Sunday, July 27, 2014

"Hari Raya tanpa Ibu" By. Sri Widiya Ningsih

Sri Widiya Ningsih "Hari Raya tanpa Ibu" By. Sri Widiya Ningsih

Minal aidzin wal faidzin kawan.. Tibalah kita pada Raya Idul Fitri. Malam ini indah bukan? Suara Takbir di perdengarkan dan menghapus kehen...

Baca Selengkapnya
Minal aidzin wal faidzin kawan..
Tibalah kita pada Raya Idul Fitri. Malam ini indah bukan? Suara Takbir di perdengarkan dan menghapus keheningan malam ini. Dan lihat kembang api menghiasi langit gelap itu.
Tapi bagaimana dengan mereka-mereka yang tak sepenuhnya bahagia karena orang yang di cintai jauh dan tak terjangkau?
Puisi ini akan ungkapkan kepedihan itu, dan peran yang aku ambil adalah seorang 'ibu'.

Hari Raya tanpa Ibu

Suara gema takbir terngiang di seluruh penjuru
suasana hari raya menyertai seluruh kota
inilah saat berkumpul dan lampiaskan rindu
saudara jauh berdatangan saling bertegur sapa

Aku pun ikut menyambut dan persiapkan hari raya
kue-kue lebaran aku tata di meja makan
tapi tak lantas keceriaan dan suasana nya sama
tanpa seorang ibu, Hari Raya takkan tersempurnakan

Senyum palsu aku pasang dengan terpaksa
tuk sembunyikan sedih di depan sanak saudara
tapi sungguh hati kosong, sekosong-kosongnya
berada di tengah mereka tanpa kau beserta

Aku amat merindukan mu ibu
aku ingin mengumandangkan takbir bersama mu
dan di hari yang fitri ini aku mohon maaf darimu
walau secara langsung tak bisa ku cium tangan mu
* * *

#Jangan sia-sia kan kebersamaan dengan ibu, kawan..
(Sri Widiya Ningsih)



Advertisement

Setiap puisi menjadi tanggung jawab penulis , jika ada masalah silahkan laporkan ke Contact Admin . Terimkasih
KOMENTAR 2
Comments
9 Comments
KOMENTAR 2

9 komentar:

  1. Puisinya mangharukan , bagi mereka yang lebaranya jauh dengan orang tua mudah mudahan selalu di beri kebahagiaan
    ... amin


    ReplyDelete
  2. Makan nasi campur sama lalap, di habiskan dengan lahap, jika pernah ku melakukan Silaf, Dengan penuh harap terbuka pintu maaf.

    ReplyDelete
  3. Kereta api gerbong membawa kedondong, sampai malasya beli belimbing, Kalau ku dulu suka salah dan sombong, tolang maafin lahir dan bathin

    ReplyDelete
  4. Kedua kaki belari kencang, tidak perduli tengah hari, hari ini aku berkata lantang, mohon maafkan setulus hati.

    ReplyDelete
  5. Langit tak selama nya cerah
    mendung bisa timbulkan sisi gelapnya
    manusia memang tempatnya salah
    semoga kata maaf bisa jadi solusi nya.. :-)

    ReplyDelete
  6. tak ada perahu yang tak mampir dipelabuhan
    iringan saudagar membawa barang dagang
    selamat dari idul qurban,,
    hal demikian sudah membuatku tenang

    ups hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puisi di coment pantun............. :-)
      Keren juga....

      Delete
    2. hehehe reza jago juga buat pantun , kasihan sri bisa klepek klepek tuh

      Delete

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved