ABU NAWAS

KALAH MENANG PETARUNG SEJATI

Berikut ini sebuah puisi peredam hati pasca pesta demokrasi putaran pertama . penentuan anggota legistatif untuk mengatur negeri . Hitam putih selalu ada , bangsa ini telah memberikan generasi terbaiknya untuk di percaya , kini saatnya rakyat menentukan siapa yang berhak jadi wakilnya . 

Selangkah hiruk pikuk telah kita tinggalkan , selangkah pula kita telah lebih maju untuk mencapai masa depan . Bagaimanapun perjuangan dalam pertempuran memerlukan pengorbanan dan tentunya harus ada yang kalah dan menang .

Apapun hasilnya mudah-mudahan bisa di terima dengan lapang dada , kalah menang dalam sebuah pertempuran sudah hal biasa . Jadilah petarung sejati yang bisa menerima kekalahan dan mau mengakui kemenangan lawan . Senyum saat kalah sangat di butuhkan walau hati susah bersimbah darah , tapi jadilah petarung yang hebat kuat dan tabah . Salam sukses... aku hargai perjuanganmu Caleg Caleg Pemilu 2014 .

Tidak...
Bagiku tidak ada kalah dan menang
Sebab sudah aku putuskan
Bahwa kemenangan sudah pasti untukku saja
Kekalahan tinggala mereka saja
Yang mengeluh tatkala jatuh
Yang menangis saat teriris
Yang berputar-putar dalam belantara

Di padang lantang yang ku tempuh ini
Aku tak mungkin di kalahkan
Sebab di sini
Jatuh sama artinya bertambah kukuh
Setipa pukulan akan berbalik lipat ganda pada pemukul
Algojo sekalipun , saat memisahkan kepala dan tubuhku
Dia akan terpancung sendiri seumur hidupnya
Melihat mataku tenang tertutup
Dan bibirku berbunga senyum .

Biarlah kecurangan yang ada jika terbukti maka di proses secara hukum , tak perlu mencari cari kesalahan lawan pun jangan mencari-cari kebenaran diri . Walau aku tahu kegagalan itu wujud nyata kebodohan . tapi tetaplah tersenyum dan terus belajar . Wis saiki ndang ngopi maneh , cangkruk karo kancane maneh , gasah stres maneh .
Advertisement
Advertisement