Tampilkan postingan dengan label Puisi Pemilu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Pemilu. Tampilkan semua postingan
Puisi Ulang Tahun Untuk Bp. Ir Joko Widodo

Puisi Ulang Tahun Untuk Bp. Ir Joko Widodo

Puisi Ulang Tahun Jokowi_Padamu Sang Pecinta Jelata: Salam jumpa pembaca puisina, Bagaimana suasana pilpresnya? semoga tetap aman nyaman dan tetap mejadi nilai kebaikan untuk kita semua. Nah,, pada momen pilpres kali ini, ada beberapa karangan puisi untuk salah satu kandidat Presiden negeri ini,, yang baru saja mengulang hari lahir / ulang tahun. Tanpa maksud apapun sehingga cukup untuk menjadi pemeriah pilpres.. berikut ini adalah salah satu puisi untuk ulang tahun beliau. Selamat membaca..
Puisi Ulang Tahun Untuk Bp. Ir Joko Widodo

salam sang pecinta
salam hormat dari warga rakyat jelata
'kaum protelar yang menghuni bawah kasta
yang mengenal siapa anda
sosok yang kami harapkan sekian lama

sepuluh jari tertangkup di dada
khidmat ucapan selamat ulang tahun untuk anda
pengayom sekian rakyat jelata yang mencinta
yang tiada henti bermimpi untuk wujudkan cita-cita
pada negeri yang mulia dan merdeka

tiada lilin yang kami persembahkan
tanpa lagu perayaan yang kami nyanyikan
tak ada gemerlap pesta yang kami haturkan
senyap tanpa riuh rendah tertawa celotehan
hanya doa khusyu' harapan yang kami panjatkan
agar bertulus kasih cinta selalu engkau kedepankan
pada kami, mereka dan kita

padamu sang pecinta jelata
sosok rendah hati penuh daya tulus cinta
silap harta benda bukanlah yang diminta
bukan pula segudang puji dan puja
hanya selayang pandang mata akan sejahtera
bagi kami dan para saudara segenap warga

adalah
krisis moral manusia
korupsi yang merajalela
tebaran tangis derita jelata
pelecehan seksual dan pedofilia
pertikaian, perpecahan diantara saudara
penghilangan nyawa yang sudah tiada harga
segenggam kado indah bahagia untuk engkau giat bekerja
di puncak kursi singgasana yang menanti komando sang panglima


"Selamat Ulang Tahun Bp. Ir Joko Widodo (21 juni 1961 - 21 juni 2014)
semoga sehat sejahtera dan kebaikan mengiringi serta"

Jakarta - 21 Juni 2014
@rahabganendra
Read More
AGUS GANTENGSTERS

Puisi Saya Selaku Mahluk Awam by Nadyo Nurrohman

Puisi Saya Selaku Mahluk Awam by Nadyo Nurrohman_ Inspiratif untuk kiriman puisi berikut ini, terutama pada masa-masa pemilihan Presiden. Suratan rakyat lewat puisi untuk pemimpin negeri. Yap, selamat membaca pembaca Puisina.


Saya selaku mahluk awam
Selalu berpikir dikala malam
Bagaimana kabar Indonesiaku nantinya
berharap dipimpin oleh orang luar biasa
yang mampu membawa Indonesia jaya
saya pikir orang seperti itu tidak ada
saya selaku mahluk awam
        tertawa lirih membaca berita setiap hari
        ada apa dengan para calon pemimpin kami
        mencaci maki demi merebut kursi
        apalah mereka membuat arti tentang semua ini
                saya selaku mahluk awam
                tidak pernah mengerti apa yang mereka rebutkan
                martabat, uang, jabatan, atau kehormatan
                bukankah semua itu hanya sebutan
                masihkah kalian ingat apa yang selalu kita pertahankan
saya selaku mahluk awam
manusia kotor yang selalu berfikir tanpa akhir
tidak pernah tau caranya menjadi pemimpin
selalu belajar karna saya mencintai Indonesia
saya selaku mahluk awam

Hormat kami,
several | nadyonurrohman@gmail.com 

Terima kasih dan salam kenal untuk sodara Nadyo Nurrohman, semoga Pilpres satu bulan mendatang sukses.
Read More
Puisi Hikmah Isra' Mi'raj Untuk Memilih Presiden

Puisi Hikmah Isra' Mi'raj Untuk Memilih Presiden

Dalam puisi kali ini Kita bisa mengambil hikmah,dari peringatan isra' mi'roj kali ini,saat Nabi menerima perintah solat,yang di dalamnya banyak terkandung pendidikan,untuk menjadi sumber inspirasi dalam memilih pemimpin ,apalagi saat ini menjelang pemilihan presiden,semoga kita bisa mengambil hikmahnya, selamat membaca.

Hikmah Isra' Mi'raj Untuk Memilih Presiden

Solat pelajaran berharga
Dibawa nabi setelah isra' mi'rojnya
berikan hikmah pada kita semua
Agar teliti pilih pemimpin negara

Dalam solat ada imam dan makmumnya
Harus kompak sadar tau posisinya
Seperti negara ada pemimpin dan rakyatnya
Saling mengisi tugas kewajibanya

Hikmah nabi di isra'mikroj kannya
Agar luas ilmu dan wawasanya
pemimpin negri juga harus teruji kompetensinya 
Agar luas wawasan nasional dan internasionalnya

Dalam imam solat harus nyata
Fasih bacaan al quranya
Juga berlaku pemimpin negara
Tau strategi bukan karena hartanya

Saat solat imam juga ada salahnya
Namun makmum wajib mengingatkanya
Pemimpin negri juga manusiao
Saat salah di ingatkan dengan cara sewajarnya

Demikian Puisi hikmah isra'mikroj untuk memilih Presiden,semoga bisa sedikit menambah wawasan kita semua untuk menentukan pilihan kita dalam pilpres yang akan datang nanti.
Read More
Puisi Politik Arjuna Linglung Kehilangan Amplop

Puisi Politik Arjuna Linglung Kehilangan Amplop

Puisi Politik Arjuna Linglung Kehilangan Amplop_Salam sejahtera pembaca puisina,, semoga kau tetap sahaja duduk disana, meski berita politik yang kian getar-getir rasanya. Puisi berikut ini sedikit curhatnya arjuna yang gagal nerima amplop pilkada,, cukup menjadi hiburan saja dengan sedikit untung-untungan rakyat jelata, semoga pilpres esok tetap kebagian jatah amplopannya,, nggak melulu hanya kalangan pejabatnya saja. Selamat membaca..

Puisi Politik Arjuna Linglung Kehilangan Amplop

ini sajak pesta rakyat
setelah pilkada yang baru saja lewat
menuju pilpres yang kian dekat
tetap semangat
karna amplop akan kembali mendarat

amplop keramat dari para pejabat
pejabat hebat lagi terhormat
berpidato sana sini tentang martabat
tentang sedianya mengemban amanat
amanat yang katanya suara rakyat

namun ingat,

kini rakyat juga telah belajar
bukan tentang segunung aturan kau langgar
atau janjimu sendiri yang kau ingkar
tetapi etika pemimpin yang terasa hambar
bersama tebal amplop kau takar
Read More
Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia

Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia

Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia_Puisina untuk pemilihan presiden indonesia. Salam jumpa pembaca,, huru-hara politik kian santer beritanya, panas-dingin suasananya, untuk menentukan siapa orang yang akan menjadi Pemimpin negeri tercinta kita indonesia. Nah,, pembaca puisina,, berikut ini adalah Puisi hiburan agar tetap santai Pilpres yang akan datang. Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia. Selamat membaca..

Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia

Rasanya sudah terlalu lama
Aku duduk damai nan sahaja
di singgasana Madukara
rakyat makmur sentosa
pun juga bermasyarakat penuh cinta.
Karena peperangan sudah berakhir pula

Sampai terbesit hatiku meyakinkan langkahku 

untuk sekali lagi maju
bukan untuk perang apalagi mengejar dewiku yang baru
namun demi keadilan dan kemakmuran kutuju

ke Negara Indonesia tatangga terkasihku
 

Jadi...
Dewiku Sembadra
yang anggun nan elok parasnya
Juga Adikku Srikandhi
yang tak pernah tak kurindui 

kupinta do'a dan ikhlasmu

Entah menunggang banteng
entah berteduh gelantung dipohon beringin
entah memasung dada bintang kejora
dan entah bertengger dikepala garuda

aku ingin menjadi wakil rakyat di negeri sana
untuk mengajak masyarakat hidup bermartabat
untuk berbagi sepenuh manis sedikit getirnya rasa
Demi makmur dan jayanya tetanggaku Indonesia

Sehingga menjadi benar nyata
Digdaya Pancasila -nya,
Satu padu Bhineka Tunggal Ika -nya
Read More
Puisi Para Arjuna Mencari Kursi

Puisi Para Arjuna Mencari Kursi

Puisi Para Arjuna Mencari Kursi

Dunia politik yang terjadi di Tanah Air dalam bulan terakhir sangat menarik.Sakit asyiknya seluruh berita TV,atupun koran berisi tentang pilpres.Beritanyapun sangat menarik ketimbang sinetron ataupun gosip atau acara humor lainnya.Apalagi saat ini muncul para arjuna-arjuna yang mencari kursi jabatan.Bagaimana kisahnya,mari  membaca Puisi Para Arjuna Mencari Kursi .

Puisi Para Arjuna Mencari Kursi

Hai para arjuna pencari kursi
Jangan ribut pilih sana-sini
Ingatlah jabatan tertinggi
Ada di tangan semua rakyat pemimpin negeri

Kalian boleh berorasi
Mondar -mandir bernegosiasi
Membentuk koalisi partai
Untuk mendapat jatah berapa kursi

Entah apa warna bajumu
Mau merah,biru,putih,kuning atau hijau
Warnamu menyuguhkan dunia politik
Menjadi penuh intrik

Hanya arjuna yang gagah berani
Yang akan menjadi pemenang nanti
Di pundakmu kami harapkan perubahan negeri
Menjadi negara maju yang berediologi

Mari tunggu episode selanjutnya.Tentunya rakyat menuggu lakon terbaru.Dari pertarungan dua arjuna yang berebut kursi pemimpin negeri.Kisah ini begitu mendebarkan hati.Mari kita tunggu bersama perjalan hari-hari Arjuna menduduki kursi.Terimakasih kepada sahabat +dina tiarra +Merisa Suhendra +Zainurrakhmah Abdullah +Melly Feyadin +felly indriana yuk tonton film Arjuna mencari kursi.
Read More
Puisi Situs By : Rieke Diah Pitaloka

Puisi Situs By : Rieke Diah Pitaloka

Genderang perang sepertinya sudah di mulai lagi setelah , istrirahat sejenak pasca pileg . Perang belum usai , masih ada satu lagi yaitu Pilpres . Kebetulan dua kubu ini bertemu lagi siapa lagi kalau bukan PDI-P dan Gerindra . Berikut puisi Balasan petinggi PDI-P Rieke Diah Pitaloka untuk Faldi Zon Wakil Ketua Partai Gerindra .
Puisi Situs By : Rieke Diah Pitaloka

Situs
Andai aku mati...
Matiku tak mungkin sia-sia
Ribuan tahun nanti aku jadi fosil
Kuburku jadi situs purbakala
Sedang buku sejarahmu jadi beku di makan waktu

Ribuan tahun nanti , saat aku di temukan
Arwahmu pasti dengar teriak mereka

"Tulang belulang ini seorang manusia malang . Sebutir peluru Tiran Lobangi tengkoraknya !"

Andai aku mati
Matiku tak pernah sia-sia

Ribuan tahun nanti kuburku di gali
Dustamu tak bisa lari

Rasakan!
Saat buku sejarahmu usang
Aku justru menang!
Andai aku mati
Matiku
Pasti Tak pernah sia-sia!
Kukusan,05/11/2004

Jakarta - Politisi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, menyatakan apresiasinya atas gaya petinggi Partai Gerindra, Fadli Zon, yang berkampanye lewat puisi.
Dan menjelang Pilpres yang tinggal kurang lebih dua bulan lagi, menurut Rieke, alangkah indahnya jika berkampanye tetap menggunakan cara-cara berbudaya tinggi.
"Ya, seperti lewat puisi. Jangan ada politik transaksional, teror, intimidasi, dan pengerahan aparat negara untuk memenangkan calon tertentu," kata Rieke di Jakarta, Kamis (8/5).
Atas hal itu juga, Rieke mengaku jadi teringat akan puisi yang ditulisnya tahun 2004 lalu, yang berjudul Situs. Puisi itu dimasukkan dalam kumpulan puisi "Sumpah Saripah".
"Puisi tersebut saya dedikasikan untuk kawan-kawan aktivis yang hilang yang tak berkabar hingga hari ini," kata Rieke.
"Semoga ada balasan dari Bung Fadli Zon."
Sumber : beritasatu.com
Read More

Puisi SUARA RAKYAT UNTUK CALON PRESIDEN 2014

Sebentar lagi pemilihan presiden akan di laksanakan, kami sebagai warga negri yang tercinta ini ,berpesan kepada calon presiden 2014 ,suara kami datang dari hati
- dan berharap sampai kehati
Selamat membaca.. . . . !
Jika senang sampaikan pada teman-teman anda semua
Jika kurang berkenan tolong kasih masukan dalam kotak komentar
Waktu terus melaju
Mengisi rangkaian hari berlalu
Takkan lama lagi tibanya waktu
Rakyat memilih pemimpin yang di tunggu
Engkau yang tulus hati
Membela dan mengabdi
Suara kami suara hati
Moga kau dengar setulus hati
Jadilah pemimpin sebagai pengabdi
Untuk rakyat untuk negri
Bukan untuk golongan sendiri
apalagi ambisi pribadi
Read More
Puisi Kembalikan Mas Wiji - Fahmi Habciy

Puisi Kembalikan Mas Wiji - Fahmi Habciy

Fahmi Habciy kembali menulis puisi untuk membela jokowi . Kali ini Fahmi membuat puisi tentang Wiji Thukul , penyair solo yang menghilang bak di telan bumi sejak 1998 baca kisahnya di wikipedia tentang Wiji Thukul di duga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang di lakukan militer saat itu .
Wiji Thukul di duga menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang di lakukan militer saat itu .

"Sajak ini hanya mewakili suara hati Siti Dyah atau Mbak Sipon , istri Wiji Thukul , yanga sangat menderita dan berharap suaminya kembali " Kata Fahmi Haciy kepada Tempo , Sabti ,19 April 2014 .

Berikut puisi " Kembalikan Mas Wiji " By: Fahmi Habcyi .

Kembalikan Mas Wiji...

Kau rebutnya dari pangkuanku
Di tengah semangatnya yang menghujam bumi
Kau buang dirinya dari ibu pertiwi
Di tengah kata-katanya membuatmu bergetar

Kau pikir dia menghilang
Di tengah malam bergerak
Susuri jiwa-jiwa muda yang berteriak melawan
Tak akan bisa suara di bungkam
Walau jasadnya kau benam

Kau pikir dia telah tiada
Di tengah siang membara
Tak akan bisa kata di tindas
Walau satria berkuda mengempas

Kau bubarkan mata kananya
Kau patahkan tulang-tulangnya
Batinya tak pernah tidur
Rangkanya tak pernah rapuh

Kau salah , kau pikir
Dia tak pernah di pecat oleh sejarah
Juga tak pernah lari dari negeri
Kau tahu arti Wiji ?
Buahnya pun kalian nikmati
Walau di tabur di gurun yang mati

Kembalikan mas Widji!
Atau kau pun tak berhak kembali
Bubar.. Jalan !!!

Ragunan ,19 April 2014 .
Sumber. Tempo.co
Read More
PUISI ROMANTIS PERNIKAHAN MEGA DAN PRABOWO

PUISI ROMANTIS PERNIKAHAN MEGA DAN PRABOWO

Bukan kebetulan , sudah banyak forum yang mebahas tentang setatus keluarga ketua partai besar ini . Ibu Megawati Ketua partai besar yang tahan banting dan selalu eksis di indonesia dari jaman dulu sampai sekarang , malah akhir akhir ini elektibilitasnya makin hari makin naik daun saja . Prabowo ga kalah kren , bapak ini di samping bergelimang harta beliau juga punya partai besar , walau partainya masih baru namun populeritasnya melejit mengalahkan partai partai pendahulunya .

PUISI ROMANTIS PERNIKAHAN MEGA DAN PRABOWO


Iseng iseng tidak berhadiah ini saya akan berandai-andai tentang nasib orang lain , bagaimana jika kedua Bos ini di nikahkan saja . pemikiran ini muncul spontan saja saat aku nonton perhitungan suara pemilu 9-april-2014 . Sekali lagi cuma iseng saja , gada unsur politik dan tidak ada paksaan dari pihak manapun .

Duduk sendiri  nonton berita Tv
Semua chanel aku bunuh mati
Kecuali satu topik , tayangan para politisi.
Miris,sedih tapi juga ada yang menggelitik hati .

Apakah itu yang menggelitik ?
Apakah itu yang bikin aku tersenyum ?
Apakah itu ?
Apakah itu ?

Hehehehehe.....senyum dulu donk...
Nah getu....
Dikit lagi.....
Nah getu.....
Sip....

Temanku tanya , kalau presidenya Prabowo Nanti Ibu Negaranya siapa ?
Satunya lagi juga tanya , Kalau presidenya megawati , nanti bapak negaranya siapa ?
Lucu unik dan menarik , betapa sederhananya pemikiran rakyat kita .
Ga pake ribet ga pake ruwet , masalahnya sangat mendasar .

Satunya nylonong....
Mendingan mereka nikah saja .
Jadi punya dua partai...
Setelah nikah mereka jangan nyapres atau nyagub
Cukup menjadi ketua partai seumur hidup

Biar mereka jadi ibu bapaknya para elit politik .
Partainya tetap terjaga dan kadernya tetap terbina .
Partainya mirip sekolah politik getu .
Terus anak didiknya ada yang jadi gubernur,presiden,bupati
Kren bukan....

Cinta negara itu sebagian dari iman
Menikah membangun keluarga juga ibadah .
Mencerdaskan bangsa juga bagian cita-cita bangsa .
Gimana unik romantis yang tidak ada duanya di dunia .
Read More
Bisnis Investasi

Capres Dan Cawapres Ideal 2014

Puter lagi bolanya , buat pemanasan saja biar tidak kaku badanya , setelah saraf kita tegang seharian berjuang menaklukan pemungutan suara . Sedikit banyak sudah tampak siapa pemenang dalam pemilu ini . Ternyata tidak jauh-jauh dari prediksi rata-rata rakyat indonesia . Dua jagoan kita tetap memimpin panggung politik indonesia siapa lagi kalau bukan Mbah Jokowi Sama Pak Dhe Prabowo . Salut saya dengan kiprah beliau berdua , kampayenya COOOOL..... Abis... Perang puisi perang pantun .Oke banget... rakyat merasa terhibur dan ga panas juga dapat pendidikan cerdas . oke banget pokoknya . Gimana bapak bapak .... masih sanggup perang atau ga ? demi bangsa tentu tetap semangat .....  saya punya usul buat bapak berdua neh ... lewat puisi ini mudah mudahan inspirasi ini bisa di terima syukur bisa di realisasikan .

Ibu PDIP dan Bapak Gerindra
Satu perjuangan membangun ibu kota negara "Jakarta "
Saat itu teraniaya cuma kalian berdua saja .
Teman teman lainya pada kumpul sendiri .

Titah politik menyatakan , kalian sebagai pemenang
Melahirkan jagoan yang di gadang gadang banyak orang .
Jokowi dan Ahok , gubernur DKI , terkenal ke seluruh negeri .
Ini prestasi yang patut dan harus di syukuri .

Beda partai tak jadi masalah
Tak menjabat tak jadi masalah
Semua demi kemajuan negeri
Semua demi ibu pertiwi .

Ibu Pdip dan Bapak Gerindra...
Jadilah sepasang tokoh politik .
Maaf " Satunya ... Satunya .... " malu aku
Cocok sekali kalau jadi .....tersipu aku .

Jadilah bapak dan ibu bangsa .
Yang melahirkan pemimpin hebat berwibawa.
Di mulai dengan berjiwa besar dan pikir dewasa.
Mempercayakan kepemimpinan kepada generasi Muda .

Biarlah yang muda memimpin negara
Sementara yang tua cukup level propinsi saja .
Bukan menjatuhkan harkat dan martabat
Jika memang dengan seperti ini negara kita kuat , kenapa tidak .

Lanjutkan memperjuangkan anak didik kalian
Dua jagoan untuk memimpin bangsa .
Biarkan kiprahnya melebar keseluruh negeri .
Bapak dan ibu jadi gubernur DKI .

Ini cuma puisi
Jangan di masukan hati .
Jadikan saja inspirasi .
Kemenangan dan kemajuan itu butuh setrategi.
Salah satunya mungkin seperti ini
Agar penjahat bangsa tidak menjadi jadi .
Read More
Bisnis Investasi

Puisi Hasil Pemilu Quick Count 2014 .

Iseng saja , sambil nunggu hasil perolehan suara rakyat yang di kantongi para calon wakil rakyat melalu partainya . Pesta Demokrasi 2014 beda dari pesta demokrasi yang sudah-sudah , pemilu kali ini rakyat damai aman dan berjalan lancar , tidak ada berita bentrok antara pendukung satu sama lainya . Patut kita syukuri demokrasi di negeri kita mulai menampakan buahnya . Sekarang tinggal orang-orang yang di atas sana , kalau rakyatnya sudah rukun apakah pejabatnya masih akan tetap tawur . kita ikuti perjalanan demokrasi selanjutnya . Oke karena rencananya tadi kan ingin buat puisi , maka silahkan baca puisi di bawah ini Puisi Menunggu Hasil Pemilu 2014 .

Dag dig dug dor... jantungku...
Menang apa kalah partai pilihanku...
Dag dig dug Der... dadaku...
Menang apa kalah Caleg Idolaku ...

Nyat nyit nyut nyet... nadiku...
Berusaha tenang menerima kenyataan .
Cenut-cenut.. kepalaku...
Konsentrasi full merhatikan perhitungan suara .

Byar pet byar pet mataku...
Kurang percaya , partaiku kalah suara..
Uyek di uyek biar tanpak lebih jelas...
Ternyata memang benar , aku harus puas ga boleh panas .

Pemilu menjadi ajang pesta demokarsi .
Adanya cuma lima tahun sekali
Semua harus di nikmati ..
Mau kalah atau menang tidak perduli ...

Pokok suaraku bukti inspirasi
Biar kaya gini , aku ikut pesta demokrasi
Berdoa mudah mudahan baik di kemudian hari
Walau mungkin kejayaan itu tercapai nanti setelah aku mati .
Read More
Puisi Pemilu Siap siap Kebanjiran Pasien

Puisi Pemilu Siap siap Kebanjiran Pasien

Begitu singkatnya hari, setelah pesta pemilu dengan serentak seluruh indonesia. Beginilah kalau selesai mencalon jangan sampai seperti puisi dibawah ini:



Siap siap Kebanjiran Pasien

Begitu banyak calon rakyat
Melahirkan generasi penerus bangsa
Yang tua pensiun saja
Yang muda maju  terus

kini rumah sakit mempersiapkan
Kamar-kamar pasien
wakil rakyat yang gagal

yang menang sejati
yang kalah jatuh duit ini
Berapa banyak telah disumbangkan
Berpoya-poya untuk pesta demokrasi

Jangan buka
Rumah, rumah
Kamar, kamar
Siap untuk menghuni

Para dokter tenangkanlah
Para wakil rakyat
yang gagal menjabat

Semoga dalam sejarah akan datang
Calon wakil rakyat bisa menjabat lagi
lagi dan lagi

By: Dalang Wanataka 4:2014
Read More
Bisnis Investasi

KALAH MENANG PETARUNG SEJATI

Berikut ini sebuah puisi peredam hati pasca pesta demokrasi putaran pertama . penentuan anggota legistatif untuk mengatur negeri . Hitam putih selalu ada , bangsa ini telah memberikan generasi terbaiknya untuk di percaya , kini saatnya rakyat menentukan siapa yang berhak jadi wakilnya . 

Selangkah hiruk pikuk telah kita tinggalkan , selangkah pula kita telah lebih maju untuk mencapai masa depan . Bagaimanapun perjuangan dalam pertempuran memerlukan pengorbanan dan tentunya harus ada yang kalah dan menang .

Apapun hasilnya mudah-mudahan bisa di terima dengan lapang dada , kalah menang dalam sebuah pertempuran sudah hal biasa . Jadilah petarung sejati yang bisa menerima kekalahan dan mau mengakui kemenangan lawan . Senyum saat kalah sangat di butuhkan walau hati susah bersimbah darah , tapi jadilah petarung yang hebat kuat dan tabah . Salam sukses... aku hargai perjuanganmu Caleg Caleg Pemilu 2014 .

Tidak...
Bagiku tidak ada kalah dan menang
Sebab sudah aku putuskan
Bahwa kemenangan sudah pasti untukku saja
Kekalahan tinggala mereka saja
Yang mengeluh tatkala jatuh
Yang menangis saat teriris
Yang berputar-putar dalam belantara

Di padang lantang yang ku tempuh ini
Aku tak mungkin di kalahkan
Sebab di sini
Jatuh sama artinya bertambah kukuh
Setipa pukulan akan berbalik lipat ganda pada pemukul
Algojo sekalipun , saat memisahkan kepala dan tubuhku
Dia akan terpancung sendiri seumur hidupnya
Melihat mataku tenang tertutup
Dan bibirku berbunga senyum .

Biarlah kecurangan yang ada jika terbukti maka di proses secara hukum , tak perlu mencari cari kesalahan lawan pun jangan mencari-cari kebenaran diri . Walau aku tahu kegagalan itu wujud nyata kebodohan . tapi tetaplah tersenyum dan terus belajar . Wis saiki ndang ngopi maneh , cangkruk karo kancane maneh , gasah stres maneh .
Read More
Puisi Pemilu Mau Milih Siapa

Puisi Pemilu Mau Milih Siapa

Sebelum berangkat ke TPS sempat berfikir, mau pilih siapa ya? setelah mengumpulakan undangan pencoblosan dipanggil dengan suara. Di kasih 4 surat suara, dalam hati kok banyak amatnya kenapa tidak 10 sekalian biar nanti kalau milih tambah punyeng ni kepala. Seperti puisi berikut ini:



Mau Milih Siapa

Tak tuk tak tuk
Sedikit berpikir
Pilih pilih sambil mikir

mana harus dipilih?
caleg yang kikir
Caleg yang hidung bangir
Caleg yang gede bibir
aku tidak senang mencibir

Coblos saja tepat surat suara
yang mana kamu suka
semuanya untuk kemajuan kita
Mau milih siapa terserah anda
Sidik jari melengkapinya

BY: Dalang Wanataka 9:2014

Read More
PUISI " AKU RAPOPO "

PUISI " AKU RAPOPO "

PUISI " AKU RAPOPO "
 Akhirnya nemu juga , kejadian lucu dan unik seputar kampaye pemilu 2014 , sebuah puisi balasan dari Pihak Jokowi Untuk Kubu Prabowo , oke lanjutkan ... demi perjuangan

Aku Rapopo

Aku bukanlah seorang jenderal berkuda
Tak tampak gagah nan berwibawa
Aku bukanlah seorang pengusaha punya banyak timbunan harta

Aku hanyalah orang desa. Tak pernah mimpi menjadi penguasa
Aku telah menjadi pemimpin keluarga
Dengan anak istri yang membuatku bangga

Aku tak memiliki media, tak sering pula membuat pariwara. Tapi aku selalu menjadi obyek berita.
Aku tak pandai bersyair, apa lagi syair bernada satir.
Tapi aku tahu rakyat Indonesia pandai berpikir.


Aku tak biasa berperang, apa lagi melawan jenderal berbintang. Bagiku rakyat adalah pemenang.
Aku Rapopo di bilang ikan kerempeng, kerempeng badan tambun pemikiran.
Aku Rapopo dibilang buaya, buaya kuat penegak keadilan.
Aku Rapopo dianggap wayang dan boneka, boneka rakyat dengan dalang Tuhan.
Read More
Bisnis Investasi

PUISI PEMILU " JANGAN SALAH MILIH MALING "

Sekali mengudara tetap mengudara dan tetap merdeka ....! Bangkit negeriku bangkit bangsaku , hancur luluhkan ngeriku . Besok tanggal 9 april 2014 . Kita seluruh rakyat indonesia akan mengadakan pesta demokrasi . Gunakan hak pilih anda dengan bijak , jangan sampai salah milih maling . berikut puisi singkat mudah-mudahn bermanfaat .

Terserah mau ngomong apa .
Kata bijak terus kaya mario teguh....
Mau tentang agama terus kaya da'i-da'i
Atau ekonomi pendidikan budaya politik dan hukum atau apa saja .
Satu hal , bahwa kita punya negara dan kita hidup di dalamnya .
Kita punya presiden sebagai kepalanya
Dan menteri yang  memebantu presiden untuk mengatur rakyatnya .
Tentu sesuai bidangnya masing-masing...

Tahun 2014 ini bangsa kita mendapat anugerah
Lahirnya kandidat pemimpin yang hebat
Setelah 10 tahun terpuruk seakan tak ada figur kuat
Nyatanya di negeri kita masih punya calon pemimpin fenomenal

Bangkitkan rasa optimisme bangsa ini .
Pilihlah pemimpin yang punya hati nurani
Pilihlah pemimpin yang tahu kebutuhan negeri
Pilihlah pemimpin yang tidak korupsi .

Jangan pilih para maling .
Jangan pilih pemimpin yang tidak punya ketegasan
Jangan pilih pemimpin yang tidak punya masa depan
Jangan pilih  Pemimpin yang memberikan jabatan kepada orang tidak ahli .
Jangan pilih  Pemimpin yang bagi bagi kursi menteri dengan dalih koalisi
Jangan pilih  Pemimpin yang tidak tahu betul arah bangsa ini .

Jangan pilih maling
Jangan pilih pejabat mbeling
Kalau rakyat ga pingin pusing
Kalau bangsa ini ga pingin pening .
Jangan pilih maling
Read More
Puisi Pemilu Sing Tenang

Puisi Pemilu Sing Tenang

Sebentar lagi kita akan melakukan pencoblosan dan pemilihan wakil rakyat. Okelah para wakil rakyat, ini suara kami dan pesan kami. Siapapun menjadi wakil rakyat. Singkirkanlah negeri ini dari guna-guna korupsi yang sangat merbak sekali. Semoga para wakil rakyat memberi perubahan terhadap bangsa ini. Sebuah puisi:



Sing Tenang

Wayahe pemilu podo ribut
Nyawang baleho tertampang no urut
Wajahnya kok imut-imut
Rakyat podo salut

Ono sing koyo badut
Ono sing wajah cemberut
Ono sing berjangkut
Ono sing gawe atribut

Iki politik rodok mawut
Akal politik opo welut

Baleho berwajah parut
Duit ojo pakek buntut
Hati-hati lo keno usut
Pak polisi siap angkut

Mesakne raykat podo ribut
"Rakyat ku ojo podo gelut"
Rakyat podo manut
Akal-akalan kebacut

Mari coblosan podo semaput
Tarik selimut nang jero keranda semut
Tompo duite para lelembut

By: Dalang Wanataka 4:2014



Read More
Puisi Cerpen : Arjuna Linglung Jalan-jalan Ke Pilkada Negeri Indonesia

Puisi Cerpen : Arjuna Linglung Jalan-jalan Ke Pilkada Negeri Indonesia

Arjuna Linglung Jalan-jalan Ke Pilkada Negeri Indonesia_Salam jumpa Puisina,, Masih Edisi Arjuna Linglung, yang kali ini puisi sedikit cerita. Langsung aja dibaca,, meski agak blepotan, cukup kok buat hiburan. okeh aja udah,,,

Puisi Cerpen : Arjuna Linglung Jalan-jalan Ke Pilkada Negeri Indonesia


Bopo semar,,, kang gareng,,, kang petruk,,, juga kang bagong,,,
ayo duduk bareng sini,
kita ngobrol sambil nyeduh kopi,

jadi begini,, sodaraku sekaligus penasehatku,
barusan aku jalan-jalan ke negeri seberang
yang hingar-bingar, sedang ada pergantian wakil rakyat
katanya,
rakyatnya seneng,,, riang,,, sambil senyum-senyum bahagia,

nha aku heran,
pemimpin diganti kok malah seneng,
beda di madukara kita ini,
tak tinggal melancong seminggu
sikap rakyatku malah kekanak-kanakan merindu
kayak orang yang tak pulang puluhan windhu

ada lagi,,
bapak-bapak yang sibuk masang bendera sama foto yang aku tak tau itu wajah siapa,
tak tanyai orang yang disampingnya,,
dijawab, itu kader partai namanya,,
yang dipercaya untuk mencari simpati masyarakat dan menyampaikan aspirasi jagonya,
tak tilik lagi ke madukara,
hulu balang, senopati dan seluruh punggawaku
menjabat karena kurasa dia mampu dan cukup punya niat baik, sedia mengabdi untuk negara

dan dipojok sana,,
tak lihat ada yang sedang ramai nyanyi-nyanyi dengan tambahan sedikit pidato
aku ya tambah mlongo,
orang senang-senang kok malah diceramahi
sedangkan di madukara kita ini,
perayaan ya kita senang-senang,,
kalo upacara ya kita khidmat tenanan,
mendengar apa yang disampaikan dan memang seharusnya didengarkan,
biar nanti nggak bingung dengan apa yang seharusnya dilaksanakan.
\nha yang tadi itu kok malah dicampur bawurkan,
apa nggak jadi ndleming nanti malahan.

jadi bingung
akhirnya aku pulang melangkah kayak orang linglung
berjalan ndengklung, tak terasa kakiku kesandung,,
ada selebaran yang tentu beda dengan negeri kita madukara
tak tanyai orang lewat, yang begitu itu koran namanya,,
ooo iya iya iya,,
mirip surat cintaku dulu pada sembadra,
cuma lebih banyak judulnya ketimbang maksud tulisannya

baca tak baca sambil jalan,,
ternyata aku sedang berada di negeri indonesia
yang beberapa kali pernah kudengar, bahwa itu adalah negeri yang sangat kaya raya
kaya hasil bumi
kaya potensi
juga hebat menetaskan generasi.
waduh, sekilas aku jadi iri,
tapi tak apa, memang dewata punya titah beda-beda pada lakon suatu negara.

dari perjalananku tadi, aku jadi mengerti
indonesia itu republik negara kesatuan bukan kerajaan dengan laku dinasti.
yang sistem pemerintahannya demokrasi
pemimpinnya dipilih oleh rakyat dengan jujurnya nurani
yang tentu kelak, memimpin negeri dengan sepenuh hati
tanpa tirani dan tanpa mementingkan udel sendiri
hebat! semua keinginan rakyat jadi bisa lebih diapresiasi,
apa mungkin ya,
bopo semar,, kang gareng,, kang petruk,, juga kang bagong,,
madukara yang lebih dikarunia sahaja nan penuh cinta ini
kita buat jadi demokrasi, seperti negara Indonesia sana?..

punokawan = tidur ndengkur, sampek ndleweran ngiler item kopi
Read More
PUISI POLITIK PENCITRAAN DAN UANG BHS JAWA

PUISI POLITIK PENCITRAAN DAN UANG BHS JAWA

PUISI POLITIK PENCITRAAN DAN UANG Nah ini puisi lumayan kren juga , masih di ambil dari lagu karya Dhalang Poer berjudul Thag Theg Thug ,sengaja saya ganti judulnya biar aga seo getu biar cepat di kenal sama mbah google , hehehe maaf mbah ... Tidak apa apa to...



Tak Tek Tuk Kasus Pilkada
Kasus Century Kasus Hambalang
He..
Indonesia siap bergoyang

Tak Tek Tuk Kasus pemiilu
Mental pemilih gampang di tuku
Sepuluh Ewu lali anak putu...
Panwas KPU jare Ora krungu...

Ea.. Eo..... Ea,e0, ea...eo.......

Tak tek tuk kasus century
Sih kalah rame hura-hura tv
Partai-partai podo koalisi
Kena tak tek tuk pret.... Visi Misi...

Jamane pencitraan sing kandel pupure
Rupo luwak opo rupo bajing , di poles ben katon alim
Rakyate, mumpung bodho terus di apusi...
Di suguh koran acara tv , sandiwara politisi

Tak tek tuk kasus lapiindho
Bumine njeblug rakyate mlongo
Kulak sapi nang luar negeri
Kena tak tak tuk rakyat mecati..

Jamane pencitraan sing kandel pupure
Rupo luwak opo rupo bajing , di poles ben katon alim
Rakyate, mumpung bodho terus di apusi...
Di suguh koran acara tv , sandiwara politisi

Tak tek tuk kasus century
Sih kalah rame hura-hura tv
Tak tek tuk kasus lapiindho
Bumine njeblug rakyate mlongo
Read More