puisi surealis : KEMARAU
sedikit merujuk ke arah pola akrya sastra lama.
ijin kan saya berkarya disini dengan menggunakan beberapa istilah-istilah yang mungkin saja kita pernah buat tapi tak tau namanya. semisal setire, saya baru tahu kemarin soal itu. :D
"KEMARAU"
pohon-pohon itu menadahkan dahan mereka.
kemarau jauh lebih ganas dibanding hal apapun.
pucuk-pucuk daun mati.
mereka cuma meninggalkan kerangka.
"aku lelah, dahagaku terkuras pada matahari yang kian lama kian merenggut nyawaku." pohon itu mulai gelisah.
tanah tak lagi ramah padanya.
entah apa yang dilakukan tikus berkepala manusia itu dengan cuaca.
mereka merenggut kekasihku.
memang, sudah lama angin tak datang mengunjunginya.
mungkin karena dia bertambah kurus dan keriput.
dicecar tanah dan panas yang lama makin mengusirnya.
ijin kan saya berkarya disini dengan menggunakan beberapa istilah-istilah yang mungkin saja kita pernah buat tapi tak tau namanya. semisal setire, saya baru tahu kemarin soal itu. :D
"KEMARAU"
Advertisement
kemarau jauh lebih ganas dibanding hal apapun.
pucuk-pucuk daun mati.
mereka cuma meninggalkan kerangka.
"aku lelah, dahagaku terkuras pada matahari yang kian lama kian merenggut nyawaku." pohon itu mulai gelisah.
tanah tak lagi ramah padanya.
entah apa yang dilakukan tikus berkepala manusia itu dengan cuaca.
mereka merenggut kekasihku.
memang, sudah lama angin tak datang mengunjunginya.
mungkin karena dia bertambah kurus dan keriput.
dicecar tanah dan panas yang lama makin mengusirnya.
Related Posts :
Bidadari linglung : SetiaMasih, kuseduh teh pagiku hari ini tetap tawar tetap hambar apakah ini setia? kukecap, manis sudah ternyata tapi hambar tawar mereka bilang … Read More...
Kematian ini untukmuIni kematian yang kau pinta tanpa harus aku menjelaskan banyak hal dalam warisku dingin kataku tak lagi berdetaknya nada suaraku tak berimaj… Read More...
Bidadari linglung : Kepada Kawankepada kawan, Maafkan aku tak berimu kabar dua tahun lacur diri tak mengembun cuma meratapi nassib yang makin lama makin terjun. sikapku yan… Read More...
Bak cando languah jawiBak cando languah jawi tapancang nasib di talapak tangan buhua bauleh batinggakan bak cando languah jawi baban manyasak manimpo diri indak d… Read More...
Bidadari linglung : Sang Penarimelenggokkan raga bagai liuk ular mata melirik dengan kasar Kau, Sang Penari menghentak kaki bagai debuh timbas menggetarkan hati laksana un… Read More...