Jumat, Februari 08, 2013

Puisi Nasehat Telat Tobat

Label: ABUNAWAS, Puisi Alam, Puisi Cinta, Puisi Galau, Puisi Gombal, Puisi Kenangan, Puisi Patah Hati, Puisi Perjuangan, Puisi Rindu, Puisi Sahabat, Puisi Sedih

ABU NAWAS Puisi berjudul "Puisi Nasehat Telat Tobat "

Puisi Islami Telat Tobat  - Aku tulis puisi ini pada saat menjelang subuh pagi , alarm hp berbunyi seiring sms dari seseorang tak di kenal y...

Baca Selengkapnya
Anda Senang sampaikan pada teman Jika tidak sampaikan pada Author : ABU NAWAS
Puisi Islami Telat Tobat  - Aku tulis puisi ini pada saat menjelang subuh pagi , alarm hp berbunyi seiring sms dari seseorang tak di kenal yang isinya sebuah puisi curhat terkait dengan kondisi asmara yang di alaminya , intinya dia merasa seperti bunga yang layu ( tak perlu di jelaskan , saya yakin pembaca paham dengan istilah bunga layu sebelum berkembang lalu di campakan ) . sementara puisi belum bisa saya terbitkan , cuma saya ingin membuat puisi nasehat yang berjudul telat tobat .

Siapa suruh kamu pacaran
Bukankah agamamu melarang
Kenapa hal itu kamu lakukan
Nyatanya kamu tidak mampu melawan goda syetan

Ingatkah kamu saat di beri saran
Kamu jawab , pacaran itu sebatas pendekatan
Pacaran itu sekedar penjajakan
Pacaran untuk saling mengenal

Nyatanya kamu tidak mamapu melawan
Goda dan bujuk rayu setan
Mana Bukti pacaran seperti yang kau pikirkan
Mana buah pacaran yang kau janjikan

Hilangnya mahkota itukah pacaran yang kau banggakan
Hilangnya kehormatan itukan yang kau katakan pendekatan
Hilangnya harapan itukah yang kau anggap penjajakan
Hancurnya masa depan itukah yang kau pikir perkenalan

Sekarang kau pingin insyaf
Sekarang kau ingin bertobat
Dengan keyakinan bahwa pintu tobat selalu ada
Bahwa pintu tobat terbuka selama belum sekarat

Memang benar tobat selalu terbuka
Ingat satu hal terbuka untuk siapa
Kalaupun tobat apakah menyelesaikan semua
Padahal dosa satu sama lainya itu saling berkaitan

Kamu tobat tidak melakukan
Tapi telat toh sudah terlanjur hancur
Ujung ujungnya kaum berbohong dengan orang
Dan semua juga tahu kebohongan satu kali akan mencari kebohongan lainya

Sudahlah tak perlu kau sesali
Sudahlah tak perlu mencari simpati
Kamu sudah hancur ini
Toh nasehat dan saran suda di sampaikan jauh jauh hari
Jika kamu langgar ya akibatnya tanggung sendiri

Telat tobat tak apa
Siapa tahu dapat pengampunan dosa
Tapi jangan berharap banyak
Dan jangan berkayal
Bahwa tobatmu akan mengembalikan yang hilang
Kehormatan yang hilang
Kesucian yang hilang
Harapan yang hilang
Dan kesempatan yang hilang
Dan jangan berfikir bahwa Allah tidak kasihan
Karena beliu sudah memberi peringatan



Advertisement

3 komentar:

  1. Puisi Bunga Layu Kiriman Sms dari orang tidak di kenal :

    Kurasakan pahit dan pedihnya hati
    Melihat kenyataan hidup
    Yang jauh dari kedamaian...
    Diri ini bagai bunga yang layu...
    Tak pernah dirawat dan disayangi...
    Selalu dibiarkan dalam sepinya hidup..

    Bunga itu layu dalam sudut kehidupan
    Yang tanpa daya, menopang segala beban
    Sungguh ia tak ingin mengantungkan hidupnya pada siapapun...

    Tapi, sehebat apapun bunga itu...?
    Pasti ia, akan tetap membutuhkan bunga yang lain...
    Karena ia hanya bunga yang layu,,,
    Yang tak selalu bisa berdiri tegak dalam hembusan angin yang semakin kuat...

    Diri ini bagai bunga layu
    Yang hanya diambil dan disayangi apabila dibutuhkan...
    Dan dihempaskan, setelah tidak dipergunakan lagi...

    Mungkin masih tersimpan di sudut hati ini...
    Sebuah rasa sayang yang tiada terkira...
    Dan beribu – ribu kali, hati ini ingin mengadu...
    Namun, tak tau kepada siapa harus mengadu...
    Kecuali, hanya kepada Allah...
    Dzat Yang Maha Mendengar...

    Walaupun pedih dan sakitnya hati ini
    Namun, diri ini yakin bahwa semuanya...
    Akan baik – baik saja...
    Mengingat bahwa bunga yang layu itu...
    Tak akan selamanya layu ....

    BalasHapus
  2. Memang aku tak seranum bunga desa
    Ku hanya bunga layu berdebu kota
    Tak malukah kau menerima
    Berjalan denganku yang tak punya

    Inilah aku n hidupku
    Ku akui ku tak sempurna seperti yg kau mau
    Menjadi bintang dalam hidupmu
    Hanya bulan separuh penerang malammu

    Ku hanya ingin di cintai
    Tak berharap tinggi untuk kau puji
    Yang ku inginkan cintamu sepenuh hati
    Kepadamu ku serahkan hatiku yg hampir mati

    Ku hanya bunga yg merana
    Sudilah kiranya buatku tersenyum bahagia
    Dengan kasihmu yg setulus jiwa
    Dengan setiamu yang ku damba

    BalasHapus

  3. serapuh bunga yang layu.
    begitulah aku saat aku menahan semua sakit ini sendiri ditemani luka dan senja.
    semoga masih sempat aku jaga.
    meski matahari terus mengeringi embun saat engkau menemani surga.

    ketika waktu mulai mempermainkanku,akhirnya kau dengan perasaanmu yang kukenal pun dengan cepat meninggalkanku .
    aku cari,dan terus berusaha kembali menemukanmu.
    memang tlah aku temui akhirnya,tapi sangat berbeda.
    entah kemana mereka yang dulu.sejuta perasaan yang pernah menyayangiku setulusnya.
    apa semua ini kamu yang buat?
    aku tak tau sama sekali jika kamu menyimpan perasaan sakit ketika kau ada dipelukanku.

    BalasHapus

Cara Kirim Komentar Via Hp :
1. Pilih Profile sebagai Name/Url
2. Isi Kolom Nama dengan namamu
3. Isi Kolom Url dengan Http://puisina.blogspot.com atau kosongkan saja
4. Isi Kalimat yang mau di kirimkan
5. Publish

20 Puisi Terbaru
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina All Right Reserved