Puisi renungan, Bukan bidadari surga "Edisi Bidadari Linglung"

Puisi malam jum'at yang keramat. Muhasabah diri selaku manusia ciptaan
ilahi robbi. Walau jauh dari perangai bidadari surga, para wanita tak
perlu bermuram durja. Karena wanita adalah makhluk paling indah
didunia. Namun syarat dan ketentuan berlaku :). Semoga puisi berikut
dapat menggugah hati para wanita, untuk sadar diri bahwa mereka juga
bidadari, walau level dunia. Selamat membaca.

Puisi muhasabah, Bukan bidadari surga "Edisi Bidadari Linglung"

Aku bukan bidadari surga
Yang pancarkan aura jelita
Berhiaskan emas permata
Perilaku lembut mempesona
Bersinggasana penuh mutiara

Aku bukan bidadari surga
Yang tersenyum penuh makna
Pandangan tajam bergelora
Tutur halus bak sutra
Menentramkan mata yang memandangnya

Aku hanya wanita biasa
Yang selalu khilaf dan lupa
Menendang dan tersandung dosa
Hidup berkalang noda

Meski begitu..
Aku adalah hamba
Karya Dzat Maha Sempurna
Dengan arsitektur tiada tara
Disertai akal dan iman didada

Oleh: Rochmatul Hidayah