ABU NAWAS

Puisi Untuk Ayah Bahan Renungan

Puisi Untuk Ayah Bahan Renungan
Puisi Untuk Ayah Bahan Renungan , sebuah puisi yang menceritakan tentang ayah atau bapak atau abi atau abu atau istilah lainya , Ayah sangat berperan untuk kehidupan kita , dengan ayahlah kita di berikan sebagian genetiknya sebagai manusia . Dan cukup di sayangkan jika ada manusia terlahir di dunia tanpa mengetahui siapa ayahnya. Ayah sangat berperan penting terhadap pertumbuhan anaknya, membesarkan dan mendidiknya serta mengsuhnya . banyak sekali perjuangan ayah yang sulit di gambarkan dengan kata kata, untuk itu puisi ayah ini akan berusaha membongkar kebesarn jiwa seorang ayah . 

Bapaku adalah seorang yang paling kuat dalam mempengaruhi hidup saya, dan ketika saya berfikir tentang bapak maka saya selalu mendapatkan sesuatu yang lebih baik untuk kelanjutan masa depan saya, walaupun perintah ayah sering di lakukan dengan tangan besi. Tapi itu semua di lakukan atas dasar cinta , demi kebaikan dan kebahagiaan saya. Puisi ini saya tulis semata mata hanya ingin mengungkapkan betapa saya mencintai bapak saya walau sebenarnya puisi saja tidak cukup untuk menguraikanya .

Ayah kaupun pernah muda
Tentunya bapak juga punya cita-cita
Terlepas apakah ini sesuai dengan harapanya
Tapi Bapak selalu berjuang untuk keluarga

Kau sisihkan sebagian uang hasil bekerja
Untuk kau siapkan jajan saya
Sebagian Untuk Keluarga
Dan sebagian untuk Kebutuhan lainya
Sampai bapak harus terima sedikit saja
Dari buah karya dan tenaganya

Ayah Istrirahat di lantai bersama keluarga
Nonton tv sambil tertawa
Ku raba pundaknya yang kokoh
Ku gengam lenganya yang kekar
Ayah Hebat , tidak capek seharian bekerja

Hingga suatu saat usia ayah makin tua
Pundak yang kokoh bak baja tinggal kulit dan daging saja
Lengan tempatku bergelantungan kini lemas terkulai
Hingga akhirnya ayah berkata
Saat ini ayah akan pergi jauh
Walau hati ayah tak tega
Tapi semuanya harus rela .
Kini ayah tiada dan menghadap yang kuasa
Sebelum aku mampu membahagiakanya
Lengan tempatku bergelantung kini tinggal cerita
Pundak kokoh kini tinggal Kisah saja
Selamat tinggal ayah
Semoga doa anakmu selalu mengiringmu
Dalam menempuh jalan panjang
Menuju ridho tuhan semesta alam