Puisi berbaring diam-diam "Edisi Arjuna Linglung"

Puisi berbaring diam-diam "Edisi Arjuna Linglung" Label: Ahmad Toyib, Arjuna Galau, Puisi Perjuangan

Istirahatkan sejenak fikirmu, luruskanlah badanmu, dan berbaringlah diam-diam. Walaupun kegiatan menumpuk seperti gunung sampah yang tak p...

Istirahatkan sejenak fikirmu, luruskanlah badanmu, dan berbaringlah diam-diam. Walaupun kegiatan menumpuk seperti gunung sampah yang tak pernah habis, itu tak akan mengurangi waktumu untuk menakhlukkan dunia. Puisi ini menekankan pentingnya istirahat yang cukup disamping usaha yang maksimal dalam menggapai cita-cita +Winda Krisnadefa +wina bojonegoro +Awe Winarso +Aedail Wina .

Puisi berbaring diam-diam "Edisi Arjuna Linglung"

Puisi berbaring diam-diam "Edisi Arjuna Linglung"
Berbaring… berbaringlah diam-diam
Bersama-sama kita akan tenggelam
Hanyut di gelombang warna-warna
Pendar-pendar kemilau pusaran cahaya

Bulan akan mencium mentari
Tanah dan pohon selalu menari
Di sini, di dunia kecil milik kita berdua
Langit akan selalu berwarna merah muda

Berbaring… berbaringlah hati-hati
Kita akan terbang makin tinggi
Ke dunia pendar ribuan warna
Dunia tanpa tangis tanpa luka

Mentari pagi akan membangunkanmu
Kicauan burung akan menyambutmu
Di sini, di dunia kecil milik kita berdua
Semua akan menemani kita menakhlukkan dunia

Merdeka