PUISI DO'A PENCOPET dan SARJANA NGANGGUR .

PUISI DO'A PENCOPET dan SARJANA NGANGGUR . Label: ABUNAWAS, Puisi Korupsi, Puisi Koruptor, Puisi Pendidikan, Puisi Perjuangan

Terinspirasi dari nonton film " Alangkah Lucunya Negeri Ini " , sebuah film yang mengisahkan tentang sarjana yang tidak dapat ker...

Terinspirasi dari nonton film " Alangkah Lucunya Negeri Ini " , sebuah film yang mengisahkan tentang sarjana yang tidak dapat kerja dan gerombolan pencopet cilik . Kombinasi yang pas antara orang susah ketemu orang susah . Setelah nonton film ini ahirnya saya coba coba cari puisi dan ahirnya ketemu sebuah puisi berjudul Do'a sang Pencopet . Sebelum baca puisi ini ada bainya nonton juga tonton film ini sampai selesai .

Dihajar aku dalam keganasan tangan-tangan besi
Yang membabi buta
Dalam ketidakadilan,
Dalam kemurkaan,

Kebencian yang begitu dalam
Tergores di setiap lekuk otakmu
Tentang kaumku,
Yang kecil dianggap besar

Keadilan semacam apa yang ingin kau sentuh
Jika yang besar dianggap kecil
Yang ada jadi tiada
Semua mengutukku
Kaumku, dan aku,
Dalam kehinaan

Sementara mereka yang berlidah panjang
Masih duduk terhormat di kursinya
Masih,Di kursi empuknya
Hingga buncit perut mereka

Sementara,
Aku yang semakin kurus
Babak belur dalam ketidakwarasanmu
Bagimu semua kelihatan abu-abu
Tidak akan kau lihat
Mana yang lebih hitam dan putih

Semoga kau segera sembuh dari ketidakwarasanmu
Dan melihat yang hitam tetap hitam
Yang putih tetap putih
Aku tidak sedikitpun menyesal
Dalam jalan terjal ini
PUISI DO'A PENCOPET dan SARJANA NGANGGUR .