ABU NAWAS

PUISI CINTA ROMANTIS SAMPAI MATI


PUISI CINTA ROMANTIS SAMPAI MATI

Puisi ini untuk seseorang yang telah membantuku untuk bangkit dari keterpurukan mental akibat perang batin berkepanjangan . Cinta itu ternyata tidak mudah , banyak permasalahan yang datang silih berganti untuk menguji ketulusanya . Mudah mudahan puisi cinta romantis sampai mati ini di bacanya dan dia mengerti bahwa aku punya harapan besar punya cita cita jika memang kita di pertemukan dalam satu ikatan yaitu cinta .
Sebelum ku mengenalmu tahu isi hatimu
Sebelum diriku berharga bagimu
Sebelum cinta bersama menjalin rasa
Sebelum cinta tertutur lewat bahasa

Di saat namaku belum kau kenali
Di saat cinta belum memegang kendali
Di saat perasaanku belum kau tahu
Di saat jarak kita masih terlalu jauh

Ku sudah melihatmu di dalam mimpiku
Ku impikan seseorang memegang tanganku
Ku bayangkan senyum indah di depan mataku
Ku lihat kau bahagia mendengar kata-kataku

Di dalam hatiku dari dalam jiwaku
Ku tahu hanya padamu ku kan terpaku
Segenap tenaga daya yg ada padaku
Ku pastikan cintaku tetap berlaku

Hanyalah dirimuYang bermain di dalam khayalku
Tak sanggup aku melupakan Aku tak sanggup
Mungkin sampai nanti
Rambutku pun kusam dan memutih
Namun cintaku padamuTakkan berubah

Mungkin ku tak selalu menjadi yg terbaik
Mungkin kerap kali ego dan emosi yg naik
Mungkin kita gak selalu hanya tertawa
Mungkin kadang cinta terasa jatuh ke bawah

Tapi ku tahu pasti ada jalan keluar
Ku tahu di pesisir gelap ada mercu suar
Ku tahu cinta pasti kalahkan benci
Ku tahu kasih antara kita telah terkunci
Sewaktu kita sepakat tuk melihat cinta

Sewaktu kita ingat kenangan yg indah
Sewaku kerutan muka berangsur berubah
Sewaktu senyum dan tawa membuat lupa
Itulah saat dimana kita menang bersama

Lupakan arogansi cinta urutan pertama
Di atas segalanya yg terbesar adalah kasih
Ku takkan lupa, ku pasti fasih

Sampai ku tak lagi kuat untuk berdiri
Sampai ku rasakan lemah kaki kanan dan kiri
Sampai seluruh helai rambutku memutih
Sampai hari tua kita cintaku kan terbukti

Tak peduli kecantikan tak terlihat mata
Tak peduli tak lagi terdengar kata”
Tak peduli saraf tanganku tak terasa
Tak peduli mulutku tak bisa berbahasa

Tapi hatiku pasti akan berbicara
Tapi hatiku pasti akan tunjukkan arah
Tapi hatiku pasti tetap rasakan
Tapi hatiku pasti kan tetap katakan

Kau mencintaiku dan ku mencintaimu
Ku ingin di sisimu di sisa hari-hariku
Dan ku harap kita bisa pergi berdua
Tinggalkan dunia ini di hari tua