Tampilkan postingan dengan label Puisi Bersambung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Bersambung. Tampilkan semua postingan

puisi cinta : KIDUNG SENJA III Edisi PUBER ( Puisi Bersambung )

kepada hujan, yang sore ini mengacaukan hatiku.
aku tidak meminta engkau datang kali ini.
tapi kenapa kau nakal juga?
tak cuma butir mu, tapi juga sisa-sisa kecewaku.
lihat itu,
senjaku hilang ditelan mendung kelabumu.
kau jahat.
aku mengumpat.
hujan..
hujan..
ku minta satu permintaan.
jika alirmu bermuara ke laut.
ijin kan rinduku dan rindunya bertaut.
hingga dipisah oleh maut.
Read More

puisi edisi arjuna linglung : KIDUNG SENJA II - Edisi PUBER ( Puisi Bersambung )

sembari kopiku habis.
dan bulan menyembul manis.
sebuah sajak dari sidoi menggelitik hatiku.
sudah lama pengen bales tapi kok belum sempet. jadi tak kerjain skrg aja.
KIDUNG SENJA II
tiada manis, kekasih.
selain gula dan coklat dicampur jadi satu.
tapi itu menyakiti leherku.
menaiki kadar gula dalam darahku.
tapi kekasih,
ketika sajakmu yang mengambarkan ku bagai dewi.
entah kenapa diri merasa mengawang tinggi.
merona sudut-sudut pipi.
bikin aku ketawa sendiri.
bahkan kau rela,
menolak bidadari dari surga.
lantaran iklan semata.
iklan parfum ketek tentunya.
ih, aneh saja.
meski kamu jelek.
meski kamu gak intelek.
meski kamu cuma pemelihara bebek.
rasaku tak akan membengek.
lancar jaya bagai biskota.
seruduk sini seruduk sana.
duh senangnya.
Read More

puisi edisi arjuna linglung : kidung senja I Edisi PUBER ( Puisi Bersambung )

puisi ini ku persembahan buat lelakiku.
yang kian lama perutnya makin buncing kayak gareng.
KIDUNG SENJA I
senja menjemputku dengan jingganya kali ini, kekasih.
membentangkan aura merona sepanjang cakrawala.
secangkir kopi dan suaramu.
bertingkah ditelinga dan bibirku.
tak ada kecup yang lebih nikmat.
tak ada peluk yang lebih hangat.
ketika pusaran kopi yang ku aduk.
beradu lembut di telinga ku dengan gelak tawamu.
jika ada yang bilang padamu.
kalau roman rhama shinta paling syahdu.
tidak dengan rinduku.
yang senja ini ku bumbungkan ke angkasa.
biar terbang kesisimu disana.
dan menderu laksana lebah penghamba.
hingga dingin memeluk tubuhmu.
dan rasa-i lah aku.
Read More