Dalang Wanataka

Puisi Sedih Sebuah Keluh

Sepanjang jalan yang pernah ku lalui, dari dunia luar sana. Penjara didunia perantauan.

Sebuah Keluh

Berlali tanpa alas kaki
Tersengat matahari
Padang pasir putih
Penglihatan kerlap kerlip mata

Jiwa rusuh
Hitam pekat
Menembus gelap
Keluh datang tiba-tiba
Ketika pasan mengoyak bumi

Pasir menjulang di tengah sawit
Waktu minta pengalaman
Mengapa mengeluh
Tanpa lusuh

Mengapa yang rusuh berlari
Jiwa pasir diminta
Tengelam jiwa
Tiada harapan
yang pasti

By: Dalang Wanataka


Advertisement
Advertisement