BAPAK PUTRI DAN DUA PEMUDA

BAPAK PUTRI DAN DUA PEMUDA Label: ABUNAWAS, Pelipur, Pelipur Lara, Perlipur Lara Pengobat Luka

Terinspirasi dari mimpi yang saya alami pada hari rabo 22 januari 2014 . Kisah sedih yang dramatis romantis dan sedikit tragis , Kisah ini ...

Terinspirasi dari mimpi yang saya alami pada hari rabo 22 januari 2014 . Kisah sedih yang dramatis romantis dan sedikit tragis , Kisah ini bisa di bilang , salah satu gambaran kecil yang terjadi di sekitar kita " Saat Cinta Harus Memilih " .  Kisah seorang gadis yang sudah di pinang oleh seorang pemuda dan di setujui oleh kedua orang tua dan semua keluarga , karena jarak mereka berdua saling berjuahan dan waktu pernikahan yang belum di tentukan . akhirnya sang gadis jatuh cinta dengan pemuda lainya . Dampaknya hati gadis jadi bingung , satu sisi dia cinta mati dengan pemuda terakhir yang dia kenal , sisi lain dia terikat janji dengan pemuda yang  dulu pernah meminangnya dan sudah di setujui dan di restui oleh keluarganya . bagaimana kisah selanjutnya silahkan ikuti kisahnya .

Suara datar , penuh kasih sayang terdengar dari bapak paruh baya .
Berkata , nak apa yang jadi masalahmu ? sampaikanlah
Gadis hanya menangis tersedu-sedu, merasakan hatinya yang pilu .
Seorang pemuda tanpan berbaju putih peci hitam duduk diam terpaku .
Merasa iba lihat gadis meneteskan aira mata .Ingin bicara namun tak mampu.

Dengan sabar bapak tua membujuk merayu sedikit sayu menyentuh kalbu .
Gadis meluruskan pandang , jauh kedepan , kemudian menunduk lagi .
Air mata tumpah mambanjiri baju dan pipi , betapa bingung hati ini .
Pemuda baju tanpan masih terdiam , tidak bicara , hanya merasa iba .

Nak sampaikan pada bapak , apa yang kau inginkan ?
Gadis memandang wajah bapaknya penuh harap , mudah-mudahan tidak di marahi .
Sebentar menatap dengan sayu lalu menunduk lagi .
Pemuda tanpan mulai ikut memotivasi , dek... silahkan sampaikan apa yang ada di hati adek saat ini ?

Gadis kembali mendongakan wajahnya , menatap sang pemuda kalem tanpan dan penuh perhatian .
Cuma sebentar lalu menunduk lagi , menangis lagi .
Suasana jadi sepi hening , hanya ada suara sesenggukan tangis gadis megiris perasaan .
Tatapan bapak dan pemuda tanpan mulai kosong seperti tidak ada harapan . bagaimana mengangkat satu permasalahan di dalam hati gadis yang paling dalam .

Di tengah kebingunan bapak, dan kegalauan pemuda .
Setengah putus asa , entah bagaimana caranya agar gadis bicara .
Perlahan tapi pasti , sesenggukan mulai berhenti...
Bapak dan pemuda , menatap penuh kasih sayang memandang sang gadis yang mulai menegakan pandangan .

Bapak dan Mas , bolehkah aku bicara ?
Kata gadis memecahkan kesunyian dan kebuntuan suasana .
Serentak mereka berdua berkata , iya silahkan, syukurlah jika kau mau bicara karena itu yang kami harapkan .
Gemetar sedikit terbata bata , berusaha mengangkat suara sang gadis mulai kata .
Bapak dan Mas , bolehkah aku menghadirkan seseorang dalam diskusi ini .

Bapak sedikit kaget , tapi tetap tenang .
Pemuda tanpan sedikit memerah namun berusaha menahan , demi kasih sayang dan penasaran , siapa gerangan orang yang akan di undang ?
Dengan kedewasaanya dan naluri kebapakaanya , bapak tersebut mengizinkan apa yang jadi pemintaan , jika memang itu jadi permasalahaan .
Pemuda tanpan , sedikit protes " kenapa harus mendatangkan orang lain ? " .
Secepat kilat bapak tua , memberi saran , kamu diamlah dulu , biar dia menyampaikan inginya .
Pemuda terima diam dan tidak bicara lagi . Penuh kelembutan , bapak mempersilahkan gadis untuk melanjutkan permintaanya .

Bapak , tolong datangkan dia , seorang pemuda dari negeri seberang timur , yang pernah aku kenal .
Tanpa menunda bapak segera mendatangkan pemuda timur . Seorang pemuda yang tidak tampan dan berdandan acak-acakan , memakai celana jean , jaket , dan bertopi . Jauh dengan pemuda tanpan yang ganteng rapi dan penuh sopan santun .

Pemuda timur di persilahkan duduk , di kursi kosong , berhdapan dengan bapak dan pemuda , sementara gadis masih berada di tengah bak seorang raja di kelilingi oleh penggawa .
Bapak tanya ke anak gadisnya , sekarang dia sudah datang , lalu apa lagi yang di butuhkan .
Gadis , dengan santun , berkata , aku ingin hidup dengan dia , pemuda timur ?
Seperti tidak menghiraukan pemuda tanpan , bapak langsung bertanya ke pemuda timur , apakah pemuda timur bisa menerima permohonan anak gadisnya ?

Pemuda timur , tidak memberi jawaban , dia hanya memberi pertanyaan .
Sambil mengorek beberapa kelemahan gadis , dengan nada sopan .
Sudah berapa lama kau seperti ini dan siapa yang membuatmu seperti ini ?
Gadis menjawab , sudah 3 bulan aku begini dan pelakunya adalah pemuda tanpan .

Tanpa babibu pemuda timur , berkata dengan nada tinggi .
Aku tidak bisa terima dengan kondisimu , kalau seperti itu kau telah menyakiti hatiku.
Gadis merunduk , bersimpuh memohon bagaimanapun dia ikut pemuda timur , apapun yang terjadi .
Pemuda timur , tetap bertahan dengan pendirianya , tidak mau terima dengan keadaanya gadis di depanya . 
Gadis semakin menangis , dan menangis tanpa bisa bicara apa-apa , hanya menggenggam erat tangan pemuda timur , walau kadang pemuda timur melepas paksa genggamanya namun gadis tetap berusaha bertahan untuk tidak melepaskan .

Bapak hanya terdiam , melihat kejadian perjuangan anaknya . Dan tetap bersabar dengan keputusan pemuda timur .
Di sela sela ungkapan kecewa pemuda timur kepada gadis , pemuda tanpan ikut bicara " Sudahlah dik... dia tidak bisa menerima kamu apa adanya , hidup denganku saja " .
Sambil mengangkat tangan dan menoleh ke arah pemuda tanpan yang duduk di sampingnya , bapak menghentikan pemuda tanpan untuk tidak meneruskan ucapanya " Kamu diam saja , biarlah itu urusan mereka berdua " .

Merasa tidak sesuai dengan harapan pemuda timur tetap pada pendirian .
Walau tahu dirinya tidak di terima , gadis tetap bertahan pada pendirianya dan harapanya , pemuda timur bisa menerimanya dan mengizinkan diriny untuk turut dalam perjalanan selanjutnya .
Tidak perduli dengan tangisan dan rintihan , pemuda tetap tidak mau menerima .
Dengan tegas , dia berdiri dari kursi , mohon pamitan untuk pergi tanpa peduli dengan apa yang terjadi .
Gadis hanya diam , mengusap air mata , tatapanya kosong  menerawang jauh entah kemana .

Salaman seperlunya , pemuda timur beranjak pamitan dari tempat duduk .
Emosi dan kecewa memenuhi hati sanubari , tapi mau bagaimana lagi .
Lebih baik dia berdiri dan keluar dari forum ini .
Selangkah demi selangkah dia jalani hingga pada tujuh langkah dari kursi .
Entah apa yang menjadikan dirinya kembali menengok ke belakang .
Saat itu dia melihat padangan gadis yang kosong menerawang seperti tidak ada kehidupan .

Merasa iba dengan yang di derita . pemuda kembali mendekati gadis .
Dengan berdiri, dia berkata , yah sudahlah ikut aku , tapi kamu harus janji .
Selama ikut perjalananku , aku tidak bisa membantumu dan memberimu apa apa .
Kamu harus bisa mandiri secara total kebutuhan pribadimu .

Seketika mata gadis terbelalak , bercahaya , tanda bahagia . 
Di genggam dan di ciumnya tangan pemuda timur .
Tidak lupa bersalaman juga dengan bapak yang selama ini menyanyanginya .
Pemuda timur , kalau getu sekarang kita berangkat . 

Dengan penuh semangat gadis segera mengemasi barang . di bantu bapak tersayang .
Sang bapak minta izin ikut dalam perjalanan , guna membantu gadis di perjalanan jika di butuhkan .
Pemuda timur memberi izin tanpa ada persoalan .
Sejak saat itu mereka bertiga berjalan menuju jalan menurun .
Sejak saat itu mereka bertiga bahagia .

Walau bapak lebih tua dan bahkan sebagai orang tuanya , tapi bapak sadar posisinya di antara mereka berdua .
Walau gadis tidak dapat perhatian yang labih dari pemuda timur namun dia bahagia karena telah turut mengiringi dalam perjalanan hidupnya .
Pemuda timur merasa tenang , karena hatinya tenang karena ada teman yang bisa di ajak bicara saat di perjalanan .
Sang gadis tidak menuntut apapun dari pemuda timur , kecuali satu hal, pelukan sebelum tidur .

Demikian mimpi yang bisa saya sampaikan secara tulisan , mudah mudahan bermanfaat .