kutaati
kutuliskan suara hati menjadi puisi
pesan petani dari sebutir padi

Bapak Presiden NKRI
telah lama ku olah tanah subur ibu pertiwi
mulai moyangku hingga anak cucuku
dengan segenap syukur mengendut tubuhku

mulai awal pagi kusanggulkan cangkul
hingga siang, luh meratap ke dengkul
memulang senja menumbuk untuk isi wakul
biar malam cukup hangat untuk berkumpul

dari gubuk kecil atap jerami
kutoreh satu mimpi
mimpi juga pesan dari sebutir padi
yang disemai hingga dilahap tanaknya nasi

satu pesan lewat khusuk tunduk padi
dan walau generasi tak mau bertani
"cukupkan sebutir nasi untuk ikut sarapan dari jerih kami
"agar matiku sesahaja padi menunduk karena berisi

Salam sejahtera dari puisina,, kepada +sutardi tardi +putry ayu Garcia +ahmad supriyanto +dahlan oke +joko ardianto +Alang Alang Kumitir +Nao Mei +sapta budiono bagaimana tentang puisinya mas / mbak,, tolong beri masukan.
Read More
AGUS GANTENGSTERS

Puisi Pekerjaan : Saya Adalah Pedagang

Saya Adalah Pedagang - Selamat siang pembaca puisina, matahari tersenyum sedikit terik hari ini. Tetap bersyukur karena ia sedang menyalurkan energi agar kau tak gerutui lelah hati, Dan puisi pedagang ini adalah sedikit sapa juga penyemangat serta ucapan terima kasih untuk para kurir penghantar kelengkapan kebutuhan baik sandang, pangan, maupun papan yang mereka adalah Pedagang. Selamat membaca..

Dari desa sederhana
menuju hiruk ramai kota
fajar menyibak awan dikaki langit
Sahaja sesederhananya fitrah manusia
yang tetap bekerja dalam sadar Dan kadar dewasanya

Dan saya adalah pedagang
Bukan ksatria atau pangeran berpedang

menyusuri jalanan dengan saling sapa pertemanan
Juga meniti jejak rizki
untuk kebutuhan serta jalan pengabdian
kepada tuhan

saya adalah pedagang
Bukan ajudan berwajah garang,

yang menyepakati harga dengan saling menguntungkan
tanpa ada secuil pun paksaan

Saya adalah pedagang
bukan penyemai kemamangan

memberi penawaran
dengan sebaiknya pengadaan
apa adanya,
tanpa perlu dilebih-lebihkan

Dan saya adalah pedagang
Bukan semak penumbuk inang,

Dari sapa sederhana,
menjadi pengesahan
lewat jabat tangan
Dan kejujur bersamaan menjadi utuh pamit dengan senyuman

Sehingga esok,
kita bersua lagi dengan beberapa imbuhan tema,
saling berbagi cerita dari derai jiwa
untuk senja
berpulang bahagia
sesahajanya kantong lega

Read More