Puisi Bersahabat dengan Purnama

Sahabat sangatlah berarti bagi kehidupan kita, namun kadangkala sahabat tak ada saat kita butuhkan. Saat mereka tiada aku hanya berteman dengan rembulan, semua isi hatiku kucurahkan walau dia tak bisa mendengar dengan baik. Aku bahagia melihat kelembutan cahayanya, Aku senantiasa diterangi kebahagaian sinar rembulan yang terus menerangi malamku yang penuh dengan curahan hati. Lewat secangkir kopi aku mencari sahabat +Nia Coppedge +Anindhita Maharrani +Faradina Aningtias yang bisa mendengarkan curahan hati.

Puisi Bersahabat dengan Purnama


Puisi Bersahabat dengan Purnama
Sepetang inipun ku masih sendiri
Berteman secangkir kopi yang mengepulkan wangi sejati
Dan diselimuti pucatnya cahaya sang bulan yang menari
Di atas langit diapit permata berkelip menggoda hati

Dan warna pucatpun sudah pasti kau beri
Namun tetap kubiarkan hati bersenandung menyanyi
Karna kunikmati indahnya duniawi
Yang diciptakan dari indahnya surgawi

Segaris bayangan melangkah dari cangkir kopi
Dan pelan-pelan mencoba jauh berlari
Seiring sang purnama mengendap-endap bersembunyi
Diantara sang mega yang membariskan diri

Dan sepetang inipun ku masih sendiri
Membiarkan impian terus saja mengusik diri
Membayangkan jutaan impian yang kian berseri
Mengisi ruang kosong yang enggan sendiri kusinggahi

Oh purnama,,, berikanlah senyummu yang paling berani
Akan kuterima dengan senang hati
Jadilah temanku untuk sekadar berlari
Melepaskan diri dari penatnya siang tadi