ABU NAWAS

wasiat pada anak cucuku

puisi nenek
Puisi sedih merintih
Wasiat pada anak cucuku

Puisi ini menggambarkan isi hati orang tua yang hampir mati,dan
mengharapkan berkumpulnya anak cucu, selama ini karena kesibukan
masing-masing sehingga tak bisa merawat dan membahagiakanya
Selamat membaca .semoga ada hikmahnya.

Di kala mentari bersinar
Menerangi alam nan segar
Semua kehidupan hingar
Dan terlihat bingar

Namun smua tak berlaku padaku
Mentariku adalah anak cucuku
Yang telah melupakanku
Di ambang kelopak menutup mataku

Wahai anak cucuku
Yang tak buta warna akan derita
Kini aku meregang nyawa
Tapi engkau terdiam bahasa

wahai anak cucuku
Yang kaya akan tatakrama
Kini aku meminta menghiba
Akan darma bakti pada orang tua

Wahai anak cucuku
Yang luhur akan budi pekerti
Ku harap kau mengerti
Sebelum nyawa ini pergi

Wahai anak cucuku
Yang pandai merangkai basa
kuharap kau bersedia
Mengubur jasad yang tiada nyawa

Wahai anak cucuku
Yang miskin akan noda
Kemohon yang terakir kalinya
Tancapkan pohon kamboja

Diatas pusaran batu nisanku
Sebagai ganti hilangnya namaku
Dikala engkau sibuk akan urusanmu
Kau lupa akan kuburanku

Namun aku tetap berdoa
Pada yang maha kuasa
Bagi anak cucuku smua
Diberi rizqi kelimpahan harta

Pesan suara hati terdalam