Aku Yang Sedang Kepayang

Puisi mabuk kepayang saat meneguk  secawan madu cinta kasih , melebihi candu cerutu . Tak bisa di raba, tak terlihat mata namun rasanya bisa bikin orang gila. selamat membaca.

Cintaku...
Setiap aku menarik nafas...
Kaulah nafasku
Kau layaknya udara
Yang mengisi paru-paruku
Dengan kehidupan
Dan tak perduli seberapa banyak

Aku berusaha
Membangun sudut dinding terkecil
Di sekitar untuk menahan diri
Untuk menahan sensasi nikmat ini
Seakan kau berada di depanku
Kau mewarnai hidupku
Dengan sedikit godaan manis
Membuatku menangis dengan keindahan

Keajaiban membara
Di setiap detak dan detik Tatapanmu
Ku terjebak di jeratmu
Tak berdaya dan akupun hanya bisa pasrah "mendesah"
Matamu seperti percikan api
Menyala membara
Membakar seuluruh yang aku punya
Membuat hatiku tunduk takluk tanpa daya

Cintaku...
Saat hujan telah di tuangkan
Tapi kau mampu memadamkan badai
Kaulah marsku
Dan akulah surga ke tujuh
Saat kau menyemburkan kata-kata
Dan saat aku mendengarnya..
Aku terasa kau lucuti begitu saja.
Lupa apa saja yang harusnya aku jaga
Karena aku terpesona
Indahnya hipnotismu cinta .

Aku mencitaimu tanpa keraguan
Hanya kata-kata untuku bertahan
Walau sulit untuk ku eja
Paling tidak..ada sepoting,jeda
Untuk pusaran hati ini
Iya pusaran hati
Siap menerima gundukan emosi
Kasih sayang
Cinta dan kerinduan
Kekaguman tanpa terlukiskan.

Cintaku..
Di bagian paling dalam
Di sisi hatiku yang tersimpan
Kau telah berbohong
Kau putar-putar dalam kenikmatan
Aku cabik cabik dengan kemesraan
Kau tambang habis romtisme ini
Jari jari kau genggam
Wajah dan bibir kau lumat..
Sampai aku menggigil memeras
seluruh tulang sungsumku

Kaulah nafasku
Kaulah hidup dan matiku
Cintaku...
Aku setia padamu


Thank Having read the article entitled "Aku Yang Sedang Kepayang" With Summary As Below : Puisi mabuk kepayang saat meneguk  secawan madu cinta kasih , melebihi candu cerutu . Tak bisa di raba, tak terlihat mata namun rasanya bisa... If you liked this article to convey to a friend, If you do not like please contact us