Tampilkan postingan dengan label puisi banjir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi banjir. Tampilkan semua postingan

Puisi Metropolitan Akankah Pak Joko Surut Bersama Banjir?

Puisi tentang surutnya banjir Ibu Kota Negara. Akhirnya banjir surut
juga, meski masih menyisahkan problem disana sini. Tetaplah ini bukan
akhir perjuangan melawan banjir. Tetaplah berjuang pak Joko. Kami
disini juga turut berjuang walau hanya dengan doa dan suport saja.
Hehe

Akankah Pak Joko Surut Bersama Banjir?

Sepekan lebih lamanya
Banjir melanda Ibu Kota
Dan Alhamdulillah....
Pagi ini matahari sedikit cerah
Seiring surutnya air bah

Matahari kembali menyapa
Walau masih diselimuti sedikit awan mendung yang menghalanginya
Di wilayah pojok timur sana

Terimakasih pak Joko
Atas andilmu benahi banjir di Ibu Kota
Walau belum ada realisasinya
Jakarta akan tetap dilanda Banjir Siapa pun Gubernurnya

Bukan salah hujan yang turun deras
Bukan salah air yang tak mau mengalir amblas
Karena memang tak ada tempat untuk jalan pintas

Jakarta masih akan tetap banjir
Stop salahkan pak Joko
Jakarta sudah terlalu sesak
Sudah waktunya bongkar muatan

Pak presiden...
Indonesia ini luas
Kenapa tak kau ratakan lapangan pekerjaan
Agar yang merantau kembali pulang
Dan bekerja di tanah kelahiran
Agar Jakarta sedikit longgar

Sudah bagus cuma dikasih banjir doank
Sudah bagus tanahnya tak lonsor dan tenggelam
Kedalamnya dasar lautan
Karena terlalu banyak muatan

Memang Negara ini tidak siap jadi Negara Tanggap Bencana
Lantas siapa yang mau disalahkan
Apakah Tuhan...
Atau manusianya yang kurang ajar
Masih ada waktu untuk benahi kesalahan
Sebelum datang banjir susulan tahun depan

Oleh: Rochmatul Hidayah
Read More
Puisi Setengguk Air Minum (banjir ibu kota jakarta)

Puisi Setengguk Air Minum (banjir ibu kota jakarta)

Setengguk air untuk para semut, Ternyata air itu menerjang semut yang berkeliaran. Ini sebuah cerita ibu kota dilanda air tiada henti. Mana bisa manusia menghentikan air, manusia hanya bisa mengendalikan. Udah tandir mu jakarta!!


Setengguk Air Minum
bergeser sebuah bungkus rokok
ditemani korek api
sambil berpikir
mencoba merangkum kata
bisa menjadi juara pelipur lara
mereka disana terkoyak-koyak oleh banjir

biarkan aku menulis
pindahkan saja ibu kota
berapa duit agar aku pindahkan
mereka terbiasa merasa ditemani air

setengguk air minum putih
seperti semut baris
ini rangkuman kata agak semraut
anggap saja kayak ibu kota
tik tak tik tuk itu suara banjir
bukan suara sepatu kuda
sini kau korek api
kunyalakan banjir bisa tidak terbakar
semut pindah saja kalian dari banjir
kosongkan ibu kota
ini perintah sang pujangga
agar semut-semut tidak kebaanjiran
aduh rokok ku basah
profesor bisakah kalian merubah banjir menjadi air minum
biar ku tengguk saja air itu beramai-ramai
agar tak banjir
agar roko tak basah
agar menjadi air minum
agar pindah ibu kota
semut ayo kita mengungsi profesor tak bisa
pujangga merangkai kata alunan hati sambil menangis bukan tertawa
ini semua cerita maha kuasa

Terimaksih kepada +Thalia Ivanka Elizabeth +Elvira Azany +Elena Kuznecova +Brigitta Elien +Elizabeth Hahn 
Read More
Ibu Kota Ku Jakarta Menjerit Karena Banjir

Ibu Kota Ku Jakarta Menjerit Karena Banjir



Ibu Kota Ku Jakarta Menjerit Karena Banjir 


Banjir Jakarta adalah bencana yang melanda ibu kota (Jakarta) kita dan sekitarnya, pada pertengahan januari, yang menyebabkan Jakarta dinyatakan dalam keadaan darurat, berita ini selalu datang dan terjadi saat musim hujan tiba, tidak mungkin tidak, setiap tahunnya pasti terjadi banjir di ibu kota tercinta kita, karena belum adanya solusi untuk mencegah banjir, kini makin hari banjir makin membuat ibu kota menjerit dan meluluhlantakkan semua yang ada, sahabat pembaca yang tercinta,, kita pasti ikut prihatin dengan smua kejadian ini, marilah kita menegadah memohon doa agar permasalahan ini segera teratasi, dan tentunya kalau bias agar banjir tidak selalu hadir dalam ibu kota tercinta kita,,

Sahabat puisina, melihat kejadian seperti diatas, saya ingin mengungkapkannya betapa menjeritnya betapamerintihnya sang ibu kota yang dulunya begitu indah namun karena banjir, sekarang menjadi sunyi dan bahkan menyedihkan
  

Air menenggelamkan keindahan ibu kota
Ibu kota kita, Ibu kota Jakarta.. .
Memporak porandakan yang terlihat
Meluluh lantahkan yang ada
Harta benda berlimpah semua sia-sia seakan tiada guna

Bahkan nyawa manusia seakan tak berharga
Orang-orang bertahan dalam getir
Jerit tangis
dan keluh kesah
terdengar dimana-mana
puluhan, ribu orang meratap menyapa
Keindahan di Ibu kota kini telah tiada
Lampu-lampu, taman-taman, pariwisata
kini tinggal sampah belaka
Gedung-gedung menjulang tinggi
kini meninggalkan gelap gulita

dasyatnya air yang satu persatu jatuh
yang setetes demi setetes akhirnya menyatu
terkumpul menjadi kekuatan utuh
siap menyerang memangsa ibu kota ku
menenggelamkan segala keindahannya
dan jadilah sekarang, Ibu kota ku menjerit

tiada dapat yang menghentikannya
orang-orang pintar tak dapat menolong ibu kota
jabatan tinggi tiada menyelamatkannya
hanya iman pada Tuhan saja yang tiada sia
Read More