Puisi Fabel III "Akhir Kisah Ulat Randu"

Lanjutan puisi fabel II Majalah Puisi Indonesia (PUISINA). Masih
teruntuk buah hati yang suka asik mendengar dongeng menjelah tidur.
Selamat membacakan puisi dongeng.



Di puncak pohon randu
Di tepi hulu
Sekawan serangga riuh
Perihal makhluk paling jelita
Dan kemana perginya si buruk rupa

Mereka masih tertawa
Mungkin menghina yang tidak ada


Seketika...
Mereka terpana
Untuk pertama kalinya

Sesosok serangga dengan pelangi di sayapnya
Angin menjunjung langkahnya

Hangat surya di senyuman saat bunga-bunga rebah menyapa

"Apa kalian masih mengenalku?"
"Bila kusebut namaku yang dulu?

"Akankah kalian berkawan denganku?

"Langit telah mengganti pakaianku"
"Dan aku adalah si ulat randu"


Semut tertunduk
Kepik menjadi malu
Kumbang pun membisu
Hilangnya kata-kata
Menyuarakan pelajaran berharga

Randu tua menggoyangkan dahan-dahannya
Ia tau, tentu saja sejak semula
Dihempasnya cabang
Memaksa semuanya terbang

Dan bergandeng tangan
Kini, semua menjadi teman
Tiada lagi yang terasingkan

Oleh: Rochmatul Hidayah