puisi edisi arjuna linglung : KIDUNG SENJA II - Edisi PUBER ( Puisi Bersambung )

sembari kopiku habis.
dan bulan menyembul manis.
sebuah sajak dari sidoi menggelitik hatiku.
sudah lama pengen bales tapi kok belum sempet. jadi tak kerjain skrg aja.
KIDUNG SENJA II
tiada manis, kekasih.
selain gula dan coklat dicampur jadi satu.
tapi itu menyakiti leherku.
menaiki kadar gula dalam darahku.
tapi kekasih,
ketika sajakmu yang mengambarkan ku bagai dewi.
entah kenapa diri merasa mengawang tinggi.
merona sudut-sudut pipi.
bikin aku ketawa sendiri.
bahkan kau rela,
menolak bidadari dari surga.
lantaran iklan semata.
iklan parfum ketek tentunya.
ih, aneh saja.
meski kamu jelek.
meski kamu gak intelek.
meski kamu cuma pemelihara bebek.
rasaku tak akan membengek.
lancar jaya bagai biskota.
seruduk sini seruduk sana.
duh senangnya.