Monday, August 04, 2014

"Kemerdekaan di Tanah Air ?" by. Sri Widiya Ningsih

Sri Widiya Ningsih "Kemerdekaan di Tanah Air ?" by. Sri Widiya Ningsih

Waktu membawa kita kembali pada tanggal 17 Agustus, tanggal yang bersejarah bagi kita rakyat Indonesia. Bahagiakah engkau kawan? atau justu...

Baca Selengkapnya
Waktu membawa kita kembali pada tanggal 17 Agustus, tanggal yang bersejarah bagi kita rakyat Indonesia. Bahagiakah engkau kawan? atau justu ada perasaan miris karena kemerdekaan mulai terkikis?
Aku bebaskan argumen mu..
Tapi di samping argumen itu, apa yang telah kau perbuat untuk menghargai kemerdekaan? renungkan sejenak..
Selamat memebaca ya.. :-)

Kemedekaan di Tanah Air ?

Lihat tempat ini, kawan
Laut biru nan luas itu begitu elok di pandang
Dan lihatlah ombak itu ,
Ia berlari, melambai-lambai
Seakan bahagia dan menari kegirangan
Inilah tanah airku.

69 tahun yang lalu negara ini merdeka
69 tahun yang lalu saat lahirnya harapan baru
Senyum kembali terkembang setelah beratus tahun lamanya
Setelah lautan air mata berubah menjadi haru biru

Tapi seiring waktu ia mulai terkikis
Akan ego yang bercampur baur tanpa ampun
Kini rasa persatuan mulai tertepis habis
Inikah kemerdekaan yang dulu di proklamasikan?

Gerimis air mata serentak jatuh di tanahku
Genderang perselisihan terdengar di seluruh penjuru
Tidakkah hati mu miris menyaksikan nya?
Tolong kembalikan senyum Indonesia, tanah air kita



#Hargailah kemerdekaan yang telah di pejuangkan para pahlawan kita. Jika tidak dengan wujud nyata, setidaknya dengan bersikap baik sebagai warga negara :-)
Sri Widiya Ningsih 


Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 2
Comments
1 Comments
KOMENTAR 2

1 komentar:

  1. Mentari pagi sudah membumbung tinggi
    Bangunlah putra putri ibu pertiwi
    Mari mandi dan gosok gigi
    Setelah itu kita berjanji

    Tadi pagi esok hari atau lusa nanti
    Garuda bukan burung perkutut
    Sang saka bukan sandang pembalut
    Dan coba kau dengarkan
    Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut

    weh,, semangat.. mantab!

    ReplyDelete

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved