ABU NAWAS

Puisi Kenangan " Pinggir Buku "

Terkenang masa lalu , masa-masa mengenyam pendidikan  masa-masa pertumbuhan dan masa-masa penyesuaian . Tak terasa ternyata banyak sekali perubahan yang terkadang sangat menyenangkan dan kadang pula menyedihkan . Pinggir Buku .

Buku kusut berdebu, di lemari itu .
Jadi singgasana kecoak kecoak dan kutu
Semerbak wangi ala negeri para lelembut demit-demiit lemari .
Arsitektur natural dari mahluk tanpa akal .

Tak banyak yang bisa aku perbuat dari benda yang dulu sangat keramat .
 Dengan peluh penuh keringat , Orang tuaku membelikan itu .
Bukan tanpa harapan , mereka semangat untuk membelikan
Iklas memberikan tanpa menuntut balasan .
Supaya aku jadi orang hebat , berbakat dan bermanfaat .

Coretan berbentuk angka dua yang dulu di bilang seperti bebek berenang .
Coretan angka satu yang dulu kata ibu bentuknya mirip tongkat nabi musa .
Ternyata aku itu dulu juga bodoh , nulis Angka dua saja tak bisa
Ternyata aku itu dulu sangat goblog... baca saja masih mengeja .

Bukuku saksi bisu kebodohanku...
Bukuku sahabat bisu pendidikanku...
Bukuku... maaf bila aku tak merawatmu...
Bukuku setia menyimpan sejarah .

Malu saat kau bilang , ini loh karya tulismu pertama
Malu saat kau berkata , di sini di pinggir tulisan ini , kau dulu pernah sedih loh.
Buktinya kau coret sebuah curhatan .
Oh ,iya di sini juga pernah kau tulis , kalau kau pernah jatuh cinta .

Terimakasih buku , kau ingatkan tulisan pinggir itu .
Mudah-mudahan bermanfaat untuku
Terimakasih telah menemaniku
Dan terima kasih telah jadi sahabat dan saksi hidupku .

Bukuku i Love U
Advertisement
Advertisement