Puisi Cinta Terampuh dan Terbaru "Harmonis Pangkal Romantis"
salahnya puisi cinta ini digunakan untuk merayu kekasih tercinta
supaya makin tergila-gila sama kita. Selamat membaca.
Ku bangun istana cinta dengan setiaku
Ku lindungi dindingnya dengan percayaku
Ku hiasi semuanya dengan ihklasanku
Ku rawat keteguhanya dengan tulusku
Dan ku ciptakan kedamaian dengan kasih sayangku
Berharap takdir tak merenggutmu
Ku kan selalu menjagamu
Di saat terjaga dan tidurmu
Memeluk dan menyayangmu
Mengecup dan memandangmu
Namun...
Aku bukan Tuhan Yang Maha Mampu
Mengendalikan semua yang ku mau
Aku juga bukan malaikat penjaga
Yang selalu terjaga sepanjang waktu
Ku hanya kasih dalam hatimu
Cinta dalam hidupmu
Rindu dalam nafasmu
Yang kan tetap hidup dalam sanubarimu
Berharap selalu begitu
Karena aku mencintaimu
Berharap menjadi pendampingmu
Sekaligus bunda dari anak-anakmu
Oleh: Rochmatul Hidayah
Puisi Cinta Segitiga "Bidadari Linglung"
Semoga anda terhibur dan selamat membaca.
Awalnya..
Tak ada rasa
Kenalpun tak ingin
Sama-sama asing
Namun Tuhan berkehendak lain
Pertemanan terjalin
Kau teramat baik
Hingga hati terpaut balik
Kau bagai malaikat tanpa cacat
Yang hadir memberi suasana hangat
Namun taklah lama cinta tercatat
Malaikat yang nampak tanpa luka
Mulai berkilah tanpa rasa dosa
Menyakiti hati ini tiada hingga
Yang kutakuti terjadi
Cinta segitiga menghampiri
Antara aku, kau dan sahabatku
Tak adakah yang lain dibumi ini
Hingga kebahagiaanku harus terkebiri
Sudah pergilah kalian
Pergi jauh dan jangan kembali
Kan ku rawat hati ini
Bukan untuk tersakiti oleh hal seperti ini
Masaku masih panjang
Berlari kuterjang masa
Menyongsong kehidupan
Bukan sekedar cinta segitiga
Yang menyesakkan dada
Kini..
Aku masih bisa bahagia..
Tanpa kalian berdua..
Oleh: Rochmatul Hidayah

Puisi Renungan Dan Kenangan : Suatu Sore _ Dima Nuga
Sore itu langit muntah hebat
aku yang terjebak dalam pikiran
terkurung dalam ruang
akhirnya menemukan kawannya sendiri
kawan diskusi
dimanapun "orang aneh" selalu sama
dikucilkan dan diasingkan oleh kepicikan
pikiran-pikiran puritan memaksa semua mulut untuk diam
mulut yang melawan
apalagi yang dipaksa memadu cinta olehnya
sore itu langit berkeringat hebat
para fundamentalis punya peran fundamental
dari situ saya disingkirkan
dan dari situ pula diskusi bermula
tentang Herakleitos yang berbicara perubahan
dalam kutipan dari tajuk sebuah majalah
dan filsafat eksistensialisme
Soren Aabye Kierkegaard
Nietzsche hingga Sartre
dari dialektika Hegel
matrealisme dialektik Marx-Engels
hingga Lennon yang mengkritik tuhan
Tentang Profesor Driyarkara dan filsafatnya
tentang Ahmad Tohari dan Dukuh Paruknya
tentang Ahmad Wahib yang mati kecelakaan
hingga tentang saya yang lebih banyak berkawan dengan seniman
tentang kapitalisme yang tidak bisa
menyejahterakan rakyat sebuah negara
dan komunisme tidak bisa berbuat apa-apa
bahkan saya tidak bisa membicarakannya
bersama teman-teman kantornya
menurut teman-temannya hal itu tabu
saya tak mau semakin diasingkan
Tentang penjagal yang tertawa-tawa bangga
dan filmnya bisa ditonton dimana-mana
hingga Jembatan Bacem yang menjadi saksi
mayat-mayat terapung dikali
kritik tentang agama
dan para penganutnya yang miskin logika
tentang dogma yang memaksa penganutnya
percaya untuk tidak bertanya
tentang Golden Rute yang tidak semua punya
tentang ladang masa depan yang ditanami kebencian
dan tentangg banyak lagi hal
dalam ruang keterasingan saya
diskusi berakhir ketika tetes hujan terakhir
makin malam menanti
membawaku untuk segera kembali
"orang aneh" selalu dipaksa tak berdaya
puisi untuk Pak BS- _Kamis, 6 Juni 2013_
Salam satu jiwa sastra.. dan terima kasih kepada +windy hae +Arbainah Inah +Najla najwa +Putri Respati +Inayah Saidah +jasmin azahlia +dina zhibee +laras windy tiara

Kumpulan 2 Sajak Moh Wan Anwar : Renungan Perjalanan
Angin nyaris tak sempat menuliskan kata
bagi orang yang terbunuh di jalanan
sosok bayangan yang mengerang panjang
seperti sekarat daun-daun.
Kita tak lagi bisa
berduka pada teriakan parau jalan raya
kecuali igauan yang menguap ke udara
Dan sekarang hari seperti akan lewat
tanpa keluhan.
Tanpa warna merah
di almanak dan upacara bendera setengah tiang
di kamar kita memang selalu berdekapan
menjadi seluruh perjalanan dan kenangan
Di bawah lampu neon pinggir jalan
kutemukan diriku
mengunyah kemuraman
Kemuraman, meraba jantung yang kian berdebar-debar
Bandung, 1993
_____
Kasidah Lilin _ Moh. Wan Anwar
Pada hari ini telah kaugenapkan hitungan nafas
dengan iringan kasidah cahaya.
Dua puluh tiga tahun
waktu dan cuaca menguji setiamu pada bumi
Langit yang melahirkan musim dan cakrawala
aku harap kaupun menyala,
meski angin teramat deras menggempurkan pepohonan
yang sedang khusuk ruku dijiwamu.
Meliuklah seperti para darwis
mengikuti loncatan irama dalam batin
seperti para penari yang bercakap
dengan gerak tubuhnya sendiri.
Mabuklah bersama pengembara
menjelajahi ruang-ruang yang tak pernah terjangkau pikiranmu
Dan pada detik-detik yang lambat ini
akan kuundang para malaikat
untuk membasuh rambut
dan lumpur yang membaluri kulit tubuhmu
Bersiaplah kau dari pedang
yang tiba-tiba membelah dadamu,
menghapus bercak-bercak hitam
bersembunyi dalam lipatan-lipatan kalbu
Dan ketika kau tiup api dalam tubuhku
pahami,, aku kekal menyala dalam kekosonganmu
_Bandung, 1996
Salam kenal untuk +Salim Ismail +Dany Dani +Cintia Fátima +sumarna caz zunda +Nisa Khairunnisa +Faridan M.Dawam +Banyu Bening
Sajak Cinta Debu Jalanan "Edisi Arjuna Linglung"
Sajak Cinta Debu Jalanan "Edisi Arjuna Linglung"_Salam jumpa pembaca puisina.. semoga selalu sehat sentosa, konsumsi air putihnya ditambahi.. lagi kurang ramah cuaca akhir-akhir ini soalnya. Puisi cinta yang lagi galau-galauan, puyeng-puyengan.. atau jomblo-jombloan, mungkin puisi berikut ini bisa jadi hiburan buat lesu rasamu. tetap riang dan tetap semangat.. hadapi jalani dan nikamti, okeh! selamat membaca..
Salamku pada hujan
yang mengisyarah jalan siangku dengan kesejukan
salamku juga pada dedauan
yang menyapa anggun dalam diam senyuman
dan untukmu batu,
aku tau keras ragamu menajuk rindu,
rindu untuk dipahat
juga rindu untuk dipadu menjadi bangunan
agar terwujud fungsi aman juga kenyamanan.
dan debu,
agak kagum aku ingin bertanya padamu,
_kenapa kau selalu pasrah dihembuskan?
padahal kau bisa saja marah dan menjadi kelilip dimata
_kenapa pula kau nampak tetap sahaja?
padahal kau tak pernah disapa dan cenderung dihina
_kenapa, bagaimana dan apa?
kau begitu rela menghantar dirimu untuk duka
jika mungkin kau bernyawa dan memiliki rasa
bisa saja kau berkumpul menjadi pasir
untuk melekatkan para batu
demi menepis tiap cercaan serta gerutu.
debu..
saya bingung memaknainya,,
ajarkan padaku..
bagaimana memiliki laku sepertimu.
agar rasaku tak hanya semilir angin,
dapat dirasakan namun sulit diwujudkan,
jelaskan untuk ku lewat sendu titahmu,
yang berjalan dengan kerelaan walau tak pernah ada hirauan
apakah mungkin jalanmu memang mulia adanya
sampai kagum, kau bisa untuk tayamum
keikhlasan tanpa pamrih serta kesanggupan rasa
dan mungkin kau sebut itu cinta?
lantas..
apakah saat kumatikan sebatang rokok yang baru saja kusulut,
untuk berjalan bertandang diakhir pujian
setelah adzan
ini juga disebut cinta!
aku masih belum faham degubnya.

