Tampilkan postingan dengan label Puis Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puis Renungan. Tampilkan semua postingan
Bisnis Investasi

Keraguan Hati

Hidup cuma sekali matipun sekali
Jadi lempengan atau bongkahan
Atau debu berserakan tanpa arah
Tanpa tujuan...

Langit perkasa tak pernah berubah
Bumi tetap berputar dan matahari bersinar
Batu batu nisan berdiri diam tanpa sepatah kata
Rumput hijau tumbuh nyamuk menari
Tak peduli apa itu apa ini .

Sepi sunyi... menunggu kepastian
Apakah di kenang atau terbuang dan hilant
Cita cita jadikan harapan
Cinta jadi impian...
Maju kedepan menuju kematian
Tak perlu ada keraguan...
Harga diri
Cita cita diri
Cinta abadi
Jalani dan nikmati...

Read More
Kumpulan Puisi Romantis Selamat Idul Fitri

Kumpulan Puisi Romantis Selamat Idul Fitri

Kumpulan Puisi Romantis Selamat Idul Fitri

Bulan Ramadhan menyisakan beberapa hari lagi,dan hari demi hari akan kembali meniti matahari menuju bulan idul fitri.Hari Raya Idul Fitri 1435 H sudah dekat,jangan lupa mengucapkan mohon maaf dan kata selamat hari raya.Mari saling berbagi maaf dan berkirim Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri dengan kumpulan Puisi Romantis Ucapan Selamat Idul Fitri yang dapat kawan kirim kepada kekasih, keluarga ataupun sahabat .Jangan lupa kirim ya!

Bila salah kata terucap
Dan bila hati terluka oleh sikap
Semoga pintu maafmu selalu terbuka
Selamt hari raya idul fitri cinta

Kadang cinta juga membuat orang jadi benci
Mungkin juga membuat orang merasakan pedihnya sakit hati
Tapi jangan pernah engaku berhenti mencintai
Karena cinta sebenarnya adalah kebahagian yang abadi
Maafkan sikapku selama ini
Selamat hari raya idul fitri

Tiada wajah secantik dirimu
Tiada nada semerdu suaramu
Dan takkan ada bulan sesuci bulan ini
Selain hari idul fitri 1435 Masehi

Lama sudah tak kudengar langkah kaki
Kemanakah dirimu berada saat ini
Seperti janji yang terucap
Di bulan fitri ini aku masih berdiri tegap
Meanti hadirmu kekasih hati

Bila idul Fitri adalah lentera
Biarkan cahayanya mebuka pintu maaf
Menebus jiwa yang gelap gulita
Dan meluluhkan sikap yang khilaf

Jika jari ini tak lagi dapat berjabat
Saat hati rindu akan keikhlasan maaf
Walau hanya lewat pesan ini
Jemariku dapat merangkai siaturahmi
Minal aidzin wal faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Genggamlah tangan dan satukan hati
Rasakanlah indahnya silaturahmi
Di hari fitri ini marilah kawan
Kita saling memaafkan

Selamat menyampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri kepada siapaun juga ,walau hanya sekedar lewat sms,BBM,WhatsAPP atau facebook dan lainnya yang penting keikhlasan dalam mengirimnya.Selamat hari raya Idul Fitri 1435 H kepana kawan semua +Evy dwi +River Maya +Riskha Fairunissa +ERNA FIITRI KOMARIYAH +Diny Syarifah Sany

Kumpulan Puisi Romantis Selamat Idul Fitri

Read More
Puisi Semangat Untuk Olga Syahputra

Puisi Semangat Untuk Olga Syahputra

Puisi Semangat Untuk Olga Syahputra

Saat ini pelawak kocak dan juga presenter Olga Syahputra yang sering muncul di acara-acara televisi masih terbaring lemas di rumah sakit Singapura.Masih berjuang melawat penyakit yang kini di derita.Untuk memberinya semangat dalam mencapai kesembuhan,maka puisi ini spesial terbit untuk Olga Syahputra.
Puisi Semangat Untuk Olga Syahputra

Untuk Olga Syahputra
Yang lagi sakit di Singapura
Semoga lekas sembuh ya
Dan kembali lagi ke Indonesia

Sahabatmu telah menunggu
Kabar baik darimu
Semangatlah selalu
Untuk mencapai kesembuhanmu

Bagaimana kabarmu ?
Jangan banyak berfikir dulu
Banyaklah istirahat
Biar cepat kembali sehat

Jangan lupa minum obat
Dan terus semangat
Kamu pasti bisa
Melewati ini semua

Berita tentan Olga Syahputra kembali banyak dibicarakan.Kabar terkhir darinya kini masih berada di Singapura dan kondisinya mmulai membaik.Tapi kini harus istirahat total gak ada yang boleh ganggu.Jumlah pengunjung pun juga dibatasi.Untuk kabar selanjutnya tentang olga kita tunggu saja.Pembaca puisi disini +silvira nurwidhiana +noer ciie siti Nurjanah +rika pratiwi siregar +Silma Hidaya +arinda sirvi turut mendoakanmu.


Read More
Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar

Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar

Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar _ Ulas balik sastra kembali puisina... puisi renungan berikut ini adalah karya dari Moh. Wan Anwar. Seorang sastrawan serta redaksi majalah sastra Horison yang tutup usia pada umur 34 tahun, karena penyakit ginjal. Sedikit bait dibawah ini semoga bisa menjadi sarana belajar bagi saya dan pembaca puisina,, dan sedikit do'a untuk beliau,, selalu dalam rahmar tuhan yang maha kuasa.

Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar


Pada hari ini telah kaugenapkan hitungan nafas
dengan iringan kasidah cahaya.
Dua puluh tiga tahun
waktu dan cuaca menguji setiamu pada bumi
Langit yang melahirkan musim dan cakrawala
aku harap kaupun menyala,
meski angin teramat deras menggempurkan pepohonan
yang sedang khusuk ruku dijiwamu.

Meliuklah seperti para darwis
mengikuti loncatan irama dalam batin
seperti para penari yang bercakap
dengan gerak tubuhnya sendiri.

Mabuklah bersama pengembara
menjelajahi ruang-ruang yang tak pernah terjangkau pikiranmu
Dan pada detik-detik yang lambat ini
akan kuundang para malaikat
untuk membasuh rambut
dan lumpur yang membaluri kulit tubuhmu

Bersiaplah kau dari pedang
yang tiba-tiba membelah dadamu,
menghapus bercak-bercak hitam
bersembunyi dalam lipatan-lipatan kalbu

Dan ketika kau tiup api dalam tubuhku
pahami,, aku kekal menyala dalam kekosonganmu

_Bandung, 1996

Salam satu jiwa sastra +Aishah Jahirah +Qirey Shelomitha +najiah shaharain +Naila Fithria +Nao Mei +dewi indah hanggono +indhira
Read More
AGUS GANTENGSTERS

Puisi Renungan : Sajak Dari Balik Pintu

Puisi Renungan : Sajak Dari Balik Pintu _ Salam sejahtera pembaca puisina... Dari "monggo galau" menjadi "mumet sithik,,, joss" !! Rasanya hidup ini berjalan sangat manis, ada marah, ada sedih, ada bahagia, dan berujung untuk canda tawa... biar mengalir saja, cukupkan untuk tak menjadi gila. Puisi renungan berikut mungkin bisa sedikit memberi semangat untuk pembaca puisina,, dengan catatan : meski sedu mencipta sedan.. hidup akan tetap berjalan.. tetap semangat dan selamat membaca>>>


tak ada kelam
tak ada malam
tak punya terang
siang pun terhadang
saat diri hanya duduk dibalik pintu

berbicara pada tembok
rasanya jadi terlalu goblok
menulis dibuku
mungkin hanya akan ingat tangis lalu
mengelus cahya lampu,
apakah tidak bakal kesetrum, jemariku/

sesaat, lidah menjadi bisu
tak mampu memilih kata seperti orang dungu
dan yang terasa hanya raga pilu

menghunus belati
dan mengiris kefakiranku


Terima kasih kepada +Nao Mei +Hafiza AizZawa +Hafis Ismail +Imam Prabowo +Cita Putria +noer ciie siti Nurjanah atas sedikit liriknya pada puisina... salam kenal..,,
Read More
Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Pulang Kampung
Arjuna di sini bukanlah tokoh pewayangan yang digandrungi para putri raja yang cantik jelita, namun dia adalah pemuda dari desa yang berwajah rupawan. Walaupun berwajah ganteng nasib baik tak mengiringinya terutama dibidang ekonomi dan percintaan. Arjuna merasa wajah rupawan tak bisa dijadikan modal untuk mencari rizki dan juga meminang istri." Hidup di desa terasa susah, jangankan mencari rizki halal, lewat jalan belakangpun susah minta ampun" gumam Arjuna yang terlihat linglung. Dari pada hidup di desa tak berguna berangkatlah dia ke negeri seberang.
Dalam untaian bait puisi jalan hidup Arjuna bercerita untuk Anda +nita bojonegoro +Nita Sellya +cinta sari +Rizna Ethika Indah +ika sari 

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung 
Jalan yang ku lalui kini terasa lebih dekat dari yang kukira
Pepohanan dan gedung-gedung terasa menyapa di setiap langkah
"Nak" akulah pohon jati yang dulu telah kau tebang
"Nak" akulah gedung tua yang dulu telah kau hancurkan

Kini semua berubah hingga aku merasa asing di kampung halaman
Aku terhenti di sebuah ayunan usang namun tak berdebu
Sepintas teringat akan sesosok bocah kecil yang menyendiri tak berteman
Air mataku tak terasa jatuh membasahi pipi

Kampung halaman aku datang kembali sebagai manusia baru
Aku bukanlah segelintir kerikil di debu jalanan
Aku berharap jadi segelintir kerikil di antara ribuan pasir pembuat jalan
Bukakanlah pintu taubatmu untuk aku pemuda desa yang terbuang    

Aku memang salah dan mengaku salah
Aku kembali demi membayar 10 tahunku yang hilang di negeri seberang
Aku sudah tahu pohon jati tak lagi tumbang di curi orang
Aku tahu bahwa gedung-gedung megah ini bukanlah rumahku juga bukan hasil keringatku
Namun aku tahu dan sadar disinilah tanah dan bumi yang akan menguburku

Setidaknya izinkanlah aku 
Mengukir batu nisan bertuliskan bin fulan
Jika manusia memang tak menganggapku, 
Setidaknya tanah dan bumi masih menerima jasadku

Read More

Perpisahanku Kelana Tanpa Cahaya

Perpisahanku Kelana Tanpa Cahaya_Puisi kiriman dari sodari baru puisina yang sedikit punya niat untuk belajar, ya mungkin puisi berikut bisa pembaca temui pada blog lain. Namun tidak ada salah kiranya puisi ini diterbitkan ulang dengan niatan baik belajar,, okeh, selamat membaca,

Di saat mentari menjelang ke peraduannya
Dara bernyanyi menyambut senja tiba
Hatiku sepi berselimut duka lara
Ketika terkenang kala perpisahan kata

Senja semakin larut membisu
Dan... Hatiku pun kian mengelabu
Dengan tarian pena di jemariku
Kugoreskan syair rindu untukmu

Harapanku takkan kau melupa
Akan daku yang jauh terkelana
Ku hapus sudah kini memori lama
Bersama larut malam yang tak bercahaya

Demikian puisi perpisahan ini diterbitkan, semoga dapat menjadi penghibur buat pembaca puisina, salam kenal,,, dan minta pengarahannya ya,,
Read More
Puisi Perjuangan Spiral Lanting Karpet Emas

Puisi Perjuangan Spiral Lanting Karpet Emas

Begitulah perjuangan saat mencari butiran emas, mungkin dari kita hanya bisa menikmati emas-emas yang ada ditoko-toko setempat. Tapi bagaimana dengan para pencari butiran emas tersebuit, bisa simak puisinya dibawah ini:



Spiral Lanting Karpet Emas

Kering rasa pancaran matahari
Air campur lumpur mambasahi
Badan terasa lengket
Hitam pekat
Di padang pasir

Bibir tak lagi merah
Semakin menggigil menciut putih
Diatas lanting berdiskusi
Sepiral air itu benarkan dengan tenaga
Udah usang tenagaku
Menginjak tali ban
Jojroh sekuat tenaga

Butiran lembus
Menepi terseret air
Karpet sebagai penghalangnya
Butiran itu terlihat menguning
Jangan tunjuk
tunjuklah pakai jempol

Hitam pekat ku tak sebanding
Kini lanting tinggal lanting
Biar mereka bediskusi sendiri

By: Dalang Wanataka 4:2014

Read More

Puisi Sajak AB Berjiwa Berani dan Setia

 Sepintas akan huruf AB, bersajak demi keberanian mengatur bangsa dan pasrah kepada tuhan setelah usaha. dan menunggu kematian.

Puisi Sajak AB berjiwa Berani dan Setia

Aku sang pujangga
Baik hati dan setia

Aku sang juara
Biantang sejati sedunia

Aku berdikari memohon ketenangan
Berjuang demi kebahagiaan

Atas Memanggil kita
Berbuat pasrah apa adanya

Antara sawah dan bengawan
Banjir menimpa perkotaan

Anak pualang dari kota
Berjiwa berani meluruskan makna

Aku manusia biasa
Bisa baik bisa durhaka

Aku inginkan sorga
Bila sang maha kuasa mengizinkannya

By: Dalang Wanataka 3:2014
Read More

Puisi Religi Diujung Roda Kehidupan

Seharian didepan layar monitor, sempet aku perpikir. Kedupan yang singkat ini sangat menentukan kita untuk menjadi abadi. Dari artikel sana-sini saya mencari dan pelajari satu demi satu saya resapi. Betapa cepatnya berputarnya kediupan ini. Tahun berapa sekarang, apa yang telah aku perbuat, apakah cukup untuk mengganti kehidupan yang abadi kelak. Dalang hanya bisa berpuisi seperti dibawah ini:


Diujung Roda Kehidupan

Kabut pagi menerpa awan
Tak terlihat disela-sela kehidupan
Subuh terdengar azan
Terasa kantuk masih balas dendam

Roda kehidupan diatur tuhan
Goresan catatan
Semua alam diberi kesempatan
Untuk bertahan

Perjalanan
Penuh akan saksi baru
Memori telah ditempuh
Kita tuju kehidupan penuh misteri

Manusia penuh kecerdasan
Ide mengembara di atas al-qur'an
Mengangkat pengetahuan
Menyapa pengetahuan baru

Rumput, dedaunan
Ranting, Pepohonan
Hidup kehidupan
Semua berjalan
Menempuh waktu atas kuasa tuhan
Roda, roda kedidupan
Terus, terus berjalan
Menuju ujung perjalanan abadi

By: Dalang Wanataka 3:2014


Read More
Puisi Nasehat Mati Pun Berdosa

Puisi Nasehat Mati Pun Berdosa

Saudaraku yang ada dipenjuru dunia dimanapun anda berada, Bila kalian sempat membaca sebuah puisi nasehat apa yang akan kalian lakukan? berdiam, melangkah, melamun ataukah hanya merenung meresapi maknanya. Sebuah puisi ini saya tulis dengan keadaan manusia saat ini, atas dosa-dosa manusia yang telah diperbuat dan dilakukan. Manusia melakukan merasa tidak bersalah tapi sangat bermasalah dihadapan Maha Kuasa. Ini dia sebagian puisinya:





Mati Pun Berdosa

Berpijak dibumi dunia menangis
Bumi tua makin murka
Manusia berdosa

Mencari jalan bengkok
Ini tersirat bisu
Seutas kertas bambu

Cukup! Jangan tambah lagi dosa
Urip iku kepenak
Mati iku luweh kepenak

By: Dalang Wanataka 3:2014

Read More
Mata Kantuk yang Tak Terobati

Mata Kantuk yang Tak Terobati



Mata Kantuk yang Tak Terobati adalah puisi obat kantuk bukan supaya tetap terjaga (tidak tidur) namun malah jadi obat supaya tidur terlelap. Jangan bingung dan jangan dipikir dan jangan pula dihayati karena puisi hanya media hiburan olah kata yang bersumber dari ekspresi jiwa. Apalagi jadi tuntunan seperti mendapat wahyu dari malaikat atau jadi hujatan bak bani iblis sang pengecut bersenyum kecut. Jikalau kantuk lekaslah tidur seperti pemimpin dunia yang sudah mengukir dunia bukan seperti pemimpi dunia yang terbuai indahnya mimpi tanpa melakukan apa-apa.


Mata Kantuk yang Tak Terobati
Dasar mata kriyip
tak bisakah kau terbuka lebar
Melihat luasnya langit malam
dan bercahaya menatap separoh bulan

Ambil saja segelas kopi
atau Nyalakan sebatang cerutumu
Sesruput dan sehisap akan jadi pengganjal matamu
Bagi kamu-kamu penikmat kopi dan perokok sejati
Lantas bagaimana dengan kami-kami yang bukan diantara keduanya?

Dasar mata pengecut
Dasar mata penakut
Mata iblis bersenyum kecut
Mata malaikat berhati curut

Jangan kau tanyakan pertanyaan klasik itu?
Kapan kau bisa menikmati tidur?
Apakah saat kantuk sambil sliat-sliut
Ataukah saat bermimpi indah yang lebur saat engkau terbangun?

Dasar mata tanpa hati
Tak bisakah kau kobarkan jiwa kerdil ini
Dasar mata tanpa rasa
Berkediplah sesaat sebagai nikmat abadi

Aku hanya butiran mata
di antara mata-mata pemimpin dunia
atau hanya pemimpi dunia
sejauh mataku memandang
Hanya dinding putih yang bisa ku daki

Good night +Ayu Tri Kumalasari +Kreshna Aditya +iwan sutisna +Suliyana Edelweis +suliyah aldata ,,,lelap tidurku setelah ku tahu adzan subuh berkumandang.
Read More
Puisi Motivasi : Sejarah Masa Muda Dulu

Puisi Motivasi : Sejarah Masa Muda Dulu

Dilahirkan dibesarkan tumbuh jadi dewasa setelah itu tua dan mati. Kehidupan dengan penuh rasa syukur serba kecukupan. Kehidupan merupan jalan pintas untuk menuju kebahagian yang nyata, kehidupan itu jangan kalian bikin susah. Berbahagilah kalian yang membaca ayat-ayat puisi dibawah ini;



Sejarah Masa Muda Dulu

Kuberlari mengejar mimpi
Usia muda terbenam terlewati
Kini akan terbit masa tua
Begitu mewah sederhana

Menari pada air yang tenang
Adem ayem hatipun senang
Mimpi itu telah terwujud
Doa sajadah  bersujud

Catatan kehidupan telah terukir
Sejarah kebahagiaan telah tercapai
Impian telah diraih
Dalam wujud nyata

Butiran senja turun dari bukit tak berpenghuni
Ku pelajari arti hidup ini
Sebagai pria sejati
Inilah arti kehidupan ini

By: Dalang Wanataka

Read More
Puisi Doa : Kesabaran Seorang Guru

Puisi Doa : Kesabaran Seorang Guru

Seorang guru merupakan ujung tombak semua pemuda, anak kecil dan lain sebagainya. Guru untuk di tuntun dan ditiru. Seorang guru memberikan apa yang mereka ketahui tanpa pandang bulu intinya semua siswa dan anak muridnya bisa dan memiliki ilmu. Seorang guru memperjuangkan pengetahuannya untuk diwariskan. Begitulah mulyanya seorang guru. Ilmunya selalu bermanfaat. Sebuah puisi untuk seorang guru...



Kesabaran Seorang Guru

Guru segudang rindu
Ajari aku tentang ilmu
Untuk mengisi kehidupan semu
Sampi kapan waktu berlalu

Pelajaran mu bagai penerang
Menerjang ombak dibatu karang
Penyejuk jiwa murah ilmu
Penuh kesabaran kau ajari kami

Pelajaran aku senangi
Ilmu cepatlah masuk
Tanpa kami sadari
Kedalam hati agar tanpak suci

Guru ku
Hamparan tulisan kau berikan
Menyambut ilmu baru
Kami terkoyah penuh semangat

By: Dalang Wanataka
Read More
Puisi Renungan Langit Malam Jum'at

Puisi Renungan Langit Malam Jum'at

Puisi Renungan Langit Malam_ Selamat malam puisina, malam jum'at malam berkah sangat pas untuk bermunajah beromantisan dalam jalan ibadah demi mendapat berkah. Puisi dengan judul "Puisi Renungan Langit Malam Jum'at" berikut ini adalah puisi kiriman dari saudari baru Puisina, beberapa bait puisi yang sarat makna agar manusia senantiasa mengingat tuhannya, biar yang suka cari perhatian menjadi terarahkan, biar yang sedikit lalai menjadi tersadar, dan biar kebahagian menjadi utuh semanis perjuangannya. Selamat membaca..

Puisi Renungan Langit Malam Jum'at

Demi langit dan yang datang pada malam hari
Rembulan atau bintang yang suka bermain mata
Angin malam mengejar siang
Atau gelap menggapai terang

Burung hantu
Menatap tikus di celah bambu
Rumput – rumput hijau
Bernyanyi merdu

Hendaknya manusia terjaga
Dari fikiran yang alpa
Waktu merentang menyambung hari
Mengurai jati diri

Siapa yang membakar matahari?
Siapa yang menggantung rembulan?
Siapa yang merubah uap jadi hujan?
Apakah kamu tak juga mengerti!!!

by : Cindia Irani 

Demikian puisi renungan langit malam jum'at ini diterbitkan. Semoga dengan puisi diatas, dapat menjadi inspirasi bagi pembaca puisina untuk senantiasa bersyukur kepada penciptanya.. 

Read More

Hidup Tak Selalu Senang, Mati Tak Selalu Sedih

Kehidupan tak selalu meyenangkan, begitu juga kematian tak selalu
menyedihkan, lantas kematian seperti apa yang membahagiakan, dan
kehidupan seperti apa yang menyedihkan. Simak puisi berikut, selamat
membaca.

Hidup Tak Selalu Senang, Mati Tak Selalu Sedih

Matinya lampu
Gelaplah sekitar

Matinya auliya
Fakumlah agama

Matinya ulama
Usailah dunia pendidikan

Matinya pemimpin
Antrilah pengganti

Matinya pelacur
Pusinglah germo

Matinya penjahat
Legalah masyarakat

Matinya koruptor
Sesaklah oknum aparat

Matinya penggugat
Tertawalah tergugat

Matinya maling
Nyenyaklah tidur istirahat

Matinya kekasih
Patahlah hati

Matinya seniman
Usailah keindahan

Matinya petani
Makanlah angin

Matinya hati
Gersanglah raga

Matinya cinta
Hambarlah jiwa

Matinya dunia
Kiamatlah kehidupan
Dan mulailah perhitungan amal
Serta pertanggungjawaban perbuatan

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More

Cintailah Apa Adanya Jangan Ada Apanya

Puisi cinta gombalisme sekaligus mautisme, sedih mengoyak hati dan
jiwa serta raga, jangan membaca jika tak bisa menahan air mata atau
tawa.

Cintailah Apa Adanya Jangan Ada Apanya

Aku mencintaimu dalam keadaan sakit
Berharap dekat denganmu bisa terobati

Asmara itu telah membuatku menjadi tangguh
Menghadapi tajamnya cobaan yang melukai hati

Semua luka tersembuhkan oleh cintamu
Walau ku tahu cinta itu hanya semu
Ada namun tiada
Hanya formalitas belaka
Hanya untuk status sosialmu saja

Tapi aku tak akan menyerah
Menggapai cintamu yang tulus adanya
Dengan cara sederhana dan apa adanya
Hingga ajal menyapa
Dan aku tak lagi disebut manusia

Pada saat itulah ku kan berbahagia
Karena cintamu benar nyata didada
Hanya untukku yang tercinta
Tak ada yang kedua atau ketiga

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More

Mungkin Alam Mulai Bosan

Puisi alam tragis, fenomena alam yang menakutkan di awal tahun 2014.
Semoga ini hanya bencana yang mengawali keberuntungan kita semua di
hamparan tahun ini dan seterusnya.

Alam Mulai Bosan

Di awal 2014
Gunung kelut meletus
Menghempaskan awan panas
Hujan abu saksi bisu
Hingga berbagai sudut pulau jawa

Selang sehari gunung Galunggung
Mulai terbatu-batuk
Selang seminggu anak krakatau beraktifitas
Selang dua minggu gempa Malang selatan
Hingga 3 SR kekuatan
Goyangan yang sebentar
Namun menakutkan

Belum lagi yang diluar Jawa
Ku tak berharap
Hanya hati ini yang sarat
Karena khawatir yang ketat
Akan munculnya musibah
Yang datang bertubi
Yang menerpa begitu saja dan pergi Tanpa undangan pemberitahuan
Dan tanpa berpamitan

Hanya lirik lagu Ebit
Yang bisa ku kutip
"Mungkin alam mulai bosan
Melihat tingkah kita
Marilah kita bertanya
Pada rumput yang bergoyang"

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More
Puisi Nasehat Apa Arti Hidup ini

Puisi Nasehat Apa Arti Hidup ini

Kawan ku semua yang lagi bahagia dimanapun kawan berada. Hari ini sangat luar biasa, memaknai arti hidup ini. Untuk apa kita hidup? untuk siapa kita hidup? bagai mana kita hidup?. Pengalaman setiap hembusan nafas adalah hal yang perlu disyukuri. Sobat puisina yang sedah berbahagia dalang wanataka sedikit perpuisi apa arti hidup ini:

Apa Arti Hidup ini

Manusia kadang lupa
Manusia kadang sadar
Manusia kadang egois
Manusia kadang pesimis
Manusia kadang sedih
Manusia kadang tawa

Ingat kawan dunia semakin tua
Pengalaman hidup ialah guru
Jangan kau tikam hidup untuk kebodohan
Tugas kita sangat mulia didunia ini

Jangan pandang diri yang hina ini
Pandanglah dan lihatlah makna hidup ini
Perbuatan adalah hal baru
Jiwa kuatlah mengerti itu
By: Dalang Wanataka


Terimakasih kepada +Cindy Yuvia +sessa xuanthi +CoCo NuT +Vpie MahaDhifa
Read More
Jedaku Tak Usai Tak Pernah Selesai

Jedaku Tak Usai Tak Pernah Selesai

Jedaku Tak Usai Tak Pernah Selesai_ Puisi berikut ini adalah puisi kiriman dari saudari baru Puisina, masih anget. Puisi berikut ini sangat pas dibaca pada momen-momen kesendirian pembaca puisina, sedikit renungan juga beberapa luapan emosional agar keluh kesah tidak melulu numpuk di kepala. Dan perihal baik lainnya, silahkan pembaca puisina maknai sendiri,, dijamin halal tanpa madhlorot. 


rasanya baru kemaren.
aku mengutak atik isi otakku.
sekarang malah hampa jadi.
imajinasi ku keruk.
malah makin terpuruk.
rinduku ketika awan berarak.
 
ketika hujan mencium bumi.
ketika gelap memeluk langit.
ketika embun menyapa pagi.
ketika petir mengoyak langkahku.
 
jeda.
sudah waktu.
klimaks rasa antara kosong dan hampa.
rindu, cinta, kecewa bahkan luruh seketika.
sendiri, jeda ku sendiri.
menghamba pada sepi.
bergelut dalam sunyi.

jeda ku larut.
tak mau surut.
bagai sampan hanyut.
terbawa arus laut.

ku paksa tetap ku paksa.
imajinasi melolong bagai srigala.
menyeruak di kelam malam tiba.
jedaku.
jedaku tak usai.
---
Jeda - Silvia Kresna
Read More