ABU NAWAS

PERANG PUISI POLITIK 2014 "RAISOPOPO"

Puisi Waketum Gerindra "Raisopopo" , pemilu tahun 2014 ini berbeda dengan pemilu yang sudah-sudah , pada tahun 2014 ini perang puisi seolah menjadi media pertempuran untuk meraih simpati . Tak ayal membuat puisi seakan menjadii "tradisi" Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra ) Fadli Zon dalam berpolitik . Kali ini ia membuat puisi berjudul "Raisopopo" , sekilas mirip dengan istilah"Rapopo" yang lagi populer di jagat may .
Jakarta ,Rabu (16/4/2014), Dalam konfrensi oers di kantor DPP Gerindra ,Fadli membacakan sebuah puisi.Dalam konfrensi itu juga ,Fadli menyampaikan tentang langkah-langkah yang di lakukan Gerindra dalam membangun Koalisi dengan partai lain.

Awalnya, Fadli enggan mebacakan puisi tersebut dan membagikan salinan lirik kepada wartawan " Ah nanti ribut lagii" katanya. Namun,wartawan terus memintanya membacakan puisi . Fadli akhirnya membacakan puisi tersebut." Di diktekan dari atas," kata Fadli tentang sumber inspirasi puisi tersebut . Berikut isi puisi tersebut .
Raisopopo

Aku raisopopo
Seperti wayang di gerakkan dalang
Cerita sejuat harapan
Menjual mimpi tanpa kenyataan
Berselimut citra fatamorgana
Dan kau terkesima

Aku raisopopo
Menari di gendang tuan
Berjalan di gang hingga comberan
Menabuh genderang blusukan
Kadang menumpang bus karatan
Di antara banjir dan kemacetan
Semua jadi liputan
Menyihir dunia
Dan kau terkesima

Aku raisopopo
Hanya bisa berkata rapopo

Ia tidak menyebutkan siapa yang di maksud dalam puisi itu. Itilah "rapopo" sebelumnya populer di media sosial .Kata yang berarti "Tidak apa-apa" itu kemudian di populerkan lagi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo , yang menjadi bakal calon presiden dari PDI Perjuangan .

Sebelumnya , Fadli pernah membuat puisi berlirik tajam dengan judul "Air Mata Buaya" dan "Sajak Seekor Ikan" . Fadli tidak pernah menyebutkan siapa yang ia singgung dalam puisi tersebut .Publik kemudian menghubungkan isi puisi itu dengan PDI Perjuangan .

Politikus PDI-P ,Fachmi Habcyi ,pernah menanggapiinya dengan puisi berjudul "PemimpiN Tanpa Kuda". Fadli membalasnya dengan puisi berjudul "Sandiwara", yang berisi mengenai seorang pemimpin yang tidak menepati janji. Ini di balas lagi oleh Fachmi melalui puiisi bertajuk "Rempong"

Ketiak di tanya tafsir puisi terbarunya,Fadli hanya tertawa " Masa saya tafsirkan puisi saya sendiri " Katanya .
Sumber : Kompas.com
Advertisement
Advertisement