
Puisi Rindu Untuk Ibu Dari Rantauan By "Sky Shucaya"
AGUS GANTENGSTERS
Senin, Juli 14, 2014
Puisi Ibu,
Puisi Kiriman,
Puisi Lebaran,
Puisi Ramadhan,
Puisi Rindu
Edit
Puisi Rindu Untuk Ibu Dari Rantauan By "Sky Shucaya" _ Memasuki malam ke enam belas bulan ramadhan, pembaca Puisina. Semoga kabarmu selalu baik di tanah rantau sana,, menunggu separuh bulan lagi untuk menuntaskan rindu pada keluarga, dan tentu akan banyak cerita yang akan kita sampaikan dari rantauan saat kembali ke kampung halaman. Seperti puisi kiriman rindu untuk ibu berikut ini. Selamat membaca..

Nafas sahur telah turun ke wajah dunia,
Ramadhan mengayuhkan rasa rinduku.
Bau udara mengengat
Ku rindu ibuku di kampung halaman.
Advertisement
Sudah sekian waktu ku tinggalkan hidangannya,
Tak bisa ku santap lagi racikan tangan ibu,
(Aduh...) Aku rindu aroma masakan dia.
Di ruangan ini ingin sekali tidur di pelukanmu,
Mengadu segala hidup,
Aku sudah lelah dengan semua ini
Terkadang ku ingin pulang dari rantauan negri orang.
Aku larik tak sampai ke bait,
Hanya rima-rima yang melantunkan do'a
Esok sekedar ku nikmati jamuan rindu,
Peluk tubuhmu,
Aku adalah seorang bocah kecil yang merengek di pangkuan.
Maka kau senandungkan lagu tidur hingga aku terlelap di sampingmu.
Kini udara ramadhan sungguh ku persembahkan do'a abadi di kala dingin turun ke bayangan wajah sayumu.
Hormat kami,
sky shucaya | skyshucaya@gmail.com
Kepada pengirimnya diucapkan banyak terima kasih serta semoga rindu untuk ibunya sedikit terobati,, Salam Ramadhan untuk anda dan keluarga..
Related Posts :
Puisi Saat Kau Tlah Pergi Puisi Saat Kau Tlah Pergi_ Ada sesuatu yang melekat antara pertemuan dan perpisahan, yaitu kenangan. Tiap orang menapaki perjalanan,, dan d… Read More...
Puisi "Cinta di Bulan Rhamadhan" Bidadari LinglungSayang... Sekarang bulan ramadhan Orang bilang, tak boleh maksiat Orang bilang, harus banyak ibadat Tak apalah kita tak bersua Tuk hormati b… Read More...
Puisi Wanita-Wanitaku By "Sky Shucaya"Puisi Wanita-Wanitaku By "Sky Shucaya"_Selamat sore pembaca Puisina,, sudah mandi tentunya,, mari duduk sini,, kita pandang senja,, meski ta… Read More...
"Hari Raya tanpa Ibu" By. Sri Widiya NingsihMinal aidzin wal faidzin kawan.. Tibalah kita pada Raya Idul Fitri. Malam ini indah bukan? Suara Takbir di perdengarkan dan menghapus keheni… Read More...
Puisi Senja, Gelagah di Depan Rumahmu _ "Arjuna Linglung" Puisi Senja, Gelagah di Depan Rumahmu_ Selamat siang Puisina,, tak perlu resah jika siang ini terasa sangat terik, karena disini aku tak ak… Read More...