Puisi hujan deras membangkitkan cintaku padamu "edisi arjuna linglung"

Puisi hujan deras membangkitkan cintaku padamu "edisi arjuna
linglung"

Hujan . . . . . .dan basah. . . . .
musim hujan seperti saat ini,bisa turun sewaktu-waktu.
Namun terkadang karena kehujanan
Bisa mengingatkan nostalgia tatkala bersama sang kekasih saat kehujanan berdua.
Puisi ini aku persembahkan buat sahabatku putro trah utama
Yang hari-harinya lengket dengan hujan.
Selamat membaca.

detak waktu terus melaju
hari siang sore menjelang
Langit biru tertutup awan
Matahari seakan tenggelam

Awan gelap pecah memudar
turun gerimis hingga hujan lebat
Suara petir menggelegar
Sampai kaca rumah terasa bergetar

Kehidupan terasa berhenti
termakan derasnya air hujan
nyanyian sunyi semakin menderu
Angin semilir menambah pilu

Saat itu ku berteduh di musola
Hujan semakin menggila
Hati dirundung gelisah
Rindu mengusik ketenteraman jiwa

Kasih, sedang apa kau disana
Kau dengarkah suara rindu hatiku.?
Hujan mengngungkit kisah kita
Akankah kau ingat semula cinta yang kita cipta

Seperti harum mawar dalam hujan
Yang semakin mendekap
Tentang kerinduanku
Kepadamu
Advertisement