Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan
Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD _Puisi berikut ini merupakan wujud penolakan terhadap RUU Pilkada, serta ajakan kepada pembaca mari sama-sama kita lupakan tentang kependukungan atas siapa dan koalisi mana. Dengan kembali bersama sebagai warga negara. Selamat membaca..
Puisi Politik : Menolak RUU Pilkada Oleh DPRD

mereka...!!
adalah Dewan Perwakilan Rakyat
yang dulu
anda gunakan hak pilih anda untuknya
dan anda percaya
Bahwa mereka mampu
membawa kehidupan yang lebih baik
sebagai warga negara

Namun
setelah mereka berada disana
mereka lupakan anda
dengan cara merampas hak demokrasi anda
sehingga anda tak boleh lagi
memilih pemimpin anda

Dan hanya mereka lah
yang boleh menentukan siapa pemimpin bagi anda.
tanpa pertimbangan anda

Terlepas dari sudut pandang mana saja
bisa dikatakan bahwa
orang-orang yang dulu berjasa
telah menghantarkan mereka sampai di atas sana

kini dijadikan ibarat sapi perah!

Dicukupkan makanannya
kemudian diremas keluarkan puan-nya
tanpa pertanggung jawaban akan masa depan-nya.

Rela?

______
Terima kasih dan semoga bermanfaat..
Read More
Puisi Selamat Ulang Tahun Wiji Thukul

Puisi Selamat Ulang Tahun Wiji Thukul

Puisi Selamat Ulang Tahun Wiji Thukul_Puisi berikut ini merupakan salah satu karya Wiji Thukul sebagai seorang pekerja seni juga sebagai aktivis yang lantang membela hak rakyat serta sangat berani menentang kebijakan pemerintah yang mengandung tirani. Puisi Bunga Dan Tembok adalah salah satu puisi karyanya yang banyak diapresiasi oleh berbagai kalangan sebagai wujud penentangannya terhadap ketidak adilan. Selamat ulang tahun kang Wiji.. 
Selamat membaca... 

Puisi Selamat Ulang Tahun Wiji Thukul


seumpama bunga
kami adalah bunga yang
tak kau kehendaki tumbuh
engkau lebih suka membangun rumah
dan merampas tanah

seumpama bunga
kami adalah bunga yang
tak kau kehendaki adanya
engkau lebih suka membangun
jalan raya dan pagar besi

seumpama bunga
kami adalah bunga yang
dirontokkan di bumi kami sendiri

jika kami bunga
engkau adalah tembok
tapi di tubuh tembok itu
telah kami sebar biji-biji

suatu saat kami akan tumbuh bersama
dengan keyakinan : ENGKAU HARUS HANCUR
dalam keyakinan kami
dimanapun - TIRANI HARUS TUMBANG!



Semoga puisi di atas dapat menjadi penyemangat untuk kawula muda khususnya, untuk lebih menumbuhkan kecintaan kepada tanah air. Semoga bermanfaat.,
Read More

Puisi Pilpres "Ini Jagoku Mana Jagomu"

Pilpres semakin dekat
Orang sama sepakat
Mantab pada jagonya yang hebat
Itu sih katanya...

Aku hanya orang desa
Tak paham apa-apa
Saat ditanya "mau pilih siapa?"
Aku hanya bilang "rahasia"

Betapa katroknya aku
Berbekal hp jadul
Kubuka mbah google
"Wikipedia biografi" itu yang ku sentul

Ada dua kandidat
Semua ku baca amat-amat
Aku memang bukan pengamat
Apalagi ahli siasat
Aku hanya pembaca biografi singkat

Aku hanya orang lugu
Tak faham ini dan itu
Namun biografi cukup bagiku
Tuk mengenal siapa calon presidenku

Sekarang silahkan tanya
Siapa jagoku sebenarnya
Takkan kujawab "rahasia"
Karena ku tahu harus pilih siapa

Dia sama denganku
Hanya saja...
Segudang prestasi
Segudang visi misi
Segudang karya nyata
Melahirkan kenyamanan rakyatnya
Itulah bedanya ia denganku
Dia "orang desa yang mendunia"
Bukan hanya terkenal dengan iklannya

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More
Bisnis Investasi

PERANG PUISI POLITIK 2014 "RAISOPOPO"

Puisi Waketum Gerindra "Raisopopo" , pemilu tahun 2014 ini berbeda dengan pemilu yang sudah-sudah , pada tahun 2014 ini perang puisi seolah menjadi media pertempuran untuk meraih simpati . Tak ayal membuat puisi seakan menjadii "tradisi" Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra ) Fadli Zon dalam berpolitik . Kali ini ia membuat puisi berjudul "Raisopopo" , sekilas mirip dengan istilah"Rapopo" yang lagi populer di jagat may .
Jakarta ,Rabu (16/4/2014), Dalam konfrensi oers di kantor DPP Gerindra ,Fadli membacakan sebuah puisi.Dalam konfrensi itu juga ,Fadli menyampaikan tentang langkah-langkah yang di lakukan Gerindra dalam membangun Koalisi dengan partai lain.

Awalnya, Fadli enggan mebacakan puisi tersebut dan membagikan salinan lirik kepada wartawan " Ah nanti ribut lagii" katanya. Namun,wartawan terus memintanya membacakan puisi . Fadli akhirnya membacakan puisi tersebut." Di diktekan dari atas," kata Fadli tentang sumber inspirasi puisi tersebut . Berikut isi puisi tersebut .
Raisopopo

Aku raisopopo
Seperti wayang di gerakkan dalang
Cerita sejuat harapan
Menjual mimpi tanpa kenyataan
Berselimut citra fatamorgana
Dan kau terkesima

Aku raisopopo
Menari di gendang tuan
Berjalan di gang hingga comberan
Menabuh genderang blusukan
Kadang menumpang bus karatan
Di antara banjir dan kemacetan
Semua jadi liputan
Menyihir dunia
Dan kau terkesima

Aku raisopopo
Hanya bisa berkata rapopo

Ia tidak menyebutkan siapa yang di maksud dalam puisi itu. Itilah "rapopo" sebelumnya populer di media sosial .Kata yang berarti "Tidak apa-apa" itu kemudian di populerkan lagi oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo , yang menjadi bakal calon presiden dari PDI Perjuangan .

Sebelumnya , Fadli pernah membuat puisi berlirik tajam dengan judul "Air Mata Buaya" dan "Sajak Seekor Ikan" . Fadli tidak pernah menyebutkan siapa yang ia singgung dalam puisi tersebut .Publik kemudian menghubungkan isi puisi itu dengan PDI Perjuangan .

Politikus PDI-P ,Fachmi Habcyi ,pernah menanggapiinya dengan puisi berjudul "PemimpiN Tanpa Kuda". Fadli membalasnya dengan puisi berjudul "Sandiwara", yang berisi mengenai seorang pemimpin yang tidak menepati janji. Ini di balas lagi oleh Fachmi melalui puiisi bertajuk "Rempong"

Ketiak di tanya tafsir puisi terbarunya,Fadli hanya tertawa " Masa saya tafsirkan puisi saya sendiri " Katanya .
Sumber : Kompas.com
Read More
Bisnis Investasi

Tantang Perang Puisi Pilpres 2014 Fadjroel Vs Fadli Zon

Jakarta, Kompas.com , karena sering membuat puisi yang menyerang lawan politiknya , Fadli Zon wakil ketua umum DPP Partai Gerindra , mendapat kritikan  dari seorang aktivis dan pengamat politik Fadjroel Rahman , dia menantang Fadli zon untuk membuat puisi penculikan aktivis di Era Orde Baru .

Melalui twitternya fadjroel melontarkan tantangan tersebut .
@Fadjroel , kamis (17/4/2014) " Saya ingin membantu @fadlizon membuat puisi penculikan , pasti menjadi masterpiece di jagat sastra dan politik " tulis fadjroel di tweet-nya .

Fadjroel menilai fadli  menyepelekan kasus penculikan tersebut , fadjroel juga memberikan beberapa tautan berita lawan terkai kasus aktivis 1988 , salah satunya di berhentikanya bakal capres Partai Gerindra,pRabiowo Subiantio, dari ABRI .

"Ayo bung @Fadlizon bikin masterpiecemu PUISI PENCULIKAN , idenya 13 KORBA HILANG TAK PERNAH PULANG . Kita tunggu nih!: tulis fadjoiroel .

"Kalau PUISI PENCULIKAN selesai bung @fadlizon nanti bikin KONFRENSI PERS khusus PMEBCAAN PUISI dan KLARIFIKASI PENCULIKAN " Katanya .

"Ayo @fadlizon PUISI PENCULIKAN kami tunggu , siapa tahu bisa menemukan TULANG-BELULANG & KUBURAN Wiji Thukul Dkk (13 aktivis " Tambah Fadjroel .

Tweet Fajjoel itu ramai di tanggapi pemilik akun lain, Banyak yang mendukung tantang Fadjroel itu .

Sebelumnya , fadli kembali membuat puisi dengan judul "RAISO OPOOPO" Dalam puisi itu,diia bercerita tentang blusukan, tentang wayang, dan mimpi fatamorgana calon pemimpin .Fadli tidak menyebut siapa yang ia maksud dalam puisi itu .

Sebelum puisi ini.Fadli penrah membuat puisi berjudul "Air Mata Buaya" dan "Sajak Seekor Ikan". Fadli tidak pernah menyebutkan siapa yang ia singgung dalam puisi tersebut. Namun ,publik kemudian menghubungkan isii puisi itu dengan pencapresan Jokowi .

Politisi muda PDI-P Fachmi Habcyi pernah menanggapi puisi Fadli dengan membuat puisi berjudul "Pemimpin Tanpa Kuda" . Fadli membalasnya dengan puisi berjudul "Sandiwara",yang berisi mengenai seseorang yang tidak menepati janji . Ini di balas lagi oleh Fahcmi melalui puisi bertajuk "Rempong".
Sumber : Kompas.com
Read More