Tampilkan postingan dengan label Puisi Demokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Demokrasi. Tampilkan semua postingan
Puisi Renungan : Jangan Salahkan Puisi

Puisi Renungan : Jangan Salahkan Puisi

Puisi Renungan : Jangan Salahkan Puisi _ Salam sejahtera untuk anda pembaca Puisina. Berikut ini ada sedikit puisi renungan yang lumayan enak dibaca, bukan bermaksud apa-apa. Cukupkan puisi menjadi buah karya dari apa yang pernah saling kita pelajari tentang kosa kata. Selamat membaca..

Puisi Renungan : Jangan Salahkan Puisi


huruf-huruf yang ditata
itu disebut kata,
ada vokal dan konsonan
agar ia berbunyi
lalu berbicara

dan kata yang dirangkai
itu disebut kalimat
untuk menyampaikan
maksud sekaligus makna

kemudian bila
kalimat itu disusun dalam baris
bisa nanti menjadi bait.

dan jika baitnya indah..
boleh kita sebut sebagai puisi

oleh karenanya.,
jangan salahkan puisi..
sebab disana ada getar hati yang berusaha memberi arti


____
Terima kasih dan semoga bermanfaat.. 
Read More
Puisi Perpisahan Dari Yang Kalah

Puisi Perpisahan Dari Yang Kalah

Puisi Perpisahan Dari Yang Kalah_ Merrrdeka// Kepada segenap pembaca Puisina,, tepat enam puluh sembilan tahun negara kita menjalani kemerdekaan, namun masih banyak rakyat kita tak bisa sepenuhnya melaksanakan haknya, kekayaan negara masih banyak yang mengalir keluar untuk asing, kebocoran-kebocoran di segala sisi masih sangat riskan. Kita tentu tak ingin menjadi negara yang dicemooh bangsa lain, maka setelah pesta demokrasi ini. Saya sampaikan puisi dibawah ini,,,

Puisi Perpisahan Dari Yang Kalah

Di perpisahan ini,,
tak ada darah
tak ada alibi
Karena tlah kubuang sesal
dari kenyataan
Tentang seribu dusta

Jadi biarkan belas kasihan datang
dan menyapu

Dosa-dosaku
kan kuhadapi sendiri
Tuk hilangkan diriku yang sekarang
menghapus diriku sendiri
Dan relakan apa yang tlah kulakukan

Hentikanlah
apa yang kau pikirkan tentangku
Saat kubersihkan batu tulis ini
dengan tangan-tangan
Ketidakpastian

Karena dosa-dosaku
kumulai lagi
Dan rasa sakit apapun yang kan datang
Hari ini rasa sakit yang kurasa berakhir
kumaafkan yang tlah kulakukan
Read More
Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia

Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia

Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia_Puisina untuk pemilihan presiden indonesia. Salam jumpa pembaca,, huru-hara politik kian santer beritanya, panas-dingin suasananya, untuk menentukan siapa orang yang akan menjadi Pemimpin negeri tercinta kita indonesia. Nah,, pembaca puisina,, berikut ini adalah Puisi hiburan agar tetap santai Pilpres yang akan datang. Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia. Selamat membaca..

Puisi Arjuna Linglung Untuk Kursi Dewan Indonesia

Rasanya sudah terlalu lama
Aku duduk damai nan sahaja
di singgasana Madukara
rakyat makmur sentosa
pun juga bermasyarakat penuh cinta.
Karena peperangan sudah berakhir pula

Sampai terbesit hatiku meyakinkan langkahku 

untuk sekali lagi maju
bukan untuk perang apalagi mengejar dewiku yang baru
namun demi keadilan dan kemakmuran kutuju

ke Negara Indonesia tatangga terkasihku
 

Jadi...
Dewiku Sembadra
yang anggun nan elok parasnya
Juga Adikku Srikandhi
yang tak pernah tak kurindui 

kupinta do'a dan ikhlasmu

Entah menunggang banteng
entah berteduh gelantung dipohon beringin
entah memasung dada bintang kejora
dan entah bertengger dikepala garuda

aku ingin menjadi wakil rakyat di negeri sana
untuk mengajak masyarakat hidup bermartabat
untuk berbagi sepenuh manis sedikit getirnya rasa
Demi makmur dan jayanya tetanggaku Indonesia

Sehingga menjadi benar nyata
Digdaya Pancasila -nya,
Satu padu Bhineka Tunggal Ika -nya
Read More

Puisi SUARA RAKYAT UNTUK CALON PRESIDEN 2014

Sebentar lagi pemilihan presiden akan di laksanakan, kami sebagai warga negri yang tercinta ini ,berpesan kepada calon presiden 2014 ,suara kami datang dari hati
- dan berharap sampai kehati
Selamat membaca.. . . . !
Jika senang sampaikan pada teman-teman anda semua
Jika kurang berkenan tolong kasih masukan dalam kotak komentar
Waktu terus melaju
Mengisi rangkaian hari berlalu
Takkan lama lagi tibanya waktu
Rakyat memilih pemimpin yang di tunggu
Engkau yang tulus hati
Membela dan mengabdi
Suara kami suara hati
Moga kau dengar setulus hati
Jadilah pemimpin sebagai pengabdi
Untuk rakyat untuk negri
Bukan untuk golongan sendiri
apalagi ambisi pribadi
Read More

puisi politik "KETIKA POLITISI BERPUISI" karya - ombi


ada sesuatu yang tersirat saat politikus terpaksa berbicara mengenai puisi
Bila anda suka sampaikan pada teman  anda
Bila tidak suka sa, paikan pafa autor

Ketika politisi berpuisi

Alih-alih orasi

Caci dan maki

Janjinya tersembunyi

Penuh dengan teka dan teki

Dan bisa saja ia berbuat apa nanti

Puisinya ia tafsir sendiri

*Inilah bentuk penilaian ketika para elit politisi kita saling sindir lewat puisi*

Read More

Puisi Itu Hanya Pencitraan

Berorasi dengan lantang
Begitu hafal dengan naskah
Menggragas semua janji

Berlagak ramah
Bergeliat tawa
Itu hanya pencitraan!

Ku hanya berpangku tangan
Sesekali mengernyitkan kening
Tak tertarik secuil pun
Orasi pencitraan itu

Sayangnya....
Masyarakat makin rabun
Bukan pasrah
Tapi perlu kesadaran
Bahwa mereka tlah di bodohi
Oleh sebuah pencitraan

Read More
Puisi Hari Kartini Ibu Aku Rindu Semangatmu

Puisi Hari Kartini Ibu Aku Rindu Semangatmu

Puisi Hari Kartini Ibu Aku Rindu Semangatmu

Selamat hari Ibu Kartini tanggal 21 April.Tahun ini kami masih berjumpa denganmu Ibu Kartini.Walau hanya berjumpa dalan syair lagumu,walau hanya sesaat kami teringat namamu.Tapi semangatmu akan terus hidup dalam jiwaku.

Ibuku Kartini
Harum namamu masih semerbak
Dari dulu ,kini dan akan datang
Engkau akan tetap dikenang

Ibuku Kartini
Maafkan aku
Yang hanya sekedar meniru
Caramu berbusana baju

Ibuku Kartini
Biarkan semangatmu yang membara
Mengalir dalam darah Indonesia
Meletup dalam setiap detak nadi
Berkobar dalam sorot mata generasi
Putra-putri ibu pertiwi

Ibuku Kartini
Cita-citamu menjadi obsesi
Yang terpatri di dalam hati
Bergerak dalam sikap
Bukan sebatas sajak kata harap

Ibuku Kartini
Perjuanganmu tak akan mati
Karena saat ini
Akan terbit edisi-esidi
Kartini-Kartini masa kini

Ibuku Kartini
Aku masih mengingatmu
Aku masih melantunkan lagumu
Walau aku tahu
Bukan lagu itu yang engkau harap dariku

Ibuku kartini
Hari ini aku rindu sekali ibu
Rindu hangatnya kasihmu
Rindu derasnya harapanmu
Yang dulu pernah engkau ajarkan padaku

Ibuku Kartini
Aku masih mengenangmu
Aku panjatkan doa selalu
Agar dedikasimu
Kian melekat erat dalam merah indonesiaku

Habis gelap terbitlah terang.setelah terang jadilah benderang.Menyinari setiap ruang-ruang harapan orang-orang,senatiasa garang dalam berjuang.Jangan layu atau kemayu ayo bangkit generasi indonesiaku.Maju !Terimakasih sahabat puisina +Jannah Nugraheni +Enah Tamayao +Anindhita Maharrani +syifa atha +Dian Tri Lestari



Read More

Puisi Penguasa Ingin Menguasai

Semua orang ingin berkuasa dinegeri ini, dari yang kecil hingga yang besar. Setiap manusia itu memiliki jiwa pemimpin. Jiwa pemimpinnya itu memiliki jiwa masing-masing. Sobat puisina yuk kita simak puisi berikut ini:


Penguasa Ingin Menguasai

Kubilang
bertulut..
bukankah ini mudah
bukankan ini sifat alami kalian
saling menghacurkan
saling memimpin
saling cemburu
saling angkuh

ini kebenaran tentang umat manuisa
bahwa kalian rindu untuk ditaklukkan
daya tarik akan kebebasan
kalian senang akan merebut kekuasaan
sebagai penanda diri kalian
kalian diciptkan untuk dikuasai
pada akhirnya
kalian berlutut
kalian selalu berlutut

"tak untuk orang sepertimu
selalu ada orang sepertimu
lihatlah orang diantara kami
berdiri menopang saling memberi
kami takkan berlutut walau sejengkal
kami bersatu"

By: Dalang Wanataka 17:2014
Read More
Puisi Aneh Bata (motivasi demokrasi)

Puisi Aneh Bata (motivasi demokrasi)

Sebagai contoh pembangunan dari 1 2 3 4 sampai tak terhingga kita bisa membangun sebuah rumah, gedung bahakan istana. Begitulah sosok bata di atas bata. Terimakaih telah bingung membaca puisi ini.



Bata

        bata
    bata    bata
bata            bata
Bata
     diatas bata
bata diatas
       atas bata
            bata bata
     diatas bata
            bata diatas
       atas bata
        ada bata
            bata
      bawah bata
            bata
     diatas bata
  bata atas
       bata
  bata bata bata

By: Dalang Wanataka 13:2014


Read More

Puisi Sedih Bangun Dari Janji Mu

Siapa hayo yang pernah berjanji? Berjani tapi mengingkari. Sebuah janji tapi tak dirasa atau disepelekan atau juga lupa. Yah begitulah manusia beraneka ragam. Bagun dari janji mu?


Bangun Dari Janji Mu

Mereka semua janji
baris-baris janji
hidup bareng gotong royong
aku kita pada bengong

Umpama ada mangsa
mereka ingkar akan janjinya
Ngeliat moral tanpa hati

Apakah tak takut penjara
Apakah tak takut di masa
Apakah tak takut dosa

Lantaran sudah jadi kaya
Pikiran takut tak ada
Ini dosa, dosa

Tertuang janji dalam pendengaran
Sekedar terucap sembelit kembali tanpa ada rasa
ini dosa, dosa

Janji sudah biasa
Biarkan saja kena sakralnya

By: Dalang Wanataka 4:2014

Read More
Puisi Demokrasi Syair Pemilu Untuk Indonesiaku

Puisi Demokrasi Syair Pemilu Untuk Indonesiaku

Puisi Demokrasi Syair Pemilu Untuk Indonesiaku

Hari ini 9 april 2014 kembali digelar peta demokrasi bangsa Indonesia.Semoga tahun ini menjadi pesat rakyat dengan melahirkan pemimpin hebat-hebat serta merakyat.
Puisi Demokrasi Syair Pemilu Untuk Indonesiaku


Hari ini adalah hari demokrasi
Dimana setiap rakyat berpartisiasi
Bapak,ibu,kakek,nenek dan muda mudi
Memilih sesuai hati nurani

Hiruk pikuk negeriku
Setiap orang juga tahu
Hari ini sedang pemilu
Ayo coblos untuk masa depan indonesiaku

Jangan golput atau apa saja persamaannya
Coblos saja  dengan seksama
Lipat kartunya dengan tertata
Masukkan kartu pilihan Anda
Ke dalam misteri kotak suara

Jangan dengarkan janji-janji 
Gunakan gelombang suara hati
Jangan biarkan hak terbeli
Dengan uang receh yang basi
Yang kami inginkan hanya bukti
Untuk kemajuan negeri ini

Selamat mengikuti pemilu 2014 semoga acara ini dapat berjalan dengan tertib tanpa ada keributan.Kalah menang sudah biasa yang penting sama satu tujuan untuk Indonesia.Bangkitlah genersi Indonesia ,pilihlah dengan seksama +Shoimatul Fitria +Atful Shibli +Ahmad Zainul Fikri +solikin b +Kholis M

Read More
Bisnis Investasi

Puisi Hasil Pemilu Quick Count 2014 .

Iseng saja , sambil nunggu hasil perolehan suara rakyat yang di kantongi para calon wakil rakyat melalu partainya . Pesta Demokrasi 2014 beda dari pesta demokrasi yang sudah-sudah , pemilu kali ini rakyat damai aman dan berjalan lancar , tidak ada berita bentrok antara pendukung satu sama lainya . Patut kita syukuri demokrasi di negeri kita mulai menampakan buahnya . Sekarang tinggal orang-orang yang di atas sana , kalau rakyatnya sudah rukun apakah pejabatnya masih akan tetap tawur . kita ikuti perjalanan demokrasi selanjutnya . Oke karena rencananya tadi kan ingin buat puisi , maka silahkan baca puisi di bawah ini Puisi Menunggu Hasil Pemilu 2014 .

Dag dig dug dor... jantungku...
Menang apa kalah partai pilihanku...
Dag dig dug Der... dadaku...
Menang apa kalah Caleg Idolaku ...

Nyat nyit nyut nyet... nadiku...
Berusaha tenang menerima kenyataan .
Cenut-cenut.. kepalaku...
Konsentrasi full merhatikan perhitungan suara .

Byar pet byar pet mataku...
Kurang percaya , partaiku kalah suara..
Uyek di uyek biar tanpak lebih jelas...
Ternyata memang benar , aku harus puas ga boleh panas .

Pemilu menjadi ajang pesta demokarsi .
Adanya cuma lima tahun sekali
Semua harus di nikmati ..
Mau kalah atau menang tidak perduli ...

Pokok suaraku bukti inspirasi
Biar kaya gini , aku ikut pesta demokrasi
Berdoa mudah mudahan baik di kemudian hari
Walau mungkin kejayaan itu tercapai nanti setelah aku mati .
Read More