puisi surealis : SENANDUNG MALAM
malam menggaung indah dalam pekikan anjing-anjing.
bersenandung nyanyian kematian.
aku?
menatap kosong dinding-dinding yang berbisik.
pigura-pigura yang bergosip asik.
gelas kopiku yang belum lama habis ku teguk memanggilku.
meminta nyawanya kembali.
kelopak mataku belum lelah.
bagai sepasang sejoli.
kopi dan mataku bertingkah serasi.
tapi, apa disudut mata lancip itu.
kenapa keran air muncul dari sana?
menetes lalu menghujan.
padahal tadi tak mendung.
rintih hujan lebih dahulu memberi tanda, ternyata.
kabar darinya telat diterima oleh mata.
bersenandung nyanyian kematian.
aku?
menatap kosong dinding-dinding yang berbisik.
pigura-pigura yang bergosip asik.
Advertisement
meminta nyawanya kembali.
kelopak mataku belum lelah.
bagai sepasang sejoli.
kopi dan mataku bertingkah serasi.
tapi, apa disudut mata lancip itu.
kenapa keran air muncul dari sana?
menetes lalu menghujan.
padahal tadi tak mendung.
rintih hujan lebih dahulu memberi tanda, ternyata.
kabar darinya telat diterima oleh mata.
Related Posts :
janji sepuluh puisi II : derai-derai cemara kotaku tudungkan payung hitamku. duka bertebar ke seantero bangsaku. keadilan sudah gugur di tangan politikus-politikus rakus. ku tolehkan pand… Read More...
puisi gombal : PUITIS TAK PERLU ROMANTIS, SAYANG. bag 9.puitis tak perlu romantis sayang. tak perlu tembang-tembang di perhelatan. cukup kau, aku, org tuamu dan penghulu yang datang. dan kalimat "… Read More...
janji sepuluh puisi IV : sejumput restu yang tak kunjung terjemput.bu, maafkan anakmu ini. memilih pergi lantaran keras hati tak bisa dielakkan lagi. maafkan bu.. cita-citaku membahagiakanmu, musnah sudah. … Read More...
janji sepuluh puisi : kau hadir, kau remukkan aku.layangku sudah membumbung keangkasa. meliuk-liuk dengan indah di mata. sayang, angin kencang datang seketika. memutuskan talinya. bagai kau… Read More...
janji sepuluh puisi III : untuk mbak satinah, cuma ini yang saya persembahkan.kami tahu, jika dibandingkan engkau.. kami belum apa-apa. pahlawan negara dan devisa. pun jua teman-temanmu. mengadu nasib di negeri orang.… Read More...