Tampilkan postingan dengan label Puisi Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Doa. Tampilkan semua postingan
Puisi Bulan Muharram Aku Rindu

Puisi Bulan Muharram Aku Rindu

Puisi Bulan Muharram Aku Rindu

Bulan telah berganti menuju tahun yang baru.Di malam tahun baru muharram ini mari sejenak pejamkan mata untuk merasakan kesejukan bulan yang mulia.Nah untuk melengkapi malam tahun baru ini,tidak ada salahnya jika sambil membaca puisi.Untuk sahabat semua ,aku hadirkan puisi ini semoga dapat menemani sahabat dalam menikmati malam ini.Selamat membaca! 


Puisi Bulan Muharram Aku Rindu


Malam ini begitu syahdu
Duduk sendiri sambil merindu
Menikmati indahnya muharram tanggal satu
Pertanda hadirnya tahun baru

Tahun 1436 hijriyah masehi
Kejadian apa yang kau bawa tahun ini
Apakah akan lebih baik?
Dari tahun yang lalu

Untuk sahabat setanah air Indonesia
Di tahun baru masehi ini
Mari semua satukan tangan
Langkahkan kaki untuk revolusi

Semoga di tahun mulia ini
Negara Indonesia diberkati
Menjadi negara yang subur
Rakyat sejahtera dan makmur

Bulan muharaam termasuk dalam 4 bulan yang diistimewakan.Semoga pembaca juga mendapatkan keistimewaan di tahun ini.Sekian puisi "bulan muharam  aku rindu" yang aku persembahkan untuk Anda.Sekian terimakasih!
Read More
Puisi Untuk Bu Risma "Perempuan Berhati Baja Srikandhi Bangsa"

Puisi Untuk Bu Risma "Perempuan Berhati Baja Srikandhi Bangsa"

Puisi Untuk Bu Risma "Perempuan Berhati Baja Srikandhi Bangsa"_Salam sejahtera pembaca puisina. Dari berita hiruk pikuk pikpres ternyata ada satu tokoh anggun yang tetap menjalankan kewajiban tugasnya sebagai walikota, Iya,, Ibu Tri Rismaharini beliau adalah salah satu dari deretan wanita hebat yang berani memperjuangkan martabat wanita dan bangsanya. Dan berikut ini salah satu puisi sebagai apresiasi untuk beliau atas perjuangannya. Selamat membaca..

Puisi Untuk Bu Risma "Perempuan Berhati Baja Srikandhi Bangsa"

gurat kulitmu belumlah keriput
detak nadimu menyimpan semangat menentang maut
teduh sinar matamu mengayomi mereka yang dicekam rasa takut
kata kata nafasmu tegas pantang surut

pada dirimu penghela biduk perempuan
tebarkan panji kasih pada kaummu yang dihinakan
menuntun mereguk segala martabat yang lama tersirnakan
oleh kejamnya kondisi sosial yang tak ber-keadilan

padamu Bu Risma
sang perempuan berhati baja
bernyali layaknya singa raja rimba
patahkan taring-taring para durjana
merobek kuasa atas martabat kaumnya
yang terenggut sekian lama
di bawah kaki kaki nafsu angkara

pekikan lantang merajam rintangan
halangan diterjang demi nafas kebaikan
mengoyak rusuk kulit san lembah hitam
di telatah gang wilayah dunia malam

setan setan meradang
murka bukan alang kepalang
dunia kekuasaan lebur berantakan
tersapu badai sisakan puing kehancuran

Pada Ibu Risma terhormat
bakar bakarlah markas syahwat
bebaskan hingga datangnya sang kiamat
lepaskan cengkeraman pada bumi yang sekarat
wariskan hawa udara pada nafas nafas bermartabat

"salam, hormat padamu ibu Risma, Sang Perempuan berhati baja"
Srikandhi Sejati Bangsa
Jakarta - 18 Juni 2014
@rahabganendra
Read More
Puisi Do'a Malam Nisfu Sya'ban

Puisi Do'a Malam Nisfu Sya'ban

Puisi Do'a Malam Nisfu Sya'ban  _ Salam sejahtera pembaca Puisina,, semoga setelah purnama semalam kita selalu diberi petunjuk dan bekal untuk menapaki jalan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Yap Nisfu Sya'ban, ada banyak berkah didalamnya,, dan puisi berikut ini adalah sedikit ulasan serta sebagai penyemangat dari apa yang yang kita panjatkan bersama-sama semalam. Selamat membaca...

Puisi Do'a Malam Nisfu Sya'ban

segala puji untukmu tuhan
untuk setiap udara yang kuhirup
untuk setiap air yang kuteguk
untuk setiap suap yang kulahap
dan atas semua apapun yang melekat dalam jasadku
membangun jiwaku
mengisi hatiku
meneduhkan ruhku

salam sejahtera serta keselamatan
untuk nabiku utusanmu
beserta ahli beliau junjunganku

beribu syukur kuhatur untuk sepertiga malam ini
karena masih engkau beri ruang menatap purnamamu
dari salah satu malam kemuliaan anugerah darimu
dalam tiap kekhilafan yang telah kukerjakan
aku memohon sepenuh maaf padamu

lewat satu khotam surah
agar tambah umurku kian terarah
satu khotam kedua
aku memohon perlindunganmu dari tiap bencana
dan satu khotam ketiga
semoga kau cukupkan bekalku didunia
menuju akhiratmu yang abadi nan bercahaya


Salam jumpa dan terima kasih kepada +Aishah Jahirah +gusmala yanty +Mega sintya +Ika Hardiyan Aksari +Hilatin Razanitaqi +daisy hijab +aida putry +shinta lesur +Agustini Hariyanti
Read More
PUISI SENANDUNG KENANGAN UNTUK IBU by Hanik Apriliana

PUISI SENANDUNG KENANGAN UNTUK IBU by Hanik Apriliana

PUISI SENANDUNG KENANGAN UNTUK IBU by Hanik Apriliana_ Salam semangat Puisina, lanjut lagi untuk puisi kiriman yang datang dari sodari Hanik Apriliana. Puisi kenangan untuk ibu, sederhana namun penuh makna,, semoga puisi berikut ini kian menambah semangat kita untuk selalu ingat dan berbakti kepada ke dua orang tua, kepada Ibu khususnya. selamat membaca..


Ibu,,,,
Sungguh ku kenang jasamu
Engkau rela berkorban apapun demi aku

Sungguh kau wanita yang mulia,
engkau yang membesarkanku,
mendidikku,
serta mengajarkanku berbuat tuk kebaikan

kasih sayangmu begitu tulus padaku
tapi kini tuhan telah merenggu nyawamu
Tetes air matapun jatuh berlinang membasahi pipi
Seakan-akan tak bisa terlupakan
Senandung kenangan itu Kenagan diwaktu Kecilku
Saat kau masih disisiku

Kini engkau sudah tenang dialam sana
Do'a Anakmu kan slalu menyertaimu


oh ibu......
Engkaulah senandung kenanganku

Hormat kami,
Hanik Aprilina | aprilina_hanik@yahoo.com 

Terima kasih dan salam kenal dari Puisina beserta seluruh pembacanya..
Read More
AGUS GANTENGSTERS

PUISI TAK ADA NODA HANYA DOSA by April

TAK ADA NODA HANYA DOSA by April_ Salam jumpa April (nama orang) juga pembaca Puisina, lanjut buka emailnya,, terbitkan lagi puisinya.. Puisi renungan sangat pas untuk bulan sya'ban untuk bekal ramadhan. Okeh? langsung saja selamat membaca..

ketika malam penuh dengan kesunyian
meraih fajar tak kunjung datang
terkadang mati dan hilang
semua langkah tak bertujuan

putih hitam kehidupan merajut asa dengan tantanagan
ketika hati penuh dengan kotoran
ketika pikiran dengan kedengkian

dunia penuh kepalsuan tempat dosa berkeliaran
masih adakah kesucian yang dalam balutan
masih adakah tempat untuk bersandar dalam keadaan

aku mati dalam pelukan
aku mati dengan jasad yang terbuang


Hormat kami,
APRIL | ariel.april78@yahoo.com
Terima kasih atas kiriman puisinya....
Read More
AGUS GANTENGSTERS

Puisi Do'a Angan Dan Harapan by Nadya Nurrochman

Puisi Do'a Angan Dan Harapan by Nadya Nurrochman _ Puisi kiriman selanjutnya datang dari Nadya Nurrochman. tentang do'a angan dan harapan. Sedikit banyak semoga puisi berikut dapat menjadi salah satu inspirasi bagi pembaca puisina. Selamat membaca..

Semua berawal dari tangisan
Doa anga dan harapan
Semua menyatu 21 tahun yang lalu
22 oktober hari yang kau tunggu
Doa angan dan harapan kembali menjadi satu
Selamat ulang tahun masa depanku
        Semoga kau selalu dalam lindungan-Nya
untuk sekarang, besok, dan selamanya
        menjadi pribadi yang lebih baik lagi
        bisa mengerti arti kedewasaan diri
        sedikit doa dariku untuk mengisi bait ini
        selamat ulang tahun wanitaku
aku tahu kamu tak akan pernah sendiri
karna disampingmu aka nada aku dan mereka menjadi kami
semua rintangan dan cobaan pasti akan kita hadapi
teruslah bermimpi karna itu yg membautku terus berdiri
selamat ulang tahun keajaibanku
        aku bahagia bukan karna kau selalu ada
        kebahagiaan sejati bukan saat kita tertawa
        tapi saat kita tersenyum bangga
        dengan apa yang kita punya tapi tak orang lain punya
        aku bangga memilikimu karna orang lain tak akan sama
        selamat ulang tahun kebahagiaanku
I believe our story
Will end with happy
I loe you jadriany


Hormat kami,
relevan | nadyonurrohman@gmail.com 


Terima kasih atas kiriman puisinya,, salam kenal dari kami juga pembaca pembaca puisina..
Read More
PUISI RINDUKU UNTUKMU BUNDA by Dewi Arlina

PUISI RINDUKU UNTUKMU BUNDA by Dewi Arlina

PUISI RINDUKU UNTUKMU BUNDA by Dewi Arlina _ Puisi kiriman berikutnya masih dari sodari Dewi Arlina, tentang rindu kepada ibu. Semoga dengan puisi yang dikirim berikut ini,, beliaunya juga baca mbak,, serta selalu dinaungi do'a dari beliaunya. Selamat membaca teman..

Malam semakin larut
Namun mata ini tak dapat terpejam
Terbayang wajahmu...
Oh...begitu banyakah dosaku padamu?
Begitu seringkah aku menyakiti hatimu?
Engkau yang mengandungku...
Engkau yang melahirkanku...
Engkau yang menimangku..
Dan engkau yang mengajariku tentang alam..
Oh Bunda...
Masih pantaskah aku menemani hari hari mu?
Masihkah Engkau menerimaku kembali dan memaafkanku?
TUHAN...
Aku ingin kembali padanya...
Memeluk,mencium,dan mencuci kakinya...
Memohon ampun atas khilafku..
Bunda...
Aku begitu merindukanmu
Senyummu tak akan pernah terlupakan
Aku menyayangimu..
Kaulah kartiniku...
Kaulah pelita yang menerangi setiap langkahku...



Hormat kami,
dewi arlina | dewiarlina88@gmail.com


terima kasih dan salam kenal dari Puisina juga para pembacanya...
Read More
AGUS GANTENGSTERS

Puisi Rinduku Untuk Ibu by ''Dewi Arlina''

Puisi Rinduku Untuk Ibu by Dewi Arlina _ Puisi kiriman dari pembaca Puisina. Puisi Rindu untuk ibu sekaligus do'a atas curah kasih sayangnya. Semoga puisi berikut ini bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk senantiasa berbakti kepada ibu yang telah melahirkan kita di dunia. Selamat membaca,,



Rinduku untuk ibu
Malam semakin larut
Namun mata tak bisa terpejamkan
Pikiran tak tenang
Hanya bayangmu yg hadir setiap saat dlm hari hariku
Hati terasa gelisah saat terbayang wajahmu
Kau yang mengandungku
Kau yang melahirkanku
Kau yang merawatku
Namun aku telah menyiakanmu...

Oh...ibu
Dukamu adalah dukamu
Tangismu itu karena aku
Ingin ku menjerit di setiap ku ingat kau...
Ibu...jika waktu bisa kuputar
Ingin sekali aku didekatmu,
Berbakti dan mendampingimu
Ibu...ingin rasanya kuungkapkan rasa penyesalan yang teramat dalam...
Ingin ku basuh dan kuciumi kakimu
Agar kau memaafkanku...

Ibu...
Kenapa diri ini marah jika ada yang menyakitimu,,,
Sedangkan aku tidak pernah luput menyakitimu...
Kenapa rasa sayang ku kepadamu
Seakan tak kau balas,,
Ibu...
Jika kau tahu betapa aku menyangimu walaupun kau tak pernah peduli kepadaku
Ibu...
Ijinkanlah aku untuk pulang dan mencium serta merangkulmu
Karena aku sangat  merindukanmu...


Hormat kami,
dewi arlina | dewiarlina88@gmail.com 

Terima kasih untuk pengirim "Dewi Arlina'' atas puisinya. Salam kenal dari Puisina beserta pembacanya..
Read More

Puisi Berdo'a pada Illahi

Tengah malam ku bersujud
Berdo'a pada Illahi
Memohon petunjuk-Nya
Atas rumitnya jalan hidupku

Ku meminta
Dengan kelemahan dan kekuranganku ini
Ku dapat menggapai cita
Dengan sempurna

Ya Allah....
Hanya kau penenang hati
Pemberi ide ide murni
Bangunkan jiwa

Yang Maha Agung
Beri arti dalam hidupku
Beri kejernihan hatiku
Dalam menentukan semua langkahku

Read More
Puisi Religi Lentera Tobat

Puisi Religi Lentera Tobat

Puisi religi lentera tobat, seorang yang berjalan dimuka bumi ini tidak boleh menyombongkan diri. Puisi ini bisa untuk pesan atau peringan dan juga motivasi. Inilah puisi lentera tobat untuk anda yang belum tobat:



Lentera Tobat

Kusaksikan dunia retak
dimakan usia zaman
lusuh satu demi satu
diatas muka bumi
berjalan dengan keangkuhan
akan tenggelam dalam kesengsaraan
melengkapi kematian
tak bermanfaat
ini sejarah terdahulu
menyombongkan diri
di atas muka bumi
ruang kebaikan masih banyak
menempuh segala kemafaatan
inilah surga akan terjadi
untuk kau yang tau

By: Dalang Wanataka 5:2014

Demikinlah mengenai puisi religi lentera tobat, mana puisi mu?
+lenny poespitasari


Read More
Puisi Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia

Puisi Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia

Puisi Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia

Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasioanl tanggal 2 mei.Hari ini mengingatkan kita pada hari ulang tahun Ki hadjar Dewantara,seorang pahlawan nasional yang dihormati sebagai bapak pendidikan nasional di Indonesia.Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa beliau berikut puisi pendidikan untuk para guru sebagai penerus perjuangan beliau.

Puisi Selamat Hari Pendidikan Nasional

Apa jadinya dunia ini tanpamu
Mungkin hanya ada kebodohan itu
Yang selalu membelenggu
Menjadikan kami generasi bisu

Tapi setelah hari itu
Dunia menjadi penuh warna
Banyak huruf yang di eja
Banyak garis yang di lukis

Banyak hal yang engkau ajarkan
Tentang mana warna keindahan
Juga tentang mengeja kehidupan
Dan bagaimana meraih mimpi

Terima kasih guru ku
Juga untuk semua pejuang pendidikan
Ilmu yang kau ajarkan menjadi bekal
Untuk memperbaiki nasib dan perubahan bangsa

Di hari pendidikan nasional ini
Dengan ketulusan dalam sanubari ku
Ku aturkan beribu terima kasih padamu
Gempitalah selalu guru
Engkaulah pejuang pendidikan sampai akhir waktu

Filosofinya tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan )menjadi semboyan dalam pendidikan nasional.Semoga jasa-jasa beliau terhadap dunia pendidikan dapat bermanfaat untuk generasi bangsa Indonesia.Selamat Hari Pendidikan Nasional sahabat +Andinie Sunjayadi +Andini larassaty +andini Diah +Andini Dian Pertiwi +Andini Danita 
Read More
Puisi Religi Bait Doa

Puisi Religi Bait Doa

Sebuah puisi juga bisa meneteskan air mata bila membacanya dengan seksama menggunakan perasaan mendalam. Sobat puisina semua semoga kalian semua tidak meneskan air mata oleh bait doa. Ini dia puisinya:



Bait Doa

Diantara bait do’a
Tadahan seribu harapan
Tergenang airmata
Atas semua doa

Terselip sesal
Atas dosa terdahulu
Tetesan harapan taubat
Terbesit  dalam indahnya tindakan

Duhai Rabbi berkuasa
kuasai nasibku dan hidupku
Izinkan hamba
Menempuh tobat hamba
Hamba penuh sesal
Asal ENGKAU ridho
kepada MU lah tujuan akhir hidup
atas semua ridho MU

By: Dalang Wanataka

Read More
Puisi Sahabat Untuk Teman Lama

Puisi Sahabat Untuk Teman Lama

Puisi Sahabat Untuk Teman Lama _ Masih Edisi Arjuna Linglung Mengumpulkan Sahabat, orang-orang yang akan selalu lekat dengan kita baik suka maupun duka, orang-orang yang sadar dan menerima fitrah sosial manusia yang saling bekerja sama. Puisi berikut ini boleh menjadi satu rujukan atau inspirasi untuk pembaca sampaikan kepada teman lama anda., agar teman tak hanya sebatas kenangan namun menjadi erat seperti saat berjabat tangan. Selamat membaca,

Puisi Sahabat Untuk Teman Lama


Teman... bagaimana kabarmu
kusapa kau dari balik kelambu rindu
untuk melihat secercah lirikmu
yang dulu kubawa
sebagai bekalku pergi beberapa windu


teman...
mungkin aku tak banyak mengucap kata manis
atau bahkan sering kubagi tangis
tetapi telah kubingkai foto kita yang beradu pelipis
sebagai kenangan melodi harmonis
agar kelak aku tak lupa
menyebut namamu bersama surat yang kutulis
disini sambil menghitung gerimis

teman...
do'aku dari sini.. untuk kau yang riang disana,
saling percaya bahwa kau selalu baik-baik saja
karena telahku yakinkan
bahwa dera tak akan membuatmu jera
bahwa coba semakin membuatmu kuat daya
sehingga persahabatan kita
tak cuma riuh di maya
namun,, esok kita akan kembali duduk bersama
dan bertukar cerita
seperti bulan mengumpulkan cahaya menjadi purnama


Salam puisina dan terima kasih kepada +Nao Mei +Ichin Moet +neng icha +Alya Fisshabilla +joni biring +Alang Alang Kumitir +Andi Darmawan +Heri Albahri
Read More
Puisi Kenangan : Cing Bing Karya Tan Lioe Ie

Puisi Kenangan : Cing Bing Karya Tan Lioe Ie

Puisi Kenangan : Cing Bing Karya Tan Lioe Ie _ Upacara bersih kubur menurut bahasa chinanya.. Puisi ini sedikit mengisahkan renungan atau kenangan bagi warga Thiong Hoa tentunya,, saat upacara bersih kubur.. walaupun ditulis dalam sajak renungan budaya keagamaan china., tidak ada salahnya puisi berikut digunakan untuk sedikit belajar dan mengenal kekayaan sastra serta budaya. Salah satu tanda bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki dan mengenal budayanya - selamat membaca

Puisi Kenangan : Cing Bing Karya Tan Lioe Ie

Sepasang kupu-kupu
menerbangkan khayal alam
Sampek Entay
Benih yang ditanam
telah tumbuh
Berpijak di bumi
menggapai langit

Untuk Giam Lo Ong (Raja Akhirat)
dibelah semangka merah
sebab tertulis di langit
belah semangka merah
Tak putus garis keturunan

Di depan Bong Pai (Batu Nisan)
anak-cucu bertanya-tanya
Santapan Tersaji
bagi lapar ruh
atau lapar daging?

Sepasang kupu-kupu mendekat
membaca tanya
berkata
Santapan Kasih
bagi ruh
bagi daging

Sepasang mata uang
berwajah berbeda
sepasang kupu-kupu
terbang ke sayap silam
Batang-batang lilin leleh
dari cahaya ke cahaya 

Read More
Puisi Nasehat : Efitap Penyair Terlupakan 'Karya Warih Wisatsana'

Puisi Nasehat : Efitap Penyair Terlupakan 'Karya Warih Wisatsana'

Efitap Penyair Terlupakan --Gimin Artekjursi-- "Warih Wisatsana" = Selamat malam pembaca puisina.. Masih dalam kilas balik sastra, puisi berikut adalah karya Waarih Wisatsana, yang mungkin bertema nasehat atau boleh juga renungan. Silahkan pembaca simpulkan bagaimana tepatnya, namun sedikit harap dari puisi berikut ini adalah untuk sama-sama belajar mengenal para pendahulu sastra,, agar generasi suka menulis selanjutnya bisa lebih bijak nan sahaja serta semakin anggun tulisannya..

Puisi Nasehat : Efitap Penyair Terlupakan 'Karya Warih Wisatsana'


Tak terkubur, duniamu tak terkubur
Di bulan agustus yang bukan milikmu
kereta-kereta mati
mengiring hari
ke makam tua
mengantar penyair mengusap nisan
dalam isak sajak yang paling rahasia

Ada ibu muda duduk tertunduk
tanpa suara
ada bayi membiru di pangkuan
mengulum ibu jari merah ungu

Roda kereta berdetak di kelok setapak
bukan di mana
bukan kemana
tapi disini nun dilembah pujian ini
padang pun lepas terbuka
begitu luas dibaca
kubur nganga begitu senyap ditatap
tangan haus menulis, tangan pipihmu
yang tak mau henti, mengembara
kini gemetar melintasi
malam piatu
bagi semua ibu
yang tersedu

Begitu pucat
rumput tercerabut
membelah sisa dunia yang kau pijak
Namun kertas putih hampa
pena sebatangkara
tak akan percuma menagih nyawa kita

Tak terkubur penyair, namamu tak terkubur

2000 

Salam satu jiwa sastra dan terima kasih kepada.. +Dwy Ghyto +muhamad rifani +muhammad robee +kasim dahod +Aagiinaa Purwdorj +Maimunah Hanafiah 
Read More
Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar

Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar

Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar _ Ulas balik sastra kembali puisina... puisi renungan berikut ini adalah karya dari Moh. Wan Anwar. Seorang sastrawan serta redaksi majalah sastra Horison yang tutup usia pada umur 34 tahun, karena penyakit ginjal. Sedikit bait dibawah ini semoga bisa menjadi sarana belajar bagi saya dan pembaca puisina,, dan sedikit do'a untuk beliau,, selalu dalam rahmar tuhan yang maha kuasa.

Puisi Renungan : Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar


Pada hari ini telah kaugenapkan hitungan nafas
dengan iringan kasidah cahaya.
Dua puluh tiga tahun
waktu dan cuaca menguji setiamu pada bumi
Langit yang melahirkan musim dan cakrawala
aku harap kaupun menyala,
meski angin teramat deras menggempurkan pepohonan
yang sedang khusuk ruku dijiwamu.

Meliuklah seperti para darwis
mengikuti loncatan irama dalam batin
seperti para penari yang bercakap
dengan gerak tubuhnya sendiri.

Mabuklah bersama pengembara
menjelajahi ruang-ruang yang tak pernah terjangkau pikiranmu
Dan pada detik-detik yang lambat ini
akan kuundang para malaikat
untuk membasuh rambut
dan lumpur yang membaluri kulit tubuhmu

Bersiaplah kau dari pedang
yang tiba-tiba membelah dadamu,
menghapus bercak-bercak hitam
bersembunyi dalam lipatan-lipatan kalbu

Dan ketika kau tiup api dalam tubuhku
pahami,, aku kekal menyala dalam kekosonganmu

_Bandung, 1996

Salam satu jiwa sastra +Aishah Jahirah +Qirey Shelomitha +najiah shaharain +Naila Fithria +Nao Mei +dewi indah hanggono +indhira
Read More

Puisi Do'a ku Untukmu

Tiap hari ku layangkan
Do'a ku untukmu
Agar kau terlindung
Dalam lingkar kesucian

Sebab engkau pun tau
Separuh jiwaku ada padamu
Itu harga mati

Bersama kata yang jatuh menjadi do'a
Ku selipkan harapan terindah
"Jika dia jodohku, dekatkanlah
Jika dia bukan jodohku,
Dekatkanlah kami dalam tali persaudaraan"

Do'a do'a itu
Menentramkan malamku
Mendamaikan tidurku
Dan akan selalu begitu

Read More
AGUS GANTENGSTERS

Arjuna Linglung : Bukan Tubuh, Melainkan Ruh

Arjuna Linglung : Bukan Tubuh, Melainkan Ruh. _Selamat pagi puisina,, singkap dingin untuk bersimpuh memberi asupan bathin. Edisi Arjuna Linglung, barusan ada kalimat bagus dari puisi sebelum posting ini dan tidak ada salahnya, jika kalimat tadi dikembangkan lagi untuk satu judul puisi. Bagaimana isi atau kilas kalimat bagus tadi,/ silahkan baca puisi dibawah ini, kalo ada sisi yang kurang silahkan ditambahi..



Derai hujan pada bias kaca dijendela
kulukiskan senyummu dari bait sedikit manja,
mengembang dilelapmu
mengendap dalam terjagaku, 

kekasih,,
sukar rasanya jika harus kutandas cahaya
untuk kau tetap tenang menutup mata,
karena lesu akan merasukiku
saat menerka binar manis diruang gelapmu  

Sedikit pudar
aku pun tersadar,
bahwa dalam mimpimu kau juga menyimpan rindu
berisyarah degub didadaku  

dan dari sini
kutegaskan diri
kan kuhapus semua hayal
agar kisah kita berjalan tanpa bual
dengan laku tanpa ragu apalagi kaku

sampai kelak
hatiku dan hatimu saling bertemu
dalam patuh syahdu percik rasamu
memupuk kayakinanku

dari terka nalar
tegarku bekal berikhtiyar
diambang fajar untuk permulaan waktu shubuh
meski ada sedikit keluh, cukupkan kisah ini menjadi teduh 

karena bukan tubuh,
melainkan ruh yang ingin kusentuh

Read More
Puisi Renungan : Aku Dan Bayangan oleh Dinullah Rayes

Puisi Renungan : Aku Dan Bayangan oleh Dinullah Rayes

Puisi Renungan : Aku Dan Bayangan oleh Dinullah Rayes _ Salam jumpa puisina... gerimis memercik dari teras rumah.. mengharap sapamu dengan tetap ramah. Di dingin menggores ingin, agar kenangan tetap khusyuk dalam batin. Mengulas sastra pembaca ... puisi berikut adalah karya satrawan negeri kita. Yap, beliaulah Dinullah reyes sebagai sastrawan yang patut kita belajar menulis karya dari empunya.. "Aku dan Bayangan" selamat membaca..

Puisi Renungan : Aku Dan Bayangan oleh Dinullah Rayes


Menggores aksara
saat sumpah setia,
atas nama adam dan hawa

Kulit pohon palma ini
terbaca wajah zaman
pelepah daun yang luruh
harapan-harapan yang mengubur diri

Kembali malam ini
aku dan bayangan di bawah bulan tua
melepas angan memburu wajahmu
yang pergi
tiada kembali lagi

Lewat Doa berkendara kereta langit
Tuhan!,
warnai hidupku selalu
pancarkan nur-Mu dalam hatiku
dari kalamku yang berdebu


Salam kenal dan terima kasih kepada +Hafiza AizZawa +Hanida Moss +Fatma Abdala +Irayani Queencyputri +Toni Zorrilla atas luang waktunya untuk membaca puisina..
Read More

Puisi Kenang Daku dalam Do'a mu

Dua tahun sudah
Ku tertatih
Menahan sakit ini

Kurasa....
Maut akan mendekat
Karena....
Malaikat sudah bersiap

Kau yang ku cinta
Pimpin langkahku
Pada jalan kebenaran
Di sisa waktuku

Bila ku tlah jauh
Kenang daku dalam do'a mu
Di setiap lintas malam
Agar aku tenang
Di kehidupan baruku

Read More