Tampilkan postingan dengan label Puisi Bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Bencana. Tampilkan semua postingan
25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA

25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA

Untuk mengenang tragedi Gempa Bumi Dan Tsunami Palu Donggala yang terjadi pada hari Jum'at Tanggal 28 September 2018 pukul 18.08 WITA yang menelan ribuan korban dan tenggelamnya beberapa desa seperti petobo jono oge dll tenggelam lumpur dan bergeser sampai 3km . Sungguh menyedihkan .
25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA

Puisi-puisi ini di buat khusus untuk mengenang tragedi tersebut, agar bisa jadi pelajaran kelak bagi generasi kita selanjutnya, agar siap tanggap dengan gejala alam yang ada di sekitar kita. Berikut ini puisinya , selamat menikmati .

Sandal Jepit Eneng

Kenal sebatas dunia maya
Gadis manis ceria gokil punya
Foto gaya selebritis dunia
Padahal hp pinjam temanya

Hidup apa adanya tetap bahagia...
Gadis belia dari dunggala
Kini tinggal nama terkena bencana
Hanya sandal jepit tinggalkan pesan
Kini dia telah tiada.
Selamat jalan eneng... Semoga kau di terima di sisinya. Amin....

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Rindu Kampung Halaman

Tak tahu kemana nanti pulang
Semuanya telah musnah hilang
Sanak keluargapun tidak ada nisan
Yang ada tinggal kenangan

Di tanah itu masa kecilku
Di kampung itu ku di lahirkan
Di desa itu ku di besarkan
Di tanah itu ku rasakan hangat peluk ibu.

Kemana Layangan buatan bapak.
Hilang lapangan main bola sepak
Aku rindu kampung halaman
Yang hilang di telan ganasnya Alam.

By : Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


UNTUKMU KAMI ADA

Jangan menangis saudaraku
Usaikan basah yang jatuh dari sudut-sudut matamu
Bukan karena kami tak mengerti
Akan duka yang kini menyelimuti

Sungguh....,
Kami juga merasakan perih
Atas apa yang kini terjadi
Karena dukamu juga laraku
Dan airmatamu juga tangisanku
Ratapanmu juga rintihan pilu hatiku

Meski jarak memisah
Tapi sakitmu sakit kami jua
Percayalah....
Untukmu kami akan selalu ada
Menemani dalam melewati prahara
Menjaga lewat do'a-doa
Karena raga tak mampu menghantar langkah

Tetaplah tegar saudaraku
Jangan patah dan berputus asa
Mari bersama kita memulai semua
Bangkitlah dengan semangat yang tersisa
Sambutlah matahari esok yang kan menghantar bahagia

By : Arini Eka


 <div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"> <img alt="25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA" border="0" data-original-height="360" data-original-width="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW2oZ2BnGbcqUsbMnf8j2DxP30DBz6m1Xb_GL9tZkau6nzwCFzXtgweYTAzwb_vcE9fftxOWxiI-CTYVccucOoxaPVEN6BfgclRRcL6OP2SHSbOypfdUiNSlPBC2GrMTYtT-asiUQb-IM/s1600/017990200_1538545735-JOkowi_WN_Korsel.jpg" title="25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA" /></div>
Pojok Tenda Pengungsian

Yasin..... lirih bocah pecah sepi
Sendiri tanpa sanak saudara lagi
Malam dingin lapar menyapa
Bocah pasrah dengan air mata.

Merunduk terisak tak tau harus bagaimana
Habis kata kata hanya ada pinta
Baca ayat pelajaran TPA
Yang entah di mana sekarang Ustadzahnya.

Masih dalam merinding ketakutan.
Bocah terus berusaha melafalkan
Apa saja yg pernah dia hafalkan.
Berharap tenang datang pencerahan.

Tatapanya jauh.... memandang langit
Berharap ada keajaiban
Bertemu ibu bapak yang hilang belum di temukan
Sambil berkata bapak ibu ku tunggu di pojok tenda pengungsian.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Donggala Kami Bersamamu
Oleh: Idung

Senja itu datanglah duka
Serupa tangis yang membuncah
Alamku berguncang, ia resah
Sunsetku hantarkan dahsyatnya air bah

Senja itu adalah luka
Penjuru negri mendengar ratapmu
Alamku berguncang, ia lara
Sunsetku membawa haru biru

Sapuanmu pisahkan anak dari ibunya
Kekasih dari belahan jiwanya
Gembala dari ternaknya
Guncangan dan sapuanmu duka

Kami dengar jeritmu donggala
Juga ratap pilumu palu
Tegarlah, mari bangkit bersama
Do'a kami dinadimu



Celana yang hilang

Ini bait versi dagelan
Biar ada tawa di tengah tangisan
Toh air mata tak merubah keadaan
Jika hanya kata tanpa tindakan.

Celanaku hilang saat bumi berguncang
Hadiah dari bapak hasil ngutang
Ku tinggal lari tunggang langgang.
Entah melayang atau di ambil orang.

Celanaku sayang celanaku malang
Aset terakhir pemberian bapak sebagai kenangan.
Celana baru gambar ronaldo
Padahal aku ingin gambarnya upin ipin.😭😭😭😭😭


25 PUISI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI PALU DONGGALA
By:Abunawas Joyobinangun Hadiningrat

PETOBO TINGGAL KENANGAN

Jungkir balik sekampung lenyap sekejap
Harta benda habis di telan bumi
Harta tahta cantik body tiada arti
Semua ludes ambles tanpa titi.

Bencana gempa habiskan semua
Sebuah desa tinggal nama
Tinggal cerita dan airmata
Hanya doa yang kita punya

Sabar sabarlah hati keluarga
Tenangkan jiwa dan raga
Kita bersaudara gandeng tangan...
Mari bersama kita jemput bahagia.

Biarlah petobo tinggal nama
Persaudaraan kita selamanya.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat



Semua sama dalam musibah

Allahu akbar gema'an ribuan manusia d awal senja
Izazul zilatil berguncang semua
Atas kehendak sang jabbar
Tarikan kedua semua terhempas tanpa mengenal si kaya

Dibalik musibah ada pembelajaran
Bagi mereka yg memahami
Bahwa sanya semua bisa musnah
Hanya dengan kalimat KUN FAYAKUN

Apalah kita yg d muka bumi
Jikalau sudah begini...
Sikaya dunia mengharap bantuan Simiskin yg kaya hati
Karena semua sama d mata sang maha kuasa

By: Bibi Alfan


MUSIBAH MENIMPA SAUDARAKU

Pilu menyayat relung jiwa
Buliran air mata jatuh d atas tubuh saudaraku
Jasad-jasad bergelimpangan terhempas kemurka'an
Sedih pilu bersatu padu

Sang ibu mencari anaknya yg hilang tertelan lumpur
Disa'at saudar menjerit mencari dimana keberada'an sanak yg lain
Ya allah berilah mereka ketabahan...
Agar semua berlalu dengan mudah bersama cucuran air mata kami

Sapuan musibah air bah
Menjadi tanda kekuasa'anmu
Bahwa harta benda yg d tumpuk sebanyak apapun
Kelak tiada berguna

Tulisan: Bibi Alfan


Tetaplah Optimis Jangan Pesimis

Harta nyawa boleh hilang
Toh semua itu memang titipan
Tetaplah pegang teguh iman
Tatap masa depan penuh keyakinan.

Yang tiada mari kita doakan
Semoga di sana temu kebahagiaan
Di sini mari kita berjuang
Dirikan puing puing sisa harapan.

Bangsa kita bukan bangsa egois
Yang diam diri saat saudaranya menangis.
Tetaplah optomis jangan pesimis.
Yang tenang janganlah menangis.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


DI AMBANG SENJA

Diambang senja
Kala pekik histeris mengangkasa
Jerit tangis pecah
Bersama gulungan dahsyat menyapu daratan tanpa sisa

Dalam hitungan detik
Damai terenggut
Puing-puing berserak
Menyisakan ratapan dari begitu banyak kehilangan

Gempa meratakan segala yg ada
Tsunami menggulung setiap yang dijumpainya
Tinggal lah raga-raga lelah
Jiwa-jiwa pasrah
Bersama puing yang tak mampu bersuara

Rusak semua seolah binasa
Diambang senja semua musnah
Apa gerangan yang terjadi sebenarnya
Mengapa semua luluh lantak dalam sekejap mata

By : Arini Eka


Gempa Palu Dan Dunggala

Aku tak tau kau di sebelah mana
Namamupun baru ku dengar di telinga
Itu juga hanya lewat berita
Saat kau terkena gempa.

Bagiku kau adalah saudara
Sebangsa senegara bahkan mungkin seagama.
Atau paling tidak kita sama sama manusia .
Semoga kau sabar atas bencana yg menimpa.

Doa doa kita untuk kalian semua.
Tenang bala bantuan pasti datang.
Bangunan akan kita dirikan
Sakit kita obatkan dan semoga dalam waktu dekat tak ada lagi kelaparan.

Yakinlah ...kita bisa hadapi semua.

By : Abunawas Joyobinangun Hadiningrat



SAMPAI KAPAN LAGI

Saat bumi kencang di guncang
Air laut keras di tumpahkan
Semua porak poranda berantakan
Luluh lantak punah musnah tanpa jejak

Pekik Jerit tangis ketakutan
Meraung raung pontang panting bingung
Ibu gendong bayi menangis
Bapak bawa anak sambil teriak
Tolong...tolong...

Semua hilang tinggal kenang
Senyap sepi tersisa tenang
Gempa bumi cipta kota mati
Bersama benci cinta sang pengabdi.
Sampai kapan ini terjadi?
Bisiknya pada hati sunyi

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Ada Cinta Di Donggala

Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari chating turun ke hati

Donggala punya cerita romansa
Lebih romantis dari rama shinta india
Romeo juliet dari roma
Lebih indah dari qois layla

Berawal dari ketikan jari
Cinta tumbuh dan bersemi
Asmara bertahta di relung hati
Hingga hilang musnah tertelan bumi

Janji suci terbayar kini
Sehidup semati sudah terbukti
Gempa bumi jadi saksi
Cinta tulus sucu dari hati.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


Kembali pada-Nya

Cinta, cinta Allah yang terbaca
Pada musibah gempa yang kami terima di Lombok
Terguncang rasa kami saat itu
Pasrah, takut, ikhlas, menyesal
Semua menyatu dalam perasaan kalut
Tak ada bedanya si Kaya dan si Miskin
Tak terlihat siapa Alim siapa berdosa
Yang terdengar hanya ujaran minta ampun dan pujian kepada Allah
Kami tidak sempat membawa apapun berlari, bahkan kami tak beralas kaki malam itu
Berbulan-bulan kami tinggal di pengungsian
Kini, terdengar lagi berita tentang cinta Allah di Palu dan Donggala
Rabb, menetes air mata ini melihat musibah mereka yang lebih dahsyat daripada kami
Ngeri, hati ini
Terucap kata mohon ampun pada-Mu ya Rabbi
Jangan hukum kami karena kebodohan kami
Bimbing kami ya Rabb...
Menuju jalan yang Engkau ridhoi

By: Neli Jalius


Sujud Akhir September

Adzan di kumandangkan Jamaah berdatangan
Bersama menyembah Tuhan atas panggilan Iman.
Rakaat belum selesai di tunaikan
Lumpur hitam datang menghantam

Doa terkahir belum sempat di bacakan.
Bubar berlarian cari selamat Allahu Akbar...
Petobo hilang di telan bumi
Gempa Tsunami kerjakan tugas dengan rapi.

Pergi ke Ngatabaru, Loru Parovo, Kawatuna.
Semua sama
Gelap gulita jerit menggema.
Semua porak poranda lebih cepat dari kedipan mata.
Hanya tinggal doa berbekal sujud terakhir yg belum sempurna.

Semoga di terima di sisinya. Amin.....
 


By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat

~TANGAN-TANGAN MALAIKAT DITENGAH DUKA~
(untuknya Palu, Sigi dan Donggala)

Suara gemuruh menyeruak getarkan dada
Teburan ombak berbuih menghantam raga
Bangunan angkuh yang dulu berdiri kokoh
Kini lebur dalam kehancuran

Berjuta-juta nyawa tengadah dalam do'a
Lantunan dzikir mengalir getir tiada henti
Berderai air mata
Berbisik memohon ampunan kepada Sang penguasa

Jeritan tangis menggema dimana-mana
Mengantarkan Jiwa-jiwa yang telah tiada
ke alam keabadiannya
tuk bersemayam dalam pusara tak bertuan

Asa tak mampu lagi mereka genggam
Hanya uluran tangan tanpa pamrih mereka harapkan
Hati yang tulus memberi mereka kedamaian
Tuk kembali bangkit dengan langkah gemetar

Saudaraku kalian tidak sendiri
Ribuan tangan tangan malaikat ditengah duka
Bergandengan menuju kearahmu
Dengan do'a kita bersama berangkulan
Memohon ridho perlindungan kepada-Nya
Sang pemilik dunia beserta segala kehidupan

Oleh: Inar Nurdin
Sulsel, 06 Oktober 2018


Ada Cinta Di Donggala

Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari chating turun ke hati

Donggala punya cerita romansa
Lebih romantis dari rama shinta india
Romeo juliet dari roma
Lebih indah dari qois layla

Berawal dari ketikan jari
Cinta tumbuh dan bersemi
Asmara bertahta di relung hati
Hingga hilang musnah tertelan bumi

Janji suci terbayar kini
Sehidup semati sudah terbukti
Gempa bumi jadi saksi
Cinta tulus sucu dari hati.

By: Abunawas Joyobinangun Hadiningrat


TIADA DAYA

Tiada daya
Tiada upaya
Kala alam menuai murkanya
Kala amarahnya berbicara
Hanya ada jerit meronta

Manusia bisa apa
Tekhnologi hanya sebatas logika
Tiada daya manusia
Kala sang penguasa semesta mengirimkan bencana

Sadarkah manusia
Kala riuh gemerlap dunia
Melenakan segalanya
Hancur seketika tak bersisa

By √ie🌹🌹

ULURKAN TANGANMU SAHABAT

Bumi bergetar
Tanah merekah membelah
Gedung, rumah, pondok
Roboh tak berbentuk

Laut murka terguncang gempa
Unjuk gigi pamer kekuatan
Gelombang tinggi menyapu pantai
Meluluh lantakkan yang tergapai

Jerit tangis kepedihan menggema
Kelaparan dan penyakit melanda
Mari ulurkan tangan sahabat
Jangan hanya menonton diam
 


By: Lembayung Senja
Read More

Puisi Apa Itu Virus Mers

Puisi apa itu virus mers, puisi ini hanya sebagai hiburan semata dan untuk bahan referensi saja. Di dalam puisi ini disebutkan sebuah virus raksasa telah ditemukan, virus ini konon katanya dari beradapan zaman yunani kuno. Virus mers tidak memiliki bentuk dan ukuran seperti virus biasanya. Para dokter dan jurnalis masih mendalami tentang virus mers. Dalang sedikit masukan puisi apa itu virus mers.



Virus Mers

Merambak merajai
lebih dari sekedar duri
menyayat badan ini
sedih dengan bumi ini
sudah terisolasi
jurnalis menulis ilustrasi
virus datang dari yunani
virus virus datang ke bumi

kita kenal virus raksasa
suka merusak meraja lela
apakah ini peringatan untuk kita
supaya hati-hati dalam sikapnya
ini penyakit manusia
supaya tahu apa obatnya

By: Dalang Wanataka 5:2014

Demikanlah tentang puisi apa itu virus mers semoga memberi masukan buat sobat, kritik dan saran sangat kami harapkan. Untuk puisi berikutnya tema menyesuikan dengan berita aktual.
Read More
Bisnis Investasi

PUISI PESAWAT MH370 YANG HILANG

Hilangnya pesawat mh370 pada 8 maret 2014 menjadi treding topik saat ini , saya kurang mengikuti berita ini , kebetulan saat itu lagi panas-panasnya negara kita dalam merayakan pesta demokrasi . Okelah kali ini saya akan menyempatkan untuk membuat puisi singkat terkait dengan hilangnya pesawat mh370 milik negara tetangga yaitu malaysia.

Sabtu 8 maret 2014
Menjadi hari Na'as teknologi penerbangan negara malaysia bahkan dunia .
Sebuah pesawat dan 200 penumpang hilang entah ke mana
Jatuh di laut , atau terperosok di hutan atau nangsang di gunung
Atau mungkin mendarat di planet lain .... entahlah...

Pencarian masih terus di lakukan...
Banyak negara besar ikut berperan...
Indonesia, china,amerika dan negara lainya...
Mereka merasa ikut tanggung jawab atas kejadian yang ada

Bantuan kemanusiaan atau mumpung ada media penelitian.
Pesawat jadi media trasnportasi canggih abad ini
Pesawat jadi trend gengsi hidup selera tinggi
Denganya semua bisa wilayah bisa di dekati..

Tak jarang kecanggihan teknologi mengalahkan keyakinan adanya tuhan
Sang maha canggih yang membuat sang perancang pesawat itu sendiri .
Hilangnya pesawat megalahkan huru hara musibah gunung kelud
Huru hara banjir jakarta , yang jelas korbanya bukan cuma 200 orang saja .

Aku bertanya...
Mungkinkah di dalam pesawat ada orang penting
Seorang yang harus di hapus dari muka bumi
Supaya tidak mengganggu kebijakan politik negeri

Atau mungkin....
Ada ilmuan yang sedang melakukan percobaan...
Sebuah penemuan baru terkait dunia penerbangan...
Dan MH370 adalah sebagai sasaran...

Entahlah...
Aku masih menganggapnya biasa saja ...
Namanya juga buatan manusia...
Wajar bila tidak ada yang sempurna
Anggap saja ini teguran dari yang maha kuasa
Bahwa sehebat apapun daya manusia , masih ada tuhan yang berperan di dalamnya .
Kekuasaan mutlak ada di tanganya ....

Sengaja aku tak buat puisi sedih...
Puisi yang mampu meneteskan air mata untuk keluarga korban
Mungkin karena masih banyak orang yang lebih menderita dari mereka
Sederhanya , mereka bisa bayar tiket pesawat tentu mereka bukan orang mlarat .
Jadi enjoy saja .

Di mataku masih terbayang pengemis prapatan
Pengemis di kolong jembatan
Korban banjir korban gunung meletus
Terakhir korban-korban pemimpin yang tidak betanggung jawab .
Terimakasih.
Read More
Puisi Renungan : Bumi Mulai Menampakkan Murka

Puisi Renungan : Bumi Mulai Menampakkan Murka

Jutaan tahun bahkan ribuan tahun bumi telah tercipta untuk dihuni oleh semua mahluk alam semesta. Kita sebagai manusia derajat yang tinggi diatas mahluk semua. Wajar semua mahluk jin, setan, pohon, air udara tak iklas atas perbuatan manusia. Perbuatan yang amat sangat dibenji oleh semua mahluk di muka bumi ini. Manusia dipenuhi kecerdasan dan hawa nafsu yang menggelora. Sebuah puisi untuk semua manusia dialam semesta:



Bumi Mulai Menampakkan Murka

Bayang-bayang lampiasan manusia
Menginginkan alam dunia
Penuh canda tawa
sembari berkobar sebuah doa

Bumi menangis tanpa cinta
Bumi bersedih tanpa asa
Bumi mulai rapuh dengan sendirinya
Puluhan juta tahun dihuni para manusia

Generasi ini tak tau entah dimana
Untuk menjaga bumi yang tua

Anak cucu telah dilahirkan menurut rahimnya
Membayangi datangnya sosok pahlawan agar sejahtera

Lukisan belahan bumi belum tanpak indah dipandang mata
Inikah bumi tercinta
Penuh angka murka
Tak kuat menahan beban dosa

By : Dalang Wanataka 3: 2014
Read More
Puisi Apakah Hari Kiamat Itu

Puisi Apakah Hari Kiamat Itu

Dalam surat al-qari'ah dijelaskan yang begitu jelas dan sejelas-jelasnya. Adapun arti dalam bahasa indonesianya seperti berikut:  (ayat :1-11)
1. Hari kiamat
2.Apakah hari kiamat itu?
3. Tahukan kamu apakahhari kiamat itu?
4. Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang beterbangan
5. Dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya
7. Maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya
9.Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah
10. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
11. (Yaitu) api yang sangat panas
Sobat pusina yang budaiman. Dalang berpusi.



Apakah Hari Kiamat Itu

Punah musnah
Manusia menjerit
Alam pun ikut menjerit
Gunung beterbangan seperti kapas
Alam memberontak mengelurakan makna
Semua rata mati
Seketika semua hancur lebur

Semua hancur
Tak tersisa
Tak ada mengira
Semua terkoyah mikir diri sendiri
Tak peduli disampaing sana sini

Alam berkoyang beterbangan
Berat akan timbangan kebaikan dan keburukan
Manusia kotor kembali kepediahan
Manusia baik kembali kebahagiaan
By: Dalang Wanataka


Terimaksih kepada +CoCo Lee +Zaitun Hakimiah NS +dina zhibee +Zaynab Jeose
Read More
Puisi Bumi Sudah Tua

Puisi Bumi Sudah Tua

Beberapa tahun yang lalau, sudah banyak teguran untuk umat manusia. Dari gunung meletus mengelurakan laharnya, gempa bumi yang dahsyat, longsor yang mematikan, kericuhan demo sana-sini, bayaknya tindak kekerasan dan masih bayak lagi. Hay umat manusia!! bumi ini sudah tua, kalian apa tidak sadar menginjak-nginjak bumi ini dengan penuh murka. Coba bayangkan kalau kalian di tendang dari bumi ini?? wah aku gk bisa bayangin. Di tendang dari bumi masu hidup sapa kita? Puisi ini hanya untuk memotivasi saja, biar kita tobat sama-sama.


Bumi Sudah Tua

Gunung bertebangan seperti kapas
Bumi bergoncang dahasyat
Bumi mengamuk dengan teguran
Air mengalir tak pada tempatnya
Laut diterpa ombak terkagum

Berjalan apa berlari
Manusia berhamburan
Rusaklah sudah
Menangis, derita karena ulah sendiri
Mengapa bumi ini?

Waktu kecil kita lembaran kosong
Kita hanyalah manusia buta penuh dengan keinginan
Berlumur dosa dan tetesan air mata
Tak ada manusia berdoa
Untuk penderitaan dan kesengsaraan
Kita ingin bahagia

Kita kalian harapan bumi
Kita kalian kembali ke tanah
Kita kalian inginkan kesempurnaan
Kembali bahagia dengan sempurna dialam nanti


Read More
Puisi Jangan Selingkuh Sayang

Puisi Jangan Selingkuh Sayang

Selingkuh itu indah pada saat, tapi menyesal setelahnya. Kenangan di selingkuhi itu sangat luar biasa sakit hati sekali terasa tidak ridho katanya begitu. Untuk semua para pria, wanita, cowok cewek, mas mbak, ibu bapak jangan kalian sia-siakan seseorang yang saling menyayangi, mereka hadir untuk kesempurnaan masing-masing.

Jangan Selingkuh Sayang

Kepulangan meramban rumput-rumput kering
Dirumah-rumah tua tergores mimpi
Heningan suara bercacap cucup
Bulum bisa hilang luka lama
Kini tambah lagi yang baru

Ucapan hanya khayalan belaka
Penuh sandiwara dan kebohongan semata
Selama ini tak kusadari masih ada saja orang seperti ini
Berlagak merdu menemani sesi kehidupan
Mau itu ingin ini sebagainya

Sekarang aku merasa
Malu ucapan ku kepada dia
Ucapan yang ku impikan
Tertelan waktu
Sadar akan semuanya

Terimaksih kepada +Wentika Putri Kusuma Asih +phinyaporn wongsataworn +medina wulandari
Read More

keindahan gunung kelut sirna saat letusan

keindahan gunung kelut sirna saat letusan

gunung kelut, keindahannya yang membuatnya dikenal, kesuburan dan keramahannya pada sekitar membuatnya mempesona,, namun kini, sang kelud tampak misteri, saat letusanmu menggelegar, engkau tampak perkasa seakan engkau marah, dan tak bersahabat.
turut merasakan kesedihan bagi yang menjadi korban bencana tersebut.

engkau indah dan mempesona
warnamu kehijau-hijauan
setiap mata yang memandang
mengucap pujian dan syukur dengan keindahanmu

engkau..
memang pantas dikagumi
keelokanmu yang mewarnai alam
seakan menyempurnakannya
ribuan orang bergantung padamu
karena tanahmu yang subur, diiringi pohon-pohon yang menyejukkan
membuat manusia empatik padamu
tapi, engkau begitu diam penuh misteri
dalam sekejap engkau seakan merubah pandangan itu
seakan marah dan tak bersahabat
marahkah engaku atau bagaiman??

letusanmu, membangunkan disekitar
menggoncangkan negeri ini
suara mu terdengar sampai ke seberang pulau
bahkan kau mengeluarkan hujan abu yang merata disana
begitu perkasanya engkau
kini orang takut dan berlarian serta mencari perlingungan diluar sana
tak lagi ditempatmu duhai sang kelud
semoga yang ditimpa bencana ini
tak larut dalam kesedihan dan ratapan serta ketakutan
semoga diberi kesabaran dan kekuatan tuk terus melanjutkan perjuangan dibumi ini
dengan kebesaran dan kekuasaan sang khaliq.

Read More
DEBU-DEBU KELUD

DEBU-DEBU KELUD

Berikut ini puisi renungan terkait dengan bencana alam meletusnya gunung kelud . Letusan gunung tidak lepas dengan debu , kali ini saya akan terbitkan puisi debu-debu kelud yang di kirim oleh teman saya . mudah-mudahan puisi kelud ini bisa menjadi renungan kita semua , agar kita tetap lapang dada saat bencana itu melanda .
DEBU-DEBU KELUD
Saat semua menjadi debu
Dan debu pun menjadi semua
Semua akan kembali ke debu
Berbaring di debu
Terkurung didebu
Melebur bersama debu
Menyatu dengan debu
Debu-debu pun adalah debu
Tak lebih hanya kumpulan debu
Debu-debu yang menggumpal menjadi raga
Akhirnya debupun berserakan didalam liang debu




Read More
Bisnis Investasi

PUISI KORBAN BENCANA GUNUNG KELUD

Sesuai namanya " GUNUNG KELUD " , kalau lagi menunjunkan taringnya dia benar benar menyapu habis semua yang ada dengan abu vulkanik yang di punya , 13-PEBRUARI-2014 PUKUL 22:45 , Kelud menyapu bersih seluruh pulau jawa dengan abunya . Tidak salah jika nenek moyang memberikan nama kepada gunung api satu ini dengan sebutan " GUNUNG KELUD " .  mudah-mudahan korban kelud segera di pulihkan keadaanya seperti semula secara normal .. amin....

Untukmu Korban Bencan Gunung Kelud .
Tidak ada rasa takut dan ragu saat aku baca tentangmu .
Status siaga , status waspada hingga status cepat lari cari tempat mengungsi .
Kemarin saat aku duduk sambil minum kopi .
Aku baca informasi bahwa gunung kelud sedang eropsi .

Teknologi ternyata tak mampu mengatasi .
Yang kita mampu hanya memperidiksi
Kemudian kita siapkan jadwal kapan kita lari
Dari kejaran abu vulkanik kelud yang lagi emosi .

Tidak apa sob... biarkan kelud menjalankan aktifitasnya .
Yang kita bisa hanya berdo'a
Mudah-mudahan , keluarga kita di selamatkan
Tanpa ada permasalahan , kecuali sedikit repot lari ke pengungsian .
Mudah-mudahan tidak ada kelaparan di sana .
Tidak kekurangan air bersih dan layanan kesehatan .

Musibahmu musibahku juga...
Tenangkan hatimu...
Mantabkan hatimu...
Pandang jauh kedepan...
Di sana masih ada harapan ....

Aku tidak bisa membantu apa-apa
Kecuali hanya secuil do'a yang belum tentu ijabahnya .
Pintaku , tetaplah semangat dan tetaplah berdo'a
Percaya Allah lebih tahu apa yang di kehendakinya .

Salam...
Dari aku temanmu tempoe dulu . Aziz Ngawi Jatim .
Sabtu -15-02-2014  .
Read More