Tampilkan postingan dengan label Puisi bingung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi bingung. Tampilkan semua postingan

Puisi Tak Lazim By : Agus Ariya Santa

Puisi Tak Lazim By :  +Agus Ariya Santa  tanpa diskripsi , tak apa yang penting menulis sesuatu yang di anggap olehnya itulah puisi . Mungkin masih terkontaminasi dengan istilah sastra lama dan sastra baru . Padahalan di puisina tak ada batasan dengan masalah itu . Di puisina lebih ke arah puisi sosial, puisi cinta , dan lain sebagainya tanpa ada ikatan apapun dengan istilah sastra lama dan sastra baru .

Tak Lazim

Tiga pasang mata belia
Tajam
Tak tajam dari elang

Jari mungil menari mengukir
Tak gemulai
Karena kaku

        Impian cerah    
Tak cukup agung
Bila masih
Tangan kecil dipaksa makan kelapa


Hormat kami,
Agus Ariya Santa
Read More

Puisi Katanya Sudah Merdeka?

Setiap hari
Setiap pagi dan sore
Seperti biasa
Ku seberangi jembatan itu

Kalinya keruh
Batu tajam berjejer disitu
Siap menelan korban
Dari siapa yang ingin jatuh

Aku selalu melihat
Anak kecil kerontang
Duduk meminta receh
Dari orang lalu lalang
Bajunya usang, kumuh
Kulitnya gelap terpanggang

Kadang ku melihat
Dia aduk aduk tong sampah
Cari sisa sisa makanan
Berebut dengan lalat
Pun kucing

Aku heran
Katanya sudah merdeka?

Atau berarti
Seperti itulah yang disebut merdeka?

Read More

Puisi "Mencari bahagia"

Puisi apa ya. . ???!!! Tak taulah, semua terangkai efek dinginnya malam.^^ semoga berkenan. . !!!

senyap malam berhembus.
hawa hujan merasuk.
Berbisik.
menarik selimut padat.
ku duakan radio dendang galau.
yg berduet dengan rumpi semut kasak kusuk.
Khayalku melayang,
berkelana,
Me-reka tiap sudut kenangan.
Menyusuri kecewa.
Menghayati sesal.
Menikmati luka.
ku temukan brankas kecil bahagia.
Tertata rapi dengan kode rahasia.
Tak sabar,
Ku buka paksa,
ku banting marah.
Kenapa secuil bahagia tak pernah mudah?
Akalpun Pasrah,
menyerah,
berserah.
jiwa diam terbahak. terpana.
menganga akal terhenyak.
bahagia Bukan Bersinar mencipta matahari.
Tak Berkilau intan pelangi.
Tapi bak batu bara.
Hitam memang,
tapi berharga.
Bak petani padi,
dilupa keringatnya
tapi dirasakan semua perut didunia.

--------------------------
Nissa al.husna



Read More

Puisi kecewa, BUKAN ASBAK ATAU KREDITAN!!!

Salam puisina, gambaran emosi jiwa. Kekecewaan. Pada rasa yg mengatasnamakan dirinya "cinta". Mohon kritik dan saran^^
kilau merak diujung pelangi, berpose gagahnya kursi peyot. Busung dada bergetar. Menginstruksikan
saraf pandang padanya. Kata kemayu menebar sudut. Mengerling hati tersulut.
Efek Candu. Yg menafikan otak.
DIA BUKAN ASBAK!!! Coel-coel tangan berkejaran. Merengkuh rapat bak romio julia. Lalu
kau lempar dalam sampah pasar. Becek lumpur derita.
Bergelar coreng harga wajah. Kau pikir
wajahnya kreditan? seenak kakimu kau bayar. Biar bosan. dijabel orang.

--------------------------
Nissa al.husna





Read More

Puisi - Menoreh luka dalam duka - Bidadari Linglung

Mengikis hari lewat senyum
Yang tertinggal hanya luapan air mata sia-sia

Aku masih menimbang duka dan luka
Namun kau seruku tuk tetap memberi senyum !
Namun kau seruku tuk tetap mengais sabar !
Aku masih menoreh luka dalam duka
Read More

Puisi Bosan, Rindu di Tengah Lamunan "Edisi Bidadari Linglung"

Puisi bosan, jenuh, penat dengan kegiatan dan aktifitas yang
begitu-begitu saja. Namun bila dinikmati, disyukuri, karena memang itu
adanya dan tiada duanya, pasti terasa istimewa. Ditengah lamunan, tak
ada salahnya mengingat si dia, siapa tahu jadi obat mujarab.

Puisi Bosan, Rindu di Tengah Lamunan "Edisi Bidadari Linglung"

Bosan selimuti jiwa
Duduk bersila di diatas sofa
Punggung merebah
Kepala menengadah
Pandangan menerawang
Menatap langit-langit ruang

Penat pikirku di jidat
Pusing hingga penat
Tidur tak bisa nyenyak
Banyak nyamuk yang menjilat

Hari-hari terasa fakum
Dirumah terus sambil melamun
Pensil dan secarik kertas usang
Menjadi teman yang tak pernah lekang

Coret-coret kata demi kata
Kata cinta yang buat bibir tertawa
Ah.. Jadi teringat dia
Andai dia disini
Tentu jenuh ini terobati

Dari jenuh jadi rindu
Dari bosan jadi sayang
Semua kalau tak ada duanya
Pasti terasa istimewa

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More
Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Pulang Kampung
Arjuna di sini bukanlah tokoh pewayangan yang digandrungi para putri raja yang cantik jelita, namun dia adalah pemuda dari desa yang berwajah rupawan. Walaupun berwajah ganteng nasib baik tak mengiringinya terutama dibidang ekonomi dan percintaan. Arjuna merasa wajah rupawan tak bisa dijadikan modal untuk mencari rizki dan juga meminang istri." Hidup di desa terasa susah, jangankan mencari rizki halal, lewat jalan belakangpun susah minta ampun" gumam Arjuna yang terlihat linglung. Dari pada hidup di desa tak berguna berangkatlah dia ke negeri seberang.
Dalam untaian bait puisi jalan hidup Arjuna bercerita untuk Anda +nita bojonegoro +Nita Sellya +cinta sari +Rizna Ethika Indah +ika sari 

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung

Puisi Arjuna Linglung Pulang Kampung 
Jalan yang ku lalui kini terasa lebih dekat dari yang kukira
Pepohanan dan gedung-gedung terasa menyapa di setiap langkah
"Nak" akulah pohon jati yang dulu telah kau tebang
"Nak" akulah gedung tua yang dulu telah kau hancurkan

Kini semua berubah hingga aku merasa asing di kampung halaman
Aku terhenti di sebuah ayunan usang namun tak berdebu
Sepintas teringat akan sesosok bocah kecil yang menyendiri tak berteman
Air mataku tak terasa jatuh membasahi pipi

Kampung halaman aku datang kembali sebagai manusia baru
Aku bukanlah segelintir kerikil di debu jalanan
Aku berharap jadi segelintir kerikil di antara ribuan pasir pembuat jalan
Bukakanlah pintu taubatmu untuk aku pemuda desa yang terbuang    

Aku memang salah dan mengaku salah
Aku kembali demi membayar 10 tahunku yang hilang di negeri seberang
Aku sudah tahu pohon jati tak lagi tumbang di curi orang
Aku tahu bahwa gedung-gedung megah ini bukanlah rumahku juga bukan hasil keringatku
Namun aku tahu dan sadar disinilah tanah dan bumi yang akan menguburku

Setidaknya izinkanlah aku 
Mengukir batu nisan bertuliskan bin fulan
Jika manusia memang tak menganggapku, 
Setidaknya tanah dan bumi masih menerima jasadku

Read More

PUISI BINGUNG : BINGUNG

aku cuma bisa terduduk.
termenung sembari merunduk.
imajinasi sudah lenyap.
dalam senyap.

mau buat apa.
mau berkata apa.
aku tak tahu apa-apa.

perasaan sudah hampa.
sudah hilang entah kemana.

apa aku sudah mati?
kenapa hati tak ada rasa lagi?

Read More

tak ada inspirasi

sebenernya ane bingung mau nulis apa nih hari.
otak mumet, inspirasi ngebleng. Tapi??????

BISMILAHIROHMANIROHIM

Termenung ku didepan layar
Menerawang jauh kedalam isi yang terdalam
Jauh.... semakin jauh aku tenggelam
tak ada satupun yang kutemu

Gelap semakin gelap
Ingin ku kembali
Tapi percuma jika tak ada yang ku bawa
Ku coba mencari yang kan ku bawa

Saat semua serasa tak ada
Akhirnya ku tersadar
Gelap ini bisa kau bawa kesana

Indah itu bukan tentang warna
Indah itu bukan hanya yang bersinar
Seni bukanlah tentang indahnya untaian kata
Tapi expresi dari kejujuran hati

Read More
AGUS GANTENGSTERS

Arjuna Linglung : Ajari Saya Apa Itu Cinta

Arjuna Linglung : Ajari Saya Apa Itu Cinta _Ada nyamuk di pipimu teman, biarkan ia sedang mengambil jatah rizki pagi ini. Tak banyak prakata puisi ini, baca saja,, baitnya cerewet:

tentang pedihnya hati pada diri, sedikit aku juga pernah merasakannya
seperti ada yang mengganjal dengan halus ditenggorokan
ada lempeng baja dengan sedikit rongga menempel didada
mata sembab, tapi tak menangis
telinga merah tapi tak terlalu bingar
hidung serasa pengar, tapi nafas tetap lancar
ingin berteriak namun bibir terasa kelu dan lidah sedikit kaku..
nggggggg haaahh
apa pun, rasanya ingin dikeluarkan
sedih perih lucu aneh marah serapah
dan apa saja dalam keadaan pasrah
kepada siapa saja, tanpa arah

tentang rasa
tentang sayang, kasih-mengasih, semangat, kegilaan
kebersediaan, perkenalan, pertanggung jawaban, perhatian,
kebersamaan, keinginan, menghargai, saling menghormati,
saling berbagi.
rasanya aku tak terlalu faham kilah hati ini.
yang ku tahu,
hati itu lebih dari sekedar cermin,
yang hanya mampu menampakkan bayang.
yang mudah retak,
walau semakin beningnya cermin bisa nampak detilnya kotoran.

lebih dari cermin, hati itu permata,
tegar,,
tangguh,,
tak mudah  rapuh
berharga
dengan ribuan kilau warna,
sedih, senang, bahagia dan sebangsanya rasa,
tersimpan khusyuk dalam raga manusia

mungkin lidahku sering berucap ngawur,
sampai lupa akan empuk kasur yang nyatanya hanya tempat mendengkur
dan mungkin juga rasaku terlampau bawur
hingga apa yang kulakukan hanya menggantung pada nasib mujur,
yang padahal aku sangat siap serta berani bertempur.
dan yang perlu kau mengerti
bahwa sikapku jauh lebih bisa jujur
ketimbang laku kuda dipapan catur, yang demikian lincah menyoncong dengan busur.

tak apalah merasa sedih asal esok kau kembali tersenyum
aku memang bodoh
dan tak terlalu akrab dengan 'eros'
si anggun 'philia'
si penyayang 'agape'
serta si pemberontak 'storge'
karenanya,, ajak aku berkenalan dengan mereka
agar aku tak menjadi penjahat dengan kibar 'cinta'

Read More
Puisi Wanita Kerudung Ungu Manis Sekali

Puisi Wanita Kerudung Ungu Manis Sekali

Rasa menyekat sudah tak tampak lagi dari ujung barat, dirindangi oleh sebuah gedung tinggi. Ku duduk didepan kantin tak sengaja sore tadi melihat gadis sedang duduk manis membaca buku, mungkinkah dia kutu buku? Rasanya iya. Rasa penasaran ku mulai naik siapa gerangan?
Ungkapan ini aku tulis saja lewat puisi berjudul:



Wanita Kerudung Ungu Manis Sekali

Tersorot mata dibawah gedung
Memijarkan warna bercahaya
Melihat wanita berkerudung
Siapakah dia memakai kebaya

Sedikit melotot sembari melihat
Radak penasaran dan aku berdiri
Mata semakit pekat
Tambah terpasang alih kondisi

Warnanya begitu terang
Berkerudung ungu
sambil membaca buku
Terpancar manis
Leherku sedikit menengguk ludah
Ini bukan biasa tapi luar biasa

Akan ku lihat terus kau sampai pergi
Aku malu ingin mendekat
Sepuntung rokok masih melekat
Wanita tak suka asap

Biar kunikamti saja pandangan ini
Takbisa ku menoleh kelain sisi
Rokok telah mati
Berlahan ku mendekati
Berkenalan percaya diri
Kau wanita manis sekali

By: Dalang Wanataka 3: 2014



Read More
Puisi Perjuangan Sarjanawan Sarjanawati Nganggur

Puisi Perjuangan Sarjanawan Sarjanawati Nganggur

PUISI PERJUANGAN SARJANAWAN SARJANAWATI NGANGGUR- Puisi ini ditulis ulang dari teman gak jelas saya yang ada diseberang sana. Entah karena sedikit curhat atau sedikit mengungkap realita kehidupan pasca sarjana saya kurang tahu betul, yang jelas temen sebrang itu memang suka nulis hanya saja kurang pas tempat. Semoga dengan terbitan puisi ini bisa menjadi hiburan bagi pembaca puisina umumnya dan menjadi keinsyafan khusus buat pengarangnya,, Biar karya itu nggak cuma dihargai dengan jempol dan perhatian kadal murahan yang akan tertindas saat pembersihan hosting jejaring sosial. selamat membaca..!

Puisi Perjuangan Sarjanawan Sarjanawati Nganggur

dudukku termenung disebuah gedung.
dengan kedua sisi pos jaga satpam diantaranya,
atap bergonjongnya dengan plang besar terukir dari plat seng,
"DINAS KETENAGAKERJAAN"
berjejer manusia-manusia tampan pun cantik.
memakai kemeja pun batik,
antik-antik.

baju kausku berpeluh sudah.
antrian sudah antah berantah.
ku tolehkan kepalaku ke arah jalan raya
serupa pula kami kiranya.
itu, ibu-ibu menggendong bayi,
kami menggendong ijazah ditangan kiri.
tangan kami sama memintanya
minta kerja dan minta uang jua.

nama kami lebih "wah"
pengangguran terdidik kata mereka
berseliweran meghabiskan ragi roda.
bensi habis makan pun tak juga.

apalah daya,
skill kami tak digali awalnya,
didik kami cuma di didik
tak diberi motivasi biar cerdik

ingin ahli?
belajar tiga bulan langsung jadi.
ingin pintar?
les kilat pun bisa cetar.

empat tahun kami di bully,
semester akhir dikebiri
judul skripsi harga mati.
IPK tak soal kerja jadi.

diterima kerja itu selamat
asal ada duit penyemat,
paman ku punya PeTe
nerima sanak se enak kate.

tampang cantik bisa jadi teller
teller bank-bank senter
yang tampan bisa jadi model
atau jadi pasangan tante-tante berbehel.


By : Silvia Kresna
Read More
Puisi Gaji Karyawan Mau Liburan

Puisi Gaji Karyawan Mau Liburan

Mencari pekerjaan itu gampang-gampang susah. Ingin menjadi karyawan disebuah perusahan harus memiliki syarat-syarat tertentu. Seperti surat lamaran, daftar riwayat hidup, foto kopi KTP, Foto kopi ijazah dll. Ribet banget ya mau jadi karyawan aja, itu aja entah diterima entah enggak (kacian deh elu) hehe.
Sahabat puisina tercinta dan bahagia kita berpuisi aja yukkkk....



Gaji Karyawan Mau Liburan

Warnai kalender mu dengan warna merah
Agar bisa berlibur terus-terusan
Tak usah mikir kerja ataupun gawean
Penting bisa makan walau makan cuma lauk ayam
Aku selalu teringat dengan para karyawan
Gajian diakhir bulan atau diakhir pekan
Sudah jadi tradisi menunggu amplop
Dari sang prusahan

Buka amplop sitik joss
Teng-teng itung-itung
Bayar kreditan bayar utangan bayar mingguan
Duit dan duit lagi

Pedoman untuk karyawan
Menambah keceriaan penuh akan senyuman
Dengan rasa syukur mendalam
Esok hari setelah mengirit duit
Pergi jalan-jalan bawa gandengan
Isi dompet sedikit mepet
Yang penting hepy

"Jangan terlalu lama jadi karyawan
jika ingin sukses"

By: Dalang Wanataka

Terimaksih kepada +Translator Akb +Yula Tilar +Matthew C. Torres +tiefa giet
Read More
Puisi Renungan Sejuta Rasa

Puisi Renungan Sejuta Rasa

Sejuta rasa cinta tergoda oleh rayuan ucapan asmara. Dunia kata mereka begitu sempit tidak juga menurut sang pujangga. Dunia itu sejuta rasa, sejuta impian, sejuta harapan, sejuta doa. Dewasa ini bayak kaun adam dan hawa menjalin asmara. Sang pujangga belum mengerti tentang devinisi cinta. Rasa ini menunjukkan belum ada cinta dihati. Kisah cinta yang lama hanya sebagai perasaan belaka akan ku tulis di goresan dinding pojok kamar ini. Sobat puisina yang budiman ini sebuah puisi sejuta rasa.

Renungan Sejuta Rasa

Langit berawan menyelimuti bumi
Bintang ikut tersenyum tak terlihat
Kabut hujan menggelegar
Melepas kisah lama

Sejuta rasa kalbu
Sepenat hati merindu
Renungan  tanpa wajah rupawan
Gemerlap taburan bintang

Sepercik sinar penyejuk rasa
Goresan cinta membara
Rindu ini sejuk
Menawan mendekat danau kedamaian
Air hanyut mengaliri goresan luka

Renungan sejuta rasa
Membelah jiwa
Dibalik layar dunia
Terpesona canda tawa
Penyejuk sukma

By: Dalang Wanataka


Read More

Puisi Bola Dunia

Sekedar puisi bingung untuk mengatasi penat, biarkan berjalan menuju bola melayang ditendang. Peningkatan dalam gaya bahasa bisa dibilang kurang tepat atau pantas. Kepenatan ini kata demi kata entah itu kata atau bukan sebuah kata. menurut saya itu kata, tapi kata tidak nyata. Sebagain orang menyangkal bahwa puisi ini tidak cocok dan pass, tapi kata saya ini sebuah puisi yang menyenagkan, dengan kata bora beri bola. mereka bilang puisi ini tak pantas berada disini. Puisi ini menurut kulebih sip dari mukamu. Puisi ini lebih cakep, lebih keren, lebih kece dari bentuk mu. Sembari berpuisi bersama kita bisa jadikan inpirasi dari mana datangnya kata-kata menarik yang jelas dari sebuah pikiran dan ditulis dalam bentuk rangkaian kata-kata menarik dan gk enak dibaca.hehe





Bola Dunia

lobi loba bola
bola lobi loba
lobi bola loba
balo beli bula
balo loba loba
bulu bale bera
loba bola loba
bola lobi loba

bere bore bure
bore bure bere
bure bere bore
bure bure bore
bore bere bure
hore

buru bure buri
buri buru bure
bure buri buru
buru
Read More
puisi minta maaf untukmu

puisi minta maaf untukmu

puisi minta maaf untuk mu

setiap manusia, baik itu kaya, miskin, pintar, pandai, cntik, muda, tua, bahkan sampai berpangkat tinggi pun tak menjamin kalau dirinya suci,, atau tk punya salah. seperti yang pernah dikatakan bahwa manusia tak sempurna, semua kalangan dan golongan tak kan lepas dari kesalahan, takkan bisa menghindarinya sehingga suci dirinya, takkan mungkin, begitu juga dengan diri ini, yang hanya manusia biasa.. tercipta seperti ini, ada kelemahannya, yang mungkin menusuk hati membuat kecewa hingga tersakiti dan mungkin sangat sakit, maafkanlah.. tak dapat yang bisa ku berikan mungkin hanya kesedihan yang ada, maafkanlah,, takkan ku berkata lagi, jika memang sudah tak percaya mau dibilang apa,,

dalam hati yang dalam
rasa gelisah menyelimuti jiwa
membuat tak tenang hati ini,
pikiran ini,  dan raga ini
tindakan pastilah ada resiko
pilih ini satu terluka
pilih itu yanglain terluka
tak pilih dan bunuh diri
berarti lari dan menambah keruh
harus bagai mana meminta maaf..
saat hati ini tak tenang,
serba salah dalam bergerak

duhai engkau
maafkanlah diri ini
jika membuat pahit, penyesalan dan kekecewaan
juga penderitaan
hingga batin terluka
tak seharusnya dulu ku bertindak gegabah
mementingkan ego ku tak berfikir kedepan
yangku  pikirkan hanya kenyamanan waktuitu
hingga ku kira semua akkan benar baik-baik saja
namun nyatanya, kenyataan menolaknya
dan sekarang keruh sudah suasana

mau apapun teringan
saat melafatkan ayat demi ayat,
saat  mengobrol,saat perjalanan, saat  dirumah
entah ketulusan mu yang kau berikan
yang begitu dalam, hingga makin dilupa makin terkenang
serasa sepertinya nyata saja

maafkanlah..
tak menunggu esok,  sekarangpun ku sudah merasakan
tolong doakan  semoga berjalan baik, lancar,
dan engkau pun baik dan tak bersedih..
kelak engkau kan menemukan seseorang yang jauh mengagumkan
dan memberi warna-warni bagaikan pelangi
yang begitu indah dipandang dan memberikan keindahan di sekelilingmu
sebentar lagi pasti datang dengan keadilan yang dulu pernah dikatakan
apa lagi sosok kejujuran dan ketulusanmu
tak bermaksud tuk meninggalkan, namun janji dulu lebih kuat,
dan sebagainya tak bisa ku katakan
namun, janganlah engkau menghapus perkenalan yang ada
biarkanlah ku mengenal engkau yang telah memberiku bnyak warna
hingga ku bangkit dan berjuang, meskipun tak seberapa beratnya
janganlah kau hapus semua yang tersisa
perkenankanlah dan izinkanlah ku masih mengenal engkau
ku berdoa pilihan itu takmendatangkan sesal,  engkau lebih baikpastinya mendapatkan yang lebih baik juga
jikalau perjalanan dalam hidup  seperti ini, takdirnya memang begini
hanya usaha dan doa sehingga keputusan hanya padaNyalah

demikian puisi meminta maaf, masih banyak yang ingin di ucap, kalau di teruskan takkan cukup tuk dan takkan berhenti, masih bayakk sekali,, semoga Allah sellalu memberikan petunjuk dan keridhaannya.. semogamenghibur bagi sobat puisina



Read More
Puisi Pusing Tingkah Mu

Puisi Pusing Tingkah Mu

Sekian lama menunggu seseorang untuk hadir dalam pelukan, seujar sepatah rajutan puisi telah melampiaskan isi hati ini. Puisi ini saya ambil dari statusnya seseorang dari situs jejaring sosial. Sedikit pengeditan supaya rapi. Biar nggak Pusing.

Pusing Tingkah Mu

Andai kan pundak mu
Ada disini
Akan ku rubah kan tangisan ku
Dibahu mu tuk bersandar
sebesar apa pun ku berjalan
Tiada ada hati yang mengerti
makasih hanya kamu yang bisa
menyemangatkan aku kembali
Dalam kondisi apapun
Karakter dan nasehat mu
yang mampu tuk ku bisa bersandar

Sabar aku
sebentar aku puising


Terimaksih kepada +QVC +qosim muhammad +Ahmed Qutbi +Zahra Qhoiriyati +lailatul qodriah +Qirey Shelomitha

Read More
Puisi Potret (majalah puisi online)

Puisi Potret (majalah puisi online)

Hiasan kehidupan lebih tanpak ataupun potret kehidupan yang nyata membawa pengalaman dan gambar kehidupan akan terasa bersejarah. Potret kehidupan remaja, dewasa, anak, tua berbaur. Kehidupan ruang republik indonesia bisa kita potret dari masa lalu untuk membangun suasa lebih mantab dan jelas. Ulasan puisi ini saya dapat dari sebuah majalah sekolah semoga bisa dinikmati.


Potret 
Wajahmu terlalu ssukar kubaca
Dalam sebuah kaca
Menangis, menjerit, ataukah

tersenyum?

Begitu kabur
Bingkai kaca
Mengatur jarak antara kita
Serpihan matamu menyelemam
Kepedihan
Abadi!


Karya: Khoirul Anwar alumnus MAN
Read More
Puisi Pengamen Jalanan

Puisi Pengamen Jalanan

Puisi ini saya ambil saat mengajar disebuah sekolah menengah atas, yaitu tugas PPL dari kampus. Para siswa saya suruh membuat puisi bertemakan bebas tak terbatas. Puisi ini hanya sebagian kecil saja dan masih banyak puisi-puisi yang lain.





Pengamen jalanan
Kesana kemari kau membawa gitar
Tak punya rasa lelah dan letih
Hanya mencari sesuap nasi
Kau menyayikan lagu ditempat-tempat yang ramai

Meskipun banyak juga orang yang ngamen
Kau tak punya rasa malu
Hanya membuat asap dapur mengepul

Suatu hati nanti pasti
Ada jalan buat pekerjaan yang lebih baik
Meskipun menjadi pengamen jalanan
Pada saat ini

Terimakasih kepada Mas Puguh Asmoro XII TKR




Read More
Puisi Aku Hanyalah Perindu Sepi

Puisi Aku Hanyalah Perindu Sepi

Ketika sepi menyelimuti diri berarti kita butuh teman untuk saling bicara. Namun jikalau engkau hidup sendiri kepada siapa Engkau berbicara? Yang ada hanya rasa galau melanda dan membuat hidup tak berwarna... membosankan seakan tak punya arah dan tujuan. Ketika hidup sendiri hati terasa terombang-ambing oleh kenyataan dal lebih pastinya pertempuran hati sendiri pasti mengawali. Dibawah adalah sajak tentangku sang perindu sepi saat sendiri mengharapkan sebuah pasangan:
Puisi Aku Hanyalah perindu sepi
Aku hanyalah perindu sepi
berlayar di lautan
terumbang ambing
tanpa berkemudi

Aku hanyalah perindu sepi
berlegar-legar mencari perhentian
entah ke mana
tanpa arah tujuan

Aku hanyalah perindu sepi
yang tak bertepi
mencari pelabuhan
untuk melepas lelah

Mogakan ada perhentian
Yang sesuai buat diriku
Read More