Puisi renungan, Bukan bidadari surga "Edisi Bidadari Linglung"
Unknown
Kamis, April 10, 2014
Bidadari Linglung,
Rochmatul Hidayah,
Srikandi Galau,
Srikandi Linglung
Edit
Puisi malam jum'at yang keramat. Muhasabah diri selaku manusia ciptaan
ilahi robbi. Walau jauh dari perangai bidadari surga, para wanita tak
perlu bermuram durja. Karena wanita adalah makhluk paling indah
didunia. Namun syarat dan ketentuan berlaku :). Semoga puisi berikut
dapat menggugah hati para wanita, untuk sadar diri bahwa mereka juga
bidadari, walau level dunia. Selamat membaca.
Puisi muhasabah, Bukan bidadari surga "Edisi Bidadari Linglung"
Aku bukan bidadari surga
Yang pancarkan aura jelita
Berhiaskan emas permata
Perilaku lembut mempesona
Bersinggasana penuh mutiara
Aku bukan bidadari surga
Yang tersenyum penuh makna
Pandangan tajam bergelora
Tutur halus bak sutra
Menentramkan mata yang memandangnya
Aku hanya wanita biasa
Yang selalu khilaf dan lupa
Menendang dan tersandung dosa
Hidup berkalang noda
Meski begitu..
Aku adalah hamba
Karya Dzat Maha Sempurna
Dengan arsitektur tiada tara
Disertai akal dan iman didada
Oleh: Rochmatul Hidayah
ilahi robbi. Walau jauh dari perangai bidadari surga, para wanita tak
perlu bermuram durja. Karena wanita adalah makhluk paling indah
didunia. Namun syarat dan ketentuan berlaku :). Semoga puisi berikut
dapat menggugah hati para wanita, untuk sadar diri bahwa mereka juga
bidadari, walau level dunia. Selamat membaca.
Advertisement
Puisi muhasabah, Bukan bidadari surga "Edisi Bidadari Linglung"
Aku bukan bidadari surga
Yang pancarkan aura jelita
Berhiaskan emas permata
Perilaku lembut mempesona
Bersinggasana penuh mutiara
Aku bukan bidadari surga
Yang tersenyum penuh makna
Pandangan tajam bergelora
Tutur halus bak sutra
Menentramkan mata yang memandangnya
Aku hanya wanita biasa
Yang selalu khilaf dan lupa
Menendang dan tersandung dosa
Hidup berkalang noda
Meski begitu..
Aku adalah hamba
Karya Dzat Maha Sempurna
Dengan arsitektur tiada tara
Disertai akal dan iman didada
Oleh: Rochmatul Hidayah
Related Posts :
Puisi G 30 S PKI Untuk memperingati hari G 30 S PKI, puisina menghadirkan karya puisi terbaru dan penuh makna. Selamat membaca, semoga terhibur. 30 Septemb… Read More...
Puisi "Sarjana Dunia Akhirat" Untuk memperingati hari Sarjana Nasional 29 September. Semoga terhibur dan selamat membaca. Hai sarjana Yang berbalut toga Berjalan dengan… Read More...
Puisi Kesaktian Pancasila 1 Oktober Puisi untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Ter-update milenium kedua dan penuh makna. Selamat membaca, semoga terhibur… Read More...
Puisi Sumpah PemudaPuisi sumpah pemuda yang singkat dan penuh makna, haru namun membangkitkan semangat. Selamat membaca. Dulu... Para pemuda pendahulu ki… Read More...
Puisi untuk Ibu "Doa dan Air Mata" Puisi doa untuk ibu dari seorang putri yang telah bersuami. Dilema diantara dua hati. Selamat membaca, semoga terhibur Keras membeku T… Read More...