ABU NAWAS

Sahabatku, saudara, manusia yang lesu

Sahabatku, saudara, manusia yang lesu dan siksa,
Siapa juga engkau, janganlah putus asa.
Walau merajalela dusta dan kejahatan
Disini bumi yang bersimbah tangis,
Walau cita-cita leluhur kita cemar dan kandas,
Walau tak bersalah, darah kita tumpah, yakin, ya, yakinlah:
Datang saatnya baal nanti mesti mati,
Saat kasih kembali bersinar mewaraas!

Wahai sahabatku! Tidak bukannya mimpi cakerawala teerang
Bukan harapan yang sia-sia belaka, lihat sekeliling,
Betapa sang jahat memerintah di malam pekat.
Tapi dunia telah jemu sengsara dan ejekan,
Bosan perlombaan waras dan sia-sia.
Dan dengan tangis berlinang dan do’a di Kabul
Ia nanti nengadah pada kasih abadi.
By: SEMEN YAKOWLEWITSJ NADSON