ABU NAWAS

Aku Terlambat Datang

Puisi ini aku tulis untuk seseorang yang baru saja aku temui , setelah sekian lama aku mencari seseorang yang bisa saya anggap belahan jiwa , tak banyak yang bisa aku sampaikan tentang dirinya , karena aku pernah mencoba mengungkapkanya faktanya malah salah kata dan tambah bingung bagaimana cara mengucapkanya . Lebih baik aku diam dan memandangnya ... saat dia makan bakso, saat dia buka hp, saat dia terima telphone, saat dia berjalan , saat dia sedikit galau dll... , aku pandangi dari semua sudut tubuhnya dari kaki sampai bulu matanya . Aku bahagia bisa memandangnya ...walau tak menyentuhnya karena aku takut merusak keindahanya.... Tapi ada satu hal yang bikin hati mengganjal , saat aku tahu dia telah di pinang orang , entah sedih atau marah dengan diri sendiri atau bingung bagaimana menenangkan hati supaya bisa menerima takdir hidup ini , tak banyak yang aku perbuat kecuali aku buat puisi ini .
Mengapa aku bertemu dengannya
Saat dia sudah ada yang punya
Mengapa aku tidak kenal denganya
Saat dia masih sendiri
Kenapa juga aku dekat denganya
Saat dia sudah di pinang orang
Mengapa aku merindukanya...
Saat dia sudah punya pendamping
Kenapa Aku makan bersama denganya
Saat dia sudah mau mambangun rumah tangga
Kenapa tidak di pertemukan dari dulu
Saat dia belum menggunakan cicin kawin 
Mungkinkah aku akan mati tanpa merasakan cinta sejati
Mungkinkah aku akan patah hati tanpa menikmati indahnya cinta bersemi
Mungkinkah aku tidak akan pernah berdampingan dengan orang yang kucintai
Ataukah memang aku diciptakan tanpa cinta kasih yang sejati
Masih adakah waktu aku menikmati cinta kasih murni
Masih ada harapankah cintaku kan bersemi kembali
Semoga tahun baru ini
Tuhan memberikan cinta sejati dalam sisa hidupku ini